Dijodohkan Dengan Ketos Galak

Dijodohkan Dengan Ketos Galak

eps 1

Nindy pramudita adalah gadis yang ceria, tidak pernah mengeluh namun dia adalah siswi yang selalu bermasalah dan kurang pintar dalam pelajaran, hidup Nindy tidak sebahagia kelihatannya Ibu dan Ayahnya bercerai sejak dia mulai masuk SMA

Bryan Sebastian adalah ketua OSIS yang tegas menghukum tidak pandang bulu siapapun yang salah akan mendapatkan hukuman meskipun itu orang terdekatnya, dia juga pintar dan tampan dari keluarga terpandang slalu di puja di sekolah

Desy ibu Nindy yang sangat menyayangi anaknya rela berkorban demi anaknya asalkan dia bahagia, hidup Desy tidak seberuntung wanita lain dia di cerai setelah suaminya selingkuh dan lebih memilih selingkuhannya kini dia hidup sederhana dengan anak semata wayangnya yaitu Nindy

Tamara wanita licik yang menghalalkan segala cara demi tujuannya, dia adalah selingkuhan suami Desy yang tidak lain adalah ibu tiri Nindy. hubungan mereka tidak pernah akur karena Nindy tidak suka pada Tamara yang menghancurkan keluarganya, begitu pun dengan Tamara tidak suka pada anak tirinya yang menurutnya sangat arogan

Meira satu angkatan dengan Bryan dia ketua OSIS yang suka mengatur, tidak pernah mau di salahkan dia merasa paling cantik dan selalu benar, meira selalu mendekati Bryan meski kadang di abaikan tapi meira tidak pernah menyerah bahkan meira akan melabrak siapa pun yang berani mendekati Bryan

Hendrico teman sekelas Bryan dan Meira yang sangat Menyukai Nindy selalu mendekati Nindy yang membuatnya semakin muak, sama seperti meira dia akan menimbulkan masalah pada orang yang akan mendekati Nindy

Winaa dan dara adalah sahabat Nindy mereka selalu ada satu sama lain saling support dan saling berbagi suka maupun duka

Winaa

si lemot

Dara

si tomboi

...Di siang yang begitu terik 3orang siswi sedang berdiri menghormat ke tiang bendera dengan satu kaki terangkat dan tangan menjewer telinga...

"Ampun deh ini panas ngapa sih GK mendung aja bisa gosong ni kulit gue" ucap Wina yang sudah sempoyongan

"Gue haus banget nih, tuh OSIS masih ada ya?" sahut Dara

" Kayaknya dimasih liatin kita deh, ahaa gue ada ide.." ucap Nindy membisikan sesuatu ke teman temannya

Meira yang melihat mereka berbisik bisik akhirnya menghampiri mereka karena ingin terlihat tegas oleh Bryan Meira selalu turun tangan sendiri menghadapi siswa siswi yang bermasalah.

Meira mencekal lengan Nindy lalu menariknya kebelakang, lalu bbrruukkkk

"Nindy" teriak dua sahabatnya

sontak membuat Bryan dan Reno teman sesama OSIS menoleh, melihat Nindy tergeletak di lapangan Bryan dan Reno berlari menghampiri

" kenapa dia" tanya Bryan

"dia di tarik kak Meira kak" jawab dDara yang diangguki Winaa

"GK kok, beneran aku GK tarik dia aku cuma mau negur mereka karena bisik bisik dari tadi" ucap Meira

"iya tapi GK usah tarik tarik dong kalo terjadi apa apa sama Nindy gimana?" ucap Dara setengah teriak

" GK usah teriak teriak dong Lo mau hukumannya gue tambahin?" Meira tak mau kalah

"udah udah kalian kok malah berantem ayo angkat kasian " ucap Reno

belum sempat mereka menyentuh Nindy tubuhnya sudah diangkat oleh Bryan dan di bawa ke UKS, Bryan menidurkan Nindy memberi minyak kayu putih di kening dan hidung

tidak lama sahabat nya muncul di ikuti Reno dan Meira

"Eemmhh.. gue ada dimana?" ucap Nindy perlahan membuka matanya

"Lo ada di UKS , kenapa Lo bisa pingsan" tanya Bryan

"Gue laper dari pagi belum sarapan terus panas banget gue juga kaget tiba tiba di tarik terus gue gak ingat apa apa lagi" ucap Nindy seraya memijat pelipisnya

" Yaudah sekarang kan udah ada kalian gue mau masuk kelas dulu" ucap Brayn pada Dara dan Winaa

" Iya kak makasih" jawab mereka

Setelah para OSIS keluar di ruangan Nindy berjoget dengan sahabatnya merayakan kemenangannya berhasil mengelabui OSIS

"Yeeesssss, gue bilang apa pasti berhasil" ucap Nindy berbangga diri

" Iya deh iya berkat ide konyol Lo kita jadi bebas hukuman hari ini" ucap Dara

Mereka masuk ke kelas untuk lanjutkan pelajaran berikutnya.

bel istirahat pun berbunyi

" Yuk ah ke kantin udah waktunya istirahat nih" *ajak Winaa

Setelah mereka* ke kantin sekolah semua tempat duduk sudah penuh Nindy dan sahabatnya celingukan mencari tempat duduk kosong sampai ada satu meja siswa sudah selesai Nindy bermaksud untuk duduk di sana tapi baru saja melangkah sebuah kaki menyandungnya dan Nindy pun jatuh dengan makanan yang tumpah kebajunya

"Uupppsss sorry makanya kalo jalan tuh pake mata" kata Meira

"Iihh apaan sih, jahat banget deh. Lo GK apa apakan nin?" ucap Wina seraya membangunkan Nindy

"Itu pelajaran buat orang yang udah kecentilan sama my Bryan, pake acara di gendong segala lagi" ucap Meira

"Sirik aja ya nih Mak lampir kalo orang pingsan mana mungkin jalan sendiri, lagian kita juga udah niat mau angkat Nindy tapi kak Bryan yang duluan. mungkin kak Bryan juga mau pegang tubuh wanita cantik" ucap Wina lalu menjulurkan lidah, Nindy hanya terkekeh melihat 2 sahabatnya membelanya bahkan berani melawan kakak kelas

" Apa Lo hah berani ya Lo lawan gue" ucap meira seraya mendorong tubuh Wina tapi tidak sampai terjatuh karena di tahan oleh Nindy,

Dara yang sedari tadi hanya menonton pun tersulut emosi

byuuurrrrrrr satu mangkuk bakso dan segelas teh manis Dara tuang di kepala meira sontak membuatnya menjerit

"Sialan berani ya Lo sama gue sini Lo" ucap Meira lalu terjadi keributan antara kubu Nindy dan kubu Meira

" Stooppppppp" suara itu menghentikan perkelahian mereka

"Brayn liat nih mereka berani guyur aku pake kuah bakso" ucap Meira pada Brayn dibuat semanja mungkin

"Dia duluan kak yang buat Nindy jatuh sampe luka kena pecahan piring" ucap Dara

"Gak kok mereka yang du...." ucapan Meira terpotong karena Bryan membentak mereka

" Lo kenapa sih gak ada habisnya buat masalah?" tanya Bryan pada Nindy membuat Meira tersenyum puas

"Bukan gue..." ucap Nindy

" Udah diem, Lo juga harusnya Lo jadi contoh yang baik buat adik kelas, Lo berenam ikut gue keruang BK " ucap Bryan yang membuat Meira tadi tersenyum sekarang menunduk lesu

Setibanya di ruang BK orang tua mereka di panggil dan membahas kelakuan buruk mereka terutama Nindy dan temannya.

setelah selesai Desy keluar tanpa bicara sepatah kata pun pada Nindy yang sekarang berada di hadapannya

" Nak tolong bimbing Nindy Ibu sudah tidak sanggup lagi" hanya kata itu yang terucap sebelum Ibunya pergi itu pun berbicara pada Brayn bukan pada Nindy

"Lo udah kenal sama nyokap gue?" tanya Nindy

" Kepo" hanya itu yg di ucapkan brayn lalu pergi

" Diihh manusia pada nyebelin banget sih" ucap nindy menghentak hentakkan. kakinya

Tiba waktunya pulang sekolah Nindy bergegas pulang takut kalau pulang telat karena tadi sudah membuat Onar di sekolah

"Assalamualaikum buuuu Nindy pulang" ucap nindi

beberapa kali nindi mengucap salam dan menggedor pintu tidak ada jawaban dari ibunya.

"Bu buka Bu Nindy pulang" Nindy terus berteriak akhirnya dia memutuskan untuk mengintip ibu di kamarnya karena tidak ada jawaban

betapa terkejutnya Nindy melihat ibunya tergeletak di teras di bawah kasur

"Bu ibu tunggu nindi cari jalan masuk dulu" ucap Nindy panik mencari akal supaya dapat masuk

Nindy melihat jendela kamarnya terbuka di lantai 2 Nindy memutuskan untuk naik perlahan melalui pohon dan melompat ke balkon

" Bu sadar Bu Nindy panggilin dulu dokter ya" ucap Nindy

Setelah dokter memeriksa Ibu Desy dan memberikan resep obat dokter pun pulang tidak lama ibu Desi akhirnya siuman

" Bu ibu GK apa apa kan, apa yang sakit, mana yang sakit bu ?" tanya Nindy

" Tidak ada ini hanya sedikit pusing" jawab Desy seraya membelai wajah anaknya

"'Bu maafin Nindy ya ini semua pasti gara gara Nindy " ucap Nindy seraya tertunduk tidak lama kemudian tetes demi tetes air mata nya jatuh

"Sayang ibu GK apa apa, ibu cuma mau kamu jadi anak yang baik, anak yang penurut, yang pintar jangan seperti Ibu" ucap Ibu memeluk Nindy

Nindy menggeleng dia terus menyeka air matanya, dia merasa bersalah karena selalu menjadi beban untuk ibunya

" GK Bu, ibu adalah ibu terbaik Nindy mau seperti ibu, maafin Nindy bu" ucap Nindy seraya mengangkat wajahnya menatap wajah ibunya

" Ibu mau maafin kamu tapi kamu harus janji mau mendengarkan apapun perkataan ibu jangan membantah dan sekolah yang benar" ucap Desy mencium kening Nindy lalu memeluknya lagi

" Nindy janji Bu" ucap Nindy

"Ya sudah sekarang mandi terus makan" ucap ibu melepas pelukannya

Nindy terus memikirkan perkataan ibunya selalu terbersit penyesalan di hatinya karena kelakuannya selalu merepotkan ibunya

" Semoga aja gue bisa dan GK ada masalah di sekolah, gue mau berubah" tekad Nindy

Waktu menunjukkan pukul 20:00 Nindy baru saja mengerjakan PR nya ini kali pertama setelah perceraian orang tuanya Nindy mengerjakan tugas sekolah.

"Huuhhhh selesai untung jari gue gak keriting banyak banget tugas besok, bodo amat mau salah kek mau bener kek yang penting gue udah ngerjain ini awal yang baik" gumam Nindy seraya tertawa menertawakan dirinya sendiri

Di kediaman Brayn orang tuanya sedang membicarakan perjodohan, Bryan dengan malas mendengarkan orang tuanya sebenarnya Bryan tidak ingin di jodohkan mengingat usianya masih sangat muda

"Bun yah apa ini GK kecepatan aku masih sekolah yah" ucap Bryan

"Memang nak tapi bunda sama ayah ingin membalas kebaikan ibunya yang sudah menyelamatkan nyawa ayah" ucap bunda Brayn

..."Dengar nak ibunya sudah baik dia tidak ingin harta dia hanya ingin anaknya bahagia dia ingin kita menjaga anaknya, jadi bunda mohon setelah perjodohan ini kamu harus janji jaga dia cintai dia, lagian anaknya cantik kok" lanjut bunda...

" Terserah bunda saja aku ngantuk mau tidur" ucap Bryan lalu pergi ke kamarnya tanpa mendengarkan panggilan bundanya

"Brayn..... Brayn...... dasar anak jaman sekarang tidak tau sopan santun" kesal Bunda

Terpopuler

Comments

kak UPe

kak UPe

kak UPe udah masukan fav.. Semangat!!

2022-01-07

5

Ummu Sakha Khalifatul Ulum

Ummu Sakha Khalifatul Ulum

Semangat thor 💪

2021-12-27

3

lihat semua
Episodes
1 eps 1
2 eps 2
3 eps 3
4 eps 4
5 eps 5
6 eps 6
7 eps 7
8 eps 8
9 eps 9
10 eps 10
11 eps 11
12 eps 12
13 eps 13
14 eps 14
15 eps 15
16 eps 16
17 eps 17
18 eps 18
19 eps 19
20 eps 20
21 eps 21
22 eps 22
23 eps 23
24 eps 24
25 eps 25
26 eps 26
27 eps 27
28 eps 28
29 eps 29
30 eps 30
31 eps 31
32 eps 32
33 eps 33
34 eps 34
35 eps 35
36 eps 36
37 eps 37
38 eps 38
39 eps 39
40 eps 40
41 eps 41
42 eps 42
43 eps 43
44 eps 44
45 eps 45
46 eps 46
47 eps 47
48 eps 48
49 eps 49
50 eps 50
51 eps 51
52 eps 52
53 eps 53
54 eps 54
55 eps 55
56 eps 56
57 eps 57
58 eps 58
59 eps 59
60 eps 60
61 eps 61
62 eps 62
63 eps 63
64 eps 64
65 eps 65
66 eps 66
67 eps 67
68 eps 68
69 eps 69
70 eps 70
71 eps 71
72 eps 72
73 eps 73
74 eps 74
75 eps 75
76 eps 76
77 eps 77
78 eps 78
79 eps 79
80 eps 80
81 Pengumuman
82 eps 81
83 eps 82
84 eps 83
85 eps 84
86 eps 85
87 eps 86
88 eps 87
89 eps 88
90 eps 89
91 eps 90
92 eps 91
93 eps 92
94 eps 93
95 eps 94
96 eps 95
97 eps 96
98 eps 97
99 eps 98
100 eps 99
101 eps 100
102 eps 101
103 Eps 102
104 eps 103
105 eps 104
106 105
107 eps 106
108 107
109 eps 108
110 109
111 110
112 111
113 eps 112
114 eps 113
115 eps 114
116 115
117 eps 116 (END)
118 giveaway
Episodes

Updated 118 Episodes

1
eps 1
2
eps 2
3
eps 3
4
eps 4
5
eps 5
6
eps 6
7
eps 7
8
eps 8
9
eps 9
10
eps 10
11
eps 11
12
eps 12
13
eps 13
14
eps 14
15
eps 15
16
eps 16
17
eps 17
18
eps 18
19
eps 19
20
eps 20
21
eps 21
22
eps 22
23
eps 23
24
eps 24
25
eps 25
26
eps 26
27
eps 27
28
eps 28
29
eps 29
30
eps 30
31
eps 31
32
eps 32
33
eps 33
34
eps 34
35
eps 35
36
eps 36
37
eps 37
38
eps 38
39
eps 39
40
eps 40
41
eps 41
42
eps 42
43
eps 43
44
eps 44
45
eps 45
46
eps 46
47
eps 47
48
eps 48
49
eps 49
50
eps 50
51
eps 51
52
eps 52
53
eps 53
54
eps 54
55
eps 55
56
eps 56
57
eps 57
58
eps 58
59
eps 59
60
eps 60
61
eps 61
62
eps 62
63
eps 63
64
eps 64
65
eps 65
66
eps 66
67
eps 67
68
eps 68
69
eps 69
70
eps 70
71
eps 71
72
eps 72
73
eps 73
74
eps 74
75
eps 75
76
eps 76
77
eps 77
78
eps 78
79
eps 79
80
eps 80
81
Pengumuman
82
eps 81
83
eps 82
84
eps 83
85
eps 84
86
eps 85
87
eps 86
88
eps 87
89
eps 88
90
eps 89
91
eps 90
92
eps 91
93
eps 92
94
eps 93
95
eps 94
96
eps 95
97
eps 96
98
eps 97
99
eps 98
100
eps 99
101
eps 100
102
eps 101
103
Eps 102
104
eps 103
105
eps 104
106
105
107
eps 106
108
107
109
eps 108
110
109
111
110
112
111
113
eps 112
114
eps 113
115
eps 114
116
115
117
eps 116 (END)
118
giveaway

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!