didalam rumah itu shandrianna tidak bisa tidur dengan tenang, bulak-balik berusahs tidur tetap tidak bisa. jam menunjukkan pukul 11 malam.
tok..tok...tok
" ibu , ayah apa sudah tidur ?" dia mengetuk pintu kamar kedua orang tuanya itu.
ceklek
" anna , ada apa ? masuklah " ajak dini yang masih bangun , dia masuk dan ayahnya sedang duduk di sofa dengan berkas - berkas.
" kenapa belum tidur ini sudah larut sayang ?" tanya ibunya.
" tidak bisa tidur " jawabnya.
" Ayah "
" iya anna "
" kenapa ayah menerima pak bagas sebagai calon suamiku ? apa ayah tidak ingin membicarakannya terlebih dahulu padaku ?"
" duduklah dulu nak "
dini menggeser berkas - berkas yang ada disofa lalu anna duduk dan diikuti oleh dini.
" Karena dia dewasa dan terlihat sangat cocok untukmu. dan dia juga pria mapan, ayah yakin dia bisa memenuhi kebutuhan mu dan menjaga mu denga baik. "
" ayah melakukannya karena tidak ingin kakak sakit kan ?"
ayahnya terdiam mendengar itu, memang benar perkataannya itu tapi setiap orang tua pasti punya alasan sendiri.
" sayang jangan bicara seperti itu " ucap dini.
" aku ingin menolak pernikahan ini ibu, aku tidak ingin menikah sekarang. "
" ayah "
" jika ingin menolaknya maka terlambat , ayah tidak bisa melakukannya. percayalah pada ayah dia pria yang baik dan dia juga mencintaimu nak "
" ayah dia tidak mencintaiku , dia hanya penasaran denganku. " sautnya dengan cepat.
" ini sudah larut shandrianna tidurlah besok kau akan bekerja bukan ? jangan tidur larut , ayah juga akan bekerja. "
" ayah aku mohon " lirihnya.
Maafkan ayah anna. batin handika.
karena tidak ada jawaban dari ayahnya dia langsung keluar dari kamar itu.
dini menutup pintu kamar dengan hati yang sedih, sedih karena melihat putrinya menangis.
" apa demi putri pertama kita harus mengorbankan putri yang lainnya ? " tanya dini pada handika.
handika menghentikan aktivitasnya , dia berdiri dari duduknya dan mendekati dini.
" satu putriku memiliki sifat yang pemarah , pendendam dan ambisius dan satu putriku mempunyai sifat ramah , ceria dan suka dengan hal-hal yang sederhana. keduanya memiliki sifat yang bertolak belakang, akan tetapi satu putriku mengalami sakit yang membuatnya sering merasakan sakit sampai aku sendiri tidak tega melihatnya. "
" Dini . aku menyayangi keduanya tanpa membeda-bedakan , mungkin aku sering menonjolkannya kepada Tara tapi aku juga menyayangi anna. aku tidak pernah memperlihatkannya karena aku tau dia anak yang dewasa , mandiri dan pengertian. sedangkan tara dia memang pintar , cerdas akan tetapi dia tidak bisa membawa dirinya sendiri kepada dunia luar. harus ada aku yang beridiri dibelakangnya. "
lalu handika terduduk di pinggiran ranjang dan mengambil bingkai kecil dimana dia dan dua putrinya memeluknya sewaktu kecil.
" anna sama seperti ibuku yang bebas dan bahagia dengan caranya sendiri. dia anak yang manis dan sangat cantik. aku takut jika dia pergi sendirian dan hidup sendirian diluar sana akan membuatnya kesulitan dan harus bersusah payah untuk hidup. "
air matanya menetes begitu saja dia memang sangat menyayangi anna , hanya saja jika dengan anna dia terlihat segan karena anna orang yang pemberani.
" dan tara juga akan membencinya jika terus seperti sekarang. aku tidak mau kedua anakku saling membenci dan aku tidak mau anna membenciku , aku menyayanginya dini ... dengan menikahkan dia pada bagaskara aku yakin walau bagas terlihat tegas dan serius tapi dia akan terlihat sangat menyayangi anna sorot matanya menunjukkan bahwa dia benar - benar mencinntai anna. "
" kau percaya padaku kan ?"
dini juga bingung sekarang , yang dikatakan suaminya adalah benar. namun disisi lain apakah anna akan bahagia pikirnya.
" Jika mereka dinikahkan apa anna akan bahagia ? " tanya dini.
" aku yakin dengan bagaskara, aku juga tidak ingin anna mendapatkan suami sembarang orang. tidak masalah jika dia merasa sakit diawal tapi akhirnya dia pasti akan jatuh cinta pada bagaskara. "
" kalau begitu , besok bicaralah dengan anna dan berilah pemahaman. dia tidak akan marah dan dia pasti akan merasa senang kalau ayahnya sangat menyayanginya. "
" baiklah aku akan bicara padanya. terima kasih dini , terima kasih telah menerima anakku tara dengan segala sifat nya dan menerimaku sebagai suamimu. " handika memeluk lembut dini , dini hanya tersenyum mendengarnya.
" aku juga berterima kasih padamu , karena dirimu aku melahirkan seorang putri yang baik seperti anna dan memiliki putri lainnya seperti Tara. "
***
" tomiiii !!! " hari ini shandrianna diantar oleh sopir suruhan ayahnya , dia turun dari mobil dan langsung menghampiri tomi yang baru tiba dengan sepedanya.
" wah ! kau kembali seperti semula " ujar tomi.
" kau tau aku hanya punya masalah sehari dan keesokan paginya hanya ada hari yang baru. sepeda siapa ini ? kau meminjam ? " memperhatikan sepeda itu.
" meminjam ? shand kau seharusnya tau walau tampangku seperti ini aku tidak pernah meminjam barang orang lain kecuali dirimu. aku belilah " pamernya.
" oh ya calon istri pak bagaskara , bagaimana kabarmu pagi ini ?" goda tomi.
" hei ! jangan membuat hariku buruk , parkirkan sepedamu aku menungumu disini "
" oke tunggu sebentar "
" shand ayo masuk " teriak tomi.
" ck aku menunggunya disini malah berdiri disana " gerutunya, dia berjalan cepat menuju ke pintu utama perusahaan langkahnya tak bisa berlari karena hielss.
" hati - hati atau kau akan terjatuh " bagaskara lewat sangat dekat dengannya dan tak lupa menyentuh telapak tangannya.
dia berdiri kaku disana , barusana saja dengan santainya bagaskara menyentuhnya. " dia hantu atau zombie " pikirnya.
dia kembali berjalan menuju ke parkiran sepeda , sedangkan bagaskara langsung masuk kedalam perusahaan.
***
didalam ruangannya shandrianna fokus bekerja dengan yang lainnya.
" shandrianna apa kau bisa membantuku ?" tanya Alfian.
" ada apa ?"
" aku harus pergi menemui manager , bisa tidak berikan file ini ke pak bagas ? tolong " lirihnya.
" maaf alfian untuk itu aku tidak bisa " tolaknya dia sedang tidak ingin melihat bagaskara hari ini.
" septi kau bisa ?" tanyanya pada perempuan yang bergaya tomboy.
" sorry aku juga sibuk an " tolaknya.
" tolonglah shan , aku sibuk sekali. "
shandrianna menghela nafas pelan dan menerima berkas " baiklah "
" terima kasih anna kau memang yang terbaik "
tok...tok...tok
tok...tok...tok
" ada tidak ada orang ?" ucapnya .
dia buka pintu itu dan benar saja tidak ada bagaskara ditempat duduknya. dia melangkah masuk untuk menaruh file itu saja setelah itu dia harus pergi.
" Syukurlah dia tidak ada disini " gumamnya.
" Shandrianna "
" ha ? astaga kau mengejutkan aku "
" apa yang sedang kau lakukan di kantor calon suamimu ?"
" calon suami ? ( dia tersenyum miring ) oh ya aku belum memberitahumu , aku meminta ayahku untuk membatalkan lamaranmu. berkas ini milik alfian. "
bagaskara menarik tangan anna dan memeluk pinggangnya " lepaskan aku ! atau aku teriak sekarang juga ! " ancam anna.
" pak nam ! " teriak bagaskara.
" baik pak " dari luar pak nam langsung menutup pintu itu
" hei ! kau sudah tidak waras "
" ah telingaku . benarkah ingin membatalkan lamaran ? paman handika saja tidak menelpon atau mengatakan sesuatu kepadaku. " katanya dengan tatapan tajam.
" aku yakin ayah akan mendengarkanaku " ucap shandrianna dengan yakin.
" kadang kala terlalu yakin itu tidak baik. lihat disana ( menunjuk ke arah kalender dimeja bagaskara ) lingkaran berwarna merah itu akan menjadi tanggal pernikahan kita , dan mulai hari itu ... kau akan jadi milikku. "
shandrianna mendorong bagas lalu mendekati kalender dan mengambilnya.
" Akhir bulan ? "
" ya , 31 Agustus adalah tanggal yang cocok untuk pernikahan kita. malam harinya kita akan melakukan malam pertama dan anak kita akan lahir dibulan juli. "
" tidak waras ! " ucapnya didepan mata bagaskara.
" kau menggodaku ? ketagihan ingin kucium ? jika iya sabar saja , 20 hari lagi kita akan menikah setiap saat aku mau menciummu. "
" aku bisa gila mendengarnya " gumam shandrianna.
" selamat tinggal pak bagaskara Aditya Arif. " dia melambaikan tangannya , namun dicegat lagi oleh bagaskara.
" nanti malam tunggu aku dibassment ikutlah denganmu kesuatu tempat. ayahmu sudah mengizinkannya. "
" tidak mau " ucapnya santai.
" terserah jika kau mau melihat tara sakit karenamu. " jawab bagaskara dengan santai.
" kau ! baiklah aku akan datang "
" baiklah sekarang kau boleh keluar , calon suamimu harus bekerja untuk membayar mahar nanti. takutnya ... jika dirimu tidak pergi , maka aku bisa melakukan malam pertama sekarang. "
" benar , karena wanita cantik sepertiku membuat pria sepertimu tidak tahan "
bagaskara mendekati wajahnya tiba - tiba untuk shandrianna bisa cepat menepisnya. shandrianna tersenyum lebar " anda kurang ahli menipuku pak bagaskara " ledeknya dan pergi dari ruangan itu.
bagaskara menggelengkan kepalanya untuk tingkah shandrianna.
Kau memberikan warna pada hidupku. yang tadinya hanya ada warna abu-abu dan hitam sekarang telah berganti menjadi pelangi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 169 Episodes
Comments