Chapter 04 : Assault Nyarla

api mulai membakar tubuh jenderal graham dan yang lainnya. di akhir hidupnya jenderal graham mendengar suara seseorang yang memanggil namanya.

"jenderal graham!! jenderal graham!!"

seketika jenderal graham membuka matanya, ternyata itu hanyalah mimpi. jenderal graham masih berada di helikopter bersama dengan yang lainnya.

"kau baik-baik saja kan?" tapi jenderal ache.

jenderal graham tampak masih syok akibat mimpi barusan jadi beliau tidak menjawab pertanyaan jenderal ache.

"bertahanlah, sebentar lagi kita sampai di markas. tadi kita juga mendapat kontak dari markas, mereka mengkonfirmasi adanya sosok misterius yang berjalan ke arah markas. lihatlah, ini foto yang diambil oleh kamera drone."

sosok misterius yang berjalan ke markas itu memiliki rupa yang sama persis dengan yang ada di mimpi jenderal graham. beliau mulai bertanya-tanya apakah itu hanya kebetulan.

tidak lama kemudian mereka sampai di markas. namun mirip seperti yang terjadi di mimpi jendral graham, jenderal ache meminta izin untuk melihat sosok tersebut dari dekat.

helikopter yang dinaiki jenderal ache dan graham pun mendarat di dekat anak itu sementara dua sisanya kembali ke markas lebih dulu.

"apa menurutmu, anak ini adalah salah satu *******? jenderal graham."

"entahlah... "

"kalian bertiga pergi dan selidiki, kalau dia anak kecil biasa bawa dia naik ke helikopter."

jenderal ache, menyuruh tiga orang tentara untuk memeriksa sosok itu.

sosok itu memiliki ukuran tubuh seperti anak kecil. dia mengenakan topeng kayu, dan mengeluarkan bau yang sangat harum, dari jarak beberapa puluh meter tercium aroma wangi seperti wangi mawar.

ketiga prajurit pun menghampiri anak itu, mereka menanyakan namanya namun anak itu diam saja.

mereka lalu mencoba melepas topeng anak itu tapi tidak bisa, salah satu tentara kemudian mencoba memeriksa tubuhnya, si tentara pun kaget saat menyentuh tubuh anak itu. dia tidak merasakan adanya daging pada tubuh justru yang dia rasakan seperti sebuah pohon.

tentara lain yang ada disana pun membuka jubah yang dikenakan oleh si anak dan mereka terkejut melihat tubuh si anak yang berbentuk batang pohon dan di bagian kaki serta selangkangannya terdapat benjolan-benjolan hijau yang berdetak seperti jantung.

jenderal ache yang melihat wujud anak itu memerintahkah semuanya untuk mundur.

"mundur! cepat kembali ke helikopter."

mereka pun mundur dan mendarat di markas, disaat mereka turun dari helikopter barikade pasukan pun dibuat karena makhluk disegani sana bisa saja berbahaya.

jenderal graham teringat dengan panggilan louis di mimpinya, beliau pun memeriksa ponselnya tapi louis ternyata tidak menelepon. jenderal graham pun langsung bergegas pergi ke ruang hendri dirawat setelah mendapat izin dari jenderal ache.

"sepertinya yang terjadi di mimpiku itu hanya khayalan saja. karena ketika itu aku dalam kondisi setengah sadar. mungkin saja aku mendengar laporan sosok aneh itu dan berhalusinasi."

setibanya di depan kamar hendri, jenderal graham melihat louis sedang berbincang dengan seorang dokter.

"louis, bagaimana keadaan hendri?"

"tidak ada yang berubah pak, keadaannya sama seperti sebelumnya. wajah anda terluka pak, apa itu karena nyarlapostle?"

"iya, kami tidak berhasil masuk ke dalam lab rahasia. entah apa yang dilakukan ayahku pada lab bunker itu."

"sebaiknya anda obati wajah anda pak. luka sedikit saja di kepala bisa berakibat buruk.

tidak lama terdengar pengumuman.

[pasukan dari angkatan laut sudah tiba, diharapkan pada semua personil militer di dalam bunker untuk berkumpul di arena pelatihan dua.]

"Louis kami menemukan sebuah flashdisk yang berisi ancaman dari ******* di lab ayahku. ******* itu menyebut diri mereka black leaves dan salah satu dari mereka bisa mengendalikan perubahan nyarlapostle. makhluk yang ada di depan sana mungkin adalah salah satu dari mereka."

"apa mungkin mereka lah yang telah melepaskan para nyarlapostle."

"mungkin saja, tapi tujuan mereka lebih dari sekedar menghancurkan amerika. jangan beritahu siapapun tentang ini sampai ada perintah dari atasan. jika sesuatu terjadi padaku kaulah satu-satunya orang yang bisa menjaga hendri."

"saya mengerti pak, semoga amerika bisa bertahan dari bencana ini."

jenderal graham pun pergi menuju arena pelatihan dua. tapi di tengah perjalanan terjadi mati daya di markas. semua orang pun panik karena markas ini terletak di bawah tanah sehingga keadaan menjadi gelap gulita.

jenderal graham mulai panik saat menyadari hendri dirawat menggunakan peralatan elektronik yang tentunya memerlukan tenaga listrik. beliau pun segera berlari kembali ke tempat hendri.

di tengah perjalanan smartphone jendral graham bergetar langkahnya terhenti saat melihat layar smartphone yang tiba-tiba menyala dan memperlihatkan tampilan layar hitam putih.

terlihat tidak asing mungkinkah ini...

semua orang mulai memperhatikan smartphone mereka masing-masing. muncullah cahaya putih yang sama dan orang gila yang sama.

[halo... masyarakat sekalian, selamat bagi kalian yang berhasil bertahan hidup. kami adalah Black Leaves kami memiliki tujuan menjadi yang terkuat melebihi apapun.]

[kami adalah dalang di balik terlepasnya nyarlapostle di amerika dan kamilah yang menyebarkan siaran pembantaian warga amerika.]

siaran dari black leaves tersebar ke seluruh penjuru dunia melalui perangkat elektronik. baik pria, wanita, anak-anak, orang dewasa, dan orang tua menyaksikannya.

[sebagai negara adidaya amerika jelas menjadi penghalang bagi kami. maka dari itu kami memporak-porandakkannya. itu sebagai bukti atas keseriusan kami dan sekarang kami akan membuktikan kekuatan kami ke seluruh dunia.]

[di depan markas militer utama saat ini tengah berdiri seorang nyarla varian baru. nyarla ini kami sebut sebagai assault nyarla dia memiliki kekuatan yang cukup untuk menghancurkan kekuatan tempur utama sebuah negara.]

jenderal graham tidak terlalu menghiraukan pernyataan dari black leaves, beliau terus berjalan dalam kegelapan menuju ke ruang rapat.

"aku berubah pikiran, aku yakin louis bisa menjaga hendri, lagipula aku punya kewajiban sebagai salah seorang jenderal di situasi seperti ini." ucapnya dalam hati.

[mari saksikan kehebatan dari assault nyarla kami.]

[HANCURKAN MEREKA ASSAULT NYARLA!!!]

sudut pandang berpindah ke jenderal ache yang berada di luar bunker.

masalah tidak hanya sebatas daya yang mati tapi juga adanya gangguan sinyal, ditambah lagi semua perangkat elektronik tidak bisa digunakan. black leaves tampaknya sudah meretas dan mengunci semuanya. akibatnya sebagian besar pasukan dan petinggi militer terjebak di bawah tanah.

"sniper tembak!"

jenderal ache memberi perintah menebak, secara serentak lima orang sniper menembaki assault nyarla dari bagian atas sampai bawah. namun itu tidak cukup untuk menghentikannya.

assault nyarla semakin dekat dan mortir pun ditembakkan. serangan beruntun dari puluhan mortir berhasil menghentikan pergerakan dari assault nyarla.

meski terkena beberapa kali tembakan mortir assault tampaknya baik-baik saja. makhluk itu pun kembali terdiam seperti sebelumnya seakan menunggu sesuatu.

jenderal ache memerintahkan untuk berhenti menembak.

"hentikan tembakan! makhluk itu berhenti bergerak, sebaiknya jangan memprovokasinya."

"tapi pak, ini mungkin adalah kesempatan kita untuk menghabisinya."

para prajurit ragu dengan perintah jenderal che untuk menahan tembakan.

"aku tau itu, siapkan pumpkin kita akan membunuhnya dengan satu serangan ini."

pumpkin adalah sejenis bom lempar dengan berat 45 kg yang berisi cairan asam dengan tingkat keasaman tertinggi yang pernah dibuat tapi memiliki jangkauan ledak yang tidak begitu luas. asam di dalam bom ini konon bisa melelehkan magma yang ada di perut bumi. bahkan bagian luar bom ini terbuat dari mobilium material terlangka yang ada di dunia.

sebuah helikopter di luncurkan untuk menjatuhkan bom asam.

helikopter berhenti ketika sudah mencapai jarak minimal untuk melemparkan bom.

namun assault nyarla tiba-tiba saja bergerak ketika bom akan di lemparkan.

assault nyarla berlari ke sisi lain helikopter dan kemudian mengeluarkan akar pohon dari tubuhnya.

jenderal ache pun memerintahkan pasukan untuk menembaki assault nyarla tapi itu tidak cukup untuk menghentikannya.

assault nyarla berhasil menjangkau helikopter dan dengan cepat menghancurkan baling-balingnya sehingga membuat helikopter jatuh ke tanah.

jenderal ache pun membawa pasukan senjata beratnya untuk maju mendekati assault nyarla. peluru terus mengenai tubuh assault tapi dia tidak melambat sedikit pun.

assault nyarla kemudian mengambil bom pumpkin yang terjatuh dari helikopter dan membawanya ke arah jenderal ache dan pasukannya. jenderal ache terus menembak assault yang mendekat kearahnya.

disaat assault nyarla berada di jarak 10 meter dari jenderal ache tiba-tiba saja assault nyarla menginjak sebatang besi yang tersembunyi di pasir dan 'Traang!'

tubuh assault nyarla terjepit oleh sebuah jebakan beruang yang besar.

ternyata jenderal ache maju menyerang dengan memasang jebakan dan rencana itu berhasil, kepala assault nyarla terpenggal oleh jebakan itu.

setelah assault nyarla terpenggal tubuh serta kepalanya dimusnahkan oleh regu pembakar.

assault nyarla pun binasa.

jenderal ache pun merasa lega karena assault nyarla telah mati, regu helikopter pengebom pun semuanya selamat dan hanya mendapat luka ringan.

[hebat sekali jenderal ache, kau berhasil mengecoh assault nyarla dan membunuhnya. tapi ini belum berakhir, assault nyarla tidak hanya satu itu saja.] ucap si black leaves di smartphone jenderal ache.

mendengar kata kata black leaves jenderal ache pun menyuruh pasukannya untuk kembali ke markas.

para tentara berlarian menuju markas yang berjarak sekitar 260 meter dari jasad nyarla pohon, namun ditengah jalan tiba-tiba saja muncul assault nyarla lain dengan tubuh yang besar menyerupai seekor gurita dan jumlahnya tidak hanya satu.

puluhan assault nyarla raksasa bermunculan dari dalam pasir.

melihat kemunculan monster monster itu jenderal ache sadar kalau alasan kenapa assault nyarla diam setelah terkena tembakan mortir adalah untuk menyebarkan ini.

"aku tidak melihat benjolan-benjolan hijau saat dia terkena jebakan, jadi benjolan itu adalah monster monster ini, sial."

"pak jenderal kita terkepung...!"

jalan untuk kembali ke markas dihalangi oleh para monster pohon.

..........

Terpopuler

Comments

ValdoNovaa

ValdoNovaa

thor tolong diperbaiki lagi tulisannya, masih bnyk bintang bintangnya

2021-11-11

1

lihat semua
Episodes
1 Prolog: Aku menjadi nyarla
2 Chapter 02 : Black Leaves
3 Chapter 03 : Serangan kedua
4 Chapter 04 : Assault Nyarla
5 Chapter 05 : Keruntuhan
6 Chapter 06 : Awal setelah kiamat
7 Chapter 07 : Penyesuaian
8 Chapter 08 : Kenyataan dan ilusi
9 Chapter 09 : Skenario yang buruk
10 Chapter 10 : Icarus
11 Chapter 11 : Bangkit sekali lagi
12 Chapter 12 : Musuh yang selanjutnya
13 Chapter 13 : Perbatasan utara
14 Chapter 14 : Kelahiran assault baru
15 Chapter 15 : Si Bunga Bangkai
16 Chapter 16 : Perompak atlantik
17 Chapter 17 : Mengulur waktu
18 Chapter 18 : Bladed Mantis
19 Chapter 19 : Pertarungan diantara badai
20 Chapter 20 : Tikus yang berbahaya
21 Chapter 21 : Akhir Serangan Perompak
22 Chapter 22 : Kisah Sang Assault
23 Chapter 23 : Dendam Yang Dalam
24 Chapter 24 : Eksperimen
25 Chapter 25 : Kau Adalah Manusia
26 Chapter 26 : Melanjutkan Perjalanan
27 Chapter 27 : Tidak Bisa Melawan
28 Chapter 28 : Istirahat Sejenak
29 Chapter 29 : Benua Afrika
30 Chapter 30 : Benua Afrika part 2
31 Chapter 31 : Benua Afrika part 3
32 Chapter 32 : Ujian Masuk
33 Chapter 33 : Ujian Masuk Part 2
34 Chapter 34 : Para Pemburu
35 Chapter 35 : Melangkah Maju
36 Chapter 36 : Membentuk Tim
37 Chapter 37 : Bahaya Yang Samar
38 Chapter 38 : Konflik Diantara Musuh
39 Chapter 39 : Melarikan Diri
40 Chapter 40 : Rekaman Dari Masa Lalu
41 Chapter 41 : Kemunculan Penyihir
42 Chapter 42 : Ujian Kolam Asam
43 Chapter 43 : Lawan Pertama Di Labirin
44 Chapter 44 : Bertemu Musuh Kuat
45 Chapter 45 : Berkurang 1
46 Chapter 46 : Semakin Sulit
47 Chapter 47 : Melewati Rintangan
48 Chapter 48 : Rintangan Terakhir
49 Chapter 49 : Trik Kotor
50 Chapter 50 : Rencana Selanjutnya
51 Chapter 51 : Awal Perjalanan Baru
52 Chapter 52 : Hadiah Reuni
53 Chapter 53 : Latih Tanding Part 1
54 Chapter 54 : Latih Tanding Part 2
55 Chapter 55 : Sir Near Part 1
56 Chapter 56 : Sir Near Part 2
57 Chapter 57 : Menjadi Hunter Kelas 1
58 Chapter 58 : Mutasi Campuran
59 Chapter 59 : Persiapan Perang
60 Chapter 60 : Persiapan Perang Part 2
61 Chapter 61 : Perubahan Alur
62 Chapter 62 : Sisi Gelap
63 Chapter 63 : Alasan Dari Spiral
64 Chapter 64 : Gempuran Dari Langit
65 Chapter 65 : Perang Dimulai!
66 Chapter 66 : Tantangan Dari Monster
67 Chapter 67 : Terpojok
68 Chapter 68 : Amukan Black Leaves
69 Chapter 69 : Keputusan Terburu-buru
70 Chapter 70 : Kedatangan Torga
71 Chapter 71 : Mode Berserk Kedua
72 Chapter 72 : Balik Menghajar
73 Chapter 73 : Gencatan Senjata
74 Chapter 74 : Perang Berakhir
75 Chapter 75 : Keadaan Hendri
76 Chapter 76 : Gadis Yang Lemah
77 Chapter 77 : Diskusi Para Pengkhianat
78 Chapter 78 : Misi Penculikan Ilmuwan Rahasia (Season 1 END)
79 Chapter 79 : Pion Baru
80 Chapter 80 : Terlambat Satu Langkah
81 Chapter 81 : Kemunculan Pemburu
82 Chapter 82 : Mencari Jejak
83 Chapter 83 : Dokter Mei
84 Chapter 84 : Keanehan Yang Mengelilingi Sang Dokter
85 Chapter 85 : Persiapan Para Pemburu
86 Chapter 86 : Kitsune Dan Musuh Lama
87 Chapter 87 : Kitsune Dan Musuh Lama (Part 2)
88 Chapter 88 : Kitsune dan musuh lama (Part 3)
89 Chapter 89 : Kitsune dan musuh lama (part 4)
90 Chapter 90 : Alat pembaca pikiran
91 Chapter 91 : Si pengintai
92 Chapter 92 : Si pengintai (part 2)
93 Chapter 93 : Si pengintai (part 3)
94 Chapter 94 : Si Pengintai Graham Tatara
95 Chapter 95 : Si Pengintai Graham Tatara (End)
96 Chapter 96 : Keraguan Yang Kembali Muncul
97 Chapter 97 : Mainan Yang Kecil
98 Chapter 98 : North Si Pemangsa
99 Chapter 99 : North Si Pemangsa (Part 2)
100 Chapter 100 : Pemangsa vs Mangsa
101 Chapter 101: Kejatuhan Kitsune
102 Chapter 102: Sang Pembawa Bencana Perpecahan
103 Chapter 103: Serbuan Anak Muda
104 Chapter 104: Hutan Bunuh Diri
105 Chapter 105: Kappa Dan Jurang Kegelapan
106 Chapter 106: Kappa Dan Jurang Kegelapan (part 2)
107 Chapter 107: Akhir Misi Penculikan
108 Chapter 108: Pertempuran Puncak Di Negeri Matahari Terbit
109 Chapter 109: Sunrise Peak Battle (Part 2) Benturan
110 Chapter 110: Sunrise Peak Battle (Part 3) Berjuang Dengan Sepenuh Hati
111 Chapter 111: Sunrise Peak Battle (Part 4) Kekalahan Tatara
112 Chapter 112: Sunrise Peak Battle (Part 5) Kedatangan Bencana Lainnya
113 Chapter 113: Sunrise Peak Battle (Part 6) Arachne Sang Ancaman
114 Chapter 114: Sunrise Peak Battle (Part 7) Kucing Kucingan Pasukan Perang
115 Chapter 115: Sunrise Peak Battle (Part 8) Cahaya Gelap
116 Chapter 116: Misi Penculikan Berakhir
117 Chapter 117: Rencana Si Penyihir
118 Chapter 118: Cerita Dan Sejarah Kelam Dunia
119 Chapter 119: Cerita Dan Sejarah Kelam Dunia (Part 2)
120 Chapter 120: Dokter Mei Bergabung Dengan Aliansi
121 Chapter 121: Kerja Sama Yang Sulit Dari Arachne
122 Chapter 122: Bahaya Yang Menunggu
123 Chapter 123: Penjara Noir (Part 1)
124 Chapter 124: Penjara Noir (Part 2)
125 Chapter 125: Lepasnya Noir Dari Penjara
126 Chapter 126: Akhir Riwayat Mammoth Noir
127 Chapter 127: Undangan Hunter Asing
128 Chapter 128: Undangan Hunter Asing (Part 2)
129 Chapter 129: Undangan Hunter Asing (Part 3)
130 Chapter 130: 3 Informasi Penting
131 Chapter 131: Kembali Ke Tempat Awal
132 Chapter 132: Penjaga Perbatasan Baru
133 Chapter 133: Berlatih Bela Diri Dan Salam Perpisahan
134 Chapter 134: Memasuki Negara Yang Runtuh
135 Chapter 135: Bantuan Dari Icarus
136 Chapter 136: Si Boneka Dan Si Pengendali
137 Chapter 137 : Si Boneka Dan Si Pengendali (Part 2)
138 Chapter 138 : Titik Balik
139 Chapter 139 : Titik Balik (Part 2)
140 Chapter 140 : Serangan Nyarlapostle Berakal
141 Chapter 141 : Hunter Graham vs Icarus
142 Chapter 142 : Hunter Graham VS Icarus (Part 2)
143 Chapter 143 : Ditinggal Di Mesir
144 Chapter 144 : Penjara Nepal (Part 1)
145 Chapter 145 : Nepal Prison (Part 2)
146 Chapter 146 : Menguji Kelayakan
147 Chapter 147 : Tatara Memasuki Nepal
148 Chapter 148 : Rahasia Pembawa Bencana
149 Chapter 149 : Menerobos Penjara Nepal
150 Chapter 150 : Taktik Serangan Hantu
151 Chapter 151 : Fasilitas Bawah Tanah Nepal
152 Chapter 152 : Pilar Cahaya Wizard
153 Chapter 153 : Dinding Pemisah Raksasa Arknight
154 Chapter 154 : Mengalahkan Pembawa Bencana, Vs Wizard
155 Chapter 155 : Mengalahkan Pembawa Bencana, Vs Tatara
156 Chapter 156 : Tersembunyi Dalam Logam
157 Chapter 157 : Mengalahkan Pembawa Bencana, Vs Arknight
158 Chapter 158 : Masa Lalu Sir Near
159 Chapter 159 : Pertemuan
160 Chapter 160 : Pertemuan (Part 2)
161 Chapter 161 : Pertemuan (Part 3)
162 Chapter 162 : Mencari Senjata Yang Tersimpan
163 Chapter 163 : Makhluk Sains Vs Makhluk Sihir
164 Chapter 164 : 2 Iblis Kembar
165 Chapter 165 : Kemurkaan Penyihir Dan Datangnya Bencana
166 Chapter 166 : Operasi Nepal Akan Gagal?
167 Chapter 167 : Sihir Pamungkas
168 Chapter 168 : Kemenangan The Hunter Dan Perjanjian Graham-tatara
169 Chapter 169 : Kelompok Yang Mustahil Dikalahkan
170 Chapter 170 : Menerobos Pasukan Black Leaves
171 Chapter 171 : Kematian Yang Tidak Terelakkan
172 Chapter 172 : Kelahiran Penyihir Ke 12. Penyihir Hutan Darah
173 Chapter 173 | Menyihir Lingkungan
174 Chapter 174 | Menuju Perang Akhir
175 Chapter 175 | Krisis Black Leaves
176 Chapter 176 | Pembuktian Penyihir
177 Chapter 177 : Iblis Ilusi
178 Chapter 178 : Hadiah Yang Tidak Diinginkan
179 Chapter 179 : Pembentukan Aliansi Terkuat (1)
180 Chapter 180 : Pembentukan Aliansi Terkuat (2)
181 Chapter 181 : Pertempuran yang menjadi awal dari akhir
182 Chapter 182 : Kelemahan manusia
183 Chapter 183 : Membangkitkan kekuatan sejati manusia
184 Chapter 184 : Perang di kubu Black Leaves
185 Chapter 185 : Armageddon Witches
186 Chapter 186 : Kejatuhan Armageddon Witches
187 Chapter 187 : Kartu Joker
188 Chapter 188 : Pertemuan 2 makhluk agung
189 Chapter 189 : Kebangkitan yang gagal
190 Chapter 190 : Mati untuk selamanya
191 Chapter 191 : 3 Target
192 Chapter 192 : Akhir dari peperangan panjang
193 Chapter 193 : Untukmu yang abadi
194 Chapter 194 : Untukmu sang pemenang (tamat)
Episodes

Updated 194 Episodes

1
Prolog: Aku menjadi nyarla
2
Chapter 02 : Black Leaves
3
Chapter 03 : Serangan kedua
4
Chapter 04 : Assault Nyarla
5
Chapter 05 : Keruntuhan
6
Chapter 06 : Awal setelah kiamat
7
Chapter 07 : Penyesuaian
8
Chapter 08 : Kenyataan dan ilusi
9
Chapter 09 : Skenario yang buruk
10
Chapter 10 : Icarus
11
Chapter 11 : Bangkit sekali lagi
12
Chapter 12 : Musuh yang selanjutnya
13
Chapter 13 : Perbatasan utara
14
Chapter 14 : Kelahiran assault baru
15
Chapter 15 : Si Bunga Bangkai
16
Chapter 16 : Perompak atlantik
17
Chapter 17 : Mengulur waktu
18
Chapter 18 : Bladed Mantis
19
Chapter 19 : Pertarungan diantara badai
20
Chapter 20 : Tikus yang berbahaya
21
Chapter 21 : Akhir Serangan Perompak
22
Chapter 22 : Kisah Sang Assault
23
Chapter 23 : Dendam Yang Dalam
24
Chapter 24 : Eksperimen
25
Chapter 25 : Kau Adalah Manusia
26
Chapter 26 : Melanjutkan Perjalanan
27
Chapter 27 : Tidak Bisa Melawan
28
Chapter 28 : Istirahat Sejenak
29
Chapter 29 : Benua Afrika
30
Chapter 30 : Benua Afrika part 2
31
Chapter 31 : Benua Afrika part 3
32
Chapter 32 : Ujian Masuk
33
Chapter 33 : Ujian Masuk Part 2
34
Chapter 34 : Para Pemburu
35
Chapter 35 : Melangkah Maju
36
Chapter 36 : Membentuk Tim
37
Chapter 37 : Bahaya Yang Samar
38
Chapter 38 : Konflik Diantara Musuh
39
Chapter 39 : Melarikan Diri
40
Chapter 40 : Rekaman Dari Masa Lalu
41
Chapter 41 : Kemunculan Penyihir
42
Chapter 42 : Ujian Kolam Asam
43
Chapter 43 : Lawan Pertama Di Labirin
44
Chapter 44 : Bertemu Musuh Kuat
45
Chapter 45 : Berkurang 1
46
Chapter 46 : Semakin Sulit
47
Chapter 47 : Melewati Rintangan
48
Chapter 48 : Rintangan Terakhir
49
Chapter 49 : Trik Kotor
50
Chapter 50 : Rencana Selanjutnya
51
Chapter 51 : Awal Perjalanan Baru
52
Chapter 52 : Hadiah Reuni
53
Chapter 53 : Latih Tanding Part 1
54
Chapter 54 : Latih Tanding Part 2
55
Chapter 55 : Sir Near Part 1
56
Chapter 56 : Sir Near Part 2
57
Chapter 57 : Menjadi Hunter Kelas 1
58
Chapter 58 : Mutasi Campuran
59
Chapter 59 : Persiapan Perang
60
Chapter 60 : Persiapan Perang Part 2
61
Chapter 61 : Perubahan Alur
62
Chapter 62 : Sisi Gelap
63
Chapter 63 : Alasan Dari Spiral
64
Chapter 64 : Gempuran Dari Langit
65
Chapter 65 : Perang Dimulai!
66
Chapter 66 : Tantangan Dari Monster
67
Chapter 67 : Terpojok
68
Chapter 68 : Amukan Black Leaves
69
Chapter 69 : Keputusan Terburu-buru
70
Chapter 70 : Kedatangan Torga
71
Chapter 71 : Mode Berserk Kedua
72
Chapter 72 : Balik Menghajar
73
Chapter 73 : Gencatan Senjata
74
Chapter 74 : Perang Berakhir
75
Chapter 75 : Keadaan Hendri
76
Chapter 76 : Gadis Yang Lemah
77
Chapter 77 : Diskusi Para Pengkhianat
78
Chapter 78 : Misi Penculikan Ilmuwan Rahasia (Season 1 END)
79
Chapter 79 : Pion Baru
80
Chapter 80 : Terlambat Satu Langkah
81
Chapter 81 : Kemunculan Pemburu
82
Chapter 82 : Mencari Jejak
83
Chapter 83 : Dokter Mei
84
Chapter 84 : Keanehan Yang Mengelilingi Sang Dokter
85
Chapter 85 : Persiapan Para Pemburu
86
Chapter 86 : Kitsune Dan Musuh Lama
87
Chapter 87 : Kitsune Dan Musuh Lama (Part 2)
88
Chapter 88 : Kitsune dan musuh lama (Part 3)
89
Chapter 89 : Kitsune dan musuh lama (part 4)
90
Chapter 90 : Alat pembaca pikiran
91
Chapter 91 : Si pengintai
92
Chapter 92 : Si pengintai (part 2)
93
Chapter 93 : Si pengintai (part 3)
94
Chapter 94 : Si Pengintai Graham Tatara
95
Chapter 95 : Si Pengintai Graham Tatara (End)
96
Chapter 96 : Keraguan Yang Kembali Muncul
97
Chapter 97 : Mainan Yang Kecil
98
Chapter 98 : North Si Pemangsa
99
Chapter 99 : North Si Pemangsa (Part 2)
100
Chapter 100 : Pemangsa vs Mangsa
101
Chapter 101: Kejatuhan Kitsune
102
Chapter 102: Sang Pembawa Bencana Perpecahan
103
Chapter 103: Serbuan Anak Muda
104
Chapter 104: Hutan Bunuh Diri
105
Chapter 105: Kappa Dan Jurang Kegelapan
106
Chapter 106: Kappa Dan Jurang Kegelapan (part 2)
107
Chapter 107: Akhir Misi Penculikan
108
Chapter 108: Pertempuran Puncak Di Negeri Matahari Terbit
109
Chapter 109: Sunrise Peak Battle (Part 2) Benturan
110
Chapter 110: Sunrise Peak Battle (Part 3) Berjuang Dengan Sepenuh Hati
111
Chapter 111: Sunrise Peak Battle (Part 4) Kekalahan Tatara
112
Chapter 112: Sunrise Peak Battle (Part 5) Kedatangan Bencana Lainnya
113
Chapter 113: Sunrise Peak Battle (Part 6) Arachne Sang Ancaman
114
Chapter 114: Sunrise Peak Battle (Part 7) Kucing Kucingan Pasukan Perang
115
Chapter 115: Sunrise Peak Battle (Part 8) Cahaya Gelap
116
Chapter 116: Misi Penculikan Berakhir
117
Chapter 117: Rencana Si Penyihir
118
Chapter 118: Cerita Dan Sejarah Kelam Dunia
119
Chapter 119: Cerita Dan Sejarah Kelam Dunia (Part 2)
120
Chapter 120: Dokter Mei Bergabung Dengan Aliansi
121
Chapter 121: Kerja Sama Yang Sulit Dari Arachne
122
Chapter 122: Bahaya Yang Menunggu
123
Chapter 123: Penjara Noir (Part 1)
124
Chapter 124: Penjara Noir (Part 2)
125
Chapter 125: Lepasnya Noir Dari Penjara
126
Chapter 126: Akhir Riwayat Mammoth Noir
127
Chapter 127: Undangan Hunter Asing
128
Chapter 128: Undangan Hunter Asing (Part 2)
129
Chapter 129: Undangan Hunter Asing (Part 3)
130
Chapter 130: 3 Informasi Penting
131
Chapter 131: Kembali Ke Tempat Awal
132
Chapter 132: Penjaga Perbatasan Baru
133
Chapter 133: Berlatih Bela Diri Dan Salam Perpisahan
134
Chapter 134: Memasuki Negara Yang Runtuh
135
Chapter 135: Bantuan Dari Icarus
136
Chapter 136: Si Boneka Dan Si Pengendali
137
Chapter 137 : Si Boneka Dan Si Pengendali (Part 2)
138
Chapter 138 : Titik Balik
139
Chapter 139 : Titik Balik (Part 2)
140
Chapter 140 : Serangan Nyarlapostle Berakal
141
Chapter 141 : Hunter Graham vs Icarus
142
Chapter 142 : Hunter Graham VS Icarus (Part 2)
143
Chapter 143 : Ditinggal Di Mesir
144
Chapter 144 : Penjara Nepal (Part 1)
145
Chapter 145 : Nepal Prison (Part 2)
146
Chapter 146 : Menguji Kelayakan
147
Chapter 147 : Tatara Memasuki Nepal
148
Chapter 148 : Rahasia Pembawa Bencana
149
Chapter 149 : Menerobos Penjara Nepal
150
Chapter 150 : Taktik Serangan Hantu
151
Chapter 151 : Fasilitas Bawah Tanah Nepal
152
Chapter 152 : Pilar Cahaya Wizard
153
Chapter 153 : Dinding Pemisah Raksasa Arknight
154
Chapter 154 : Mengalahkan Pembawa Bencana, Vs Wizard
155
Chapter 155 : Mengalahkan Pembawa Bencana, Vs Tatara
156
Chapter 156 : Tersembunyi Dalam Logam
157
Chapter 157 : Mengalahkan Pembawa Bencana, Vs Arknight
158
Chapter 158 : Masa Lalu Sir Near
159
Chapter 159 : Pertemuan
160
Chapter 160 : Pertemuan (Part 2)
161
Chapter 161 : Pertemuan (Part 3)
162
Chapter 162 : Mencari Senjata Yang Tersimpan
163
Chapter 163 : Makhluk Sains Vs Makhluk Sihir
164
Chapter 164 : 2 Iblis Kembar
165
Chapter 165 : Kemurkaan Penyihir Dan Datangnya Bencana
166
Chapter 166 : Operasi Nepal Akan Gagal?
167
Chapter 167 : Sihir Pamungkas
168
Chapter 168 : Kemenangan The Hunter Dan Perjanjian Graham-tatara
169
Chapter 169 : Kelompok Yang Mustahil Dikalahkan
170
Chapter 170 : Menerobos Pasukan Black Leaves
171
Chapter 171 : Kematian Yang Tidak Terelakkan
172
Chapter 172 : Kelahiran Penyihir Ke 12. Penyihir Hutan Darah
173
Chapter 173 | Menyihir Lingkungan
174
Chapter 174 | Menuju Perang Akhir
175
Chapter 175 | Krisis Black Leaves
176
Chapter 176 | Pembuktian Penyihir
177
Chapter 177 : Iblis Ilusi
178
Chapter 178 : Hadiah Yang Tidak Diinginkan
179
Chapter 179 : Pembentukan Aliansi Terkuat (1)
180
Chapter 180 : Pembentukan Aliansi Terkuat (2)
181
Chapter 181 : Pertempuran yang menjadi awal dari akhir
182
Chapter 182 : Kelemahan manusia
183
Chapter 183 : Membangkitkan kekuatan sejati manusia
184
Chapter 184 : Perang di kubu Black Leaves
185
Chapter 185 : Armageddon Witches
186
Chapter 186 : Kejatuhan Armageddon Witches
187
Chapter 187 : Kartu Joker
188
Chapter 188 : Pertemuan 2 makhluk agung
189
Chapter 189 : Kebangkitan yang gagal
190
Chapter 190 : Mati untuk selamanya
191
Chapter 191 : 3 Target
192
Chapter 192 : Akhir dari peperangan panjang
193
Chapter 193 : Untukmu yang abadi
194
Chapter 194 : Untukmu sang pemenang (tamat)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!