Ujian Masuk Akademi
Hari ini,aku sedang bersiap-siap untuk pergi ke Knight Akademi, aku cuma memakai pakaian biasaku baju berwarna biru putih dan rok hitam.
Knight Akademi terletak ditengah-tengah lima kerajaan besar, Neverland, Zoyaland,Underand, Rondland dan Valderland.
Lima kerajaan menjalin hubungan kerjasama untuk mendirikan Knight Akademi, bertujuan untuk melatih para calon pahlawan, jadi siapa pemilik Knight akademi, ya kelima negara itu.
Aku pun sudah selesai bersiap-siap, aku harus membawa beberapa bajuku, karena mulai sekarang, akan tinggal di akademi, tunggu, tunggu, tunggu, tapi kalau diterima, dari yang aku dengar, Knight Akademi, cuma menerima siswa yang berbakat, tiap murid baru akan diuji kelayakanya, apakah aku layak wakanai?
"Yosh! Aku sudah siap."
"Brakkk,"
Tiba-tiba Alice datang dan langsung memeluku.
"Onechan, kamu mau kemana? apa kamu ingin pergi, jangan tinggalkan aku, onechan,"
"Ehhhhh, Alice! ini akan merepotkan."
"Alice chan, kakak tidak pergi meninggalkanmu kok, kakak cuma ingin bersekolah, jadi bisakah kamu membiarkan kakak pergi?"
"Tidak, pokoknya kakak jangan pergi,"
"Ehhh bagaimana ini."
"Avrora chan! Kenapa kamu lama sekali ayo berangkat,"
Aku mendengar ayah memanggiku, ayah pun langsung pergi kekamarku, dan melihat Alice sedang memeluku.
"E~eto, apa yang terjadi?"
"Ahaha, Ayah lihat sendiri kan Alice tidak mau melepaskanku,"
Ayahku berusaha membujuk Alice.
"Nee Alice chan, kakamu akan sekolah di Akademi, dia tidak akan meninggalkanmu, saat libur nanti pasti kakakmu akan pulang, jadi biarkan kakamu pergi,"
Alice langsung melepaskan pelukanya dan menatapku dengan mata yang berkaca-kaca.
"Benarkah itu onechan, nanti kakak akan pulang kan?"
"Aku jadi tidak tega meninggalkanya,yaa tapi mau bagaimana lagi, maafkan Aku Alice chan!"
"Tenang saja, kakak pasti akan pulang, Alice chan,"
Alice pun tersenyum, "Baiklah onechan,"
"Yosh! Anak baik!" Aku langsung mengelus-elus rambut Alice.
"Kalau begitu, ayo kita berangkat Avrora chan," tegas Ayah.
"Baiklah Ayah,"
Ibuku langsung memeluku dengan erat.
"Jaga dirimu baik-baik disana Avrora chan, jangan lupa makan yang cukup, jangan lupa istirahat, jangan memaksakan diri,"
Aku sangat terharu ibu begitu perhatian kepadaku, dia sangat menyayangiku, aku pun tidak bisa membendung air mataku,aku langsung membalas pelukanya dengan erat.
"Terimakasih Bu!"
Setelah itu aku pun berangkat, Aku langsung membuka portal ruang dan waktu.
"Aku berangkat, Bu, Alice chan," Aku langsung melaimbaikan tanganku.
"Selamat jalan," Ibu dan Alice langsung membalas melaimbaikan tangangya,
Aku dan ayah pun berangkat.
Aku sengaja membuka portal dihutan didekat Akademi, supaya tidak terlihat orang.Aku dan ayah tinggal jalan kaki sedikit dan sampailah dijalan menuju Knight Akademi.
Jalanya terlihat sangat ramai, karena ini adalah tahun ajaran baru, banyak kereta kuda berlalu lalang, mereka semua adalah anak bangsawan.
Are! kenapa hanya aku yang berjalan kaki, mungkinkah, aku satu-satunya rakyat jelata yang bersekolah disini, wakanai?
Dan tibalah aku di Knight Akademi.
"Huaaaa, apa ini Knight Akademi,"
Hal yang pertama kulihat disini adalah patung besar pahlawan yang ada didepan sekolah.
Akademi ini sangat luas dengan bagunan bergaya barat classic, terlihat bagus dan elegan.
Suasana disini sangat ramai, pakaian semua orang terlihat sangat mewah, aku tidak terkejut sih, karena mereka semua itu anak bangsawan, yang bikin ku terkejut adalah, Kenapa aku cuma sendirian yang rakyat jelata disini! aku pikir setelah sampai disini aku bisa melihat, satu atau dua orang yang sama sepertiku,tapi itu memamg mustahil, merepotkan.
"Baiklah Avrora chan, ayah akan mengurus pendaftaranmu dulu jaa,"
Ayah langsung pergi untuk mengurus pendaftaran,apa yang harus aku lakukan disini, "Baiklah aku akan berkeliling untuk melihat sekolah."
"E~eto," Aku melihat orang-orang sedang menatapku.
"Kenapa mereka semua menatapku, apa ada yang aneh denganku, sudah pasti ini aneh kan, pakaainku saja sudah kelihatan aneh, apa aku sapa saja mereka, baiklah aku akan menyapanya."
"Se~selamat pagi!" Aku menyapa mereka dengan gugup.
Mereka semua langsung mengerucutkan mulutnya dan membuang muka.
"Ehhh apa-apaan sikap mereka itu, dasar menyebalkan, bodo ahh, aku juga tidak perduli."
Terlihat kereta kuda baru berhenti, kereta itu tetlihat mewah berbeda dari kereta kuda yang lainya, berlambang kerajaan Neverland.
"Kereta itu! Mungkinkah?"
Terlihat pangeran tampan tinggi, berambut hitam dengan mata yang berwarna biru, disampingnya berdiri wanita berambut hitam panjang terdapat mahkota dikepalanya.
Aku terkejut dan langsung terdiam seperti patung.
"Ibunda?"
Ternyata dia adalah ibu kandungku, aku sangat senang melihat beliau sehat-sehat saja, aku langsung teringat kejadian di malam itu, terahir kali aku melihatnya beliau sedang menagis karena aku dibawa pergi oleh prajurit Kerajaan,sukurlah Beliau sekarang terlihat bahagia.
"Are kenapa tiba-tiba air mataku keluar sendiri, apa aku menangis?" Aku langsung mengelap Air mataku dengan pergelangan tanganku.
Ratu Eilaria sedang mengatarkan anak keduanya yaitu pangeran Leon, yang akan bersekolah di Knight Akademi.
Ratu pun turun dari Kereta ia berjakan dengan pangeran Leon dan melihat gadis yang sedang menagis dan mengelap Air matanya dengan tanganya dia berhenti sejenak dan melihatnya.
"Ada apa Ibunda," tanya pangeran Leon.
"Ah tidak apa-apa, ayo kita jalan,"
Ratu pun kembali berjalan.
Aku melihat Ratu dan Pangeran yang sedang berjalan dari belakang.
"Pangeran itu mungkinkah dia adiku, itu tidak mungkin, usianya terlihat sama tapi dia seperti lebih tua dariku, apa mungkin dia adalah kakaku, aku pernah mendengar saat aku dilahirkan kalau aku ini anak ketiga, berarti aku punya kakak dong?"
Terlihat kereta kuda dari kerajaan lain berdatangan.
"Ehhh,ada yang datang lagi, lebih baik aku pergi saja, disini terlalu ramai."
Aku pun jongkok di tempat sepi sembari mainan rumput, kenapa aku mainan rumput, karena aku bingung mau ngapain.
Setelah beberpa menit ayahku pun kembali, dia terlihat mencari-cariku, aku yang melihat ayahku sedang mecariku, aku langsung menemuinya.
"Ayah bagaimana pendaftaranku,"
Ayahku terlihat berkeringat dan tersenyum kaku.
"Ahaha, ayah sedikit kesulitan sih, tadi hampir diusir oleh petugas karena mereka tidak percaya dengan ayah, tapi ayah langsung mengeluarkan uang pembayaranya mereka baru percaya,"
Aku langsung kesal ketika mendengar itu dari ayahku, "mentang-mentang kami rakyat jelata mereka jadi bersikap seenaknya saja, Sialan!"
Tiba-tiba terdengar pengumuman.
Pengumuman itu diberikan untuk semua calon murid baru untuk segera berkumpul, karena akan segera dilakukan pemeriksaan sihir.
Orang yang mempunyai elemen sihir, akan ditempatkan dikelas Sihir, Sedangkan orang yang tidak mempunyai Elemem sihir akan ditempatkan di kelas Non sihir.
Perbedaan kelas Sihir dan Non sihir terletak pada materi pembelajaranya, Untuk kelas sihir mereka akan diberi pembelajaran untuk mengendalikan sihir dan memperkuat sihir, mereka juga di latih untuk bisa menggunakan pedang.
Sedangkan kelas Non sihir mereka akan diberi pembelajaran yang berfokus pada penggunaan senjata, seperti pedang, panah, tombak, gada dan belati, mereka juga diberikan materi untuk memperkuat fisik mereka.
Aku pun segera berkumpul di lapangan.
"Ayag, aku pergi dulu ya,"
"Baiklah, Ayah juga akan pulang, semangat ya! Avrora chan," Ayah pun tersenyum.
"Hai,terimakasih Ayah! jaa," Aku pun berlari sembari melambaikan tanganku.
Aku melihat anak-anak sudah berkumpul dan mengantri untuk pemeriksaan sihir, ada tiga tempat pemeriksaan, aku pun memilih yang paling dekat.
Aku langsung segera ikut mengatri, aku melihat antrian disebelah, ada pria berambut merah panjang,dia seorang pangeran, sedang berbicara dengan nada songong, dia menyingkirkan anak yang mengatri di depanya dengan paksa.
"Siapa pangeran itu, sombong sekali memang berapa Lv nya, biar aku lihat dengan skil penilaian berpa Lv nya."
"Brakkkkkk,"
"Itaaaaaaaaa,"
Tiba-tiba ada laki-laki yang mendorongku dari belakang, aku pun terjatuh.
"Dasar rakyat jelata, kenapa orang sepertimu bisa masuk kesini, sanah pidah kebelakang saja,apa ingin menjadi pelayanku, kamu manis juga, hahahah,"
"Cih! Orang itu bikin kesal saja, merepotkan, aku harus sabar, aku tidak boleh membuat keributan di hari pertama, biarlah."
Aku pun mengelap bokongku yang kotor dengan tanganku dan pidah kebelakang tanpa berkata apapun.
"Are! Kemana tadi pangeran itu, ahh sudahlah."
Setelah lama mengantri tinggal satu orang lagi didepanku, aku jadi sangat berdebar-debar, "Semoga saja skill Fake bisa diadalkan."
Tiba saatnya aku diperiksa.
Petugas itu memeriksaku dengan kasar.
"Dasar rakyat jelata, cepat sentuh bola kristal ini,orang sepertimu, tidak mungkin mempunyai sihir,"
"Orang ini bikin kesal saja." Aku langsung menyetuh bolanya.
Bola itu menyala berwarna biru, tandaya kalau aku mempunyai Eleman Air.
Petugas laki-laki itu dan anak-anak yang melihatku langsung terkejut melihat rakyat jelata sepertiku mempunyai Elemen sihir.
"Kenapa rakyat jelata sepertimu mempunyai Elemen air, sudah sanah lanjut kepengetesan sihir," kata petugas itu dengan judes.
"Baiklah,"
"Dasar! galak sekali, padahal ke anak yang lainya biasa saja."
Aku langsung pidah ketahap dua, pengetesan sihir.
"Ehhhhh, harus antri lagi ya merepotkan,"
Setelah mengatri beberapa menit tiba saatnya aku melakulan pengetesan, aku disuruh mengelurkan sihir air untuk membidik papan kayu yang berbentuk orang yang diberi tanda lingkar hitam.
Aku melihat banyak yang tidak mengenai,ada beberapa yang mengenai tapi tidak terlalu banyak, mungkin sihir mereka masih terlalu lemah, aku harus menahan sihirku supaya tidak terlalu kuat, keluarkan energi seperlunya saja kalau begitu yosh!
"Water shooottt,"
"Brakkkk," papan itu hancur.
"Ehhhhhh,apa-apaan itu? kenapa bisa hancur padahal aku cuma mengeluarkan sedikit energi."
"Wooooooo," Anak-anak terlihat terkejut melihat sihirku.
Petugas wanita itu pun memperhatikan Avrora, "Anak ini, kenapa bisa mempunyai sihir sehebat ini, siapa dia sebenarnya?"
"Are! Apa aku sudah berlebihan ya?"
Petugas wanita itu langsung menghapiriku dan tersenyum kepadaku.
"Kamu hebat, nona, kamu lulus!"
"Terimakasih," Aku langsung membalas senyumanya.
"Teryata ada petugas yang baik juga ya ehehhe."
"Wooooo,"
Terdengar sorak-sorak ramai, disebelahku, aku langsung kesana untuk melihatnya,
Terlihat wanita berambut hitam panjang terikat, dengan warna mata yang berbeda, dia adalah seorang putri, dengan sihir Es nya mampu menghacurkan papan itu siapa dia?
"Ehhh keren,dia sangat hebat,aku penasaran berapa Lv nya, yosh! aku akan lihat statusnya.
Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 102 Episodes
Comments
SweetiePancake
Tolkonland, Mekieland
2024-03-15
0
Luminaeru
Tunggu kok yang kotor bagian belakangnya? kan dia jatuh ke depan.
2024-02-01
0
leona
gd nama belakang kah thor?
2022-10-02
0