Suami Juga boleh

" Jangan merasa paling tau tentang hubungan orang lain, maafkan aku tapi kau sudah melewati batasanmu ! aku tidak pernah mengganggumu sebelumnya maka sekarang buka pintunya dan biarkan aku pergi. " jelas shandrianna dengan muka kesal.

" Bagaimana kalau itu juga aku tidak mau ?"

muka shandrianna memerah saat itu mengeram kesal , dia mendorong bagaskara lalu menghampiri meja kerja bagas dan menekan tombol hitam di samping meja nya.

" Besok datanglah pukul 8 bersama temanmu itu " bagaskara tidak lagi ingin menggangunya , wajah shandrianna terlihat kesal mengeram membuatnya tidak tega.

" tidak akan ! " jawabnya yang segera berlalu dari hadapan bagaskara.

" maka kita harus menyelesaikannya dengan jalur hukum , temanmu sudah menanda tangani surat kontrak itu jika membatalkan perjanjian maka harus bayar keperusahaan Seratus juga rupiah. "

" Apa ? "

" ya ! silahkan pilih yang mana sekarang boleh pergi "

" dasar pria tuaaa !!! " teriak sandrianna

dia menggelengkan kepalanya ternyata itu semua hanya imajinasinya.

" bagaimana ? kau mau membayar seratus juga ?"

" Jika bukan karena sahabatku. baiklah aku akan datang " tekannya dan berlalu dari ruangan itu.

***

" dasar pria tuaaaaaa !!! pria mesummmmm !!!! " teriaknya di atas jembatan yang sangat sepi itu.

tomi hanya bersantai dengan memakan ice cream.

" awas saja kau , aku akan membalasmu nanti !! " sambung shandrianna

" bagaimana kau bisa berususan dengannya sebelumnya ? aku bahkan tidak pernah melihatnya sebelumnya ?"

shandrianna menggaruk kepalanya yang tak gatal dan ikut duduk bersama tomi.

" bagaimana aku tau , aku bahkan tidak tau apa keinginannya. " jawabnya dengan muka cemberut.

" sudahlah lupakan saja. aku sudah menandatangani kontrak dan gajinya lumayan besar. "

" iini semua karena dirimu ! jika saja kau bicara padaku dulu maka ini semua tidak akan terjadi hiks...hiks... ibuuuu " katanya lagi dengan membuat suara seperti menangis.

tomi mengelus punggung shandrianna " maafkan sahabatmu ini, jika aku tidak menandatangani saat itu juga maka hilang sudah impianku. "

" aku mau pulang "

***

di pagi hari yang cerah

tomi dan shandrianna berjalan dari halte bus menuju ke perusahaan karena tidak terlalu jauh. dengan langkah yang malas shandrianna berjalan berbeda dengan tomi yang terlihat sangat antusias.

mereka menyebrangi zebra cross bersama. terlihat bagaskara sudah datang yang sedang berjalan masuk kedalam perusahaan itu.

sesampainya didalam perusahaan , mereka bekerja secara terpisah. sesuai dengan keinginannya tomi berada dalam bidang penjualan sedangkan shandrianna dia ditugaskan untuk bidang produk.

hari pertama bekerja memang cukup menyenangkan , banyak para sesama pekerja menyambutnya dengan baik. apalagi para pria - pria yang selalu menegurnya dia yang sifatnya murah senyum dan punya sosialisasi tinggi sangat mudah beradaptasi.

" Hai , anak baru ya ?" tanya seorang laki - laki berkacamata dengan melambaikan tangannya.

" iya " jawabnya ramah.

" aduh hatiku , astaga , ya ampun. baru kali ucanpan ku di balas . ha hmm perkenalkan namaku ... Alfian senang berkenalan denganmu " sambil menjulurkan tangannya ke meja shandrianna karena meja mereka berhadapan.

shandrianna tersenyum lebar mendengar pria yang bermana Alfian , lalu menjulurkan tangannya " Shandrianna panggil saja Shan atau Anna. " ucapnya dengan ceria.

" nama yang cantuk untuk wanita cantik seperti mu. oh ya ini jam makan siang mau makan siang denganku ?"

" hmmm maafkan aku tapi , aku sudah ada janji dengan sahabatku. lain kali saja Fian "

mendengar jawaban shandrianna membuat yang lain tertawa kecil " oke .. oke aku tunggu ya "

" iya "

jam makan siang pun tiba , tomi ingin menyusul shandrianna di lantai 24 sedangkan dia ada di lantai 23 namun gadung itu seperti terbuka karena hanya menggunakan kaca sebagai dinding.

nampak dari jauh shandrianna fokus mengerjakan sesuatu di komputernya, dengan lincah tangannya bergerak di atas keyboard itu.

" shan !!! " dengan menepuk bahu sebelah kanan shandrianna.

" hei ! tomi kau mengagetkan aku haaa aku bisa mati muda jika begini. "

" tapi tidak kan , ayo cari makan siang aku lapar. yang lain saja sudah makan "

shandrianna baru tersadar setelah menengok ke kanan dan kekiri 6 meja lainnya kosong tidak ada penghuni.

" baiklah " dia mengambil tasnya dan mematikan komputernya.

mereka pun turun bersama , dan waktu itu tepat bagaskara keluar dari ruangannya. sehingga bisa melihat keduanya berjalan bersama dengan shandrianna yang menggandeng tangan tomi.

" kalian berdua " panggil bagaskara.

shandrianna dan tomi saling menoleh

" iya kalian berdua yang berpegangan tangan "

shandrianna sadar jika dia sedang menggandeng tangan tomi sehingga mereka berdua berbalik dan menatap bagaskara yang ada dihadapan mereka sekarang.

" Tidak ada peraturan di perusahaan ini kalau berjalan itu bergandengan tangan " tegas bagaskara.

" Tapi aku juga tidak pernah dengar kalau diperusahaan ini melarang sepasang kekasih bergandengan tangan " jawab shandrianna.

" kalian bukan pasangan " jawab bagaskara.

" shand ayo kita pergi saja " bisik tomi

" tidak ! aku tidak melanggar peraturan perusahaan ini. untuk apa aku harus mengalah. "

" Maafkan kami pak , kami permisi " sambung shandrianna dan semakin mengeratkan ganggaman tangannya kepada tomi.

" panggil shandrianna keruanganku seteleh selesai makan malam " ucapnya di telponnya.

***

di sebuah Cafe Sederhana itu keduanya duduk berhadapan dengan makanan masing - masing.

" aku salut denganmu kau berani sekali padanya. "

" aku bahkan menginjak kakinya , mendorongnya dan mengatainya dihadapannya "

" uhuk...uhuk " tomi yang sedang makan pasta itu langsung tersedak , shandrianna memberikan es untuk tomi.

" memangnya apa yang dia lakukan ?" tanya tomi.

" dia membuatku kesal , pertama dia memelukku sembarangan lalu bilang ' aku belum mencium bibirmu ' dan keesokan harinya kemarin ' mau jadi istri saya ? ' apa dia sudah gila ? aku bahkan tidak tau siapa namanya. "

tomi hanya bisa melongo melihatnya tanpa berkedip " shandrianna .. apa dia jatuh cinta padamu ?" gumamnya.

" mana mungkin dia pasti punya istri dan anak " sambil lanjut makan.

" darimana kau tau ? lagi pula tidak masalah kau bisa jadi istri kedua "

" kau sudah tidak waras memang " menggelengkan kepalanya sambil menyedot es nya.

" sepertinya usianya hmm dewasa , mana mungkin pria seperti itu apalagi pemilik perusahaan tidak ada kekasih , istri atau ah sudahlah untuk apa aku memikirkannya. "

" benar juga ( mengangukkan kepalanya ) Shan ke pohon itu yuk , aku sudah lama tidak upload fotomu di social mediaku. banyak orang yang bertanya kemana modelku. "

" cih aku juga begitu hahha "

keduanya tertawa lalu menuju kedepan cafe sederhana itu , dia berdiri di dekat pohon dan dengan ponsel nya tomi memotret shandrianna.

" oke bagus , langsung upload " kata tomi saat itu juga sambil berjalan ke perusahaan kembali.

baru tiba di perusahaan shandrianna dan tomi didatangi seorang karyawan.

" Shandrianna temui pak Bagas di ruangannya "

" bagas ?"

" Pak Bagaskara di lantai 35 " seteleh itu orang itu langsung pergi begitu saja. berbeda dengan kedua orang itu yang masih berdiri kaku.

" mau kutemani ?" tawar tomi.

" tidak usah lanjutkan pekerjaanmu. aku bisa menanganinya " shandrianna akhirnya pergi sendirian melalui lift namun tomi jug mengikutinya.

" kenapa ?"

" kau pikir aku harus berjalan dari sini sampai ke atas "

" iya juga , sudah masuklah "

ting

" awas nanti kau diterkam hahah " sebelum keluar tomi menakuti shandrianna yang tak terlihat takut itu.

" kau yang aku terkam duluan nanti "

lift kembalu tertutup dan hanya dalam beberapa detik dia sudah sampai di lantai 35 dan berdiri di ruangan bagaskara.

" tok...tok...tok "

" permisi "

mendengar suara shandrianna membuat bagaskara menoleh namun hanya sesaat.

namun didalam ruangan bagaskara itu ada seorang pria yang seperti nya sedang membicarakan sesuatu.

" bawalah dulu nanti temui aku lagi "

" baik pak "

" kemarilah dan duduk " perintah bagaskara.

setelah orang itu keluar dan memastikan menutup pintu shandrianna barulah mau duduk dihadapan bagaskara.

" sudah makan siang ?"

" ya "

" Kau tau namaku siapa ?"

" belum tahu "

" Bagaskara Aditya Adit , panggil saya bagas atau apapun terserah. Suami juga boleh " katanya dengan santai tanpa melihat shandrianna hanya fokus dengan keyboad laptopnya.

shandrianna tersenyum mendengarnya " Bapak sedang mimpi disiang hari ya " ujarnya.

" Tidak "

" ah terserahlah tapi kenapa memanggilku ?" tanyanya.

" jangan lakukan hal itu lagi dihadapan saya. saya tidak suka melihatmu bergandengan tangan dengan pria. " yang ini matanya mulai menatap lekat shandrianna.

" Baiklah jika tidak boleh bergandengan tangan tapi aku boleh memeluk , merangkul dan menciummya sesuka ku kan disini ?"

" Boleh tentu saja boleh , tapi denganku saja " jawabnya santai.

shandrianna kembali tersenyum ada - ada saja pikirnya pria ini.

" tapi bapak terlambat saya sudah punya kekasih " katanya

" benarkah ? aku pikir... kekasihku malah menikahi kakakmu "

shandrianna langsung memasang muka datar setelahnya , dengan menatap tajam bagaskara.

Episodes
1 Mencintai Pria Yang Sama
2 Berkenalan lagi
3 visual
4 Harus Menemukan
5 Wanita Dibalik Tirai
6 Belum Menciummu
7 Tentangmu Yang Kuketahui
8 Mau jadi Istri saya ?
9 Suami Juga boleh
10 Menemaniku
11 First Kiss
12 Berpisah Dengan baik
13 Aku akan Menikahinya
14 Lamaran Ku sudah Diterima
15 Pelangi Hidupku
16 Modus ke Apartemen
17 Shandrianna Marah
18 Akhirnya Mengerti
19 Makan Malam
20 Pernikahan
21 Bangun pagi bersamamu
22 Hampir saja
23 Pria Yang suka belanja
24 Foto Pertama
25 Kakak Ipar Bukan Kekasih
26 Tidak Mengekang Tapi Harus ada aku
27 Lagi-lagi
28 Bertengkar Lagi
29 Cara Meminta Maaf Dengan Tulus
30 Mulut Seperti Bebek
31 Dia Istri Saya
32 Truth or dare
33 Genggaman Tangan
34 Quality Time dengan Ayah
35 Jangan Menggodaku
36 Yakin dan Tidak Yakin
37 Suamiku
38 Laura sakit hati
39 Prakteknya Kapan
40 Kau beruntung Mendapatkan aku
41 Tabungan Untuk Malam Pertama
42 Istri Yang Disembunyikan
43 Nenek Sihir
44 Shandrianna vs Laura
45 kutunjukkan Siapa Kekasihku !
46 Kembali Melakukan
47 Ingatan Yang kembali
48 Aku Mau anak !
49 Aku Lelah Sekarang
50 Calon Rumah Baru
51 Tidak Mau kalah
52 kanan dan kiri
53 DIA PUTRIKU!
54 Semuanya ada pada dirinya
55 Seperti BIN
56 Terlihat Serasi
57 Senyuman Palsu Shandrianna
58 Kakak Tiri Bagas
59 Dinner
60 Boneka Pengingat
61 sebenarnya Dia Tahu
62 Tidak Pernah Terpikirkan Olehku
63 Sangat Menyakitiku
64 Biarkan Aku Sendiri
65 Pura-pura Lupa ?
66 Rencana Laura
67 Bantu aku
68 Salah Menuduhnya
69 Moto Hidup Shandrianna
70 Congratulation Shandrianna !
71 Honeymoon !
72 apa yang kau sembunyikan ?
73 Pesan Andrew
74 Pertemuan Terkahir ?
75 Spekulasi Miring
76 Sepuluh Anak
77 Jika Bisa Lebih Kenapa Harus Pas!
78 Sebaiknya Kita Intropeksi
79 Apa Artiku ?
80 Jika Kita Punya Dua Putri
81 Hak Atas Shandrianna
82 warna-warni rumah
83 Membuat Semua Percaya
84 Rindu Yang Menyedihkan
85 Kejutan Bagas
86 Mantan Pacar
87 Bantal Guling
88 Mengantuk
89 Program Hamil
90 Tidak Ada yang percaya
91 Cinta Untuk Persahabatan
92 Semakin Jauh
93 Aku mencintaimu
94 Shandrianna Kau dimana
95 6 Tahun Kemudian
96 Kebenaran Sesungguhnya
97 Akhirnya Aku Menemukanmu
98 Aku memiliki Seorang Putra
99 i'am your daddy
100 Kamu Tetap Istriku!
101 Anaku Masih hidup
102 Istriku Penurut
103 Shandrianna Kembali
104 Memutuskan Hal Baru
105 Tidur Bersama
106 Rencana Pernikahan Ulang Bagaskara
107 Sahabat Tidak Akan Pergi
108 Ancaman Bagaskara
109 Bukti Aku Mencintaimu
110 wedding day
111 Mana Adikku
112 Kamu
113 Permintaan Ailleen
114 Shandrianna Menyetujui
115 Aileen mulai sekolah
116 Aku, Kau dan Anak Kita
117 Ingin Merasakan
118 Dorayaki Ala Bagas dan Aillen
119 Mau saya pecat kamu ?
120 Kamu Aneh
121 Anniversary Ayah dan Ibu
122 Memeriksa Kandungan
123 Inikah Yang dinamakan Ngidam
124 Keluh Kesah Shandrianna
125 Cita-cita Aileen
126 Cinta Yang Terbalas
127 Kue buatan mommy
128 izin Bagaskara
129 Yang haus ?
130 Bagaskara Kecewa
131 Shandrianna Yang Manja
132 Daddy suka push up
133 Permasalahan Kak Septi
134 Persyaratan Bagaskara
135 Bagaimana Bayiku
136 Tebak-Tebakan Berujung Permintaan
137 Rambut Baru
138 Tingkah Daddy dan Anak
139 Tamu Dadakan
140 Putri Kecilku Telah Lahir
141 Namanya Busui
142 Arunika Annastasia Putri Bagaskara
143 Bagas Membentak Aileen
144 Parfum Mahal
145 Mendengarkan Suami
146 Dulu dan Sekarang Berbeda
147 I love you 3000
148 Aileen ketakutan
149 Melamar Tara
150 Sayang Kau kenapa ?
151 Kenapa Ingin Membunuhku ?
152 Pernikahan Tara dan Mahen
153 Apakah masih ada cinta ?
154 Jangan Berani Menyentuhnya !
155 Tolong !!
156 Disini Saja Mas
157 Beberapa Tahun Kemudian
158 Janggut Keren Yang Dicemburui
159 Mommy dan Arunika Nakal
160 Jepang
161 Benci Tapi Cinta
162 Harus Menuruti
163 Ingin Minta Maaf
164 AKu Maafkan
165 Terciduk
166 Akal Bulus
167 Harus Menghargai
168 Kami Pamit Anna
169 End ( Tamat )
Episodes

Updated 169 Episodes

1
Mencintai Pria Yang Sama
2
Berkenalan lagi
3
visual
4
Harus Menemukan
5
Wanita Dibalik Tirai
6
Belum Menciummu
7
Tentangmu Yang Kuketahui
8
Mau jadi Istri saya ?
9
Suami Juga boleh
10
Menemaniku
11
First Kiss
12
Berpisah Dengan baik
13
Aku akan Menikahinya
14
Lamaran Ku sudah Diterima
15
Pelangi Hidupku
16
Modus ke Apartemen
17
Shandrianna Marah
18
Akhirnya Mengerti
19
Makan Malam
20
Pernikahan
21
Bangun pagi bersamamu
22
Hampir saja
23
Pria Yang suka belanja
24
Foto Pertama
25
Kakak Ipar Bukan Kekasih
26
Tidak Mengekang Tapi Harus ada aku
27
Lagi-lagi
28
Bertengkar Lagi
29
Cara Meminta Maaf Dengan Tulus
30
Mulut Seperti Bebek
31
Dia Istri Saya
32
Truth or dare
33
Genggaman Tangan
34
Quality Time dengan Ayah
35
Jangan Menggodaku
36
Yakin dan Tidak Yakin
37
Suamiku
38
Laura sakit hati
39
Prakteknya Kapan
40
Kau beruntung Mendapatkan aku
41
Tabungan Untuk Malam Pertama
42
Istri Yang Disembunyikan
43
Nenek Sihir
44
Shandrianna vs Laura
45
kutunjukkan Siapa Kekasihku !
46
Kembali Melakukan
47
Ingatan Yang kembali
48
Aku Mau anak !
49
Aku Lelah Sekarang
50
Calon Rumah Baru
51
Tidak Mau kalah
52
kanan dan kiri
53
DIA PUTRIKU!
54
Semuanya ada pada dirinya
55
Seperti BIN
56
Terlihat Serasi
57
Senyuman Palsu Shandrianna
58
Kakak Tiri Bagas
59
Dinner
60
Boneka Pengingat
61
sebenarnya Dia Tahu
62
Tidak Pernah Terpikirkan Olehku
63
Sangat Menyakitiku
64
Biarkan Aku Sendiri
65
Pura-pura Lupa ?
66
Rencana Laura
67
Bantu aku
68
Salah Menuduhnya
69
Moto Hidup Shandrianna
70
Congratulation Shandrianna !
71
Honeymoon !
72
apa yang kau sembunyikan ?
73
Pesan Andrew
74
Pertemuan Terkahir ?
75
Spekulasi Miring
76
Sepuluh Anak
77
Jika Bisa Lebih Kenapa Harus Pas!
78
Sebaiknya Kita Intropeksi
79
Apa Artiku ?
80
Jika Kita Punya Dua Putri
81
Hak Atas Shandrianna
82
warna-warni rumah
83
Membuat Semua Percaya
84
Rindu Yang Menyedihkan
85
Kejutan Bagas
86
Mantan Pacar
87
Bantal Guling
88
Mengantuk
89
Program Hamil
90
Tidak Ada yang percaya
91
Cinta Untuk Persahabatan
92
Semakin Jauh
93
Aku mencintaimu
94
Shandrianna Kau dimana
95
6 Tahun Kemudian
96
Kebenaran Sesungguhnya
97
Akhirnya Aku Menemukanmu
98
Aku memiliki Seorang Putra
99
i'am your daddy
100
Kamu Tetap Istriku!
101
Anaku Masih hidup
102
Istriku Penurut
103
Shandrianna Kembali
104
Memutuskan Hal Baru
105
Tidur Bersama
106
Rencana Pernikahan Ulang Bagaskara
107
Sahabat Tidak Akan Pergi
108
Ancaman Bagaskara
109
Bukti Aku Mencintaimu
110
wedding day
111
Mana Adikku
112
Kamu
113
Permintaan Ailleen
114
Shandrianna Menyetujui
115
Aileen mulai sekolah
116
Aku, Kau dan Anak Kita
117
Ingin Merasakan
118
Dorayaki Ala Bagas dan Aillen
119
Mau saya pecat kamu ?
120
Kamu Aneh
121
Anniversary Ayah dan Ibu
122
Memeriksa Kandungan
123
Inikah Yang dinamakan Ngidam
124
Keluh Kesah Shandrianna
125
Cita-cita Aileen
126
Cinta Yang Terbalas
127
Kue buatan mommy
128
izin Bagaskara
129
Yang haus ?
130
Bagaskara Kecewa
131
Shandrianna Yang Manja
132
Daddy suka push up
133
Permasalahan Kak Septi
134
Persyaratan Bagaskara
135
Bagaimana Bayiku
136
Tebak-Tebakan Berujung Permintaan
137
Rambut Baru
138
Tingkah Daddy dan Anak
139
Tamu Dadakan
140
Putri Kecilku Telah Lahir
141
Namanya Busui
142
Arunika Annastasia Putri Bagaskara
143
Bagas Membentak Aileen
144
Parfum Mahal
145
Mendengarkan Suami
146
Dulu dan Sekarang Berbeda
147
I love you 3000
148
Aileen ketakutan
149
Melamar Tara
150
Sayang Kau kenapa ?
151
Kenapa Ingin Membunuhku ?
152
Pernikahan Tara dan Mahen
153
Apakah masih ada cinta ?
154
Jangan Berani Menyentuhnya !
155
Tolong !!
156
Disini Saja Mas
157
Beberapa Tahun Kemudian
158
Janggut Keren Yang Dicemburui
159
Mommy dan Arunika Nakal
160
Jepang
161
Benci Tapi Cinta
162
Harus Menuruti
163
Ingin Minta Maaf
164
AKu Maafkan
165
Terciduk
166
Akal Bulus
167
Harus Menghargai
168
Kami Pamit Anna
169
End ( Tamat )

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!