Chapter 5 : Ajakan!!

"Bukankah kau tak peduli jadi untuk apa kau disini?? Bukankah kau tak ingin menolongku...!!"

Ragna menjawab dengan nada datar, "Yah, aku berubah pikiran!! Aku akan membantumu tapi aku tak yakin apakah kita berdua mampu menaklukan Burung Api Phoenix..."

Erinka yang masih kesal malah menolak, "Aku tak butuh bantuanmu..."

"Hey, ayolah!!"

"Aku tetap menolak meski kau merengek padaku!! Ini urusanku..."

"Cih, jangan keras kepala seperti itu dong!!" Ucap Ragna yang mengamati dengan sesama kondisi Erinka yang mengalami luka cukup serius pada lengan bagian kanan.

"Pergi saja kau, lelaki hutan payah!! Kau yang telah menolak permintaan wanita tak pantas diberi kesempatan lagi!!"

"Cih, siapa sih yang menciptakan konsep seperti itu? Singkirkan egomu dan berdoalah semoga keberuntuan berada dipihak kita agar kita bisa menumbangkan Sang Phoenix..."

"Karena meski berkerja sama sekalipun kemenangan belum tentu dipihak kita..." ucap Ragna dengan sorot mata tajam penuh keseriusan.

Erinka terdiam sejenak dan perlahan berdiri tegak.

Keduanya berdiri berdampingan menatap Burung Api Phoenix yang perlahan bangkit, "Kwwaak...!!" Makluk itu mengeluarkan suara yang memekikkan telinga, ia terlihat marah karena kedamaian diusik oleh Erinka dan Ragna.

"Waspada...!!!" Teriak Ragna yang melihat Burung Api Phoenix melesat ke arah mereka.

"Aku sudah tau!!" Teriak Erinka dan keduanya berpisah ke samping kanan dan kiri untuk membingungkan Sang Phoenix.

Ragna berteriak dengan lantang, "Kau sembunyi saja..."

"Hah?? Apa maksudmu?? Tentu saja aku tak mau!!" Teriak Erinka yang berada dikejauhan.

"Cih, kau tak mengerti!! Sembunyilah dan menunggu kesempatan datang biarkan akulah yang akan membuka celah untukmu...!!!" Jelas Ragna dengan berteriak.

Erinka sebenarnya semula tak setuju akan rencana Ragna tetapi ia yang sedang terluka tiada pilihan lain selain mempercayakan penaklukan Sang Phoenix pada lelaki yang baru dikenalnya itu.

Gadis bangsawan angkuh itu bersembunyi dibalik batu sementara Ragna memancing Sang Burung Api Phoenix, "Kemari burung puyuh, sialan...!!!" Teriaknya dengan melemparkan sebuah batu.

Meski tak mengerti akan kata-kata Ragna tapi Sang Phoenix seolah-olah menganggapnya sebagai sebuah ancaman, iapun dengan sekali kepakan sayap melesat dan menyerang dengan cakaran-cakaran tajam.

Serangan Sang Phoenix sangat cepat dan brutal tetapi Ragna yang lincah mampu menghindar dengan melompat ke samping kanan.

"Aku yang hidup ditengah-tengah hutan memiliki insting yang tajam karena sering berhadapan dengan binatang buas..."

"Jadi menghindari serang seperti ini bukan masalah yang besar untukku!! Dan pertarungan didalam gua membuat pergerakan Sang Phoenix berkurang, aku sangat diuntungkan..." gumam Ragna dalam hati yang terus menerus menghindar dengan gerakan-gerakan lincahnya.

Erinka yang bersembunyi dibalik sebuah batu dan mengamati memulai merapal mantra sihir penyegelan, "Mantra penyegelannya cukup rumit dan memakan banyak waktu jadi sambil menunggu kesempatan tiba aku akan mulai merapal mantra penyegelan..."

Keduanya saling berkerja sama untuk menaklukan Sang Phoenix, Ragna sebagai umpan dan Erinka sebagai eksekutor akhir yang mempunyai tugas menyegel.

Ragna yang terus menerus menghindar mulai kelelahan tetapi Sang Burung Api Phoenix belum menunjukan tanda-tanda menghentikan serangannya, "Sial...!!"

"Jika terus seperti ini maka aku akan mati..." pikir Rikie yang memberanikan diri berlari ke arah Sang Phoenix dan tanpa pikir panjang memukulnya, "Jbbuuak...!!!"

Burung Api Phoenix itu terlempar dan tubuhnya menembus batu gua yang tajam tapi dengan kemampuan regenerasi ia mulai memulihkan diri.

"Regenerasinya luar biasa..." gumam Ragna yang berlari medekat lalu melesatkan serangan lanjutan dengan menendang bagian leher, "Jbbuuak...!!"

Sang Phoenix terkapar ditanah, Ragna berteriak dengan lantang, "Sekarang saatnya...!!"

"Aku mengerti!!" Teriak Erinka yang berlari dari belakang, iapung meletakan telapak tangan kanannya yang berbalutkan api pada kepala sang Phoenix dan dengan cepat sebuah segel menyebar pada tubuh makluk itu.

"WUUSS..." Dengan kibasan sayapnya, sang Phoenix meronta-ronta dan menghempaskan Erinka, iapun berniat melarikan diri.

Ragna meningkatkan energi dan kegelapan muncul dari kedua kakinya, "Tak akan ku biarkan kau pergi!!!" Lengan-lengan kegelapan muncul dari permukaan tanah lalu mengikat sang Phoenix.

Erinka segera bangkit, "Terima kasih, aku tak akan menyia-nyiakan kesempatan..." ia melompat lalu meletakan telapak tangan kanan pada kepala sang Phoenix lagi.

"HIIAA...!!" Lengan kanan Erinka mengeluarkan kobaran api dan juga muncul sebuah segel, "Kau akan menjadi milikku...!!!"

Sang Phoenix tak menyerah, ia meronta akan tetapi Ragna membantu Erinka dengan mengunci pergerakan burung api legendaris itu, "HIIAA...!!!" Keduanya sama-sama berjuang sekuat tenaga dan perlahan api biru maupun tubuh Sang Burung Api Phoenix itu tersegel pada lengan kanan Erinka.

"Kita berhasil!!" Ucap Ragna yang senang.

"Hah... hah... hah..." Erinka mulai mengatur nafas setelah menyegel tubuh Sang Phoenix, iapun nampak kelelahan akan tetapi usahanya belum berakhir karena Sang Phoenix masih mencoba melawan balik.

"DHUUAARR...!!" Ledakan api biru tercipta disekitar Erinka dan dipunggungnya muncul sayap api berwarna biru,"Ugh...!!"

"ARRGGH...!!!" Keringat bercucuran membasahi wajah dan Erinka meringis kesakitan sambil memegangi bahunya, iapun terlihat kesakitan.

Ragna mendekatinya, "Sial, ini belum berakhir!! Burung api itu masih mau melawan...!!"

"Kurasa tiada pilihan lain..." Ragna meletakan kedua telapak tangannya pada punggung Erinka dan mulai mentransfer energinya pada tubuh gadis bangsawan itu.

"Apa yang kau lakukan?" Tanya Erinka yang kesakitan dengan menoleh ke belakang.

Ragna yang tengah fokus menjawab dengan serius, "Aku mencoba menstabilkan kekuatan sang Phoenix yang ada didalam tubuhmu dengan kekuatanku..."

Erinka terdiam dan merasakan rasa sakit yang luar biasa tetapi secara perlahan energi api biru milik Sang Phoenix perlahan menjadi jinak dan stabil, "Hah... hah... hah..." keduanya mengatur nafas.

"Kita berhasil..."

"Hehehe..." Erinka menoleh ke belakang dengan tersenyum lebar, "Terima kasih telah membantuku menaklukan sang Phoenix..."

"Bruukk..." si gadis bangsawan itupun terjatuh ke tanah tak sadarkan diri karena telah kelelahan dan kehabisan energi.

"Dasar!! Gadis bangsawan angkuh!! Ini pertama kalinya aku melihat senyuman tulus darinya..." ucap Ragna yang agak terkejut mendengar kata terima kasih dari Erinka sebelum ia pingsan.

*****

Erinka untuk kedua kalinya tak sadarkan diri setelah melawan Sang Phoenix tetapi pertarungannya yang kedua ini sangat melegakan karena dia dibantu oleh Ragna dan berhasil menaklukan Burung Api Phoenix itu.

Setelah pingsan selama dua hari gadis bangsawan itu secara perlahan membuka mata, "Dimana aku??" Ia yang terbaring mencoba mengingat-ingat dan akhirnya paham, "Owh, jadi aku diselamatkan lagi olehnya, ya?"

Erinka teringat pertarungannya 2 hari yang lalu melawan Sang Phoenix dan berakhir pingsan.

Ia yang sudah lega menutup matanya kembali akan tetapi Erinka merasa ada yang aneh karena dirinya merasa hembusan angin yang menerpa kulitnya terlalu dingin, "Yang benar saja...!!! Kenapa aku telanjang lagi...!!" Teriaknya secara spontan begitu mengetahui dirinya hanya tidur berbalutkan kain putih.

Ragna yang sedang memasak didapur menjadi terkejut dan berlari mendekati Erinka, "Hey, kau baru saja bangun dan langsung berteriak-teriak tak jelas memang ada apa sih?"

"Kenapa aku telanjang lagi?"

"Yah, itu karena kau berkeringat dan karena tak mau repot saat mengelap keringatmu maka aku melepas pakaianmu..."

"Tapi tenang saja!! Aku sudah mencuci pakaianmu dan menjemurnya..."

"Kau lelaki bejat...!!" Erinka menjadi kesal dan langsung menendang wajah Ragna

*****

Erinka tersadar dan setelah sedikit bertengkar akhirnya keduanya duduk semeja dengan untuk menikmati makanan.

Meski gadis bangsawan tapi Erinka makan dengan rakus, "Aku tak akan berterima kasih padamu meski kau memberikan makanan padaku, kau lelaki bejat jadi pantas dipukul..." ucap Erinka yang masih kesal, "Tapi makanan ini tidak enak..."

Ragna yang bonyak bergumam pelan, "Cih...!! Padahal makannya lahap dan banyak sekali tapi sikapnya masih saja angkuh..."

Erinka yang sibuk makan berkata, "Hmm... kau memiliki kemampuan bertarung yang bagus dan akan sia-sia jika tinggal dihutan..."

"Apa maksudmu?"

"Ya, ikutlah denganku kekota!!" Ucap Erinka yang sibuk makan, "Aku ini serius ingin mengajakmu...!!"

"Hmm... coba ku pikirkan..." jawab Ragna dengan santainya.

Bersambung Ke The Legend Of Ragna Chapter 6 : Meninggalkan Hutan

Terpopuler

Comments

Oi Min

Oi Min

Rikie..... mang Rikie jga ke sini tor???

2022-10-04

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1 : Si Gadis Angkuh
2 Chapter 2 : Lelaki Berambut Putih
3 Chapter 3 : Bantu Aku!!
4 Chapter 4 : Menantang Kembali!!
5 Chapter 5 : Ajakan!!
6 Chapter 6 : Meninggalkan Hutan
7 Chapter 7 : Ke Pelabuhan Dan Berlayar
8 Chapter 8 : Masalah
9 Chapter 9 : Ledakan!!
10 Chapter 10 : Masih Jauh
11 Chapter 11 : Naik Kereta
12 Chapter 12 : Ilusi
13 Chapter 13 : Sekawanan Goblin
14 Chapter 14 : Raja Goblin
15 Chapter 15 : Keturunan Pahlawan
16 Chapter 16 : Selamatkan Kereta Ini!!
17 Chapter 17 : Melaju Semakin Cepat
18 Chapter 18 : Berhenti!!
19 Chapter 19 : Hantaman Keras
20 Chapter 20 : Penyelamat
21 Chapter 21 : Selamat Datang Di White Tiger
22 Chapter 22 : Orang-orang Aneh
23 Chapter 23 : Misi Dalam Pertambangan
24 Chapter 24 : Saingan
25 Chapter 25 : Melawan Minotaur
26 Chapter 26 : Dia Dapat Bicara!!
27 Chapter 27 : Terdesak
28 Chapter 28 : Lemak Atau Otot
29 Chapter 29 : Misi Sukses
30 Chapter 30 : Mari Pulang!!
31 Chapter 31 : Pembagian Bayaran
32 Chapter 32 : Insiden
33 Chapter 33 : Dragon Slayer
34 Chapter 34 : Tragis
35 Chapter 35 : Black Tiger
36 Chapter 36 : Rusuh
37 Chapter 37 : Serang!!
38 Chapter 38 : Petarung Elite
39 Chapter 39 : Kekuatan Phoenix
40 Chapter 40 : Empat Lawan Empat
41 Chapter 41 : Delapan Pedang
42 Chapter 42 : Sihir Air
43 Chapter 43 : Memakan Iblis
44 Chapter 44 : Bersiaplah Untuk Dihajar!!
45 Chapter 45 : Aku Memakan Iblis!!
46 Chapter 46 : Aku Masih Lebih Kuat!!
47 Chapter 47 : Kejahatanmu Tak Bisa Diampuni
48 Chapter 48 : Master Guild
49 Chapter 49 : Pertarungan Antar Master
50 Chapter 50 : Pertarungan Antar Master II
51 Chapter 51 : Pertarungan Antar Master III
52 Chapter 52 : Dewan Sihir
53 Chapter 53 : Julius Nova
54 Chapter 54 : Kesepakatan
55 Chapter 55 : Berlatih
56 Chapter 56 : Misi Gabungan
57 Chapter 57 : Tiga Istri
58 Chapter 58 : Sabertooth
59 Chapter 59 : Guild Besar
60 Chapter 60 : Malam
61 Chapter 61 : Berlayar
62 Chapter 62 : Pasukan Rahasia
63 Chapter 63 : Monster Laut
64 Chapter 64 : Monster Laut II
65 Chapter 65 : Tenggelam
66 Chapter 66 : Terdampar
67 Chapter 67 : Bala Bantuan
68 Chapter 68 : Bala Bantuan II
69 Chapter 69 : Bala Bantuan III
70 Chapter 70 : Bala Bantuan IV
71 Chapter 71 : Bala Bantuan V
72 Chapter 72 : Berkumpul Kembali
73 Chapter 73 : Master Sabertooth
74 Chapter 74 : Master Sabertooth II
75 Chapter 75 : Dia Kembali!!
76 Chapter 76 : Pertarungan Kedua
77 Chapter 77 : Pertarungan Kedua II
78 Chapter 78 : Batalion Bayangan
79 Chapter 79 : Batalion Bayangan II
80 Chapter 80 : Pemimpin Ke-9 dan Ke-8
81 Chapter 81 : Dragon Slayer
82 Chapter 82 : Pertarungan Orang Dewasa
83 Chapter 83 : Pertarungan Orang Dewasa II
84 Chapter 84 : Kematian Pak Tua
85 Chapter 85 : Lari!!
86 Chapter 86 : Kekuatan Phoenix
87 Chapter 87 : Kekuatan Phoenix II
88 Chapter 88 : Perintah
89 Chapter 89 : Hari Yang Cerah
90 Chapter 90 : Pulang!!
91 Chapter 91 : Anggota Guild
92 Chapter 92 : Kami Kembali!!
93 Chapter 93 : Pewaris
94 Chapter 94 : Pewaris II
95 Chapter 95 : Permainan
96 Chapter 96 : Kita Sama
97 Chapter 97 : Mandi Dan Rapi
98 Chapter 98 : Pertarungan Sesama Anggota Guild
99 Chapter 99 : Pertarungan Sesama Anggota Guild II
100 Chapter 100 : Dragon Slayer Lava
101 Chapter 101 : Aku Keturunan Pahlawan
102 Chapter 102 : Terseret
103 Chapter 103 : Imajinasi
104 Chapter 104 : Imajinasi II
105 Chapter 105 : Aku Juga Akan Bertarung!!
106 Chapter 106 : Bangkit
107 Chapter 107 : Kyuubi
108 Chapter 108 : Kyuubi II
109 Chapter 109 : Devil Slayer
110 Chapter 110 : Devil Slayer II
111 Chapter 111 : Tinju Kemenangan
112 Chapter 112 : Bantu Kami!!
113 Chapter 113 : Lisensi Penyihir
114 Chapter 114 : Lisensi Penyihir II
115 Chapter 115 : Mendapatkan Lisensi
116 Chapter 116 : Anak Iblis
117 Chapter 117 : Anak Iblis II
118 Chapter 118 : Siapa Namamu?
119 Chapter 119 : Mereka Lagi!!
120 Chapter 120 : Serahkan Anak Iblis Itu!!
121 Chapter 121 : Pertarungan Ulang
122 Chapter 122 : Pemimpin Baru
123 Chapter 123 : Komandan Pasukan Penyihir
124 Chapter 124 : Mundur
125 Chapter 125 : Aku Akan Menyelamatkannya!!
126 Chapter 126 : Menyusup
127 Chapter 127 : Menyusup II
128 Chapter 128 : Ketemu!!
129 Chapter 129 : Habisi
130 Chapter 130 : Lari
131 Chapter 131 : Aku Sangat Marah!!
132 Chapter 132 : Aku Akan Membunuh Kalian!!
133 Chapter 133 : Empat Lawan Tiga
134 Chapter 134 : Empat Lawan Tiga II
135 Chapter 135: Empat Lawan Tiga III
136 Chapter 136 : Gadis Dengan Regenerasi Super
137 Chapter 137 : Mana Zone
138 Chapter 138 : Kuwalahan
139 Chapter 139 : Sisi Gelap
140 Chapter 140 : Sisi Gelap II
141 Chapter 141 : Iblis
142 Chapter 142 : Sadarlah!!
143 Chapter 143 : Sadarlah!! Bagian 2
144 Chapter 144 : Gencatan Senjata Selesai
145 Chapter 145 : Gencatan Senjata Selesai II
146 Chapter 146 : Sang Waktu
147 Chapter 147 : Sang Waktu II
148 Chapter 148 : Kembali Pulang
149 Chapter 149 : Dragon Slayer Es
150 Chapter 149 : Dragon Slayer Es
151 Chapter 149 : Dragon Slayer Es
152 Chapter 149 : Dragon Slayer Es
153 9
154 9
155 01
156 2
157 3
158 4
159 5
160 6
161 Chapter 149 : Dragon Slayer Es
162 Chapter 149 : Dragon Slayer Es
163 Chapter 149 : Dragon Slayer Es
164 Chapter 149 : Dragon Slayer Es
165 Chapter 150 : Dragon Slayer Es II
166 Chapter 151 : Rekan Sementara
167 Chapter 152 : Rekan Sementara II
168 Chapter 153 : Hajar!!
169 Chapter 154 : Sang Cahaya
170 Chapter 155 : Kejar
171 Chapter 156 : Penyusup
172 Chapter 157 : Penyusup II
173 Chapter 158 : Megalodon
174 Chapter 159 : Penyusupan
175 Chapter 160 : Mari Menyusup
176 Chapter 161 : Sang Hiu
177 2
178 2
179 2
180 3
181 3
182 4
183 5
184 6
185 5
186 6
187 7
188 8
189 9
190 Chapter 161 : Sang Hiu
191 1
Episodes

Updated 191 Episodes

1
Chapter 1 : Si Gadis Angkuh
2
Chapter 2 : Lelaki Berambut Putih
3
Chapter 3 : Bantu Aku!!
4
Chapter 4 : Menantang Kembali!!
5
Chapter 5 : Ajakan!!
6
Chapter 6 : Meninggalkan Hutan
7
Chapter 7 : Ke Pelabuhan Dan Berlayar
8
Chapter 8 : Masalah
9
Chapter 9 : Ledakan!!
10
Chapter 10 : Masih Jauh
11
Chapter 11 : Naik Kereta
12
Chapter 12 : Ilusi
13
Chapter 13 : Sekawanan Goblin
14
Chapter 14 : Raja Goblin
15
Chapter 15 : Keturunan Pahlawan
16
Chapter 16 : Selamatkan Kereta Ini!!
17
Chapter 17 : Melaju Semakin Cepat
18
Chapter 18 : Berhenti!!
19
Chapter 19 : Hantaman Keras
20
Chapter 20 : Penyelamat
21
Chapter 21 : Selamat Datang Di White Tiger
22
Chapter 22 : Orang-orang Aneh
23
Chapter 23 : Misi Dalam Pertambangan
24
Chapter 24 : Saingan
25
Chapter 25 : Melawan Minotaur
26
Chapter 26 : Dia Dapat Bicara!!
27
Chapter 27 : Terdesak
28
Chapter 28 : Lemak Atau Otot
29
Chapter 29 : Misi Sukses
30
Chapter 30 : Mari Pulang!!
31
Chapter 31 : Pembagian Bayaran
32
Chapter 32 : Insiden
33
Chapter 33 : Dragon Slayer
34
Chapter 34 : Tragis
35
Chapter 35 : Black Tiger
36
Chapter 36 : Rusuh
37
Chapter 37 : Serang!!
38
Chapter 38 : Petarung Elite
39
Chapter 39 : Kekuatan Phoenix
40
Chapter 40 : Empat Lawan Empat
41
Chapter 41 : Delapan Pedang
42
Chapter 42 : Sihir Air
43
Chapter 43 : Memakan Iblis
44
Chapter 44 : Bersiaplah Untuk Dihajar!!
45
Chapter 45 : Aku Memakan Iblis!!
46
Chapter 46 : Aku Masih Lebih Kuat!!
47
Chapter 47 : Kejahatanmu Tak Bisa Diampuni
48
Chapter 48 : Master Guild
49
Chapter 49 : Pertarungan Antar Master
50
Chapter 50 : Pertarungan Antar Master II
51
Chapter 51 : Pertarungan Antar Master III
52
Chapter 52 : Dewan Sihir
53
Chapter 53 : Julius Nova
54
Chapter 54 : Kesepakatan
55
Chapter 55 : Berlatih
56
Chapter 56 : Misi Gabungan
57
Chapter 57 : Tiga Istri
58
Chapter 58 : Sabertooth
59
Chapter 59 : Guild Besar
60
Chapter 60 : Malam
61
Chapter 61 : Berlayar
62
Chapter 62 : Pasukan Rahasia
63
Chapter 63 : Monster Laut
64
Chapter 64 : Monster Laut II
65
Chapter 65 : Tenggelam
66
Chapter 66 : Terdampar
67
Chapter 67 : Bala Bantuan
68
Chapter 68 : Bala Bantuan II
69
Chapter 69 : Bala Bantuan III
70
Chapter 70 : Bala Bantuan IV
71
Chapter 71 : Bala Bantuan V
72
Chapter 72 : Berkumpul Kembali
73
Chapter 73 : Master Sabertooth
74
Chapter 74 : Master Sabertooth II
75
Chapter 75 : Dia Kembali!!
76
Chapter 76 : Pertarungan Kedua
77
Chapter 77 : Pertarungan Kedua II
78
Chapter 78 : Batalion Bayangan
79
Chapter 79 : Batalion Bayangan II
80
Chapter 80 : Pemimpin Ke-9 dan Ke-8
81
Chapter 81 : Dragon Slayer
82
Chapter 82 : Pertarungan Orang Dewasa
83
Chapter 83 : Pertarungan Orang Dewasa II
84
Chapter 84 : Kematian Pak Tua
85
Chapter 85 : Lari!!
86
Chapter 86 : Kekuatan Phoenix
87
Chapter 87 : Kekuatan Phoenix II
88
Chapter 88 : Perintah
89
Chapter 89 : Hari Yang Cerah
90
Chapter 90 : Pulang!!
91
Chapter 91 : Anggota Guild
92
Chapter 92 : Kami Kembali!!
93
Chapter 93 : Pewaris
94
Chapter 94 : Pewaris II
95
Chapter 95 : Permainan
96
Chapter 96 : Kita Sama
97
Chapter 97 : Mandi Dan Rapi
98
Chapter 98 : Pertarungan Sesama Anggota Guild
99
Chapter 99 : Pertarungan Sesama Anggota Guild II
100
Chapter 100 : Dragon Slayer Lava
101
Chapter 101 : Aku Keturunan Pahlawan
102
Chapter 102 : Terseret
103
Chapter 103 : Imajinasi
104
Chapter 104 : Imajinasi II
105
Chapter 105 : Aku Juga Akan Bertarung!!
106
Chapter 106 : Bangkit
107
Chapter 107 : Kyuubi
108
Chapter 108 : Kyuubi II
109
Chapter 109 : Devil Slayer
110
Chapter 110 : Devil Slayer II
111
Chapter 111 : Tinju Kemenangan
112
Chapter 112 : Bantu Kami!!
113
Chapter 113 : Lisensi Penyihir
114
Chapter 114 : Lisensi Penyihir II
115
Chapter 115 : Mendapatkan Lisensi
116
Chapter 116 : Anak Iblis
117
Chapter 117 : Anak Iblis II
118
Chapter 118 : Siapa Namamu?
119
Chapter 119 : Mereka Lagi!!
120
Chapter 120 : Serahkan Anak Iblis Itu!!
121
Chapter 121 : Pertarungan Ulang
122
Chapter 122 : Pemimpin Baru
123
Chapter 123 : Komandan Pasukan Penyihir
124
Chapter 124 : Mundur
125
Chapter 125 : Aku Akan Menyelamatkannya!!
126
Chapter 126 : Menyusup
127
Chapter 127 : Menyusup II
128
Chapter 128 : Ketemu!!
129
Chapter 129 : Habisi
130
Chapter 130 : Lari
131
Chapter 131 : Aku Sangat Marah!!
132
Chapter 132 : Aku Akan Membunuh Kalian!!
133
Chapter 133 : Empat Lawan Tiga
134
Chapter 134 : Empat Lawan Tiga II
135
Chapter 135: Empat Lawan Tiga III
136
Chapter 136 : Gadis Dengan Regenerasi Super
137
Chapter 137 : Mana Zone
138
Chapter 138 : Kuwalahan
139
Chapter 139 : Sisi Gelap
140
Chapter 140 : Sisi Gelap II
141
Chapter 141 : Iblis
142
Chapter 142 : Sadarlah!!
143
Chapter 143 : Sadarlah!! Bagian 2
144
Chapter 144 : Gencatan Senjata Selesai
145
Chapter 145 : Gencatan Senjata Selesai II
146
Chapter 146 : Sang Waktu
147
Chapter 147 : Sang Waktu II
148
Chapter 148 : Kembali Pulang
149
Chapter 149 : Dragon Slayer Es
150
Chapter 149 : Dragon Slayer Es
151
Chapter 149 : Dragon Slayer Es
152
Chapter 149 : Dragon Slayer Es
153
9
154
9
155
01
156
2
157
3
158
4
159
5
160
6
161
Chapter 149 : Dragon Slayer Es
162
Chapter 149 : Dragon Slayer Es
163
Chapter 149 : Dragon Slayer Es
164
Chapter 149 : Dragon Slayer Es
165
Chapter 150 : Dragon Slayer Es II
166
Chapter 151 : Rekan Sementara
167
Chapter 152 : Rekan Sementara II
168
Chapter 153 : Hajar!!
169
Chapter 154 : Sang Cahaya
170
Chapter 155 : Kejar
171
Chapter 156 : Penyusup
172
Chapter 157 : Penyusup II
173
Chapter 158 : Megalodon
174
Chapter 159 : Penyusupan
175
Chapter 160 : Mari Menyusup
176
Chapter 161 : Sang Hiu
177
2
178
2
179
2
180
3
181
3
182
4
183
5
184
6
185
5
186
6
187
7
188
8
189
9
190
Chapter 161 : Sang Hiu
191
1

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!