Pertemuan Dengan Para Reinkarnator
Pagi ini aku sedang bersiap-siap untuk pergi kesekolah, aku langsung mengambil seragam baruku yang berwarna serba coklat.
"Huaaa, bajunya bagus juga, modelnya juga elegan," Aku langsung memakainya, dan bercermin.
"Huaaa,aku sudah mirip seperti bangsawan saja, Aku juga terlihat imut,"
Aku pun berlengak lenggok mencoba beberapa pose.
Gaya seperti ini terlihat imut, tapi sayang sekali didunia ini tidak ada camera.
"E~eto, kalau dilihat-lihat aku seperti sedang bercosplay, Stop, Stop, Stop! Aku bukan otaku loh!"
"Yosh! Saatnya berangkat!"
Saat aku membuka pintu kamar, Pangeran teryata sudah menunggu dan langsung menyapaku.
"Selamat pagi Avrora chan!"
"Ahhh pangeran! Selamat Pagi! kenapa anda ada disini Pangeran?"
"Aku sengaja menunggumu, Kamu terlihat cocok dengan seragam itu Avrora chan,"
Pangeran memujiku, aku jadi malu.
"Benarkah!hehe, Pangeran juga terlihat tampan memakai itu,"
"Ehhh bodoh! kenapa aku malah bilang tampan,"
Aku langsung melirik pangeran, "Ehhh muka pangeran jadi memerah apa dia malu xixixi, teryata pangeran bisa malu juga."
"Ehhemmmm, Ayo kita berangkat Avrora chan,"
"Baiklah, Pangeran, ehehehe," Aku pun tersenyum manis pada pangeran.
Aku berjalan disamping pangeran, aku melirik Pangeran, aku ingin segera memberitahu kalau aku ini adiknya, tapi? mungkin waktunya belum tepat.
"Maafkan Aku Onichan!"
Karena aku berjalan dengan Pangeran tanpa sadar bayak orang yang melihatku dengan tatapan sirik mereka langsung mengkerutkan dagu mereka, biarlah mungkin mereka iri.
Aku pun mendengar pembicaraan mereka.
"Nee lihat rakyat jelata itu, kenapa bisa jalan bersama pangeran,"
"Kenapa juga pangeran mau jalan dengan rakyat jelata seperti itu, sungguh tidak pantas,"
Aku jadi sangat kesal.
"Cihh, dasar mereka itu! apa Pangeran juga mendengar ya, aku jadi tidak enak dengan Pangeran."
"Ano, pangeran, Anda sebaiknya menjaga jarak denganku,"
Tiba-tiba Pangeran menghentikan langkah kakinya.
"Kenapa? memangnya kenapa Avrora chan?"
"E~eto, jika anda tetap bersama rakyat jelata sepertiku, nanti reputasi Pangeran bisa hancur,"
Aku heran pangeran malah tersenyum.
Pangeran langsung menjentik dahiku.
"Itaaaaa,"
Pangeran langsung berkata dengan penuh senyum, "Aku tidak memperdulikan itu, kenapa kamu malah menghawatirkan reputasiku, kamu ini memang,"
Pangeran mengacak-acak rambutku.
"Hentikan itu pangeran, nanti rambutku jadi berantakan tau,"
"Hehe, maaf, maaf, Ayo Avrora chan,"
Pangeran malah dengan sengaja menggadeng tanganku.
"Ehhhhhhhh! apa-apaan ini! Kenapa malah begini, Ahhhhh aku malu bangettt!"
"Ada apa Avrora chan?"
Aku pun jadi gugup, "Iee, tidak ada apa-apa kok,"
"Kenapa wajahku jadi panas begini."
"Nee kelasmu dimana Avrora chan?"
"Aku dikelas S, Ada apa Pangeran?"
Pangeran langsung terkejut wajahnya terlihat sangat senang.
"Ehhh, benarkahi? Kalau begitu kita sama, berati kamu anak yang hebat ya Avrora chan,"
"Ahahaha, Aku tidak sehebat itu kok!"
Dan tibalah kami didepan pintu kelas, aku merasa sangat gugup dan berdebar-debar, ini sekolah pertamaku didunia ini, apa aku akan baik-baik saja.
Aku langsung masuk ke kelas bersama Pangeran.
Saat aku masuk aku sangat terkjut, aku melihat Putri Liza disini, Putri Liza langsung mengahpiri kami, aku terdiam seperti patung sembari menatap Putri Liza.
"Selamat datang pangeran Leon, ahh siapa dia? apa dia Adikmu Pangeran? dia sangat mirip denganmu?"
"Ahh bukan Putri, perkenalkan dia adalah temanku Avrora,"
Putri Liza tersenyum dan mengulurkan tanganya kepadaku untuk berjabat tangan.
"Kenalkan Aku Liza,"
Aku masih terkejut dan terdiam, karena aku masih belum percaya, aku bisa bertemu dengan Putri Liza.
"Are! Ada apa Avrora chan, apa kamu tidak mau berjabat tangan denganku?"
Aku langsung menjawab pertanyaa Liza.
"Ka~kaede!"
Liza langsung terkejut mendengar perkataanku.
"Kamu?" Liza terlihat memperhatikanku.
"Anak ini, mungkinkah, Aku akan melihat statusnya,"
"Dia masih Lv30, pengguna elemen Air namanya Avrora di kehidupan yang sebelumya adalah Yuuto Akihiro."
Aku melihat Liza yang tiba-tiba terdiam dan menangis, dia langsung memeluku.
"Yuu! apa benar kamu Yuu? akhirya aku bisa bisa menemukanmu, sudah bertahun-tahun aku mencarimu, kamu kemana saja Yuu,"
Aku pun ikut menangis karena Aku akhirnya bertemu teman masa kecilku didunia ini, Aku sangat terharu.
"Maafkan Aku, Kaede! Banyak hal yang terjadi, Aku sangat senang bisa bertemu denganmu lagi, Aku pikir kita tidak akan bertemu lagi,"
"Syukurlah, akhirnya aku bisa bertemu dengamu Yuu, tapi! Yuu, kenapa kamu bisa menjadi perempuan begini?"
"Sstttt, jangan keras-keras Kaede nanti semua orang tau rahasia kita,"
"Maaf, aku terlalu terkejut,"
Pangeran Leon dan anak-anak dikelas pun terlihat heran melihat Liza dan aku berpelukan.
Anak-anak dikelas pun rame membicarakam Aku dan Liza.
"Ada apa dengan Putri Liza, kenapa dia malah memeluk rakyat jelata itu,"
"Setelah dekat dengan pangeran Leon, sekarang dekat dengan putri Liza, apa-apan rakyat jelata itu,"
Pangeran leon yang penasaran,langsung bertanya.
"E~eto, apa kalian berdua sudah saling kenal,"
Aku langsung melepas pelukan Liza.
"Maafkan Saya, Pangeran, Saya dan Putri Liza memang sudah saling kenal dulu saat kecil, kita pernah bertemu, ya kan Putri,"
"Maafkan Aku pangeran aku terpaksa berbohong!"
"Yaa, itu benar Pangeran ahaha.ahaha," jawab Liza.
"Dasar Yuu, selalu seenaknya saja membuat alasan, tapi itu bagus nice Yuu kun!"
Pangeran pun tersenyum.
"Jadi begitu, pantas saja,"
Liza langsung menggadengku dan membawaku.
"Pangeran aku pinjam Avrora dulu ya jaa,"
"Ikutlah denganku Avrora, akan Aku kenalkan pada seseorang, kamu pasti terkejut,"
Liza membawaku menemui seseorang, aku melihat pangeran tinggi besar, berambut biru, dengan mata biru,yang sedang duduk melamun.
"Hai, Alden, aku membawa seseorang,kamu pasti terkejut," seru Liza.
"Ehhh, sipa gadis ini?"
Liza bebisik kepadaku.
"Yuu, coba lihat satatus dia,"
Aku langsung melihatnya.
"Thoru!"
Pangetan Alden langsung berdiri dia sangat terkejut.
"Kamu! mungkinkah?"
Pangeran Alden langsung memperhatikan ku.
"Yuu! Aku tidak percaya ini, apa-apan itu, pantas saja aku tidak menemukanmu, kenapa kamu bisa menjadi Gadis?"
"Ahaha, begitulah,"
"Tapi aku senang bisa bertemu denganmu Yuu!apa kau tau, Kaede selalu menghawatirkanmu loh,"
Pangeran Alden langsung memeluku.
"Selamat datang Yuu!"
"Aku kembali thoru!"
Para murid kembali memanas melihat Aku dan pangeran Alden berpelukan, biarlah biarkan mereka iri.
Tiba-tiba datang dua pangeran masuk kedalam kelas, pangeran dengan rambut hitam pendek, dengan mata yang berwarna kuning,di belakangnya banyak wanita yang mengikutinya dan pangeran berambut merah pajang dengan mata yang berwarna merah, tunggu dulu, bukanya itu pangeran sombong yang kemarin aku lihat.
Putri Liza langsung memagil mereka.
"Pangeran Zen, pangeran Cleve kesini sebentar?"
Liza langsung berbisik lagi, "Nee Yuu, coba lihat status mereka berdua,"
"Ehhhhh, Aku langsung berfikir mungkinkah mereka berdua?"
Aku langsung melihat setatus mereka, setelah melihat status mereka berdua, ternyata benar dugaanku, mereka adalah Haruto dan Kousuke.
Pangeran Zen dan Cleve pun datang.
"Ada apa Putri," tanya Zen.
Aku pun sengaja diam dulu.
"Coba lihat status gadis ini," pinta Liza.
"Ehhhh, ini kan gadis Rakyat jelata yang dibicaran itu," potong Cleve.
Zen dan Cleve langsung memperhatikanku.
"Yuuuuuuuu!" Kata Cleve terkejut.
"Huaaaahhhhhhhhhh, Yuuu! Kamu? Kenapa bisa jadi gadis imut begini, imutnya,"
Pangeran Zen sangat terkejut melihat Yuu yang menjadi gadis.
"Dari semua espresi kami, kamu pemagang rekor yang paling heboh zen!" ungkap Alden.
Sialan, kenapa aku jadi malu begini, kenpa dari kami berlima cuma Aku yang kelaminya berubah, dan bernasib sial, melihat mereka Aku sangat iri, mereka pasti hidup enak menjadi pangeran, sedangkan aku dari bayi saja sudah sial, sudah dibunuh dan dibuang, merepotkan.
Aku langsung tersenyum pada mereka.
"Senang bertemu denganmu lagi Haruto, Kyozuke!"
Pangeran Cleve tiba-tiba tertawa
"Hahahaha, hahaha, bagus lah kalau kamu masih hidup Yuu, tapi aku tak menyangka, kalau kamu dilahirkan menjadi cewek rakyat jelata pula, kasian sekali,"
"Cihh, apa dia mengejeku."
"Kamu sangat imut Yuu, cowok populer disekolah dulu, sekarang berubah menjadi cewek imut, aku tidak menduganya, apa kamu ingin bergabung dengam haremku Avrora chan, Hahaha,hahaha," tawa Zen.
"Sialan, kenapa dengan mereka berdua entah kenapa aku jadi sangat kesal."
Putri Liza langsung memasang wajah kesal.
"Diamalah kalian berdua, kalian berdua sudah keterlaluan tau, kita baru bertemu dengan Yuu tapi kalian malah mengejeknya,"
Pangeran Cleve langsung menjawab dengan nada songong.
"Ehhh, kenapa kamu begitu marah Putri, dia rakyat jelata loh,"
"Braakk," pangeran Alden emosi dan menggebrak meja.
"Sudah cukup Cleve!"
"Cihh, apa kamu ingin bertarung denganku, pangeran Alden!"
Aku sungguh tidak mengeti, kenapa sikap kousuke dan Haruto setelah menjadi pangeran berubah menjadi seperti itu, dikehidupanku yang dulu, Aku juga tidak begitu akrab dengan mereka berdua sih, Aku tidak tau sifat asli mereka, Aku cuma akrab dengan Thoru, dulu saat Aku mengajak Thoru untuk belajar dirumahku, mereka tiba-tiba saja ikut, dan insiden itu pun terjadi.
Melihat Alden dan Cleve yang bertengkar aku jadi tidak enak, Aku harus melerainya.
"Kalian berdua sudah jangan bertengkar, Thoru, Liza, aku tidak keberatan kok dengan perkataan Cleve,"
Pangeran Cleve langsung berbicara kasar padaku.
"Heh dengar rakyat jelata, aku sekarang adalah Pangeran, panggil Aku pangeran Cleve! mengerti! dasar rakyat jelata apa kamu tidak pernah diajari sopan santun!"
Cih, kenapa kyosuke bisa menjadi orang seperti ini, aku sangat ingin memukulnya.
"Kamu! Apa ingin Aku hajar," teriak Alden.
Tiba-tiba pangeran Leon datang.
"Sudah cukup! Pangran Cleve jaga bicaramu! Avrora adalah temanku, jadi hormatilah dia, kalau kau menghinanya kau juga sudah menghinaku, mengerti!"
Aku sangat senang melihat pangeran Leon membelaku, dia memang benar-benar kakaku, "Terimakasih Onichan,"
"Cihh, terserah kalian saja," Pangeran Cleve pun pergi.
"Aku juga pergi dulu jaa," kata Zen.
"Dasar mereka itu, bikin kesal saja," geram Alden.
Pangeran Leon pun tersenyum kepadaku.
"Avrora chan, apa kamu baik-baik saja"
"Ahhh, Aku tidak apa-apa kok Pangeran, eheheh,"
Aku pun tersenyum kaku, karena masih merasa kesal.
Putri Liza langsung memasang wajah sedih.
"Maafkan Aku Avrora, aku tidak bisa berbuat apa-apa!"
"Kenapa kamu meminta maaf, kamu sudah membelaku tadi, Terimakasih Putri, Pangeran Leon dan pangeran Alden juga Terimakasih,"
"Panggil nama panggilan saja kalau kita sedang berdua, benar kan Liza," jelas Alden.
"Yap, memang harus begitu," jawab Liza.
"Kalu begitu kamu boleh memanggilku Leon, Avrora chan!"
Aku sangat senang dan terharu.
"Terimakasih semuanya,"
Sensei akhirya datang, pelajaran pertama di Knight Akademi pun akan segera dimulai.
Pelajaran pertama hari ini adalah latihan pedang, semua murid disuruh berkumpul di lapangan untuk latihan pedang.
Aku langsung pergi kelapangan dengan membawa pedangku bersama Liza, Alden dan Leon.
Aku bertemu dengan pangeran Cleve,dia langsung melihatku, dia memperhatikan pedangku.
"Apa itu Avrora! Kenapa pedangmu begitu jelek,"
"Sialan dia mulai lagi, aku harus sabar."
"Ini adalah pedang pertamaku, apa Pangeran ingin latih tanding denganku,"
"Hah tanding! Apa kamu bercanda, Rakyat jelata dan orang lemah sepertimu ingin latihan tanding denganku, Lv mu juga masih Lv30 lebih baik pedangmu digunakan saja untuk memotong rumput, itu lebih cocok untukmu hahah,hahaha,"
"Hahahah,hahaha" murid-murid yang tidak menyukaiku juga ikut menertawakanku.
"Sialan aku sangat kesal."
Aku melihat Liza, Alden dan Leon juga terlihat sangat kesal dengan sikap Cleve.
Pangeran Cleve pun kembali menghinaku.
"Mintalah pada ayahmu untuk membelikan pedang yang bagus,aku heran kenapa rakyat jelata sepertimu bisa sekoloah disini, bagaimana caramu membayar, jangan-jangan ayahmu seorang perampok, hahaha,"
"Cukup, kamu sudah kelewatan Cleve," geram Alden.
Semua orang menertawaiku, aku benar-benar sudah emosi, aku sudah tidak bisa menahanya lagi, aku mengepalkan tanganku karena menahan Emosi.
"SIALAN!!!!!"
"Swoshhhhhhh,"
Dengan kecepatan super cepat sampai semua orang tidak bisa menyadarinya, aku langsung bergerak menodongkan mata pedangku ke leher pangeran Cleve, karena marah kekuatan vampir dalam diriku pun ikut bangkit, mataku jadi merah.
Aku langsung berkata dengan nada tinggi.
"Aku tidak perduli lagi kalau kau itu pangeran atau temanku, jika kamu berani menghina Ayahku lagi! akan aku penggal kepalamu Cleve!"
Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 102 Episodes
Comments
Kelvin Rizco
sedang memikirkan caranya dagu bisa berkerut 🤔🤔🤔
2022-09-12
0
Lamy
Jadi, kelas penyihir harus bisa pakai pedang juga toh.
2022-08-01
1
Lamy
In Heat, mas bro.
bentar.. its a trap?
2022-08-01
0