Makan Malam

" sayang jangan lupa besok malam , ayo antar aku sampai ke mobil. " bagaskara datang menyelamatkan , tanpa menyapa tara dia menautkan tangannya dengan tangan tiffanny dan membawanya pergi.

" kakak.. "

" jangan pikirkan orang yang tidak memikirkanmu " gumam bagaskara.

bagaskara terus menggandeng tangan shandrianna sampai menuju ke mobilnya, shandrianna langsung melepaskan tangan itu.

" masuklah hati - hati " ucap shandrianna.

" dan dengarkan aku shandrianna , jangan menyapanya lagi dia tidak akan menjawabmu. kau hanya akan membuat hatimu sakit. "

benar yang dikatakan oleh bagaskara , dia terus memohon untuk berbaikan tapi tara selalu mengabaikannya dan mengatakan persepsi lain.

" hmm aku mengerti "

" baiklah aku pergi sekarang, jaga dirimu baik - baik " bagaskara mengelus poni yang menurutnya sangat imut itu. sedangkan shandrianna membiarkannya saja.

" kau tidak marah ?"

" tidak aku tau poniku menggemaskan , pergilah aku ingin istirahat setelah ini. "

" masuklah duluan aku tidak apa. sebelum kau masuk aku akan berdiri disini. "

" terserah kau "

shandrianna melenggang pergi , bagaskara tersenyum lebar dengan tingkah shandrianna itu seperti anak - anak pikirnya.

***

keesokan malamnya

shandrianna sudah siap dengan gaun berwarna merah dan dengan make up sederhana dia terlihat sangat cantik malam ini.

sedangkan bagaskara dibawah dia menunggunya dengan pakaian casualnya. shandrianna masih belum turun , dia masih memilih hiellsnya.

" sabar ya nak , dia memang begitu suka lambat memilih tas atau sepatu. " kata dini

" iya bi tidak masalah "

shandrianna keluar dari kamarnya , dia tersenyum pada ibunya saat itu. bagaskara yang kali ini melihat nya terpana dengan kecantikan yang dimiliki shandrianna.

" sayang kau sangat cantik " puji ibunya memegang pipi shandrianna.

" seperti ibu " jawab shandrianna.

" hmm benar sekali " saut ayahnya.

" ayah jadi siapa yang cantik aaku atau ibu ?" tanya shandrianna.

" wah untuk itu ... ayah tidak ingin menjawabnya , bisa - bisa ayah tidur diluar nanti. "

shandrianna tertawa mendengarnya , sedangkan diri tersenyum manis. bagaskara merasakan tenang dalam hatinya mendengar shandrianna tertawa.

" Pamann, bibi aku pergi dulu " kata bagaskara yang mendekati shandrianna dan menggandeng tangannya.

" baiklah , hati - hati nak " kata ayah.

" ibu, ayah katakan padanya untuk tidak pulang lewat dari jam 10. anak gadis tidak baik pulang malam hari dengan pria " ujar shandrianna.

" nak bagas , jangan pulang terlalu lama ya , jam 7 pagi kembalilah kerumah " ujar ibunya.

" ibu ! "

ayah dan ibunya tertawa mendengar dan melihat wajah sandrianna yang seperti tertekan itu. bagaskara tersenyum sampai matanya menyipit.

" ayo. "

setelah shandrianna dan bagaskara pergi, handika merangkul dini. " aku jadi ingat masa sma dulu " kata handika.

" dengan ibunya tara ?" tanya dini yang tersenyum dia memang tidak pernah cemburu dengan masa lalunya handika , baginya masa lalunya milik handika dan ibunya tara sedangkan masa depannya ada bersamanya.

" tidak , kau pikir hanya satu "

" apa ?"

" tidak sayang tidak ! hahah aku hanya bercanda. "

" awas ya "

***

didalam perjalanan itu bagaskara sering sekali menoleh kesebelah bangku shandrianna yang tengah memperhatikan jalan depan itu.

" hentikan kau sudah 35 kali melihatku dalam 2 menit. "

" kau tau ?"

" aku menghitungnya "

" mau makan apa ? kita kerestoran jepang saja bagaimana ?" usul bagaskara.

" boleh "

" apa yang kau lakukan hari ini ? "

" hmm tidak banyak , aku berkebun ditaman belakang bersama tomi lalu menemani ibu memasak itu saja "

" kau suka berkebun ?"

" tentu saja sewaktu aku kuliah dulu aku sering membantu seorang kakek yang memiliki perkebunan , aku sangat suka sekali. ah aku jadi merindukan kakek nat " katanya dengan ceria seperti keduanya teman dekat.

" aku suka saat kau bicara santai denganku seperti ini "

" jika rumah kita jadi nanti aku akan membuatkan taman bunga untukmu, kau bisa mengurusnya nanti. selain itu kau suka apa ?"

" katanya kau tau semua tentangku nomor ponsel, sepatu , ukuran baju hanya ukuran baju da...

" baju apa ?" bagaskara menahan tawanya saat itu , tapi shandrianna menghentikan ucapannya.

" aku suka saat kau tidak mengoceh sekarang diamlah dan cepat aku lapar.

disebuah hotel bintang lima itu keduanya memesan , bagaskara telah memesan bangku direstoran untuk mereka berdua.

" silahkan pak " pelayan menunjukkan kursinya , bagaskara membuka kursi agar shandrianna duduk.

" terima kasih " ucap shandrianna.

lalu bagaskara pun duduk dihadapannya " aku sudah memesan makanan yang kau pilih tadi siang."

" hmm "

" berhentilah memainkan ponselmu. sini " pinta bagaskara.

" tidak , ini ponselku. ada banyak pekerjaanku di ponsel ini. " tolaknya.

" tapi bisa dikerjakan nanti kan, taruh hpnya. "

" ck kau seperti orang tua yang memarahi anaknya. " kata shandrianna.

drrt...drrtt

" tomi message "

📱 " kalian makan malam dimana ? apa yang pak bagaskara pakai malam ini ?".

diam - diam shandrianna memotretnya tanpa mengeluarkan suara. lalu dia menambahkan pita helo kitty di kepala bagaskara.

📱 " dia menyuruhku berhenti bermain ponsel tapi dia sendiri memainkan ponselnya. pria tua ini suka mengaturku , hei tomi kau bisa datang kesini dan ajak aku pulang. "

dia mengirimkan gambar bagaskara pada tomi , tomi yang sedang itu tertawa terbahak-bahak.

" dia memang tidak pernah mengenal takut " ujar tomi.

" silahkan dinikmati makanannya tuan , nona " beberapa pelayan datang membawakan banyak menu makanan.

shandrianna menghentikan bermain ponselnya dan tersenyum kepada pelayan itu.

" terima kasih " ucap bagas yang juga berhenti bermain.

" nikmati makananmu " kata bagaskara.

" kau juga "

kedua nya makan malam dengan tenang , sampai porsi sushi milik shandrianna hampir habis.

dia mengedarkan pandangannya kesemua orang namun dia tertarik pada pria yang berdiri di dekat bar seorang diri.

mungkin dia ingat dengan pria itu sampai dia menutup sebelah wajahnya menggunakan tangannya

" kamu kenapa ? " tanya bagaskara.

" tidak hehe lanjutkan makanannmu sayang jika dibuang. "

bagaskara curiga ada sesuatu yang disembunyikan shandrianna , sampai dia mencari sesuatu yang ditakuti shandrianna.

" katakan ada apa ?" tanya bagaskara lagi.

" shandrianna ?" pria itu berdiri disampingnya , dia menolehnya dengan perlahan lalu tersenyum kaku.

" Andrew " kekehnya.

" kau sudah pulang dari bangkok ya ? kau bilang tahun depan "

" aku ... pulang karena ayah dan ibuku merindukanku , ya ...benar semua orang ingin melihatku. " jawabnya yang terbata - bata. bagaskara hanya memperhatikannya bersikap aneh itu.

" dia ? siapa mu ?" tanya andrew.

" dia ? hmm dia ... adiknya ibuku hhaha iya dia pamanku. "

bagaskara memelotokan matanya kepada shandrianna, shandrianna mengelengkan kepalanya menatap bagaskara.

" oh pamanmu , kukira kakak iparmu. katanya kakakmu sudah menikah. perkenalkan paman saya andrew mahardika , teman SMA nya shandrianna aku terus mengejarnya tapi dia tidak menggubrisku. jika paman bersedia bantulah bicara dengannya. " andrew menjulurkan tangannya kepada bagaskara.

" saya bu - "

" Andrew kami sedang makan sudah lama kami tidak bertemu jika ada suatu kita atur saja nanti , kami makan dulu ya "

" ba-baiklah aku akan menelponmu. paman aku permisi. "

setelah andrew pergi shandrianna merasa aman , dia menghembuskan nafas kasar.

" paman ? kau bilang aku paman ? shandrianna ! " tekan bagaskara.

" maaf-maaf lalu aku harus bilang apa padanya kau calon suamiku ? tidak mungkin atau dia akan memberitahunya kedalam obrolan alumni dan membicarakanku nanti. "

" jadi maksudmu kau malu dengaku ?! "

" tidak bukan begitu. "

" kita sudah selesai makan ayo keluar " tegas bagaskara.

" tapi... "

melihat wajah bagaskara yang sudah marah itu dia sangat takut , jadi dia mengikuti bagaskara dan berjalan disampingnya.

hei shandrianna kenapa kau mengatakan itu sih. gerutunya dalam hati.

diparkiran itu shandrianna ditariknya dan didorongnya ke pojok sampai berdiri di depan kap mobil.

" Itu ... maksudku , bukan begitu ... pak bagas kau salah paham denganku. " bela shandrianna.

" dia siapa ? dan apa hubungan kalian berdua ?"

" dia teman SMA , dulu ... aku , tomi dan dia sering bersama tapi ... ya aku sempat menyukainya tapi dia menyukai teman sebangku ku. aku menjauhinya semenjak itu. dan saat kelulusan dia menembakku aku tidak menerimanya. " ungkapnya yang akhirnya membuat dia mengingat masa lalu.

" dengan shandrianna, kau bisa marah padaku karena aku menciummu tiba-tiba. tapi aku juga marah saat pria-pria itu lebih dekat denganmu. jarak antara kau dan pria minimal 30 cm ! "

" kau sudah gila! "

" terserah kau menganggapku gila atau apa aku tidak peduli sama sekali " tegas bagaskara.

" Antar aku pulang " shandrianna tidak ingin berdebat lebih lama dengan bagaskara.

Episodes
1 Mencintai Pria Yang Sama
2 Berkenalan lagi
3 visual
4 Harus Menemukan
5 Wanita Dibalik Tirai
6 Belum Menciummu
7 Tentangmu Yang Kuketahui
8 Mau jadi Istri saya ?
9 Suami Juga boleh
10 Menemaniku
11 First Kiss
12 Berpisah Dengan baik
13 Aku akan Menikahinya
14 Lamaran Ku sudah Diterima
15 Pelangi Hidupku
16 Modus ke Apartemen
17 Shandrianna Marah
18 Akhirnya Mengerti
19 Makan Malam
20 Pernikahan
21 Bangun pagi bersamamu
22 Hampir saja
23 Pria Yang suka belanja
24 Foto Pertama
25 Kakak Ipar Bukan Kekasih
26 Tidak Mengekang Tapi Harus ada aku
27 Lagi-lagi
28 Bertengkar Lagi
29 Cara Meminta Maaf Dengan Tulus
30 Mulut Seperti Bebek
31 Dia Istri Saya
32 Truth or dare
33 Genggaman Tangan
34 Quality Time dengan Ayah
35 Jangan Menggodaku
36 Yakin dan Tidak Yakin
37 Suamiku
38 Laura sakit hati
39 Prakteknya Kapan
40 Kau beruntung Mendapatkan aku
41 Tabungan Untuk Malam Pertama
42 Istri Yang Disembunyikan
43 Nenek Sihir
44 Shandrianna vs Laura
45 kutunjukkan Siapa Kekasihku !
46 Kembali Melakukan
47 Ingatan Yang kembali
48 Aku Mau anak !
49 Aku Lelah Sekarang
50 Calon Rumah Baru
51 Tidak Mau kalah
52 kanan dan kiri
53 DIA PUTRIKU!
54 Semuanya ada pada dirinya
55 Seperti BIN
56 Terlihat Serasi
57 Senyuman Palsu Shandrianna
58 Kakak Tiri Bagas
59 Dinner
60 Boneka Pengingat
61 sebenarnya Dia Tahu
62 Tidak Pernah Terpikirkan Olehku
63 Sangat Menyakitiku
64 Biarkan Aku Sendiri
65 Pura-pura Lupa ?
66 Rencana Laura
67 Bantu aku
68 Salah Menuduhnya
69 Moto Hidup Shandrianna
70 Congratulation Shandrianna !
71 Honeymoon !
72 apa yang kau sembunyikan ?
73 Pesan Andrew
74 Pertemuan Terkahir ?
75 Spekulasi Miring
76 Sepuluh Anak
77 Jika Bisa Lebih Kenapa Harus Pas!
78 Sebaiknya Kita Intropeksi
79 Apa Artiku ?
80 Jika Kita Punya Dua Putri
81 Hak Atas Shandrianna
82 warna-warni rumah
83 Membuat Semua Percaya
84 Rindu Yang Menyedihkan
85 Kejutan Bagas
86 Mantan Pacar
87 Bantal Guling
88 Mengantuk
89 Program Hamil
90 Tidak Ada yang percaya
91 Cinta Untuk Persahabatan
92 Semakin Jauh
93 Aku mencintaimu
94 Shandrianna Kau dimana
95 6 Tahun Kemudian
96 Kebenaran Sesungguhnya
97 Akhirnya Aku Menemukanmu
98 Aku memiliki Seorang Putra
99 i'am your daddy
100 Kamu Tetap Istriku!
101 Anaku Masih hidup
102 Istriku Penurut
103 Shandrianna Kembali
104 Memutuskan Hal Baru
105 Tidur Bersama
106 Rencana Pernikahan Ulang Bagaskara
107 Sahabat Tidak Akan Pergi
108 Ancaman Bagaskara
109 Bukti Aku Mencintaimu
110 wedding day
111 Mana Adikku
112 Kamu
113 Permintaan Ailleen
114 Shandrianna Menyetujui
115 Aileen mulai sekolah
116 Aku, Kau dan Anak Kita
117 Ingin Merasakan
118 Dorayaki Ala Bagas dan Aillen
119 Mau saya pecat kamu ?
120 Kamu Aneh
121 Anniversary Ayah dan Ibu
122 Memeriksa Kandungan
123 Inikah Yang dinamakan Ngidam
124 Keluh Kesah Shandrianna
125 Cita-cita Aileen
126 Cinta Yang Terbalas
127 Kue buatan mommy
128 izin Bagaskara
129 Yang haus ?
130 Bagaskara Kecewa
131 Shandrianna Yang Manja
132 Daddy suka push up
133 Permasalahan Kak Septi
134 Persyaratan Bagaskara
135 Bagaimana Bayiku
136 Tebak-Tebakan Berujung Permintaan
137 Rambut Baru
138 Tingkah Daddy dan Anak
139 Tamu Dadakan
140 Putri Kecilku Telah Lahir
141 Namanya Busui
142 Arunika Annastasia Putri Bagaskara
143 Bagas Membentak Aileen
144 Parfum Mahal
145 Mendengarkan Suami
146 Dulu dan Sekarang Berbeda
147 I love you 3000
148 Aileen ketakutan
149 Melamar Tara
150 Sayang Kau kenapa ?
151 Kenapa Ingin Membunuhku ?
152 Pernikahan Tara dan Mahen
153 Apakah masih ada cinta ?
154 Jangan Berani Menyentuhnya !
155 Tolong !!
156 Disini Saja Mas
157 Beberapa Tahun Kemudian
158 Janggut Keren Yang Dicemburui
159 Mommy dan Arunika Nakal
160 Jepang
161 Benci Tapi Cinta
162 Harus Menuruti
163 Ingin Minta Maaf
164 AKu Maafkan
165 Terciduk
166 Akal Bulus
167 Harus Menghargai
168 Kami Pamit Anna
169 End ( Tamat )
Episodes

Updated 169 Episodes

1
Mencintai Pria Yang Sama
2
Berkenalan lagi
3
visual
4
Harus Menemukan
5
Wanita Dibalik Tirai
6
Belum Menciummu
7
Tentangmu Yang Kuketahui
8
Mau jadi Istri saya ?
9
Suami Juga boleh
10
Menemaniku
11
First Kiss
12
Berpisah Dengan baik
13
Aku akan Menikahinya
14
Lamaran Ku sudah Diterima
15
Pelangi Hidupku
16
Modus ke Apartemen
17
Shandrianna Marah
18
Akhirnya Mengerti
19
Makan Malam
20
Pernikahan
21
Bangun pagi bersamamu
22
Hampir saja
23
Pria Yang suka belanja
24
Foto Pertama
25
Kakak Ipar Bukan Kekasih
26
Tidak Mengekang Tapi Harus ada aku
27
Lagi-lagi
28
Bertengkar Lagi
29
Cara Meminta Maaf Dengan Tulus
30
Mulut Seperti Bebek
31
Dia Istri Saya
32
Truth or dare
33
Genggaman Tangan
34
Quality Time dengan Ayah
35
Jangan Menggodaku
36
Yakin dan Tidak Yakin
37
Suamiku
38
Laura sakit hati
39
Prakteknya Kapan
40
Kau beruntung Mendapatkan aku
41
Tabungan Untuk Malam Pertama
42
Istri Yang Disembunyikan
43
Nenek Sihir
44
Shandrianna vs Laura
45
kutunjukkan Siapa Kekasihku !
46
Kembali Melakukan
47
Ingatan Yang kembali
48
Aku Mau anak !
49
Aku Lelah Sekarang
50
Calon Rumah Baru
51
Tidak Mau kalah
52
kanan dan kiri
53
DIA PUTRIKU!
54
Semuanya ada pada dirinya
55
Seperti BIN
56
Terlihat Serasi
57
Senyuman Palsu Shandrianna
58
Kakak Tiri Bagas
59
Dinner
60
Boneka Pengingat
61
sebenarnya Dia Tahu
62
Tidak Pernah Terpikirkan Olehku
63
Sangat Menyakitiku
64
Biarkan Aku Sendiri
65
Pura-pura Lupa ?
66
Rencana Laura
67
Bantu aku
68
Salah Menuduhnya
69
Moto Hidup Shandrianna
70
Congratulation Shandrianna !
71
Honeymoon !
72
apa yang kau sembunyikan ?
73
Pesan Andrew
74
Pertemuan Terkahir ?
75
Spekulasi Miring
76
Sepuluh Anak
77
Jika Bisa Lebih Kenapa Harus Pas!
78
Sebaiknya Kita Intropeksi
79
Apa Artiku ?
80
Jika Kita Punya Dua Putri
81
Hak Atas Shandrianna
82
warna-warni rumah
83
Membuat Semua Percaya
84
Rindu Yang Menyedihkan
85
Kejutan Bagas
86
Mantan Pacar
87
Bantal Guling
88
Mengantuk
89
Program Hamil
90
Tidak Ada yang percaya
91
Cinta Untuk Persahabatan
92
Semakin Jauh
93
Aku mencintaimu
94
Shandrianna Kau dimana
95
6 Tahun Kemudian
96
Kebenaran Sesungguhnya
97
Akhirnya Aku Menemukanmu
98
Aku memiliki Seorang Putra
99
i'am your daddy
100
Kamu Tetap Istriku!
101
Anaku Masih hidup
102
Istriku Penurut
103
Shandrianna Kembali
104
Memutuskan Hal Baru
105
Tidur Bersama
106
Rencana Pernikahan Ulang Bagaskara
107
Sahabat Tidak Akan Pergi
108
Ancaman Bagaskara
109
Bukti Aku Mencintaimu
110
wedding day
111
Mana Adikku
112
Kamu
113
Permintaan Ailleen
114
Shandrianna Menyetujui
115
Aileen mulai sekolah
116
Aku, Kau dan Anak Kita
117
Ingin Merasakan
118
Dorayaki Ala Bagas dan Aillen
119
Mau saya pecat kamu ?
120
Kamu Aneh
121
Anniversary Ayah dan Ibu
122
Memeriksa Kandungan
123
Inikah Yang dinamakan Ngidam
124
Keluh Kesah Shandrianna
125
Cita-cita Aileen
126
Cinta Yang Terbalas
127
Kue buatan mommy
128
izin Bagaskara
129
Yang haus ?
130
Bagaskara Kecewa
131
Shandrianna Yang Manja
132
Daddy suka push up
133
Permasalahan Kak Septi
134
Persyaratan Bagaskara
135
Bagaimana Bayiku
136
Tebak-Tebakan Berujung Permintaan
137
Rambut Baru
138
Tingkah Daddy dan Anak
139
Tamu Dadakan
140
Putri Kecilku Telah Lahir
141
Namanya Busui
142
Arunika Annastasia Putri Bagaskara
143
Bagas Membentak Aileen
144
Parfum Mahal
145
Mendengarkan Suami
146
Dulu dan Sekarang Berbeda
147
I love you 3000
148
Aileen ketakutan
149
Melamar Tara
150
Sayang Kau kenapa ?
151
Kenapa Ingin Membunuhku ?
152
Pernikahan Tara dan Mahen
153
Apakah masih ada cinta ?
154
Jangan Berani Menyentuhnya !
155
Tolong !!
156
Disini Saja Mas
157
Beberapa Tahun Kemudian
158
Janggut Keren Yang Dicemburui
159
Mommy dan Arunika Nakal
160
Jepang
161
Benci Tapi Cinta
162
Harus Menuruti
163
Ingin Minta Maaf
164
AKu Maafkan
165
Terciduk
166
Akal Bulus
167
Harus Menghargai
168
Kami Pamit Anna
169
End ( Tamat )

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!