SETELAH Kedua orang itu sepakat ingin melanjutkan perjalanan mereka mencari perguruan dukun sakti melalui jalur gaib,
tiba-tiba mereka dikejutkan dengan suara dentuman disebelah kanan mereka.
jegarrrr..!! werrr..!! werrr..!! daun cemara ikut rontok akibat dari ledakan angin tersebut.
Mereka berdua yang sedang berjalan dari dahan ke dahan pohon menggunakan ilmu peringan tubuh mereka, dahan-dahan pohon cemara merah yang besar itu bergetar hebat mengguncangkan kedua orang tadi.
Mereka sepakat untuk mendekati datangnya arah suara tadi. setelah mereka mendekat, mereka memperhatikan suatu pertarungan dibalik kerimbunan daun cemara yang rindang. setelah mereka melihat jelas siapa kedua sosok yang sedang bertarung itu, barulah mereka mulai berkasak-kusuk dan mata mereka sesekali memperhatikan kedua orang yang sedang bertarung menggunakan tangan kosong.
Gerakan lincah kedua orang yang sudah lanjut usia itu sungguh mengagumkan bagi orang yang melihat nya. tubuh kurus terbungkus kulit itu sama-sama masih kelihatan gesit dan tangkas dalam melakukan gerakan silat dengan kecepatan tinggi.
Terdengar suara putri berkata pelan.
"seperti nya aku pernah melihat nenek tua itu tuan tabib." ucap perempuan yang biasa dipanggil Putri.
"aku juga mengenal kedua orang tua bekas suami istri itu nak.." ucap mbah rajak juga.
"bekas suami istri..?! jadi kedua orang tua yang sedang bertarung itu pernah menikah dan bercerai begitu..?! lalu, siapa nama mereka berdua..??? aku sudah lupa dengan nama nenek yang peot itu tuan tabib." ucap putri dan ia bertanya.
"kakek tua itu bernama ki sangkur palu. ia seorang pertapa yang sudah lama baru ku lihat sosoknya. pertapa itu sukar dibunuh walaupun raga nya sudah tua renta begitu, sama hal nya dengan perempuan tua bekas istri nya itu. nenek tua yang sesat itu juga punya nyawa yang alot karena mempunyai ilmu ajian 'Rawarotek'. nama nenek itu kalau tak salah bernama nyai sumringah."
"hah..?! nyai sumringahh..?!" ucap putri dengan tegang.
Lalu ia mulai mengingat pertemuan dirinya dengan nenek tua itu.
lalu mbah rajak membetulkan ucapan nya putri.
"Iya memang benar itu namanya nak. mengapa kau terkejut..??" tanya mbah rajak berkerut dahi.
Terlihat seraut wajah putri merah padam dan ia menggeram menatap pertarungan tua jompo itu.
"grrrhhm..!! bajingan..!! kenapa sebelumnya aku tidak bisa mengingat nenek peot itu..!! nenek tua itulah yang ternyata menjadi guruku dan menjadikanku menjadi murid yang sesat..!!" geram putri melirik pertarungan imbang itu sambil menggeletukan giginya.
"mungkin ingatanmu telah dihapus oleh mantra sihirnya itu nak." ujar mbah rajak kepada putri.
Mendengar ucapan mbah rajak itu, putri semakin menggeram dengan pandangan mata yang nanar ke arah nenek itu. Munculnya Guru Sesat itu membangkitan kemarahan yang sudah mendarah daging dalam diri perempuan itu. mbah rajak yang melihat kemarahan dari gadis itu, segera menarik lengan putri yang tadinya ingin menyerang ke arah nenek itu yang telah terkena tendangan telak dari kakek tua lawan nya.
Kakek tua itu memakai kain model biksu berwarna jingga. Rambut nya botak. kumis dan jenggotnya lebat dan panjang memutih. di ikat pinggang nya terselip sebuah senjata berupa palu bergagang kayu coklat sepanjang dua jengkal.
Mbah rajak membujuk Putri untuk bersembunyi terlebih dahulu, agar mereka mendapat informasi dari kedua orang tua yang sedang bertarung itu.
nenek tua yang bernama nyai sumringah itu mulai bangkit dari terkapar nya akibat tendangan keras dari lawan nya yang bernama ki sangkur palu.
Nenek tua yang bernama nyai sumringah itu berpakaian angkin berwarna putih kusam dibungkus jubah berwarna hijau tua. celana nya berwarna coklat komprang sebatas mata kaki beserta sandal lilit dikaki nya. Ia bersenjatakan pedang perunggu bersarung kulit binatang.
Nenek itu segera perdengarkan suara tuanya dengan membentak.
"keparat kau sangkur palu..!! mana murid bangsatmu si garong codet itu yang telah mencuri pusaka yang ku simpan di dalam gua tempat tinggalku itu. katakan..!!"
"kau yang keparat sumringah..!! murid bengal itu sudah tidak bersamaku lagi..!! murid murtad itu sudah ku usir dari pondok ku sejak lama..!!"ucap ki sangkur palu tidak mau kalah gertak.
"omong kosong ..!! justru kalian berdua bersekongkol untuk mencuri pusaka 'Tongkat Trisula Tanduk Naga' yang kurebut dari si anak siluman naga itu.!! murid mu itu masuk ke dalam gua ku dan mencuri pusaka itu ketika aku sedang tertidur, sangkur palu..!! murid pencuri mu itu aku pergoki ketika dia berhasil mencuri dan membawa kabur pusaka itu..!! katakan dimana pusaka itu kau sembunyikan dariku..?! katakan tua bangka..!!" gertak nyai sumringah dengan suara perempuan tua.
"bangsat kau sumringah..!! jangan sembarangan menuduhku..!! aku tidak tahu menahu kau memiliki pusaka macam apa bentuknya..!! yang kutahu, hanya pedang perunggu dipunggungmu itu saja sebagai senjatamu dari muda sampai sekarang..!!" tegas kakek tua itu mengelak tuduhan bekas istrinya.
"mulut tuamu itu harus kurobek juga biar mengaku..!!" bentak nyai sumringah, lalu ia mencabut pedang perunggu yang sejak tadi melintang dipunggungnya.
Kakek tua itu pun balas menggertak.
"mulut keriputmu itu yang harusnya ku tumbuk dengan pusaka 'Palu Angon' ini karena kau telah menuduhku sembarang..!!" balas ki sangkur palu membalas gertakan itu sambil mencabut palu yang terselip dipinggangnya.
Kepala palu besi itu sebesar tangan menggenggam dan panjang gagangnya yang terbuat dari kayu keras berwarna coklat, panjang gagang palu itu sekitar dua jengkal. ketika kedua orang tua itu mulai memainkan senjata nya masing-masing. terdengar suara seruan perempuan menghentikan gerakan mereka.
"berhenti kalian..!!"
kedua orang tua itu melirik ke arah sumber suara yang menahan mereka.
Perempuan yang menahan mereka dengan seruan adalah putri. ia sudah berdiri dibawah pohon cemara merah bersama mbah rajak. Ketika mereka berdua mendengar percakapan tentang pusaka yang sedang diperebutkan itu, kedua pengintai itu sepakat untuk menampakan diri dihadapan mereka.
Kedua orang tua itu sama-sama terperanjat melihat kehadiran kedua sosok yang mereka kenali.
"kkau..?! putri..?!" ucap nyai sumringah tegang sambil menatap putri yang memakai pakaian ratu.
"nenek peot..!! guru sesat. !! ternyata kau yang membokongku dari belakang dan mencuri pusakaku yang terjatuh ke sumur itu.?! beraninya kau membohongiku guru sesat..!!" bentak putri kepada nyai sumringah dengan geram.
"memang aku yang membokongmu dari belakang bocah ingusan..!!. ketika kau melawan murid tunggal ku sekaligus cucu ku yang bernama dewi kemuning itu, aku sudah mengawasi pertarungan kalian yang tak seimbang itu..!! ketika kau ingin membinasakan murid tunggalku itu, aku menyerangmu dengan tenaga dalam ku dengan tujuan menyelamatkan muridku itu dan merampas pusaka yang kau pegang itu..!! tapi sayang, muridku telah mati karena kehabisan darah. kalau saja pusaka itu tidak terjatuh kedalam sumur tembus jagat itu, mungkin nyawa mu sudah kubunuh kala itu juga..!! rencana ku yang gagal itu ku ubah untuk menyembuhkanmu dan menjadikanmu muridku sebagai alat perantaraku untuk mengambil pusaka yang jatuh itu..!! atas saran dariku kepadamu itulah cara yang tepat untuk mengorbankan sukma-sukma manusia yang mati karena tumbal pesugihan yang telah kau lakukan. ketika kau memasukan sukma-sukma manusia itu kedalam sumur tembus jagat, salah satu dari sekian banyak sukma manusia itu menemukan pusaka itu dari dasar sumur yang tak terukur kedalaman nya. ketika sukma itu akan menuju ke istanamu, aku segera merebut pusaka itu dan menghancurkan sukma itu agar tidak membocorkannya kepadamu..!! muridku yang sangat bodoh dan tolol..!!" ungkap bentakan kekesalan nyai sumringah karena kedoknya telah terbongkar.
"kejam sekali kau guru sesat..!!" bentak putri dengan tangan mengepal lalu menggeram menahan murka.
Disatu sisi ki sangkur palu dan mbah rajak hanya mendengar pengakuan nyai sumringah atas kelakuannya yang terbilang licik dan kejam.
ki sangkur palu yang telah mengenali kedua orang itu, segera mendekat lalu mulai berkata kepada mbah rajak tanpa menghiraukan lawan nya sekaligus mantan istrinya yang tadi terdiam setelah menceritakan pengakuan nya kepada putri.
"sudah lama kita tidak bertemu kakang pangeran jalak putih."
lalu ki sangkur palu memberi hormat kepada mbah rajak yang telah berpakaian seperti seorang pangeran di alam gaib. lanjutnya lagi,
"cah ayu putri mustika..??? sedang apa kau berada disini..???"
tanya ki sangkur palu kepada putri dengan nada penasarannya.
Nyai sumringah yang kala itu memandang tajam ke arah mereka, kini matanya mulai terbelalak ketika melihat wujud asli pakaian mbah rajak yang sudah menjadi seorang pangeran dan sangat dikenalinya itu.
Nenek peot itu langsung kabur dengan menggunakan ilmu peringan tubuhnya. dalam satu helaan napas saja, nenek tua itu kabur berlari kencang seperti setan kebakaran jenggot dan sudah terlihat mengecil dikejauhan sana.
Putri yang tadinya hendak mengejar nenek peot itu segera ditahan oleh cekalan tangan mbah rajak yang sudah berganti pakaian layaknya seorang pangeran yang sudah berumur.
Putri yang masih memendam kemarahan itu hanya menahan kesal lalu melayangkan tinjunya ke batang pohon cemara merah.
duggg..!! berrrr..!!
pohon yang terkena pukulan itu langsung menjadi arang keropos. kedua orang tua yang ada disitu hanya terdiam ketika melihat wanita itu berjongkok lalu menangis dan menutup mukanya dengan kedua telapak tangan.
Ki sangkur palu yang tadi memperhatikan gadis itu segera mendekati mbah rajak yang dalam wujud pangeran jalak putih.
"kemana saja kau kakang pangeran baru nampak sekarang..?? kelihatan lebih muda sekali dirimu sekarang. padahal ketika kita bertemu terakhir kali dalam undangan kelahiran anak dari sobat kita yaitu kakang nagageni, waktu itu sudah seribu tahun yang lalu kita tidak bertemu kembali. kala itu wujudku semuda dengan dirimu kang, seharusnya wujudmu yang sekarang itu sama hal nya dengan wujudku yang sudah tua keropos ini bukan..???" ujar ki sangkur palu berkata dalam canda dan terlihat akrab dengan mbah rajak.
Mbah Rajak hanya terkekeh mendengar candaan konyol teman semasa mudanya itu dan telah lama tidak bertemu.
gadis cantik yang tadi berjongkok dan menangis itu bangun dan segera bertanya dalam nada bentak sambil menatap tajam ke arah ki sangkur palu.
"siapa kau berani-berani nya mengaku teman ayahku..?! Hah..!!"
sedua sahabat yang sedang mengobrol bertanya kabar itu sama-sama berpaling ke arah perempuan itu.
Setelah kedua orang tua itu saling tatap, lalu mbah rajak mengangguk ke arah ki sangkur palu. lalu Ki sangkur palu berkata kepada putri.
"kami berdua adalah teman ayahmu semasa remaja nak. namaku ki sangkur palu dan ini temanku yang bernama pangeran jalak putih dari kerajaan kincir bantala." ucap nya kepada putri dan mengenalkan siapa mbah rajak itu.
"teman ayah..??" putri kaget mendengar penjelasan itu.
Lalu ia langsung menatap mbah rajak seakan meminta penjelasan dari nya. yang ditatap hanya tersenyum lalu berkata.
"maaf nak. aku sengaja menutupi pribadi asliku ini demi permohonan seorang sahabat yang telah meminta tolong padaku untuk membantu nya."
"permohonan apa maksudmu..?! katakan..!!" tanya putri bertanya dengan nada memaksa.
Ki sangkur palu pun ikut menatap mbah rajak seakan ingin mendengar jawaban dari pertanyaan putri. ternyata perempuan berpakaian ratu itu adalah anak dari teman mereka berdua yang bernama raja nagageni dan mempunyai julukan bernama pendekar nogososro.
...*...
...* *...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 240 Episodes
Comments
nath_e
kereen...lanjut baca saya 🥰
2021-11-13
1
LANANG MBELING
eh ternyata dari bab ini sudah ada spasinya
2021-10-06
1