setelah selesai rapat shandrianna datang kerestoran yang semalam dia kunjungi , dia menukarkan voucher yang diberikan tomi tadi pagi.
sambil menunggu makanan tiba dia melihat bibir yang agak bengkak karena ulah bagaskara.
" ck apa dia benar-benar gila itu ciuman pertamaku. " gumamnya.
" Shandrianna kau disini ?"
hari ini kebetulan daniel datang untuk melihat perkembangan restorannya yang ada outlet ini. sebenarnya dia sering selama seminggu bisa 4 sampai 3 kali menemui restoran ini.
" I-iya "
" bibirmu ?"
" ha ? ini ( dia menyengir tersenyum untuk melupakannya ) aku tidak sengaja menggigit bibirku saat makan tadi pagi. "
" kau sudah pesan sesuatu ? boleh aku duduk ?" tanya daniel.
" duduklah " jawab shandrianna dengan senyuman lebarnya.
" aku melihat beritanya tadi pagi. semua orang berkomentar baik untukmu , selamat ya "
tutur kata lembut dari daniel yang mengucapkannya itu membuatnya terkesima.
selalu seperti ini , kau orang pertama yang selalu mengucapkan kata selamat kepadaku. bahkan mendukung semua keputusanku.
shandrianna tersenyum menanggapinya dan tertawa kecil " terima kasih "
" permisi "
makanan yang dia pesan datang " tolong buatkan aku makanan yang sama " pinta daniel.
" baik pak "
" ini... restoranmu yang baru ?" tanya anna.
" hmm aku belum sempat membicarakannya karena akhir - akhir ini pelanggan cukup banyak , ada 5 cabang yang sudah kudirikan termasuk disini. "
" oh begitu. selamat ya , kau berhasil meraih impianmu. "
daniel pun tersenyum dia merasa bahwa keadaan sudah kembali seperti dahulu dimana mereka akan bebas tertawa dan mendengarkan cerita masing - masing.
" ini pak makanannya "
" terima kasih "
pelayan itu melenggang pergi setelahnya , keduanya makan dengan nikmat. namun tara melihat keduanya yang dari tadi bicara dengan santai , wajahnya berubah menjadi tajam namun tak berniat untuk menghampiri mereka.
setelah makanan habis keduanya masih minum bersama
" ada yang ingin kubicarakan padamu."
" ada yang ingin kubicarakan padamu. "
keduanya serempak mengatakan hal itu membuat mereka tertawa kecil.
" kau duluan " ujar anna.
" tidak kau saja " balas daniel.
" setelah 1 bulan berlalu aku berpikir dan memahami perasaan semua orang. sebagai refrensi aku juga menonton film . "
" kau suka menonton film."
" benar , dan aku pun berpikir atas hubungan kita saat ini. suka atau tidak aku harus menerima kenyataan kalau aku dan dirimu tidak bisa bersama. " dia mengatakannya dengan senyuman tipis.
" Aku sangat menyayangi kakakku, walau dia sering menyebutku didepan semua orang sebagai saudari tirinya. aku tidak masalah yang penting dia masih menyebutku sebagai adiknya. kami tumbuh bersama sampai aku SMA , dia kakakku yang paling cantik, pintar dan juga cerdas. "
" sedangkan aku .. aku hanya perempuan biasa yang jika ditandinkan dengannya aku bukanlah apa - apa. hanya ( menyentuh jari kelingking atasnya ) secuil ini ( tersenyum lebar namun matanya terlihat berkaca - kaca.
dan daniel masih terus setia mendengarkannya.
" Aku juga bisa melihat betapa dia mencintaimu mungkin sangat besar dibandingkan diriku. daniel ... untuk memperjelas hubungan kita saat ini , maka aku telah memutuskan sesuatu "
" Anna "
anna tersenyum lebar , lalu mengeluarkan sesuatu dari tasnya yang tak lain adalah kamera. dia memegangnya dan menaruhnya di atas meja mendorongnya sampai tepat dihadapan daniel.
" terima kasih untuk semuanya, kamera ini membuatku dan tomi memenangkan beberapa perlombaan. aku kembalikan padamu. mari kita akhiri hubungan kita dan mulai dengan yang baru "
" mak-sudmu " gumam daniel
shandrianna berdiri lalu menjulurkan tangannya kehadapann daniel
" Kak daniel aku shandrianna Adik dari kak tara istrimu , senang mengenalmu "
benar shandrianna ini adalah keputusan yang tepat, akhiri semuanya walaupun kau akan menangis semalaman besoknya kau akan melupakannya lagi.
" Aku harap ... kakak bisa bersama kak tara untuk selamanya , mencintainya dan menerima setiap kemarahannya nanti "
daniel pun ikut berdiri dia menatap lembut shandrianna.
" Aku ... "
" tidak ! tidak ! kak daniel tidak bisa menolaknya , cepatlah kak aku masih punya pekerjaan atau bosku akan memarahiku. " shandrianna memotong pembicaraa daniel.
perlahan walaupun berat daniel meraih tangan shandrianna dan menjabat tangannya.
" Adik Anna "
anna menutup matanya sembari tersenyum " selamat tinggal " ucap anna dan segera melepaskan tangannnya , dia berjalan meninggalkan daniel yang masih mematung disana.
namun dalam beberapa langkah dia diam jangan menangis sekarang kau tidak pernah menangis dihadapan orang lain. kuatlah shandrianna kau bisa mengatasinya.
kembali dia lanjutkan perjalannya , sedangkan daniel dia terduduk lemas di bangkunya tadi.
" Kak daniel aku shandrianna Adik dari kak tara istrimu , senang mengenalmu "
ucapan shandrianna terus saja berkeliling di pikirannya , dia tidak menyangka shandrianna akan memilih keputusan seperti ini.
***
malam harinya shandrianna berjalan seorang diri, diatas jembatan penyebrangan kota jakarta itu dia berdiam diri menatap mobil lalu lalang dibawahnya.
" andai saja semua nya bisa melihat betapa besar cintaku untuknya. setelah ini, bagaimana bisa tersenyum saat aku melihat kalian terus bersama. lalu .. apakah ada rasa cinta itu untukku sedikit saja ? apa memang aku harus pergi dan mencari kehidupanku sendiri "
kembali dia lanjutkan perjalanannya , jalanan terlihat sepi disepanjang jalan untuk pejalan kaki. namun masih banyak mobil yang berlalu lalang.
dan sekarang dia sudah berdiri di sebuah hotel Star , malam ini dia harus menenangkan pikirannya. dia berjalan perlahan menuju kedalam dan mulai melakukan check-in.
dia telah berhasil menerima kunci kamarnya , didalam kamar mandi hotel dia berendam di bath-up yang bergelimang busa itu.
" aku merindukan ibu " gumamnya sembari melamunkan sesuatu.
dikasurnya itu banyak telpon yang masuk , ada tomi yang menelponnya sampai 10× , ibunya menelpon 3x dan juga ayahnya 2× .
***
didalam rumah besar itu semuanya berusaha menelpon shandrianna namun tidak ada jawaban.
" bagaimana ?" tanya handika.
" tomi bilang dia juga tidak mengangkat telponnya " jawab dini ibunya yang telah sedih
" anak itu , dimana dia ? tidak taukah dirumah ini semuanya mengkhawatirkannya " ujar ayahnya.
" tunggu , ayah bilang dia magang di perusahaan bagaskara , coba telpon dia. " usul dini.
" iya benar , tunggu sebentar "
" halo ?"
( iya paman ada apa ?)
" maaf kalau menggangu nak bagas , paman mau tanya shandrianna magang di perusahaanmu kan ?" tanya handika yang memastikan itu.
didalam kamarnya bagaskara berdiri dihadapan jendela yang lebar itu .
( iya paman benar , apa terjadi sesuatu ?)
" begini nak , jam berapa shandrianna pulang ? sampai saat ini dia belum pulang kerumah ?"
( apa ? paman dia telah pulang jam 6 tadi sore. apa paman sudah menelpon temannya itu ?) suaranya mulai terdengar khawatir dan gelisah.
" astaga dimana dia , sudah nak tapi dia juga tidak membalas telponnya " suara handika juga terlihat khawatir.
" suamiku , dimana anakku " terdengar suara ibunya yang sudah khawatir.
Apa karena ciumanku dia marah dan pergi dari rumah. pikir bagaskara.
" maaf paman sudah merepotkanmu, terima kasih nak selamat malam "
( selamat malam )
bagaskara melempar ponselnya ke atas ranjang dan berdecak pinggang " dimana kau " pikirnya.
***
" sudahlah ayah , ibu. dia tidak akan mengangkat ponsel kalian berdua. ini sudah malam sebaiknya tidurlah " kata tara.
" Tapi Tara dia adikmu " saut daniel.
" tidak nak, ibu khawatir padanya. dia baru kembali setelah kuliah diluar apa dia tersesat dijalan ?"
" tidak mungkin bu , dia punya ponsel " balas tara.
" tunggu saja besok , dia pasti pulang aku pastikan itu "
***
keesokan paginya
masih dengan mantel mandi shandrianna tertidur pulas di atas ranjang hotel. setelah mandi semalam dia langsung tertidur dan tidak menyentuh ponselnya sama sekali.
drrt ..drttt
dia meraba - raba kasur itu " nghh siapa yang mengganggu tidurku "
" tomi " gumamnya dia menggaruk kepalanya dan masih menutup matanya.
" halo .."
📱 " kau dimana ? aku menelponmu lebih dari 20 kali semalam ?"
" kau mengganggu hari mingguku "
📱" lupakan hari minggumu dan bangunlah kau tidak ingin joging ? bangun ! bangun ! " teriak tomi.
" kau membuat gendang telingaku pcah "
tut..tutt
dia matikan ponselnya dan kembali tertidur.
drrtt....drrtt
" nghh siapa lagi " gerutunya dengan wajah yang masih tertidur.
" aku akan membunuhmu sekarang juga !!!! " teriaknya.
" kau bisa ?"
dia melototkan matanya saat itu dan berlonjak dari tempat tidurnya.
" siapa ini ?" tanyanya .
" serangga jahat yang besar "
dia melihat ponselnya sebuah nomor yang tak dikenal " kau ! darimana kau mendapatkan nomorku ?"
" hanya nomor ponsel , bahkan nomor rekening , sepatu dan bajumu aku tau kecuali yang didalam sebelum aku menyentuhnya mana tau ukurannya. "
shandrianna melotokan matanya dan melihat dadanya " bagaskaraaa !!!!! "
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 169 Episodes
Comments