BANGUNAN Pondok berbentuk Joglo itu terbuat dari kayu gelondongan yang merekat kuat bagai direkatkan oleh getah pohon karet purba yang sudah jarang ditemukan. atapnya terbuat dari daun rumbia kering dan tersusun rapi. halaman pondok itu agak luas dan bersih dari rumput. seperti nya memang sengaja disiapkan untuk melatih ilmu kanuragan. pondok joglo itu milik ki sangkur palu dan berada dipuncak bukit berhutan jarang dan agak jauh dari perkampungan yang ada dibawahnya.
Ketiga sosok yang sedang melepas lelah dan sambil bercengkrama itu tak lain adalah putri mustika ayu, pangeran jalak putih dan ki sangkur palu.
mereka yang tadi sedang berada di hutan cemara merah yang berada dialam gaib, kini telah pergi ke tempat disebuah pemukiman di alam siluman.
Pemukiman itu layaknya perkampungan yang dihuni oleh manusia-manusia berdarah siluman. semua kegiatan yang mereka lakukan persis seperti kegiatan manusia pada umumnya.
Terlihat anak-anak yang sedang berenang disungai. lalu ada juga ibu-ibu mereka yang sedang mencuci pakaian disungai berair jernih itu. keramaian penduduk itu layaknya pasar yang sedang dikunjungi pembeli. hiruk pikuk suara berbagai macam sedang menjajakan jualan nya dipinggir jalan menuju perkampungan tersebut.
Ki sangkur palu yang mengajak mbah rajak dan putri untuk singgah sementara dipondoknya yang berada dipuncak bukit tempat perkampungan itu berada.
mbah rajak yang sudah berganti pakaian sehari-harinya sebagai seorang tabib itu sengaja dilakukan agar para penduduk tidak mencurigai kedatangan mereka ketika melewati perkampungan yang ramai itu.
Putri juga mengubah penampilan nya menjadi sesosok nenek tua renta yang terbungkuk-bungkuk, guna agar para pemuda yang berada dikampung tersebut tidak menggoda dan mengikuti kemana arahnya mereka pergi.
Ki sangkur palu tetap menjadi dirinya, karena penduduk disitu sudah mengenali pertapa sakti itu sebagai sesepuh perkampungan siluman tersebut.
Perjalanan mereka dari awal memasuki kampung sampai tiba dipondoknya ki sangkur palu berjalan dengan mulus tanpa ada hambatan sedikit pun.
Putri yang tadi menyamar menjadi nenek-nenek kini sudah berganti ke wujud aslinya. hanya pakaian nya saja yang berganti memakai pakaian yang mirip dengan para perempuan di kampung itu yang memakai kemben dan kain batik melilit dari pinggang sampai batas mata kaki, rambutnya masih dikonde hanya saja tidak memakai hiasan bunga melati. mirip sekali dengan gadis desa yang masih polos.
Mbah rajak tetap memakai pakaian sehari-harinya sebagai seorang tabib dialam manusia. ia merasa risih jika memakai pakaian kebesaran nya sebagai raja dialam gaib. Ia sengaja menyesuaikan keadaan dirinya sedang berada dimana, barulah ia memakai pakaian itu.
Setelah mereka mencicipi hidangan yang disiapkan oleh ki sangkur palu, barulah mereka mulai berbincang-bincang membahas persoalan yang sedang mereka alami.
"katakan terlebih dahulu tentang permohonan itu tuan tabib..?!" ujar putri masih penasaran dengan pertanyaan nya.
"Iya kakang. lebih baik kau ceritakan saja dahulu soal itu kepada kami." timpal ki sangkur palu menyebut nama panggilan akrab 'Kakang' kepada mbah rajak.
"baiklah kalau begitu, aku akan menjelaskan soal itu terlebih dahulu." ujar mbah rajak.
Putri dan ki sangkur palu pun mulai mendengarkan penjelasan tersebut dari mbah rajak.
"kala itu, ketika aku sudah menyembuhkan para prajuritku yang terluka akibat pertarungan melawan prajuritmu yang telah kabur itu, putri.
aku didatangi seorang sahabat yang sudah lama tidak berjumpa denganku. orang Itu bernama nagageni berjuluk pendekar nogososro, yaitu ayahmu putri. beliau memohon kepadaku untuk membimbing dan meluruskan jalanmu yang sesat karena telah keluar jalur dari aliran putih yang telah diajarkan oleh ayahandamu itu. sebelum aku ceritakan tentang pertarungan kita tempo hari, beliau sudah tahu semuanya, bahkan ia tahu dirimu sedang mengalami masa hukuman atas sumpah yang kau setujui dengan jaminan nyawamu. dan beliau juga telah mengetahui dirimu yang sudah berpindah agama dari kepercayaan leluhurmu menjadi agama yang ku anut yaitu agama islam. ayah mu tidak keberatan akan soal itu. yang membuat ayahmu khawatir adalah bahaya yang akan selalu menyertaimu dimasa hukuman ini. karena permohonan itulah aku merahasiakan diriku atas usul ayahmu sendiri. setelah aku dan ayahmu berbincang bertanya kabar, tak berapa lama ayahmu izin pamit untuk pulang kembali ke Kerajaan tempat ayahmu bertahta. begitulah tentang permohonan yang aku rahasiakan atas usul ayahmu sendiri putri." ujar cerita mbah rajak yang selama ini ia tutupi dari putri.
Lalu ki sangkur palu menambahkan ucapan mbah rajak.
"mungkin atas usul ayahmu, dengan perantara kang jalak menjadi Sang Petunjuk mu agar dirimu bisa melewati hukuman ini dengan aman putri."
lalu putri menjawab dengan tegas ucapan kedua orang tua itu.
"kenapa bukan dia sendiri yang mendatangiku dan menjagaku.!! mengapa dia menyuruh orang lain untuk membimbingku..!!..hik..hik.hik.." ucap gadis itu dan ia menangis.
"ayahmu sudah bersumpah setelah membunuh nagawira, ia tidak ingin lagi turun tangan mencampuri urusan di dunia persilatan ini lagi. kecuali keadaan itu sangat penting. baru ia akan turun tangan sendiri. seperti halnya ketika datang ke istanaku." ucap mbah rajak meyakinkan ucapan nya.
"benar apa yang dikatakan kakang jalak putih, ayahmu sudah bersumpah seperti itu, akupun menyaksikan ketika beliau mengikat sumpah kepada hyang widi wasa dikuil keramat yang berada dikaki gunung warok. ayahmu bersumpah akan mengasingkan diri dari dunia persilatan untuk tidak mencampuri urusan duniawi lagi. dan dia akan turun tangan hanya jika masalahnya menyangkut dirinya sendiri." timpal ki sangkur palu membenarkan ucapan mbah rajak.
Putri siluman naga itu sejak tadi hanya menjadi pendengar sambil masih menangis menahan pilu dari cerita yang dijelaskan oleh mulut ki sangkur palu dan mbah rajak. dan ternyata kedua orang tua itu adalah sahabat ayahnya sendiri. perasaan campur aduk antara sedih dan haru itu sesekali membuat tubuh nya berguncang menahan tangis.
Ayah yang ia pikir telah tega mengusirnya karena telah menghilangkan pusaka nya itu ternyata masih peduli dan mengkhawatirkan keselamatan nya.
ki sangkur palu lalu berkata kepada mbah rajak dalam nada tanya.
"lalu kenapa kakang nagageni tidak membahas hilang nya pusaka itu kepada mu kang..??"
"hmm..sebenarnya beliau menceritakan dan sudah mengiklaskan pusaka yang hilang akibat kelalaian putrinya itu dan.."
"jangan bohong kau tuan tabib..!! jika ayahku sudah mengiklaskan pusaka nya itu, kenapa waktu itu dia mengusirku dan tak menerima sujud maafku..?! hah..?!"
potong putri dengan suara menyentak. Keras.
"ayahmu bilang padaku, kala itu ia menyesal telah mengusirmu dengan kemarahan yang seharusnya tidak boleh ia lampiaskan kepadamu." ujar mbah rajak mengingat obrolan dirinya dengan ayah putri.
"aku tidak percaya..!!..hik..hik..hik..!!" bentak putri lalu ia menangis lagi.
Ki sangkur palu dan mbah rajak hanya saling pandang dan memaklumi perasaan yang sedang dialami oleh anak dari sahabatnya itu. Kedua orang tua itu membiarkan Anak itu menyendiri dipojokan joglo dan masih menangis terisak-isak.
Ki sangkur palu bertanya kepada mbah rajak soal pusaka yang hilang dan kini menjadi bahan rebutan.
"kang, apa benar pusaka yang sedang kalian cari berada ditangan murid murtadku yang bernama garong codet itu..??"
"memang benar ki sangkur, kau juga mendengar bukan dari mulut bekas istrimu itu ketika ia memaksamu mengaku bersekongkol mencuri pusaka itu dengan garong codet yang menurut pengakuan si sumringah itu adalah muridmu. dan bukan pusaka saja yang di curi oleh si garong codet. anak manusia yang tak berdosa pun ia culik untuk dijadikan tumbal kepada raja jin." ucap mbah rajak meyakinkan pertanyaan ki sangkur palu.
"dasar murid sesat..! menyesal aku mengangkat anak itu menjadi muridku. andai kala itu aku tidak menerima nya menjadi muridku, mungkin aku bisa hidup dengan tenang sekarang tanpa dibayang-bayangi oleh orang-orang yang selalu mendatangi dan menagih janji padaku." ucap Ki Sangkur dengan wajah sedih dan penuh sesal.
"mengapa kau sedih dan menyesal begitu ki..??" tanya mbah rajak.
"tabiat anak itu makin hari makin menyimpang dari ajaranku kang. banyak kabar dari mulut ke mulut tentang kelakuan anak itu ketika berada dibawah kampung itu atau ia sedang berada dimana saja. ada saja yang datang kemari untuk meminta pertanggung jawaban kepada muridku yang telah berjanji akan bertanggung jawab kepada gadis-gadis yang ia hamili itu. citra diriku sebagai pertapa beraliran putih mulai tercoreng akibat kelakuan bejat murid laknat itu. ketika ia pulang kemari, aku memarahinya dan mengusir dari pondokku karena aku sudah tak tahan akan kelakuan nya yang kian hari kian menjadi-jadi itu." ujar ki sangkur palu dengan nada sedih.
Mbah rajak hanya manggut-manggut dengan cerita pengakuan dari teman semasa muda nya itu. ia sangat prihatin mendengar cerita dari ki sangkur palu atas kelakuan murid nya yang sudah menyimpang dari ajaran nya yang putih.
mbah rajak lalu menenangkan ki sangkur palu serta putri. lalu mereka bertiga kini beristirahat dipondok nya ki sangkur palu untuk meneruskan perjalanan mereka esok hari nya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 240 Episodes
Comments
Dev Adi
wow gitu😂
2022-02-17
0
nath_e
waaah ada cerita kerajaaan jaman dulunya jg ya....siiiap kereen...🥰
2021-11-13
1