saat berada di rumahnya shandrianna hanya berdiam diri di kamarnya. setiap hari memang begitu semua sibuk dengan pekerjaan , kakaknya berangkat bekerja juga ayahnya yang menjadi CEO di perusahaan.
lalu ibunya terkadang melihat sekolah yang ia bangun dan hari ini kebetulan ibunya sedang mengunjungi sekolah itu.
rasa bosan kerap menerpa nya jika dirumah, dia menghubungi tomi katanya sedang ada urusan dirumahnya sehingga harus kembali ke palembang untuk sementara waktu.
tak ... tak ... tak
suara sepatu yang terdengar dari arah luar membuatnya segera bergegas dan membuka pintunya.
" ibu " ucapnya yang mengira jika itu ibunya.
" Shandrianna " ucap daniel.
wajahnya berubah drastis yang tadinya tersenyum malah berubah menjadi datar.
" kau sendirian dirumah ?"
" hmm "
" ada sesuatu yang aku tinggalkan dirumah jadi aku kembali untuk mengambilnya. " jelas daniel sambil menatap lembut shandrianna.
" aku tidak bertanya , silahkan saja. " jawab shandrianna yang kemudian ingin bergegas masuk kekamar.
" shandrianna tunggu " cegah daniel.
" ada apa ini ? daniel kenapa kau memegang tangannya?"
dari ujung kanan ada tara yang menatap mereka lekat. shandrianna melepaskan cekalan tangan daniel dan langsung masuk kekamar.
" mas ada apa ini ?" tanyanya.
" itu , aku ... "
ceklek
sandrianna keluar dari kamarnya dan menatap kakaknya sebentar lalu pergi menuruni anak tangga.
" anna kau mau kemana ? " teriak tara.
tapi tidak dijawab oleh anna.
" mas kau bilang ada sesuatu yang ketinggalan jadi aku juga kembali untuk makan siang bersamamu. " kata tara dengan manis.
" ah iya , baiklah. "
dari luar shandrianna merasa sakit hati melihatnya, dia memanggil taksi yang ada didepan rumah lalu pergi entah kemana.
didalam taksi itu dia hampir menangis, tapi itu bukanlah suatu kebiasannya untuk menangis. bagaimana bisa dirinya menerima daniel sebagai kakak iparnya saat dia dan daniel masih berstatus pasangan kekasih.
" cih kenapa aku masih bisa tersenyum dalam keadaan seperti ini. apa aku harus ditindas dengan kebahagiaan orang lain. " batinnya.
kemudian mobil berhenti di pusat kota , gedung - gedung tinggi yang menjulang juga beragam toko busana , aksesoris hingga pusat perbelanjaan besar ada dihadapannya.
" huft .. baiklah shandrianna untuk membuatmu senang maka berkeliling saja tidak masalah " ucapnya yang menyemangati dirinya sendiri.
namun didalam pusat perbelanjaan itu sepertinya sedang ada suatu kegiatan sehingga membuat kerumunan. dia menjadi penasaran dan tertarik lalu langsung mendekatinya.
" lomba peragaan busana " bacanya pada poster dibelakang panggung.
" kenapa tomi harus pergi mendadak. jadi dia tidak bisa melihat pertunjukan ini " ucapnya sesal tapi demi tomi dia mengambil ponselnya dan memfoto tempat itu kemudia mengirimnya pada tomi.
" Tomi "
📱" ada acara di pusat perbelanjaan , cepatlah kembali sepertinya brand ini yang memintaku jadi model busana nya "
dengan antusias dan senang dia melihat acara lomba itu , dan diatas panggung berbagai busana dan orang memperagakan baju yang mereka pakai.
sampai selesai dia langsung kembali , dan berjalan - jalan lagi disekitaran mall.
" tidak ... tidak kau harus berhemat sekarang " menggelengkan kepalanya saat melihat sebuah sneakers berwarna putih.
drrtt.....drrttt
" ibu ❤ "
📱 " nak kau dimana cepatlah pulang ayah memintamu datang , ada acara makan malam dirumah kita dengan para teman bisnis ayah. "
^^^📱 " apa aku harus datang ?"^^^
📱 " iya cepatlah "
" huft kenapa aku harus terlibat lagi. "
***
shitt
mobil taksinya berhenti tepat didepan rumahnya, setelah membayar langsung dia masuk kedalam. memang harinya sudah sangat sore beberapa mobil terparkir disana hanya dia yang tidak punya mobil dirumah ini.
ceklek
" darimana saja anna ? " tanya ayahnya yang menunggu didepan pintu.
dia hanya tersenyum kikuk pada ayahnya " melihat lomba " jawabnya sambil tertawa kecil.
" yasudah sana cepat mandi dan ganti pakaianmu. rekan - rekan kerja ayah dan kakakmu akan datang untuk pesta kecil makan malam nanti. "
" apa aku boleh tidak datang ? " katanya sambil menyengir.
" tidak boleh ! harus datang ! "
wajahnya langsung berubah saat itu juga " baiklah " katanya dengan lesu.
malam harinya
berbagai tamu dari bisnis handika dan tara datang silih berganti, cukup banyak pebisnis yang diundang malam ini entah untuk apa tujuannya.
didalam rumah itu seperti pesta kecil dengan mewah , tara telah terlihat dengan gaun putih yang terlihat sexy yang menunjukkan lekuk tubuhnya.
dia tersenyum menghampiri kolega bisnis dan menyalaminya satu persatu.
sedangkan dari balik pintu bagaskara dengan coolnya memasuki rumah dengan membua kacamata hitamnya.
" bagaskara ! " panggil handika.
" halo paman " ucapnya.
" halo , paman pikir kau tidak akan datang. "
" tentu saja tidak " jawabnya.
" mari masuk kedalam semuanya sudah ada didalam " ajaknya dengan ramah bagaskara hanya mengangukkan kepalanya.
dini dan handika terlihat serasi dengan pakaian mereka begitu juga daniel yang serasi dengan tara dia memakai jas berwarna hitam lengkap dengan dasi kupu - kupu.
semuanya telah duduk dengan rapi di meja makan , namun masih ada satu kursi yang kosong diantara mereka. shandrianna belum memperlihatkan dirinya.
ibunya terus melirik kearah kamarnya namun belum ada tanda - tanda jika shandrianna akan turun.
" terlihat sangat enak semuanya " ujar seorang laki - laki tak terlalu.
" terima kasih pak gio ini semua untuk pak gio dan semuanya. " jawab tara.
" mas kau terlihat tampan malam ini " bisik tara , daniel hanya tersenyum kikuk pada tara.
" terima kasih " jawabnya.
" tapi ... kenapa masih ada kursi kosong disini ? apa masih menunggu satu orang lagi ?" tanya pak gio
hal itu membuat semua orang melihat ke arah kursi yang kosong dihadapan bagaskara itu. begitupun dengan bagaskara yang melihat bangku kosong itu.
" tentu ada pak, saudara tiri saya belum tiba. mungkin sebentar lagi " jawab tara.
dini dan handika merasa tidak enak mendengar perkataan tara tapi tara selalu memperkenalkannya begitu dia selalu menyebutkan shandrianna sebagai saudara tirinya.
" oh begitu dimana dia ?" tanya pak gio.
tak...tak...tak
suara hiells yang terdengar dari arah tangga , kaki jenjang putih itu berjalan menuruni anak tangga dengan anggunnya.
semuanya melihatnya dengan terpana ada beberapa pebisnis muda yang meliriknya , namun saat itu bagaskara tak seperti yang lain melihatnya.
" itu dia anak bungsu saya " kata handika.
dan barulah bagaskara menoleh , tatapannya tak berkedip saat itu.
" sangat cantik " gumam para pria yang ada disana.
dini tersenyum mendengar pujian untuk putrinya , begitu pun dengan handika.
shandrianna merasa sangat canggung untuk mendekati meja makan itu. dia tidak terlalu suka dengan perkumpulan seperti itu namun ayahnya memaksanya harus ikut.
ibunya mendekatinya dan membawanya kemeja makan.
" bu aku risih " bisiknya.
" hanya sebentar " jawabnya ibuny dan dengan senang hati membawa shandrianna ke meja kosong itu.
" terima kasih bu " ucapnya , ibunya hanya tersenyum dan shandrianna terduduk di kursi itu.
" hai ! " ujar seorang pria muda yang lebih muda dari bagaskara.
" hai " jawab shandrianna.
" pak handika boleh saya tau nama bidadari ini ?" tanya pria itu.
pak handika hanya tertawa kecil mendengarnya begitupun dengan yang lain terkecuali bagaskara dan daniel.
" namanya shandrianna la zheira panggil saja anna atau shan. kebetulan dia baru lulus dari universitas di thailang beberapa bulan lagi akan wisuda. " kata handika.
" waw ! it's a good anna. " kata pria itu.
" nama ku Arfaka Taniela " sambungnya.
" thank you mr. Arfa " balas anna dengan tersenyum.
" nomor handphone ? " dia memberikan ponsel mahalnya , anna mengangukkan kepalanya.
***
pukul 08.30
semuanya masih makan dengan tenang , shandrianna dan arfa mulai dekat dan saling bercerita. bagaskara yang ada dihadapannya menatapnya datar sampai shandrianna menatap ke samping dengan wajah biasa mendengarkan arfa berbicara.
sekilas dia melihat bayangan wanita tirai yang ada dibenakknya. dagu , bentuk hidung dan juga bibir sama persis.
" anna pekerjaan apa yang akan kau rencanakan ? aku penasaran bagaimana bekerja denganku saja , sama seperti kakakmu aku juga menggeluti bidang properti. " tanya arfaka.
shandrianna hanya tersenyum mendengarnya dan belum menjawabnya " aku masih mempertimbangkannya. " untuk apa dia harus memberitahunya pikirnya, pekerjannya hanya dia yang tau dan tomi.
shandrianna menggeser piringnya agak maju dan berdiri " sayang mau kemana ?" tanya ibunya.
" maaf bu telpon shandrianna berbunyi. "
memang benar telponnya berbunyi tomi sedang menelponnya saat ini.
shandrianna sudah merasa lelah ditanyakan banyak oleh arfaka jadi dia memilih untuk duduk di bebatuan pohon yang besar itu dan mengangkat telpon tomi .
📱 " hari ini aku hanya bersikap biasa seperti tidak terjadi apapun. tapi aku tidak tau apa yang akan kulakukan kedepan nanti. " kata shandrianna dengan lesu.
( besok aku pulang , jangan terlalu dipikirkan sebaiknya siapkan dirimu untuk pemotretan lusa. daniel akan merasa kehilangan dirimu nanti percayalah )
📱 " hei jangan lupa bawakan aku oleh - oleh. dan hari ini ... dirumah sedang ada perkumpulan kolega bisnis ayah dan kakak , aku tidak mau menghadirinya tapi ayah memaksaku. aku sangat tidak suka tapi aku hanya menahannya saja. seakan - akan kejadian 2 tahun lalu kembali terulang padaku. "
( pasti ada pria atau pria dewasa atau juga tua yang menggodamu kan ? hahha )
📱 " tertawalah dan jangan harap besok akan ku ajak bicara. "
( tidak ... tidak maaf )
📱 " aku benci dengan perbisnisan seperti ini , mereka membuatku berpikir negatif tentang pertemuam seperti ini. sudah cukup 2 tahun lalu saat aku ke restoran vip seperti ingin menjual diriku. "
" jadi dia wanita dibalik tirai itu " gumam bagaskara yang ada dibelakang pohon itu juga. namun dia berdiri dengan memasukkan kedua tangannya kedalam saku.
( kau juga kenapa mau disuruh kakakmu )
📱 " entahlah karena aku menyayanginya sebagai kakakku.)
( tapi kakakmu tidak hahha )
📱 " hei ! kau mau aku habisi ha ? awas saja aku tidak mau jadi model photographer mu " ancam shanrianna.
" shandrianna " ucap bagaskara dibalik pohon membuat shandrianna terkejut mendengarnya.
" ais aku kaget " gumamnya.
" siapa ?"
bagaskara muncul dari balik pohon itu dengan gaya cool nya dan juga menatap dengan dingin shandrianna.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 169 Episodes
Comments