KETUA Perguruan dukun sakti itu mengancam para murid pesantren yang sedang tertunduk takut agar mengaku kepadanya. merasa ancaman nya itu tidak berhasil, ketua dukun sakti itu menyuruh anak buahnya untuk menggiring pompinan pesantren yang bernama ustad roni ke hadapan nya.
Lalu garong codet mengancam akan membunuh guru mereka jika masih saja tidak ada yang mau mengaku tentang anak yang bernama riko.
ketika garong codet ingin menusuk jantung ustad roni dari arah belakang memakai pusaka keramat itu. terdengar suara seorang anak laki-laki remaja yang diperkirakan berumur lima belas tahun.
"jangaaaan..! hentikaaan..!"
semua mata memandang ke arah suara remaja lelaki yang berteriak tadi. Anak laki-laki itu memberanikan diri mendekati garong codet yang hendak menusukan pusakanya itu ke tubuh gurunya.
"lepaskan guruku paman..!" tegas seorang remaja yang gemetaran sejak tadi.
"siapa kau bocah bodong..?! berani-berani nya kau menyuruhku begitu..!! kau ingin mampus duluan hah..!!" gertak garong codet dengan mata mendelik.
"aku yang bernama riko paman..! aku sudah mengaku dan lepaskan guruku itu..!" ucap remaja yang mengaku bernama riko.
Sang guru yang tadi nya ingin bangun dan mencegah kelakuan muridnya yang nekat itu, kini hanya bisa terdiam ketika punggungnya merasakan sesuatu yang runcing sedang menahan nya dari arah belakang.
Nyawa guru nya tertolong oleh pengakuan muridnya yang Bernama riko. guru yang bernama ustad roni itu hanya menatap penuh duka dan kemudian berucap kata kepada remaja itu.
"Kenapa kau menolongku jak..?? harusnya kau diam saja dan biarkan aku yang mati demi membela murid-muridku.."
"guru tidak boleh mati..! guru harus tetap hidup dan harus terus membimbing teman-temanku belajar supaya mereka bisa menjadi manusia yang tahu adab sopan santun dan berilmu seperti yang selalu guru ucapkan di dalam wejangan setelah pengajian..!" ucap remaja itu sambil sesekali ia mengusap air mata nya yang meleleh membasahi pipinya.
Lalu ia meneruskan katanya lagi.
"lagi pula yang mereka cari adalah aku guru. biarkan aku menyelamatkan guru dan teman-temanku dengan cara menyerah seperti ini. maafkan aku huru, aku mengaku bukan karena terpaksa."
lalu pemuda itu melangkah mendekati garong codet.
Ustad roni yang mendengar ucapan muridnya itu hanya meratapi dengan perasaan haru karena hatinya merasa tersentuh oleh pengakuan muridnya yang sangat ia sayangi.
"awas kau jika membohongiku bocah alas..!! akan kubunuh kau dan kuremukan batok kepalamu yang lunak itu..!!" bentak garong codet kepada remaja yang bernama riko.
Lalu ia berjalan menghadap remaja yang sedang mengusap air matanya.
"hmm, coba aku lihat sebentar." ucap garong codet memperhatikan anak itu dari atas kepala sampai ujung kaki nya. "hmm..yaa..memang benar..." gumam garong codet. lalu Ia memindahkan pusaka yang dia pegang ditangan kirinya itu ke tangan kanan.
Pusaka yang sudah berpindah tangan ke lengan kanan nya kini diangkat sampai ke atas kepala nya. lalu ia memutar Tongkat berujung trisula runcing itu diatas kepalanya.
wuung...!! wuung..!! wuung...!!
terdengar bunyi tongkat yang berputar diatas kepala garong codet. putaran tongkat itu makin lama makin kencang seperti badai angin. anehnya, pusaran angin itu hanya berputar disekeliling garong codet saja. tak lama sekitar lewat dua puluh helaan napas, pusaran angin itu membungkus pengikutnya serta remaja yang tadi mengaku sebagai riko.
Penduduk yang sedari tadi hanya memperhatikan keadaan disitu semuanya terpukau berdecak kagum ketika pusaran angin itu berubah menjadi kuning emas bercampur berlian mengkilat yang terus menerus mengecil sampai akhirnya orang yang berada didalam pusaran angin itu menghilang tanpa bekas.
semua mata yang tadi nya memandang dengan takjub kini berubah menjadi tegang dan kaget dengan apa yang mereka lihat sungguh di luar nalar pikiran manusia.para murid yang berkumpul dan ikut menyaksikan keajaiban itu juga ikut menegang.
Setelah mereka ingat akan hal itu, para murid dan penduduk setempat yang tadi hanya menjadi penonton penyerangan itu, segera berlari berhamburan menuju ustad roni yang sudah terkapar pingsan. ustad roni pingsan sejak melihat kejadian yang sangat aneh didepan mata nya dan sangat tak masuk akal baginya.
Setelah waktu agak lama, ustad roni sadar dari pingsan nya. Ia hanya bisa merenungi mengingat kejadian yang baru saja ia alami. ternyata anak murid yang selalu ia sayangi itu, telah Tertangkap dan tidak diketahui keberadaan nya.
Keadaan tempat di sekeliling pondok pesantren yang sedang kacau itu sedang dibereskan dan diperbaiki oleh para murid dan penduduk setempat yang prihatin atas kejadian yang menimpa pondok pesantren milik ustad roni.
para penduduk yang menaruh hormat dan segan kepada ustad roni, mulai berdatangan menyumbang biaya seadanya untuk pembangunan pondok pesantren kembali.
Guru yang terbilang masih muda itu hanya menghaturkan terima kasih kepada penduduk yang mau membantu nya dengan sukarela.
Ustad Roni yang kala itu sedang terduduk diteras joglo dekat majlis yang tidak ikut hancur karena penyerangan itu, telah kedatangan tamu yang baru saja sampai ke tempat itu.
Tamu yang baru datang itu adalah tabib jalak putih atau biasa dipanggil mbah rajak. lalu pamannya riko yang bernama kang edi, nenek Iroh dan kepala desa yang ikut mengantarkan tamu itu ke pesantren yang sedang kacau balau.
Kedatangan para tamu itu disambut baik dengan penuh keramahan oleh ustad roni. setelah mereka bersalaman dan memperkenalkan diri, para murid yang diperintahkan gurunya segera menyiapkan tempat beserta minum dan cemilan ala kadarnya untuk menyambut tamu.
Ketika tempat sudah disiapkan, mereka segera duduk dan mulai membicarakan hal tentang anak yang bernama riko yang telah diculik. ketika sang ustad menjelaskan bahwa anak itu telah hilang dan diculik oleh perguruan dukun sakti untuk dijadikan tumbal sesembahan kepada raja jin, Nenek iroh mulai menangis mendengar cucunya diculik dan akan dijadikan tumbal oleh garong codet ketua perguruan dukun sakti itu. kang edi yang ikut mendengar cerita itu hanya tertunduk sedih sambil menenangkan ibunya dengan memeluk dan mengusap-usap lengan kanannya agar bersabar menghadapi persoalan yang sangat rumit itu.
Mbah rajak yany sedang mendengarkan cerita itu dari ustad roni dengan seksama dan sesekali menghisap tembakau nya, kini mulai bertanya karena ada sesuatu yang janggal didalam cerita tersebut.
"tongkat trisula emas..?! Lalu dengan cara apa mereka menghilang kang roni..? apa bisa di jelaskan secara rinci..??" tanya mbah rajak kepada ustad roni.
Ustad roni hanya mengangguk dan menjelaskan nya.
"saya melihat sebuah tongkat emas berukir naga sedang melilit disekitar gagang tongkat. mata ukiran naga itu terbuat dari berlian murni sebesar kacang tanah. dan cara mereka menghilang, ketika garong codet memutar tongkat itu diatas kepala nya dengan cepat. pusaran angin itu hanya mengelilingi dirinya sendiri, kira-kira sekitar dua puluh helaan napas pusaran angin yang kencang itu berubah berwarna ke emasan mengkilat bercampur bening nya berlian yang menyilaukan. lalu membungkus si garong codet itu dan anak buahnya serta riko pun ikut terbungkus. lalu pusaran angin itu menyusut kian lama kian mengecil dan hilang tanpa bekas sama sekali." ujar Ustad Roni sesuai dengan pengelihatan nya kala ia sedang menatap keanehan tersebut yang jelas berada didepan matanya.
"hmm begitu..jadi benar.." gumam mbah rajak. karena ia tahu dengan pusaka tersebut maka ia pun menjelaskan kepada orang yang berada disitu.
"tongkat trisula yang tadi dipakai berputar oleh garong codet itu adalah salah satu dari kesekian kesaktian yang ada didalam pusaka 'Tongkat Trisula Tanduk Naga' tersebut. Ilmu yang bernama 'Pusaran Emas' itu dapat membuat penggunanya menghilang secara gaib dan akan berpindah ke tempat yang jauh sekalipun. tergantung pemikiran penggunanya yang akan pergi kemana saja. siapa saja orang yang sedang ia incar meskipun orang itu bersembunyi didalam lubang semut sekalipun pasti akan tetap diketemukan. karena salah satu kesaktian Tongkat pusaka itu dapat menunjukan arah dimana orang yang akan dicari hanya dengan menyebut nama orang itu lalu ditiupkan ke arah mata berlian yang menempel di ukiran naga tongkat trisula itu. hanya sedikit yang mbah ketahui tentang kehebatan pusaka keramat Tersebut. jadi wajar saja kalau mereka tahu tempat dimana anak itu berada."
ujar mbah rajak menjelaskan pusaka sakti yang dibawa garong codet tadi.
Semua orang yang ikut mendengarkan penjelasan mbah rajak hanya saling manggut-manggut seakan mengerti dengan ucapan tabib yang sudah terbilang sakti mandraguna.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 240 Episodes
Comments
Hafi Zullah
lanjut thor....
2021-12-16
0