Avrora The Dragon Slayer
Sudah satu hari semenjak terjadi kemunculan Dragon di Hutan.
Setelah Aku berhasil membunuh Dragon dan menyembuhkan Sensei dan juga Pangeran Cleve, Cleve malah langsung pergi tanpa mengatakan apapun.
"Dasar tidak tau diuntung, berterima kasih dikit kek, atau tersenyum gitu, malah pergi aja, nyesel deh sudah nyembuhin dia hmph."
Para pahlawan akhirnya datang, mereka telah mendengar kemunculan Dragon, tapi saat mereka sampai disana, Dragon sudah mati, mereka sangat terkejut, dan bertanya siapa yang membunuh Naganya, Frea sensei langsung menjelaskanya, sensei mengatakan kalau Akulah yang telah membunuhnya.
"Pasti ini akan merepotkan,"
Mereka semua sangat terkejut setelah mendengarnya, kenapa Anak Rakyat jelata sepertiku bisa membunuh Dragon kelas bencana seperti ini, yang bahkan para pahlawan saja akan kesulitan untuk membunuhnya.
Setelah itu kami semua akhirnya pulang ke Akademi.
"Hari ini, Aku sudah berjanji akan menjelaskan pada Liza dan yang lainya, tentang kekuatanku. Yaa..mungkin saatnya aku harus jujur pada mereka.
Mereka juga orang baik, nanti Aku tinggal minta saja pada mereka untuk merahasiakanya.
Tapi hari ini tiba-tiba kepala sekolah memanggilku.
"Perasaanku jadi tidak enak,"
Aku pun langsung pergi menuju ruang kepala sekolah.
Setelah aku masuk ruang kepala sekolah, Aku terkejut, disana sudah banyak orang yang sudah menungguku, para guru semuanya berkumpul, dan Aku melihat ada salah satu orang yang memakai baju zirah.
"Apa mungkin dia adalah pahlawan? apa-apaan ini!"
Mereka semua ingin mendengar penjelasanku, apa yang terjadi? dan bagimana caraku membunuh Dragon itu? Aku mulai berfikir.
"Dasar merepotkan,"
Mereka mulai bertanya, awal kemunculan Dragon itu, Aku pun langsung menjelaskanya pada mereka, dan mereka bertanya lagi, bagaimana caraku membunuhnya? kenapa dragon itu mati dengan banyak sayatan ditubuhnya?
"Ehhhh, apa-apaan ini! kenapa aku di introgasi begini, seperti penjahat saja, aku ini pahlawan tau!"
Aku tidak mungkin bilang kalau aku membunuhnya dengan Path to Acheron, Aku pun langsung bilang pada mereka Aku membunuhnya dengan Sihir Air, Aku membuat Air menjadi tanjam.
"Xixixi muda-mudahan mereka akan percaya,"
Mereka akhirnya memintaku untuk mempraktikanya, Padahal Aku cuma asal bicara.
"Ba~bagaimana ini,"
Aku pikir mereka akan langsung percaya, keringat dinginku langsung keluar, kalau aku tidak bisa mempraktikanya, Aku akan ketahuan berbohong merepotkan.
"Pikir nanti saja deh!"
Mereka menyuruhku untuk pergi kelapangan, dan menyuruhku untuk memotong batu besar.
"Merepotkan, memang aku tukang batu apa,"
Ini pertaruhan! tinggkat keberhasilan 50:50, Aku mulai memikirkan cara,
"Apa yang harus aku lakukan?"
Membuat Air untuk bisa memotong ya, Aku pernah membaca artikel tentang alat pemotong yang menggunakan Air, emm. .berarti aku harus membuat tekanan Air yang lebih tinggi, Aku harus bisa memastikan aliranya konsisten dan terarah, Aku juga harus mencampurkan Garnet kedalam Air, kalau tidak salah Garnet adalah kelompok besar mineral-mineral pembentuk batuan dengan struktur kristal, yosh! aku bisa melakukanya dengan sihir bumi.
"Yosh! Saatnya membuat,"
Aku mulai memejamkan mataku, Kalau begitu, mulai menyatukan elemen sihir, mulai menguarai batu dan mengambil mineral yang berstruktur kristal lalu Merubah mineral menjadi Garnet! Mulai menyatukan unsur, Oksigen, Hidrogen, Garnet, yosh! sudah jadi, tinggal memberi tekanan yang kuat dengan kecepatan 3700 kilometer perjam saat melepaskanya nanti, kalau begitu aku akan melepaskanya sekarang.
"Water jet,"
"Swoshhh," Batu langsung terbelah menjadi dua, sekalian dengan tanahnya terbelah menjadi dua.
Kepala sekolah, para guru dan pahlawan langsung dibuat melongo.
"Ehhhhhh apa-apaan ini! kenapa bisa sekuat ini,apa aku berlebihan ya,"
Mereka semua menatapku.
Aku cuma garuk-garuk kepala dan tersenyum kaku.
"Ahahah. .ahahha. .ahahha. ."
"Ba~bagaimana ini!!"
Pria berjengot hitam yang memakai zirah itu terus memandangi gadis bermata biru yang sedang tersenyum kaku, sembari memegang dagunya.
"Anak ini, kenapa bisa mempunyai kekuatan sihir sehebat ini,"
"Wow! Menajubkan, kamu mempunyai kekuatan sihir sehebat ini, ini luar biasa," kata kepala sekolah.
"Iee, tidak sehebat itu kok, ahaha,ahaha," Kenapa aku jadi salting begini merepotkan.
Kali ini seorang pria dewasa berambut putih, pendek berjubah putih dia cukup tampan kira-kira umurnya 25th, dia menghampiriku.
"Ehhhh, siapa pria ini, apa dia seorang guru?"
Pria itu langsung memegang tanganku.
"Perkenakan, namaku Gail, Aku adalah seorang Magus, bolehkah Aku memeriksa sihirmu Nona?"
"Ehhhhh, dia adalah seorang Magus? Berarti dia adalah penyihir yang hebat, apa aku akan ketahuan,"
Aku tiba-tiba merasa khawatir.
"Ahh silakan saja tuan, ehehe," Keringat dinginku langsung keluar.
Gail mulai memeriksa tangan Avrora, dia memejamkan matanya.
"Gadis ini, kenapa bisa sekuat ini, padahal dia hanya mempunyai Elemen Air dan sedikit Energi, Aku harus memeriksanya lebih dalam, aku melihat sesuatu, ada cahaya, aku akan coba masuk, Apa ini, kenapa terkunci, kenapa bisa begitu, kalau begitu aku akan masuk dengan paksa,"
Tiba-tiba Gail berteriak kesakitan.
"Uahhhkkk, Mataku! Mataku! sakit,"
"Ehhhh, ada apa tuan, apakah anda baik-baik saja," Aku pun heran kenapa Magus itu kesakitan.
Orang-orang langsung mendatangi Gail.
"Apa yang terjai Gail sama," tanya pria berzirah itu.
"Aku baik-baik saja," jawab Gail dia terus memegang matanya dan memandangi Avrora, "
Gadis ini, kenapa aku tidak bisa melihatnya, aneh sekali, seperti ada yang memprotect dirinya,"
"Hihihi. .Hihihi. ." Terdengar tawa seorang gadis dikepalaku.
"Ehhhh ada apa? Kenapa kamu tiba-tiba muncul!
"Hihi. .Hihi. .Aku baru saja memberi pelajaran kepada Magus itu, Hihi. .Hihi. .!
"Ehhhhhhh, jadi itu ulahmu yaaa! Jangan sembarangan Bodoh! Nanti aku bisa kena masalah tau,"
"Tenang saja aku hanya kesal, berani-beraninya dia mengintipku, Aku sedang tidak memakai baju lohh!! Hihi. .Hihi. .!
"Itu bukan urusanku! Dasar!"
"Hai, hai, Fuaaahh, tidur lagi dehh!"
"Dasar pemalaz!!"
Aku langsung berbicara dengan gugup, "E~eto Apa Aku sudah boleh pergi, Aku rasa aku sudah menjawab yang kalian tanyakan,"
"Baiklah, terimakasih atas waktunya Avrora chan," jawab kepala sekolah.
"Terimakasih, saya undur diri dulu, permisi,"
Ahhh, akhirnya selesai juga dasar menyusahkan, aku langsung pergi menuju kelas.
Berita tetang ku yang membunuh Dragon, cepat menyebar keseluruh sekolah, saat aku masuk kelas anak-anak sedang membicarakanku, sekarang aku mempunyai julukan baru Avrora The Dragon Slayer, merepotkan,"
Saat aku masuk kekelas semua anak langsung menyapaku, yang awalnya mereka cuek dan suka ngomongin aku dibelakang, sekarang mereka malah memuja-mujaku
"Wew! apa tidak malu kalian dasar! tapi baguslah."
Hanya satu orang yang terus menatapku dengan tatapan iri dengki yaitu pangeran Cleve.
"Orang itu tetap saja keras kepala ya, Dasar!"
Setelah pelajaran selesai, Aku langsung pulang bersama Liza, Alden, Zen dan Leon, Karena Aku sudah berjanji ingin menceritakan tentang kekuatanku pada mereka hari ini, mereka semua Akhirnya datang kekamarku.
"Silakan masuk, ini adalah kamarku, maaf kalau berantakan,"
"Santai saja, Aku juga tidak keberatan kok kalau harus tidur disini denganmu Avrora," kata Zen.
"Kimo!" Aku jadi merinding.
"Tenang saja Avrora aku tidak akan membiarkan orang ini masuk kekamarmu," potong Leon.
"Ehhhh, Jadi kamu tidak rela kalau adikmu ini tidur dengan pria ya pangeran, sudah ku duga kau memang beneran kakaku,hehehe,"
Liza langsung duduk dikasurku sembari melipat selimutku, "Ahh kau memang tidak berubah ya Yuu,tempat tidurmu selalu saja berantakan,"
"Maaf deh ehehe," Aku jadi teringat dulu diduniaku Kaede selalu datang membangunkanku dan merapikan tempat tidurku.
Pangeran Alden langsung duduk bersilang dibawah, "Yosh! Sekarang ceritakanlah pada kami, tentang kekuatanmu itu Avrora,"
"Huh dasar tidak sabaran,"
"Baiklah, Akan ku ceritakan, tapi kalian harus berjanji untuk tidak mengatakan ini pada orang lain, Ibuku menyuruhku untuk tida mengatakanya pada siapapun,"
"Baiklah aku mengerti, kalian semua juga setuju kan, tidak akan menceritakan ini pada siapun," kata Alden.
Semuanya akhirnya setuju, Aku pun mulai menceritakanya.
"E~eto, sebenarnya Aku mempunyai semua elemen sihir, Aku bisa menguasai semuanya,"
Liza langsung terkejut, "Benarkah tapi kenapa aku tidak bisa melihatnya?"
Semua juga terlihat terkejut.
"Itu benar, kata ibuku kasus ini jarang terjadi, kalau orang luar tau aku bisa diaggap berbahaya, kenapa kamu tidak bisa melihatnya, itu karena Aku menyembunyikanya dengan Skil Fake,"
"Ehhhh, kenapa ada skill begitu," Liza terlihat heran.
"Dasar kau memang selalu membuatku terkejut Avrora, Aku juga pernah mendengar, kalau seseorang bisa menggunakan semua elemen sihir, meraka bisa meratakan satu kerajaan sendirian, Aku mendengar cerita ini dari ayahku," jelas Pangeran Leon.
Alden memegang dagunya dan langsung berbicara, "Benar Aku juga pernah mendengarnya, Aku tidak menyangka kamu mempunyai semua elemen sihir Avrora, sebaiknya mulai sekrang kamu harus hati-hati,"
"Ini sungguh mengejutkan, seperti ngeceat saja kamu Avrora dasar curang!" pekik Zen.
"Ahaha,ahaha, Aku juga tidak tau kenapa bisa jadi begini,"
"Kretek," terdengar bunyi didelan pitu.
"Siapa itu," Alden langsung memeriksanya.
"Ada apa Alden," tanya Liza.
"Tidak ada apa-apa, Aku kira tadi ada orang yang sedang menguping," Jawab Alden dan kembali duduk bersilang.
Pangeran Leon langsung berbicara dengan serius, "Aku sudah paham situasinya, Aku berjanji padamu Avrora, Aku akan merahasiakan ini,"
"Aku juga!" sahut Zen sembari menggangkat tanganya.
Liza langsung memeluk Avrora, "Tenang saja, semua pasti akan baik-baik saja, Aku akan merahasiakanya, Yuu,"
Pangeran Alden langsung memegang tangan Avrora dengan kedua tanganya, "Tenang saja Avrora, Aku pasti akan menjaga rahasiamu,"
"Ehhhhh kenapa dia memegang tanganku begini,"
Entah kenapa aku jadi merasa gugup dan malu dipengang Alden begini.
Mereka semua langsung menatapku dan menatap pangeran Alden.
Tatap, "Ciiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii," (눈‸눈)
Pangeran Alden dengan cepat langsung melepaskan tanganku, dia terlihat malu, Aku juga malu tau dasar, bodoh!
Aku Jadi salah tingkah. "Ahaha,ahaha,ahaha,"
"Merepotkan," ರ_ರ
Bersambung. .
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 102 Episodes
Comments
will
kok malah di kasih tau tetang semua elemennya sih? tapi Gk PP dari pada di kasih tau tentang mc adalah vampir, mending kasih tau kalo MC penguuna semua elemen
2023-10-06
1
Rei
gw tadinya males buat baca ini, soalnya gw pernah baca di wattapad sampai tamat ni novel, apalagi alurnya sama jadi gw udah tau gimana alur cerita kedepannya, kecuali kalau author berniat ngerubah alur ceritanya sih 🙏
2023-03-07
2
hai
😑
2022-11-08
1