dua minggu telah berlalu. kini acara pernikahan akan digelar secara terbuka , persiapan di dalam hotel bintang itu sangatlah mewah dengan dekorasi serba putih.
tamu undangan nampak telah hadir memenuhi ruangan. orang tua shandrianna tampak sibuk dengan persiapan di hotel.
tomi , dia terlihat tampan dan cool dengan jas berwarna hitamnya.
sedangkan daniel dan Tara menggunakan pakaian serasi berwarna cokelat senada.
***
" bagaimana apa kita mulai ?"
" mulai pak " jawab handika
bagaskara tengah berhadapan untuk mengucapkan janji suci dengan ijab qabul dihadapan handika tangan mereka bersalaman.
" Saudari Bagaskara Aditya Arif Bin Sukma Arit saya nikahkan engkau dengan Putri Bungsu saya Yang bernama Shandrianna La Zheira binti Handika Al-Fahri dengan mas kawin uang sebesar 1 milyar rupiah dan Satu set berlian dibayar Tunai. "
" saya terima nikahnya Shandrianna La Zheira binti Handika Al - Fahri dengan mas kawin tersebut Tunai. " ucapnya dengan lantang.
" sah ?"
" sah "
pak penghulu membacakan doa setelah pernikahan setelah selesai semuanya kembali tenang menunggu intruksi selanjutnya.
" mempelai perempuan silahkan datang. "
dengan tomi yang ada di sampingnya shandrianna keluar dari pintu samping hotel itu , semua mata memandangnya dengan takjub melihat betapa cantiknya dia malam ini.
bagaskara tersenyum manis melihatnya datang menuju kealtar pernikahan. namun shandrianna menatap biasa kedepannya.
" hei tersenyumlah atau semua orang akan mengira ini pernikahan paksaan. "
" diamlah , gaun ini sangat berat membuatku malas berekspresi. " guman shandrianna.
( potretnya saat akad nikah )
tomi mengantarkan shandrianna sampai ke altar dan memberikannya kepada bagaskara.
shandrianna menatap uluran tangan bagaskara itu cukup lama.
" anna " kata ayahnya lembut.
shandrianna menerima uluran tangan itu , keduanya menanda tangani berkas dan dokumen lainnya.
" sudah selesai , pernikahan ini sudah sah. " kata penghulu.
" cium ! cium ! cium " teriak para tamu undangan , mendengar itu shandrianna sangatlah gugup berciuman dihadapan semua orang membuatnya malu.
bagaskara mendekati tubuh shandrianna lebih dekat , shandrianna menggelengkan kepalanya tapi tidak di dengar oleh bagaskara.
bagaskara sedikit menunduk dan menempelkan bibirnya di bibir shandrianna.
" huuuuu !!!! " tepuk sorak gembira tamu undanganya , tak lupa semua momen itu di potret oleh tomi..
" buka mulutmu " gumam bagaskara.
shandrianna menggelengkan kepalanya , terpaksa bagas harus menyakiti sedikit shandrianna dengan mengigit kecil bibir bawahnya , shandrianna meringis dan menutup mulutnya.
ciuman itu berubah menjadi ******* yang dalam
Tara tersenyum melihatnya , sedangkan daniel hanys bertepuk tangan tanpa ekspresi. " maaf mas kau harus menerimaku sekarang. " batinnya.
dini merasa walau pun bagaskara mencintai shandrianna, namun tetap dia masih mengkhawatirkan anna. dia takut anna tidak bahagia nanti, dia hanya menatapnya dengan senyuman kecil dan hati yang bahagia tapi kebahagiaan itu hanya kebahagiaannya bukan kebahaagiaan shandrianna.
bagaskara melepaskan ciumannya saat merasa shandrianna kehabisan nafas, shandrianna ingin menghapusnya namun ada begitu banyak orang yang ada disini.
" kau tidak bisa menghapusnya , biar aku sendiri nanti yang menghapusnya di dalam " bisik bagaskara.
shandrianna hanya menatapnya tanpa ekspresi, dia tidak tau antara menerima atau tidak. dia sebenarnya masih tidak ingin menikah akan tetapi kejadiaan tak terduga tiba begitu saja sehingga mengharuskannya untuk melakukan semua ini.
" shandrianna , selamat ya. suamimu sangat mencintaimu sekarang jadi jangan mencari cinta dari orang lain. bagaskara, aku tau kau tidak pernah suka kepadaku tapi sebagai kakak iparmu aku akan menasihatimu , shandrianna orang yang keras kepala dia butuh seseorang yang lebih keras kepala darinya dan kau ... adalah orang yang cocok untuk itu. berbeda dengan mas daniel ( seraya tersenyum ) dia sangat lembut dan baik tidak cocok dengan shandrianna. "
shandrianna tak menggubrisnya , lagi-lagi kakaknya menyakiti hatinya. daniel pun hanya bisa diam disamping tara.
" Tentu , aku akan menjaganya disampingku. dan dengarkan aku Tara , jangan mengatakan hal yang tidak benar tentangnya sekarang. dia istriku kau membuatnya sakit hati maka kau juga menyakitiku. " tegas bagaskara , dengan begitu tara merasa agak takut melihat sorot mata bagaskara.
begitupun dengan shandrianna dia melirik kewajah bagaskara , dengan terpaku. laki-laki ini membelanya sekarang. dulu setiap kakaknya bicara dan membuatnya terpojok tidak ada orang yang membelanya.
" tomi " panggil shandrianna yang sedang memotret itu , mendengar itu tomi langsung menoleh.
" ya an ?"
" bantu aku ke kamar tadi , kakiku sakit "
" baiklah "
dibantu oleh tomi sekarang dia pergi meninggalkan ketiga orang itu. kepalanya pusing mendengar percakapan mereka, bagaskara mengerti sekarang dia juga harus pergi dari sini.
" terima kasih tomi. aku ingin istirahat sebentar, temani aku. " pintanya setelah berada di dalam ruangan hiasnya tadi.
brak
" tidak perlu tomi , keluarlah bantu yang lain aku akan menemaninya. " perintah bagaskara yang masuk begitu saja.
" baik pak , shand aku pergi " pamit tomi.
shandrianna berdiri di depan kaca jendela besar itu , hari sudah sore dan langit mulai membenamkan matahari.
bagaskara memperhatikan tubuh shandrianna dari atas sampai bawah , lalu berjalan mendekatinya dan berdiri dibelakang shandrianna
tangannya menyentuh gaun dibagian belakang " hei apa yang kau lakukan ?" shandrianna berbalik dan menatapnya tajam.
" membukanya kenapa memang ?"
" kau ! "
" ikatannya sangat kuat perutmu pasti sakit menahannya, lagipula ini sudah sore aku masih sabar menahannya sampai resepsi selesai. " dia mengendurkan sedikit ikatan pita yang ada digaun belakang shandriana.
" terima kasih " ucao shandrianna dengan nada cepat.
" tidak perlu cukup siapkan dirimu saja untuk nanti malam. "
" kau ! " tunjuknya menggunakan jari telunjuk , bagaskara menghalau tangan itu lalu mendekati wajah shandrianna dari dekat.
" A-apa yang kau lakukan ?" katanya terbata-bata.
tok...tok...tok
shandrianna terpanjat dan memundurkan tubuhnya , bagaskara tersenyum smirk lalu membuka pintu kamar hotel itu.
" maaf nak mengganggu kalian. dimana shandrianna ?" tanya dini.
" masuk saja bu " jawabnya.
" ibu ?" shandrianna terkejut melihat ibunya datang.
" kenapa sayang ? seperti takut , ini ibu "
" hehhe tidak bu "
" sebentar lagi gantilah pakaian kalian , resepsi akan dimulai pukul 8 "
" baik bu " jawab bagaskara.
" baiklah ibu keluar ya "
bagaskara dan shandrianna tersenyum menjawabnya , lalu kembali bagaskara tutup pintu kamar itu.
****
malam harinya
kembali hotel itu dipenuhi tamu undangan , menuju pukul 8 dimana kedua mempelai akan turun untuk melakukan pesta pernikahan.
semua orang terlihat sangat cantik dan tampan, ayah terlihat sedang bicara dengan temannya dan juga ibu dini tengah bicara pada temannya.
" Baiklah kepada para tamu undangan sekalian untuk menempati tempat duduk yang telah disediakan, sebentar lagi kedua pasangan yang berbahagia akan datang. "
ayah dan ibu saling mengucapkan permisi kepada rekan mereka dan berdiri di samping altar untuk menyambut mereka.
brak
cahaya putih dari pintu belakang tamu undangan menyinari ruangan yang berwarna biru langit itu.
" kita sambut mempelai kita hari ini , Bagaskara Aditya Arif dan Shandrianna La Zheira yang baru saja melangsungkan Akad pernikahan. " Kata Mc dari samping panggung.
shandrianna merangkul lengan bagaskara , melihat semua orang tersenyum dia pikir semuanya merasa senang. ayah dan ibunya melihatnya dengan senyuman lebar sehingga membuatnya juga tersenyum.
bagaskara melirik shandrianna yang tersenyum lebar saat ini.
dengan pakain berwarna putih dengan desain yang berbeda dari sebelumnya shandrianna terlihat sangat cantik.
sedangkan bagaskara terlihat tampan dengan Tuksedo berwarnna hitam.
mereka terus berjalan menuju ke altar yang telah disediakan , setelah sampai disana keduanya saling menghadap dan menatap satu sama lain.
untuk beberapa saat mereka saling memandang.
*aku tidak tau kau memang benar-benar mencintaiku atau hanya hasrat untuk memiliki saja. aku tidak bisa merasakan apapun saat ini yang aku tau aku harus melakukan ini karena satu orang membenciku.
bagaimana caraku nanti menghadapinya, dia sangat dewasa untukku. caranya menatapku seakan-akan dia tidak akan melepaskan aku.
semoga seperti hari-hari yang kemarin aku bisa melewatinya dengan baik dan menjadikannya sebagai takdir untukku.
-shandrianna.
cinta atau tidak dirimu kepadaku , tetap aku akan mencintaimu. maafkan aku sudah egois padamu.
- Bagaskara*.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 169 Episodes
Comments