...Latihan...
...------------------------------------------...
Pagi ini Aku sedang sarapan bersama Ayah dan Ibuku, Ibuku memasak banyak sekali makanan hari ini, karena kemarin Ayahku mengalahkan banyak Monster dan mendapat banyak uang dari penjulan material.
Aku bertanya pada Ayahku.
"Ayah! apa hari ini Ayah akan pergi ke Labirin lagi?"
"Tidak Avrora-chan, hari ini Ayah akan di Rumah, kenapa?" jawab Dart sembari mengunyah daging yang baru ia makan.
"Benarkah? Ayah tolong ajari Aku latihan pedang sekarang, Aku ingin menjadi petualang sepeti Ayah."
Aku berfikir mumpung ayahku di Rumah, Aku ingin belajar pedang darinya.
Dart terkejut mendengar pertanyaan Avrora.
"Jangan! apa kamu yakin Avrora-chan? itu berbahaya!"
Ibu memasang wajah serius, "Benar apa yang dikatakan Ayahmu Avrora-chan, menjadi petualang itu berbahaya!"
Mendengar perkataan mereka Aku jadi sedih dan merasa kecewa.
"Begitu ya! jadi tidak boleh ya?"
Orang tuaku melarangku untuk menjadi petualang, Aku tau mereka sangat menghawatirkanku, tapi Aku ingin latihan pedang.
"Pokoknya! Latihlah Aku sekarang Ayah, kumohon!"
Aku pun memohon pada Ayaku sembari menempelkan kedua tanganku.
Ayahku terlihat berfikir, melihat Aku yang bersikeras meminta latihan, Ayahku menjadi tidak tega dan mengijinkanya.
"Baiklah Avrora-chan, kalau kamu memang bersikeras meminta latihan, ayo kita latihan!"
"Tapi sayang!" kata Ibu cemas.
Ayah tersenyum mencoba menenangkan Livy.
"Tenang saja Istriku, Aku hanya ingin menghibur Avrora-chan!"
Aku pun sangat senang mendengarnya.
"Yataaaaaa! Kalau begitu ayo Ayah kita latihan! Ehehe," Aku tersenyum manis pada Ayahku.
Latihanku pun dimulai, Ayahku memberikan pedang kayu kepadaku.
"Kuda-kudamu itu salah Avrora-chan, lihat dan perhatikan Ayah,"
Aku pun mulai memperhatikan Ayahku.
"Begitu ya!"
Aku pun meniru gerakan Ayahku.
"Tanganmu masih kaku Avrora-chan!"
"Baiklah, Aku mengerti Ayah!"
Waktu terus berjalan dan akhirnya setiap Ayah di Rumah, Aku selalu latihan dengan Ayahku dan tak terasa sudah dua tahun berlalu.
Waktu berjalan begitu cepat umurku sekarang sudah lima tahun, setelah dua tahun berlatih dengan Ayahku, akhirnya Ayahku mengerti akan potensi yang ada dalam diriku, Ayahku membelikan pedang sungguhan untuk ku.
"Avrora-chan, ini hadiah untukmu karena kamu sudah lulus latihan, ini ambilah!"
"Huaaa pedang ini sangat bagus, Aku menyukainya, terimakasih Ayah," Aku langsung memeluk Ayahku.
Aku sangat bahagia akhirnya Aku bisa mendapakan pedang suguhan dari Ayahku, ini adalah hadiah yang sangat berharga bagiku, Aku pun jadi tidak sabar untuk menggunakan pedang ini untuk melawan Monster.
"Ayah! kapan Aku bisa ikut berpetualang ke Labirin?"
Ayahku terkejut mendengar pertanyaanku.
"Dengarkan Aku Avrora-chan, masuk ke Labirin itu sangat berbahaya untuk anak seusiamu, jadi Ayah peringatkan jangan pernah kesana mengerti!"
Aku sangat kecewa setelah mendengar penjelasan Ayahku, padahal Aku ingin cepat mengalahkan Monster supaya bisa menaikan Level ku.
"Hemph!" Aku mengembungkan pipiku, "Padahal Aku ingin memakai pedang ini!"
Melihatku yang cemberut, Ayahku mengajaku ke Hutan untuk mengalahkan monster yang lemah.
"Jangan cemberut begitu Avrora chan, baiklah Ayah mengerti, ayo kita ke Hutan, disana ada banyak slime, mereka monster lemah, dengan kemampuanmu sekarang ini, kamu pasti akan baik-baik saja!"
Mendengar Ayah berkata seperti itu aku langsung kegirangan.
"Benarkah? Aku boleh kesana? kalau begitu
Ayo kita kesana sekarang!"
Ayagku pun tersenyum melihatku yang kembali ceria.
"Kamu ini memang, ayo Avrora-chan, kita berangkat!"
"Hooo!" Aku mengangkat tanganku dengan semangat.
Setelah sampai di Hutan, Aku melihat banyak sekali Slime, Aku pun terkejut, teryata di Dunia ini benar-benar ada Slime yang selama ini Aku lihat cuma di dalam Game.
"Ayah akan melihatmu dari sini, berhati-hatilah Avrora-chan!"
"Baiklah, Aku mengerti Ayah!"
Aku pun mulai menyerang Slime-Slime itu.
"Srettt. . .Srettt. . .Srettt!"
"Huahaa ini menyenangkan!"
Aku berhasil membunuh satu Slime.
[Lv UP Lv2]
Ehhh! baru naik Lv2, kalau begini Aku harus mengalahkan banyak Slime dong?
Setelah lama bertarung dan mengalahkan banyak slime Aku hanya bisa naik ke Lv7.
Ahh capeknya, Aku ingn melihat setatusku sekarang.
[Status Lv7]
[Poin skil 100 point]
[Skil penilaian Lv3]
[Skil regenerasi Lv3]
[Hp 1000]
[Mp 2000]
[Sp 13000]
[Skil Abyss belum memenui syarat, syarat Lv 50]
[Skill sihir kegelapan belum memenui syarat, syarat Lv 30]
[Skill sihir Api sudah memenui syarat] 50 point
[Skill Sihir Air sudah memenui sysrat] 50 point
[Skill sihir Angin Sudah memenui syarat] 50 point.
[Skill sihir Tanah sudah memenui syarat] 50 point.
[Skill Sihir Petir sudah memenui syarat] 50 point.
[Skill Sihir Es sudah memenui syarat] 50 poin.
Ehhh! apa ini? Kenapa begitu banyak pilihan skill begini, jadi begitu, Aku disuruh memilih ya? apa-apaan skill Abyss ini, syaratnya harus Lv 50, berati memang Skill yang cukup berbahaya, baikalah Aku pilih sihir api saja!"
[Skil Sihir Api Activated]
Baiklah Aku akan mencobanya
"Sihir api keluarlahhhhh!" Dan tidak terjadi apa-apa.
"Ehh? Kenapa tidak keluar? Aku pun heran.
Ayahku tiba-tiba mendekatiku.
"Avrora-chan, apa yang sedang kamu lakukan?"
Aku tersenyum kaku.
"Ahaha! Ayah apa Ayah tau cara mengunakan sihir?"
Ayah memegang dagunya.
"Sihir? tidak semua manusia diberi bakat seperti itu, Ayah juga tidak bisa menggunakan sihir, kalau kamu ingin tanya, tanyakanlah pada Ibumu, Ibumu di Anugrahi bisa menggunakah sihir, tapi dia tidak pernah menggunakanya."
Aku pun terkejut mendengar penjelasan Ayahku, teryata Ibu bisa mengunakan sihir.
"Jadi begitu, kalau begitu nanti Aku akan tanyakan deh."
"Ayo kita pulang Avrora-chan!"
Ayahku mengajaku pulang, tapi Aku masih ingin menaikan Level ku, mau bagaimana lagi, Aku tidak mau merepotkan Ayaku lagi dan akhirnya Aku menurutinya,
"Baiklah Ayah!"
Aku pun berjalan dibelakang Ayahku, selama ini aku penasaran berapa Level Ayahku sekarang, Aku belum pernah melihatnya, Aku mencoba melihat Level Ayahku dengan Skill penilaian.
Aku terkejut Ayahku sudah Level 70, Aku jadi bertanya-tanya.
"Ayah! Ayah memang hebat ya, sudah berada di Lv70."
"Apa yang kamu katakan Avrora-chan Level? Ayah sama sekali tidak mengerti apa yang kamu bicarakan,"
Aku pun terkejut mendengar apa yang dikatakan Ayahku, apa di Dunia ini hanya Aku yang bisa melihat Level dan status, Aku tidak mengerti, lebih baik Aku diam saja tentang ini.
"Tidak! itu bukan apa-apa kok Ayah!"
"Begitu ya! kalau begitu cepat ayo kita pulang Ibu pasti sudah menunggu, mau Ayah gendong?"
"Tidak, tidak, tidak, Aku bisa jalan sendiri kok," Aku langsung berjalan di depan Ayahku, Ayah pun tersenyum ke padaku.
"Avrora chan, tak terasa ya kamu sudah tumbuh besar, padahal dulu kamu suka kalau digendong Ayah,"
"Sekarang juga masih suka kok! ya sudah cepat gendong Aku Ayah, ehehe,"
Ayahku langsung bersemangat ia pun segera jongkok.
"Baiklah cepat naik, Avrora chan,"
Aku segera naik dan duduk di pundak Ayahku, Aku sangat bahagia walaupun Aku tau dia bukan Ayah kandungku, tapi dia adalah Ayahku yang terbaik, mungkin Ayahku masih mengira kalau Aku belum mengetahuinya, tapi sejak bayi Aku sudah mempunyai kesadaran.
Keesokan harinya.
Hari ini seperti biasa Ayahku pergi ke Labirin dengan teman partinya, Aku di Rumah cuma dengan Ibu.
Bosan sekali, padahal Aku ingin ke Hutan lagi untuk menaikan Level ku.
Aku teringat kemarin baru mendapatkan Skill sihir api, tapi Aku tidak bisa menggunakanya, Ayah bilang kalau Ibu bisa menggunakan sihir, Aku pun segera menemui Ibu yang sedang menjemur pakaian.
"Ibu Aku ingin berbicara denganmu sebentar?"
"Ada apa Avrora-chan?"
"Itu? tolong ajari aku sihir, kumohon!"
Ibu terkejut mendengar perkataanku.
"Ehhhh, sihir? kamu tau darimana Ibu bisa menggunakan sihir, mungkinkah? Ayahmu yang memberitahumu?"
"Yah itu benar, jadi apakah Ibu mau mengajariku sihir?"
Ibuku terlihat berfikir.
"Emmm! tapi tidak semua orang bisa menggunakan sihir loh, mereka harus mempunyai elemen sihir, contohnya Ibu hanya bisa menggunakan sihir Air,"
"Begitu ya, apa Aku mempunyai elemen sihir Bu?"
"Kemarikan tanganmu Avrora-chan, Ibu akan memeriksanya, apakah kamu mempunyai elemen sihir atau tidak,"
"Baiklah," Aku memberikan tanganku pada ibuku.
ibuku terlihat memejamkan matanya, "Anak ini, ini tidak mungkin? dia mempunyai semua Elemen sihir, bahkan sihir Kegelapan, ini mustahil terjadi!"
Aku melihat wajah ibuku berkeringat dan sangat serius.
"Bu, bagaimana? apakah Aku punya elemen sihir?"
Ibuku langsung memegang pundaku dia berbicara dengan serius.
"Avrora-chan, dengarkan Ibu, kamu mempunyai semua Elemen sihir, dan itu tidak pernah terjadi, kamu harus merahasiakan ini dari Orang lain mengerti Avrora-chan!"
Aku langsung terkejut mendengar penjelasan ibu.
"Ehhhh, apakah itu benar?"
"Itu benar, akan berbahaya jika sampai Dunia luar tau, kamu bisa dianggap ancaman,"
"Ehhh, apa-apaan itu! Kenapa bisa begitu?"
"Itu karena, kalau sampai kamu bisa menguasai itu semua, kamu bisa dengan mudah meratakan satu kerajaan sendirian,"
"Ehhhhhhhhhhhhh, baiklah Bu, Aku mengerti, Aku akan merahasiakan ini,"
Aku baru menyadari kalau Aku mempunyai kekutan sebesar itu di dalam diriku, sungguh kekuatan yang menakutkan, apa mungkin karena Aku manusia setengah Vampir, orang tua ku juga tidak tau kalau aku ini Vampir, apa mereka akan mengusirku kalau sampai tau, kenapa Aku jadi takut.
"Avrora-chan, ada apa denganmu,"
"Ahh aku tidak apa-apa kok Bu,"
Ibuku langsung mendekapku dengan erat.
"Apa kamu gelisah setelah mendengar ini Avrora-chan, tenang saja, kamu pasti akan baik-baik saja, ibu pasti akan selalu ada di sisimu,"
Mendengar perkataan ibuku entah kenapa Air mataku mengalir dengan sendirinya.
"Huuuwaaaaa," Aku pun menangis.
"Yus, Yus, jangan menangis Avrora-chan, bukanya kamu tadi ingin belajar sihir, ayo kita lakukan,"
Aku segera mengusap Air mataku dan tersenyum manis pada Ibuku.
"Baiklah, ehehe!"
Next Chapter 3
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 102 Episodes
Comments
hiro😼
Vampir? Bisa bertahan di luar kah?
2024-01-23
2
Muhammad Satrio
typo
2023-10-09
0
♡~Yuki.nur019
Next...
2022-02-16
3