PEMUDA Yang tadi nya sedang bermimpi buruk, kini sudah Terbangun dari tidurnya. butiran keringat dari kulit pemuda itu telah membasahi tubuh nya yang tanpa baju dan seprai ranjang nya. Ia yakin dirinya sedang bermimpi buruk kala itu. setelah ia mencoba mengingat-ingat kejadian yang dia alami barusan, ia segera mengambil selimut dan langsung menutupi tubuhnya. terdengar suara lirih membaca doa dari mulut pemuda yang sedang ketakutan itu.
Diruangan kamar itu, hanya terdengar suara denting jarum jam yang menempel di dinding kamar yang berantakan itu.
pemuda yang telah bangun itu, badan nya terlihat menggigil serta di penuhi rasa was-was diselimuti perasaan takut yang amat mencekam. sesekali kepala nya menengok ke kanan-kiri dan menatapi berbagai tempat di seluruh ruangan kamar nya. ia memandangi tempat-tempat yang tersembunyi seakan sedang ada yang mengawasi nya di setiap sudut tempat didalam kamar tersebut. Pemuda yang biasanya tampil cuek dan masa bodo dengan hal yang berbau mistis itu, kini telah di pecundangi oleh rasa takut nya sendiri.
Sebenarnya ia adalah seorang lelaki yang dibilang berani terhadap hal yang berbau mistis atau gaib. pemuda itu diperkirakan berumur dua puluh lima tahun dan sudah menjadi anak yatim dan piatu semenjak berumur sepuluh tahun. pemuda itu hidup tanpa kedua orang tua nya terkecuali hanya bersama neneknya saja. ia terlahir sebagai anak tunggal dan telah diberi nama oleh kakeknya yang sudah meninggal dengan nama panggilan Riko.
Kedua orang tua pemuda itu telah lama meninggal karena sakit yang diderita orang tua nya sudah bertahun-tahun lama nya. ketika pemuda itu masih berumur sepuluh tahun, sedikit teringat kenangan yang selalu hadir dalam benaknya ketika kedua orang tua nya masih hidup.
Ia mengingat ayah dan ibu nya kala itu sedang terbaring lemah diatas dipan beralaskan kain tebal. sesekali terdengar jeritan dari kedua orang tua pemuda itu karena tak kuat menahan rasa sakit yang diderita mereka selama bertahun-tahun.
Segala macam pengobatan telah dilakukan dari yang medis sampai non medis. dari dokter, tabib sampai dukun pun tidak ada yang sanggup mengobati penyakit yang kian hari kian mengikis membusukan kulit dan daging kedua orang tua pemuda itu.
Segala keterangan dari orang yang menyembuhkan penyakit itu tidak ada yang pasti dan jelas. mereka menceritakan sebab penyakit itu dengan berbeda pendapat dan penuh kesangsian.
segala upaya dikerahkan dan biaya pun hampir habis terpakai hanya untuk mengobati penyakit yang diderita kedua orang tua riko. hanya sebidang tanah kebun milik kakeknya saja yang kini sedang ditempati oleh mereka untuk mengungsikan ayah dan ibu riko dari penduduk setempat yang merasa terganggu dengan bau busuk dari penyakit orang tua nya itu.
Karena bau yang amat menyengat itu menyebar ke seluruh pelosok desa terdekat, masyarakat berbondong-bondong mengusir keluarga itu secara halus dengan alasan takut tertular penyakit itu dan kemudian menambah korban baru. dengan sangat terpaksa, keluarga riko dipindahkan ke sebuah gubuk yang tidak terlalu besar didalam kebun milik mendiang kakeknya yang agak jauh dari perkampungan tersebut.
Beberapa penduduk membantu secara suka rela menggotong kedua orang tua pemuda itu sampai ke tempat yang dituju. setelah sampai, mereka yang membantu segera pamit karena tidak tahan berlama-lama berada ditempat itu karena bau busuk yang menyengat. hanya riko dan neneknya saja yang sudah terbiasa mencium bau busuk nan menyengat hidung itu.
Hari demi hari silih berganti, Riko dan Neneknya datang secara bergantian menjaga dan mengurus keperluan ayah dan Ibunya yang sakit-sakitan itu.
entah kenapa setiap orang yang akan datang dan mencoba ingin menyembuhkan penyakit sepasang suami istri itu, selalu saja ada gangguan yang tidak disangka-sangka datang nya dari mana.
Kala itu ada seorang tabib panggilan dari kota datang ke desa itu dengan diantar oleh pamannya riko yang bernama kang edi. kang edi adalah kakak dari ayah nya riko dan ia sudah berkeluarga dan tinggal dikota bersama istri dan kedua anaknya.
Mendengar kabar adiknya sedang sakit, paman edi segera menjenguk sambil membawa tabib dari kota agar bisa mengobati penyakit yang diderita oleh adik kandung dan istri adiknya itu.
akan tetapi, setiba dijalan masuk menuju kampung tersebut. mereka dikejutkan oleh segerombolan anjing berwarna hitam bermata merah menggonggong menunjukan gigi taring nya yang runcing-runcing ke arah mobil yang sedang memasuki perbatasan desa tersebut.
Karena tabib itu seorang yang sangat paham dengan hal mistis, maka dilawan lah segerombolan anjing jadi-jadian yang menghadang laju mobil yang sedang mereka tumpangi itu dengan mantra gaib oleh tabib yang ada didalam mobil itu.
paman edi kala itu hanya tertegun tegang melihat kejadian diluar mobil yang langit nya sudah senja dan sebentar lagi merayap berganti gelap nya malam.
Mobil yang dikemudikan kang edi sudah berhenti. karena sang tabib menyuruh menghentikan laju mobil kang edi. tak seberapa lama, terlihat samar-samar anjing-anjing itu terkapar memekik kesakitan dikala tabib itu membacakan mantra dengan komat-kamit sambil memegang tasbih ditangan nya. hal yang membuat aneh dan mengejutkan paman edi adalah, anjing-anjing yang tadi nya menggelepar-gelepar sangat banyak dan meraung-raung kesakitan, kini telah lenyap bersama datang nya hembusan angin kencang dari arah depan mobil yang mereka tumpangi.
Wuuusss...!
Brakk..Brakk..Werrrr...!
terlihat dahan pohon seukuran paha orang dewasa tumbang menghalangi jalan yang dilalui mobil tersebut.
Sayup-sayup angin masih terdengar samar-samar memekakkan telinga mereka. hembusan angin itu seakan mengadakan perlawanan bagai melawan kerasnya tonggak gunung yang kokoh. suara komat-kamit tabib itu semakin terdengar jelas dan sesekali badan nya bergetar menahan gejolak batinnya yang terasa berat dan sesak karena menahan gelombang tekanan gaib yang kuat.
Paman nya riko yang nama akrab nya adalah kang edi, hanya bisa memandangi kaca mobil dengan ketakutan. sesekali ia melihat tabib yang tubuhnya kian bergetar hebat. ternyata bukan tubuh sang tabib saja yang bergetar, mobil yang mereka tumpangi pun ikut bergetar juga. seakan ikut menahan hembusan badai angin yang sangat kencang. lalu tak berapa lama, hembusan angin itu perlahan-lahan kian lama kian pelan sampai tidak terdengar lagi suara angin sekencang tadi.
Setelah keadaan menjadi normal, petang yang sudah menjadi malam dan gelap gulita tadi, kini kembali sunyi. suara jangkrik pun tidak terdengar sama sekali. mereka seperti berada didalam ruangan hampa tanpa ada angin dan cahaya sedikit apapun.
Ketika Paman Edi menyalakan Mobilnya, seketika sorot lampu malam mobilnya menyorot ke arah depan jalan.
banyak dahan pohon yang tumbang dan daun-daun berguguran. seakan ditempat itu telah terjadi badai yang memporak-porandakan keadaan sekitar jalan itu saja. setelah sang tabib selesai membaca mantra nya, lalu ia berkata kepada kang edu.
"alhamdulilah kang sudah aman. ayo kita turun dahulu dan kita buang dulu dahan pohon yang patah dan berserakan itu supaya kendaraan lain juga bisa jalan dengan aman." ujar sang tabib kepada paman edi.
Kang edi hanya mengangguk mengiyakan saran tersebut. ia masih belum sanggup untuk berbicara karena lidah dan bibirnya bagai kelu seakan ikut terkunci dengan sendirinya akibat melihat kejadian yang baru saja ia alami di sepanjang hidupnya.
Tanpa menunggu jawaban dari kang edi, sang tabib sudah turun duluan. kemudian disusul oleh kang edi keluar dari mobil nya. mereka berdua menyingkirkan dahan yang patah dan ranting-ranting pohon ke pinggir jalan. daun-daun yang berserakan dan acak-acakan di jalan beraspal itu mereka biarkan saja karena mereka tidak membawa sapu lidi. lagi pula, daun-daun tersebut tidak akan mengganggu kendaraan lain yang lewat di jalan itu.
Setelah mereka berdua selesai membersihkan jalanan beraspal yang tadi nya dipenuhi dahan dan ranting kayu yang patah, kini mereka segera masuk kembali ke dalam mobil dan melanjutkan perjalanan mereka ke tempat yang sedang mereka tuju.
...*...
...* *...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 240 Episodes
Comments
linamaulina18
ko kyk residen evil y
2023-05-12
0
Styaningsih Danik
mungkin bukan tabib tp Kyai lebih umum thor...kan baca Hamdallah abis perang mistis sm makhluk2 gaib...cuma saran aja thor 👍
2022-01-11
3
Sarita
seru juga tabibnya sangat sakti..
2021-10-17
2