The Return Of The Princess
Setelah melihat Avrora menodongkan sabitnya kearah Raja dan mendengar Avrora akan membunuhnya, semua orang terkejut mereka terdiam seperti patung, mereka semua seolah tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.
Pangeran Leon terlihat sangat shock, setelah melihat Avrora ingin membunuh Ayahnya.
"Avrora kamu!. .kenapa melakukan itu?"
Pangeran Leon langsung berteriak.
"Ada apa denganmu Avrora!? Apa maksudnya kau memagilnya ayah? Kenapa kamu ingin membunuh Ayahku?"
Aku langsung menengok kearah pangeran Leon dan menjawab pertanyaan dengan nada tinggi sembari melotot.
"Diamlah dulu pangeran!"
Aku kembali menatap Raja dengan tatapan dingin, Aku ingin segera memberi pelajaran pada orang yang ingin membunuhku.
Raja Aldric terlihat sangat ketakutan dan gemetaran.
"Si~siapa kamu sebenarnya? Kenapa ingin membunuhku?
Aku langsung menjawabnya dengan senyum jahat.
"Ara-ara, kenapa kau ketakutan begitu ayahanda? apa kamu tidak mengingat putrimu ini, 16th yang lalu, saat Aku masih bayi bukanya kau menyuruh prajurit untuk membunuhku dan membuangku dihutan! bukan kah begitu Ayahanda.
Raja Aldric langsung terkejut setelah mendengar penjelasan Avrora.
"Kamu? ini tidak mungkin, kenapa kau masih hidup? Apa kau benar-benar putriku?"
Ratu yang mendengar perkataan Avrora, dia langsung menangis tersedu-sedu sembari menutup mulutnya.
"Putriku! masih hidup! Aku sungguh tidak menyangka putriku masih hidup, terima kasih tuhan,"
Aku kembali menggeretak Ayahku.
"Heee kenapa terkejut begitu Ayahanda, Aku hidup berkat orang tua angkatku, walau mereka bukan orang tua kandungku, tapi mereka selalu menyayangiku, tidak sepertimu yang tega membunuh putrimu sendiri,"
Aku langsung meninggikan suaraku.
"Dasar pembunuh! Kenapa Ayah begitu kejam padaku, apa Ayah takut padaku karena dimasa depan Aku akan membunuhmu? sungguh konyol! karena alasan konyol itu kau sampai tega melakukan hal sekeji ini pada putrimu sendiri, kau memang orang jahat Ayah! faktanya setelah kau menyingkirkanku pun kau tidak bisa lepas dari takdir itu, bukanya Ayah akan tetap mati ditangan Anakmu sendiri, kalau aku tidak datang Ayah pasti sudah mati ditangan Pangeran Loki, bukankah begitu? Dan takdir itu tidak akan berubah, nyatanya sekarang kau akan tetap mati ditanganku! Ayahanda!"
Raja Aldric langsung menundukan kepalanya, dia sangat sedih dan terlihat penyesalan diwajahnya.
"Aku menyesal putriku, sudah lama sekali Ayah menyesali perbuatan Ayah padamu, Aku juga membuat ibumu selalu bersedih maafkan Ayahmu ini putriku, Aku tau Ayah telah membuat dosa besar, telah membuangmu dan menyuruh prajurit untuk membunuhmu, itu adalah kesalahan terbesar Ayah, tapi! tolong maafkan Ayah putriku, dan sebagai hukuman, silakan penggal kepalaku putriku, Ayah sudah siap mati, untuk menebus dosa-dosaku,"
Raja Aldric menunjukan senyuman diwajahnya, dia memejamkan matanya dan sudah siap untuk mati.
Pangeran Leon yang mendengarkan cerita itu langsung terdiam dia terlihat sangat kecewa, sosok Ayah yang selama ini ia kagumi, teryata telah melakukan perbuatan sekeji itu pada anaknya sendiri.
"Aku tidak menyagka Ayah akan malakukan hal serendah itu, dia telah membohongiku kalau adiku mati saat dilahirkan, dan Avrora dia? sebenarnya adalah adiku, adik kadungku, kenapa ini semua bisa terjadi!"
Aku langsung menggerakan tanganku, Aku bersiap untuk memeggal Ayahku dengan sabitku.
"Saaa, matilahh dasar pembunuhhhh!"
Saat sabit itu hendak mengenai leher Ayahku, entah kenapa Aku menghentikan tanganku.
Ayah membuka matanya kembali.
"Kenapa putriku? Cepat penggal Ayahmu, kenapa berhenti?"
Etah kenapa Aku berhenti menggerakan tanganku.
"Kenapa? kenapa aku berhenti, kenapa Aku tidak bisa membunuh Ayahku,"
Aku langsung beteriak
"Sialaannnn!!"
Aku melempar senjataku.
Raja Akdric yang melihat Avrora membuang senjatanya dia terlihat bingung.
"Ada apa putriku, kenapa kau membuang senjatamu?"
Aku langsung membentak Ayahku.
"Berisikkkk!!! Karena Aku bukanlah orang sepertimu yang selalu berfikir pendek Ayah! karena Aku tidak mau membuat Pangeran Leon dan ibuku bersedih karena kematianmu, walau Aku tidak jadi membunuhmu jangan pikir aku telah memaafkanmu, Aku tetap membencimu Ayah!"
Ratu Eilaria langsung berlari memeluku.
"Putriku, apa kau benar-benar putriku?"
Ratu Eilaria langsung memegang wajahku dengan kedua tanganya.
"Mata biru ini, dengan rambut hitam kebiruan tidak salah lagi kamu memang putriku," Ratu kembali mendekapku.
Aku juga langsung membalas dekapanya.
"Aku kembali ibunda!" Aku langsung menagis bahagia.
Pangeran Leon langsung melangkahkan kakinya berlahan mendekati Avrora yang sedang berpelukan.
"Aku tidak menduganya, kalau selama ini wanita yang kucintai adalah Adiku sendiri."
Aku melihat Pangeran Leon yang berjalan mendekat, Aku langsung melepaskan pelukan Ibu dan melihat pangeran Leon.
"Aku kembali Onichan, ehehhe," Aku langsung tersenyum manis pada kakaku.
Pangeran Leon Langsung memeluku dengan erat.
"Selamat datang kembali Adiku," Pangeran pun menangis.
"Aku tidak tau, apakah Aku senang atau sedih, tapi aku senang melihat Adiku kembali,"
Liza, Alden dan Zen Langsung menghampiri Avrora, dan pangeran Leon, mereka juga sangat terkejut.
"Avrora! Aku tidak menduganya kamu juga sebenarnarnya seorang putri, pasti kamu sudah banyak melewati hal-hal buruk, kamu gadis yang kuat Avrora!" tutur Liza.
Pangeran Alden pun tersenyum.
"Aku juga kaget Avrora! tapi bagus lahh, kamu sudah kembali pada keluargamu, Aku turut senang melihatnya hehehe,"
"Avrora chan, ini mengejutkan, kau sebenarnya seorang putri,"
Pangeran Zen langsung memegang tangan Avrora.
"Aku akan melamarmu,"
Aku terkejut setelah mendengar perkataan Zen.
"Ehhhhhhh,"
Aku langsung malu dan membentak Pangeran Zen.
"Mana sudi bodohhh!"
Semuanya pun tertawa.
Tiba-tiba Ayahku datang dan bersujud kepadaku.
"Putriku, sekali lagi tolong maafkan Ayah, untuk menebus kesalahaanku, izinkan Ayah untuk mengenalkanmu pada publik, kalau putriku telah kembali."
Aku terkejut Ayah tiba-tiba bersujid begitu, Aku juga tidak peduli, Aku masih membencinya, Aku langsung menjawab dengan judes.
"Terserah Ayah saja, tapi Aku masih tetap membencimu,"
"Aku tidak keberatan kamu membenciku putriku, tapi mulai sekarang Ayah akan memperlakukanmu sebagai putriku, walau kamu tetap mbenciku," jelas Raja.
"Hmppph," Aku pun langsung mengembungkan pipiku.
Setelah itu Pangeran Loki langsung dihukum dia dibawa kepenjara.
Setelah semuanya terungkap Akhirnya sekarang Aku resmi menjadi seorang putri, Aku langsung diberi kamar besar, Aku pun langsung tengkurap dikasur.
"Huaaaaa, ini sangat empuk sekali bahkan lebih empuk dari kasur pangeran Alden, Are? Kenapa Aku selalu membahas kasur, Aku jadi seperti tukang kasur saja!"
Aku langsung tersenyum.
Biarlah. .Hip. .hip. .oi. .hip. .hip. .oi. .Akhirnya Aku bisa memiliki kamar seindah ini sendiri, apa Aku sedang bermimpi, coba aku akan mencubit pipiku,"
Aku langsung mencubit pipiku, "Itaaaaa, ini beneran ehehe,"
Saat Aku sedang duduk dikursi tiba-tiba ibuku datang dengan membawa para maid, Ibuku menyuruh maid-maid itu untuk memandikanku dan meriasku.
Aku langsung terkejut.
"Ehhhh, Apa-apa ini!"
Aku langsung bilang pada ibuku.
"Aku tidak mau dimandikan dan dirias Aku bisa sendiri ibunda,"
Ibuku langsung memasang wajah serius.
"Sudah menurut saja, kamu seorang Putri sekarang jadi biarkan para maid yang memandikanmu, dan mengurusmu,"
Akupun pasarah, "Baiklah ibunda,"
Aku langsung dibawa kekamar mandi, kamar madinya terlihat sangat besar.
"Ini sih seperti bukan kamar mandi saja,"
Airnya banyak bunga-bunga, baunya sangat harum.
"Ahhh ini seperti disurga,"
Aku langsung dimandikan, ada yang menggosok punggungku, ada yang menggosok kuku, dan ada juga yang menyetuh dadaku, ini memalukan, saat meraka mebersihkan dadaku dengan sabun, Aku jadi merasa geli, Aku jadi mengeluarkan suara aneh.
"Kyahhhhhh," ini memalukan.
Setelah selesai mandi mereka langsung meriasku, memakaikanku gaun yang berwarna putih biru.
"ini sangat merepotkan,"
"Aku capek!"
Setelah tigapuluh menit meriasku akhirnya selesai juga.
"Hime sama, sudah selesai, kami permisi dulu," kata maid itu.
Aku pun tersenyum," Baiklah, terimakasih," batinku pun berkata lain, "Sudah sanah cepat pergi saja,"
Para maid Akhirnya pergi, Aku langsung berdiri.
"Dasar! mereka itu bikin repot saja,"
Aku langsung bercermin.
Aku kaget melihat perubahan diriku sendiri sendiri.
"Are? Apa ini Aku? kenapa aku jadi cantik begini,"
Salah satu maid datang.
"Hime sama, Ratu dan yang lainya sudah menunggu Anda untuk makan malam, Aku akan mengantarmu keruang makan Putri,"
"Baiklah kalau begitu,"
Aku langsung pergi keruang makan, disana semuanya sudah berkumpul, Ada Liza, Alden dan Zen, karena ibu mengudang mereka semua untuk makan malam.
Ibuku langsung menyambutku.
"Akhirnya Putriku yang cantik sudah datang,"
Saat Aku datang entah kenapa mereka bengong menatapku.
Pangeran Alden langsung terpesona dengan penampilan baru Avrora.
"Kenapa kamu jadi terlihat sangat cantik Avrora?"
Pangeran Zen juga langsung dibuat klepek-kelek setelah melihat penampilan baru Avrora.
"Kamu sangat cantik Avrora, Aku rela meningalkan semua wanitaku demi mendapatkanmu Avrora,"
Wajah pangeran Leon langsung memerah setelah melihat penampilan baru Avrora, pangeran Leon langsung menutup mulutnya dengan tanganya.
"Kamu begitu cantik Avrora, kenapa kamu harus menjadi Adiku?"
Liza langsung berdiri.
"Huaaa, kamu berubah begitu cantik Avrora! seperti bukan kamu saja,"
Aku cuma bisa tersenyum kaku melihat mereka.
"Sialan malu banget,"
"Ahahaha,ahaha,ahaha,"
"Merepotkan," (눈‸눈),"
Bersambung. .
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 102 Episodes
Comments
SweetiePancake
Yosuga no Avrora/Drool/
2024-03-15
0
Tika ikkha
heeee
2023-10-25
1
Cleydra
udh ketebak siscon dia ini nantinya
2023-06-18
0