Fay terbiasa bangun pagi, jadi Fay terbangun terlebih dahulu dan langsung memakai pakaiannya. Dia langsung menuju paviliunnya dengan langkah pelan karena area sensitifnya masih sedikit perih.
Fay memandang tubuhnya di cermin.
'Aku sudah melakukannya...lalu apa yang akan kulakukan selanjutnya?', batin Fay.
Ponselnya berbunyi. Robby menelepon, tetapi Fay mengabaikannya. Dia belum ingin berbicara dengan sang kakak.
Pesan dari sang kakak masuk keponselnya.
'Cepat lakukan..aku memberimu waktu sebulan lagi..jika tidak, mereka akan membunuhku Fay..hanya kau satu satunya keluargaku' , kata Robby.
Fay menggenggam erat ponselnya dan memejamkan matanya.
Dia harus memilih. Hidupnya atau kakaknya. Bagaimanapun dia tidak bisa mengabaikan sang kakak.
James terbangun agak siang dan tak melihat Fay diranjangnya.
Lalu James bangun dan langsung menuju kamar mandinya. James bersiap akan ke perusahaan karena akan ada meeting penting hari ini. Rambutnya yang gondrong dan klimis diikat. Memakai setelan jas hitam membuatnya semakin tampan.
James berangkat ke perusahaan dan tidak bertemu dengan Fay.
Fay melihat James dari kejauhan ketikan James memasuki mobilnya.
'Apakah ini cara yang benar?bagaimana jika aku mencintainya?tidak sulit untuk mencintai pria seperti James', batin Fay galau.
💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙
Fay menunggu James ketika jam makan malam tiba. Tetapi yang ditunggu tak kunjung datang. Fay memutuskan untuk makan malam terlebih dahulu.
Setelah makan malam, Fay kembali ke kamarnya. Tak berapa lama, ponselnya berbunyi menandakan ada pesan masuk. Sang kakak mengirim pesan.
'Kaluarlah..aku ada didepan gerbang mansion', kata Robby.
Tentu saja hal itu membuat Fay kaget. Seketika Fay menjadi gugup dan berjalan mondar mandir di kamarnya.
Ponselnya tak henti hentinya berbunyi. Fay tahu jika dirinya bisa dilacak oleh sang kakak, jadi Fay tidak pernah bisa lari dari Robby.
Lalu ada bunyi ketukan di pintunya.
Fay membukanya dengan perlahan, ternyata James yang ada didepannya.
Fay memeluk James.
'Apa yang harus kulakukan', batin Fay.
"Hei ..kau merindukanku?", kata James yang membalas pelukan Fay.
"Besok bereskan pakaianmu..kau akan tinggal di mansion bersamaku", kata James kemudian.
Fay melepaskan pelukannya.
"Jangan memperlakukanku istimewa James..jangan...", kata Fay pelan.
"Aku hanya ingin dekat denganmu..itu saja", kata James.
Lalu James menggandeng tangan Fay dan membawanya ke mansion.
'Apakah dia ingin bercinta lagi?', batin Fay.
"Malam ini kita tidak akan bercinta Fay..aku hanya ingin tidur bersamamu", kata James seakan tahu pikiran Fay.
Fay menunduk malu.
Setibanya di kamarnya, James langsung membersihkan tubuhnya dan mengganti baju.
Fay terlihat memandangi pintu gerbang yang terlihat dari jendela kamar James yang ada di lantai 2.
James keluar dari kamar mandi dan memeluk Fay dari belakang. Kemudian mencium tengkuk leher Fay.
Lalu James mengajak Fay ke ranjangnya dan memeluk Fay dalam tidurnya.
"James..jangan pernah mencintaiku...jangan pernah", bisik Fay ketika James sudah tertidur lelap.
Fay pun akhirnya tertidur. Untuk saat ini dia tidak ingin memikirkan masalah kakaknya.
Fay terbangun dipagi hari seperti biasanya. Ketika akan beranjak dari ranjang, tangannya di dipegang oleh James.
"Mau kemana?", tanya James dengan suara beratnya yang masih mengantuk.
"Aku harus bekerja James", kata Fay.
"Tidak..kau hanya melayaniku mulai saat ini", James menarik tangan Fay dan memeluk kembali tubuhnya.
"Aku suka harum tubuhmu", bisik James.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 59 Episodes
Comments
Firanty Ranty
aku GK habis fikire dech sama Fay
apa sich sebenarnya niat Fay dan kakaknya
iiiiiiiih....aku makin emosi sama kelakuan Fay
2024-07-26
1
Ney Maniez
ada apa
2024-07-06
0
neng ade
kenapa sih Fat ga berkata jujur aja sm James rentang kk nya .. kan malah jadi rumit .. ponsel nya itu harus nya dibuang aja agar kk nya tak bisa melacak nya lagi
2024-07-02
0