Kekacauan Saat Latihan
Sudah satu minggu aku bersekolah di Knight Akademi, karena kejadian hari pertama Cleve yang terkena mental setelah menghinaku, anak-anak yang tidak suka denganku akhirnya diam, mereka tidak berani menggangguku lagi, apa lagi menghinaku, paling? mereka cuma ngomong dibelakang! aku juga tidak perduli sih! Asalkan mereka tidak menghina keluargaku.
Banyak hal yang terjadi selama satu minggu ini, Kami semua pun mempelajari cara menggabungkan sihir, dengan teman, agar beresonasi dengan elemen sihir yang lain.
Karena aku mempunyai semua elemen sihir, aku pun berfikir untuk mencoba menggabungkan sihirku sendiri.
Hari ini, setelah pulang sekolah aku langsung pergi ke hutan didekat Asrama menggunakan sihir ruang dan waktu.
Setelah sampai disana aku langsung mencoba mengabungkan sihir Api dan sihir kegelapan, aku pun mulai memejamkan mataku.
"Baiklah," mulai membayangkan, mulai merangkai elemen sihir, mulai penyatuan unsur ,oksigen, Energi Panas, gas dan kegelapan, fokuskan energi, "Keluarlah! Dark Flame!"
"Huaaahahaaaaa, berhasil!" Akhirnya aku bisa membuat Api hitam.
"Kalau begitu, Akan ku uji daya hancurnya, Ikeee, Dark Flame shott!"
"Wushhhhhh," Api itu langsung mengenai pohon, dan langsung menjadi Abu.
"Ehhhhhh, Apa-apaain itu! ini terlalu mengerikan, kenapa bisa sekuat ini, apa aku berlebihan lagi ya! Ahaha,ahaha Biarlah!
Aku pun tersenyum.
"Pulang ahhh!
Keesokan harinya, hari ini kami semua akan latihan bekerja sama membuat party untuk melawan moster dihutan, Sensei akhirnya datang, wanita 30th dengan dada besar dan mempunyai tubuh sexy berambut merah dengan mata yang berwarna coklat.
"Huaaaa, teryata wanita itu lagi,"
Dia adalah Frea Sensei, wanita yang megajari pedang dihari pertama, aku sangat menyukai Frea sensei karena dia guru favoritku, tunggu, tunggu, tunggu, jangan salah paham dulu, Aku menyukainya bukan karena dia cantik dan sexy loh! tapi karena sifatnya yang ramah, dan serius saat mengajar.
Sesampainya dihutan kami disuruh membuat party Lima orang, dengan elemen sihir yang berbeda.
Aku pun membuat party dengan Liza, Alden, Zen dan Leon, karena sihir kami semua berbeda, Liza Elemen Es, Zen Elemen Angin, Alden Elemen Tanah atau bisa dibilang sihir Bumi, sementara pangeran Leon mempunyai Elemen Petir, kalau aku punya semua Elemen dong xixixi Aku juga tidak tau kenapa aku bisa memiliki semua Elemen sihir, Eit itu rahasia loh!
Frea sensei langsung memberikan intruksi.
"Dengarkan aku baik-baik anak-anak, hari ini kita akan belajar bertarung sebagai tim, kalian harus bisa bekerja sama dengan baik, jangan egois dan jangan seenaknya sendiri, kalian harus bisa saling melidungi, karena kita akan bertarung sebagai tim, kalian tentukan ketua tim kalain sendiri, semua anggota harus menuruti apa kata ketua tim kalian, apa kalian mengerti!"
Setelah sensei memeberikan istruksi, kami langsung menentukan ketua tim.
"Siapa yang akan menjadi ketua tim," tanya Liza.
Pangeran Alden langsung menyentuh dagunya dia melihat keatas dan berfikir.
"Bagaimana kalau Avrora?"
Aku langsung kaget ketika Alden menunjuku sebagai ketua tim.
"Ehhhhhhh, Apa-apaan itu! Kenapa aku?"
"Ahahahaha, aku setuju, kamu memang cocok menjadi ketua Avrora chan," tawa pangeran Leon.
Zen langsung memiringkan kepalanya, tanganya menyangga pipinya dan memadangiku sembari tersenyum.
"Kalau begitu aku juga setuju,heee,"
"Yosh sudah diputuskan, ketua timnya adalah Avrora!" seru Liza.
"Hoooooo!!!" mereka semua bersorak sembari menggangkat tanganya.
"Kalau begitu mohon bantuanya Ketua!" Kata zen sembari meledeku.
"Ehehehehe," Aku cuma bisa tersenyum kaku.
"Merepotkan!"
Kami mulai latihan dan bekerja sama sebagai tim untuk melawan monster, kami mengalahkan banyak moster, karena di hutan ini kebanyakan monster lemah.
Sebenarnya sih mereka kelihatan bukan moster, mereka kebanyakan serangga yang ukuranya raksasa, tapi manusia didunia ini menyebut mereka dengan sebutan monster, ya wajar sih karena ukuranya yang besar bisa langsung membunuh manusia.
Banyak belalang sembah dengan ukuran raksasa disini, untung saja disini tidak ada kecoak raksasa, diduniaku aku paling takut dengan kecoak, bukan karena takut sih tapi gely, hih Aku jadi merinding.
Aku melihat pangeran Cleve dengan partynya, sugguh kasian teman-temanya, Cleve selalu bertidak egois, dia langsung menghabisi para belalang sendirian tanpa memberi kesempatan yang lainya buat membunuhnya, dasar mukil.
Dasar Bodoh! dia tidak tau tujuan pembelajaran hari ini adalah kerja sama tim, malah seenaknya sendiri, main ngeras aja, kadang dia juga menyerobot mangsa kami, Alias nyampah, dia bisanya cuma pamer kehebatan saja, tapi padahal dia bodoh!
"Graaaaaaaaaaaa,"
Tiba-tiba terdengar Aungan yang membuat telinga kami semua sakit.
"Suara itu, tidak salah lagi, mungkinkah? ini tidak mungkin kan,?"
Kenapa Aku mempunyai firasat buruk, keringat dinginku langsung keluar, aku langsung panik dan bertiak kepada mereka semua.
"Semuanya, cepat kita harus pergi dari sini!"
Liza langsung bertanya padaku karena melihat ku begitu serius.
"Avrora ada apa! suara tadi itu, kita harus memeriksanya,"
Aku langsung membentak Liza.
"Jangan! pokoknya kita harus pergi, ajak semua orang keluar dari sini cepat,"
Alden, Zen dan Leon yang melihatku membentak Liza pun terkejut.
"Ada apa Avrora?" tanya Alden.
"Akan ku jelaskan nanti, pokonya! kita semua harus cepat meninggalkam hutan ini,"
Aku menyadari ada energi besar yang mengarah keseini.
"Gawat, sialan!"
Aku berteriak pada Alden.
"Alden! Buat lah dinding batu setebal mungkin untuk melindungi kita semua cepatlah!"
Pangran Alden terlihat heran dan kebingungan.
"Ehhh, ada apa Avrora?"
"Sudah tidak ada waktu lagi, cepat buatlah!"
"Ba~baiklah,Keluarlah dinding batu,"
Bumi pun bergetar dan muncul dinding besar didepan kami semua.
"Yosh! Terimakasih Alden!"
"Sialan! Kalau saja aku bisa menggunakan semua elemen sihirku disini pasti tidak akan repot begini, tapi kalau aku gunakan bisa ketahuan, untuk jaga-jaga saja, aku harus membuat dinding Air,"
"Keluarlah dinding Air,"
Aku langsung menengok kearah Liza.
"Liza tolong bekukan airnya dengan sihir Es mu cepatlah!"
"Baiklah, Frezeee!" Liza langsung cepat membekukan Airnya.
Semua Air yang ku buat dinding pun membeku.
"Yosh harusnya ini cukup,"
"Sewohhhhhhh, Bammmmmmmmm,"
Energi besar itu tiba-tiba langsung menabrak dinding Es dan batu yang kami buat.
"Kyaaaaaaaaaaa,"
"Waaaaaaaaaa,"
Semua orang langsung panik dan berteriak.
"Graaaaaaaaaaaaaaaaa,"
Sosok mahkluk raksasa berwarna hitam kebiruan, mempunyai sayap dan ekor dengan banyak sisik mucul mengaung didepan kami.
"Sial kenapa bisa ada Dragon dihutan ini?" Aku langsung memperhatikan Dragon itu dan melihat statusnya, Dragon itu Lv120, mempunyai skill Laser api.
"Cih ini buruk, Dragon ini bahkan lebih kuat dari Dragon yang pernah aku kalahkan di labirin, kenapa bisa muncul disini,"
Sensei langsung datang dan terkejut, "Ini mustahil! Kenapa bisa ada Dragron disini?"
Liza, Alden, Zen dan Leon, sangat terkejut melihat kedatangan Dragon itu, semua orang juga langsung panik dan berteriak.
"Kenapa ada mhkluk seperti ini disini, mungkinkah kamu sudah menyadarinya Avrora! kalau kamu tidak menyuruhku untuk membuat dinding Batu kita pasti sudah tamat," kata Alden.
"Hai, Aku sudah menyadarinya ketika mendengar Aungan itu,"
"Pantas saja kamu terlihat panik dan menyuruh semuanya untuk pergi, aku sama sekali tidak menyadarinya, maafkan Aku Avrora!" potong Liza.
"Iee, Dragon ini menyerang lebih cepat dari yang aku duga,"
Tiba-tiba sensei langsung menyerang dengan sihir api.
"Bammmm,"
"Graaaaaaaaaaaa,"
Dragon itu sama sekali tidak terluka sedikitpun dan lansung menyerang sensei dengan cepat menggunakan ekornya.
"Kyaaaaaaaa,"
Sensei pun terjatuh dia terlihat kesakitan.
Dragon itu langsung bersiap menyebur dengan Laser apinya.
Aku langsung berteriak "Sensei Awas,"
"Cihh ini buruk, Aku akan menyelamatkan Sensei,"
Aku langsung berteriak pada Alden, "Alden cepat buat dinding untuk melidungi sensei aku akan membawanya pergi dari sana,"
"Baiklah, keluarlah dinding batu,"
"Wushhhh," dengan cepat aku langsung mebawa sensei, yang terluka.
Frea Sensei melihat kearahku dia hampir tak sadarkan diri.
"Terimakasih Avrora chan, kamu memang kuat, tolong lindungilah mereka, ibu melihatmu kamu pasti bisa melakukanya, maafkan Ibu!"
Sensei langsung tak sadarkan diri.
"Sensei, apa kau baik-baik saja," aku memeriksa denyut nadinya dan aku lega sensei hanya pingsan.
Liza, Alden, Zen dan Leon langsung melihat kondisi sensei.
Liza terlihat panik, "Apakah sensei baik-baik saja?"
"Tenang saja, sensei hanya pingsan,"
Setelah mendengar penjelasanku Mereka semua terlihat lega.
"Apa yang harus kita lakukan sekarang," tanya Leon.
"Aku sudah memikirkan apa yang harus kita lakukan, apa kalian mempercayaiku?"
Liza, alden dan Leon langsung menganggukan kepalanya.
Zen langsung tersenyum dan mengedipkan matanya.
"Aku percaya padamu, Ketua,"
Aku pun tersenyum melihat mereka semua mempercayaiku.
"Yosh! Akan Aku jelaskan rencanaya, Aku membutuhkan bantuan kalian semua, dengar! kalian Sudah melihatnya sendiri kan kalau Lv Dragon itu sangatlah tinggi, bisa dibilang Dragon itu adakah monster kelas bencana, kita tidak mungkin bisa mengalahkanya, apa lagi membunuhnya, kita hanya bisa menahnya lalu kabur untuk melindungi semuanya,"
Aku langsung memberikan tugas pada mereka semua, "Alden jeratlah kaki dragon itu degan sihir bumi milikmu, dan buatlah jalur Air, Aku akan mengeluarkan glombaang Air dalam jumlah banyak, Pangeran Leon tembakanlah petirmu kedalam Air, petirmu akan mengalir kedalam air dan melumpuhkan Dragon itu dalam beberapa detik, saat Air itu mengenai Dragon itu, langsung bekukan dengan sihir Es mu Liza, dan saat Liza mengeluarkan sihir Es, dorong dengan sihir Anginmu Zen, Anginmu akan mempercepat penyebaran pembekuan, Dragon itu akan beku dalam beberapa menit, dan saat itulah kita semuanya kabur dan tinggalkanlah tempat ini, begitulah rencananya,"
Pangeran Alden langsung tersenyum, "Rencana yang bagus, Avrora?"
Aku langsung berteriak, "Yosh! Semuanya, ayo kita lakukan!"
"Hoooooo!!!" mereka semua bersorak dengan semangat sembari mengangkat tanganya.
Jendral Iblis Valac terlihat sedang mengintai dari jauh.
"Xixixi, Saaa, kalahkanlah Dragon yang aku kirim ini, dan tunjukan kemapuanmu lagi yang sebenarnya, wahai calon Raja Iblis, xixixi,"
Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 102 Episodes
Comments
Same Name
bawel bett
2022-10-27
2
Adolf Dassler
tapi jiwa mu cowok masa cowok ga suka cewek sih
2022-06-20
1
asuna
yg bener
2022-05-17
4