Ini Memalukan
Malam ini, Aku akan akan pergi ke penginapan Pangeran Alden, karena Aku sudah berjanji untuk mengunjunginya, mungkin aku akan menginap, dulu kami adalah teman yang sangat akrab dikehidupan yang sebelumnya, kami sudah biasa menginap, kadang Thoru yang menginap dirumahku dan kadang juga aku yang menginap dirumah Thoru, Pangeran Alden bilang kalau kita sudah lama tidak mengobrol seperti dulu, mungkin malam ini akan jadi nostalgia.
Saat sampai didepan penginapan, Pangeran Alden sudah menungguku.
"Hoe! Avrora!"
Aku melihat Pangeran Alden, memanggilku sembari melambaikan tanganya dengan wajah penuh senyuman, Aku langsung membalas lambaian tanganya.
"Sesuai janjiku, Aku datang Pangeran,"
Aku sengaja memanggilnya dengan sebutan Pangeran, karena banyak pengawal disini, Karena disni aku harus hati-hati, tidak boleh memagilnya sembarangan nanti bisa di angap tidak sopan, benar-benar merepotkan.
"Ayo kita masuk,"
Pangeran Alden langsung mengajaku masuk kedalam penginapanya, sungguh rumah yang mewah bergaya classic, terdapat banyak ruangan, apa semua pangeran rumahnya sebagus ini.
"Avrora, ini kamarku, ayo kita masuk kedalam,"
Pangeran Alden mengajaku kekamarnya, Aku sedikit terkejut, dia dengan gampangnya mengajaku langsung masuk kekamarnya, padahal dia itu pangeran, tidak sembarang orang bisa masuk kamar pangeran, tapi Aku senang Thoru tidak berubah, walapun kita hidup didunia ini dengan status yang berbeda dia tidak memandang setatus itu, dia tetap menganggapku temanya.
"Ada apa Avrora? kenapa melamun,"
"Iee, tidak ada apa-apa kok pangeran ehehe," Aku pun tersenyum manis pada pangeran.
Pangeran Alden membalas senyumanku," Panggil saja namaku, lagi pula kita sedang berdua, ayo cepat masuk."
Pangeran langsung membuka pintu yang terdapat banyak ukiran. Aku langsung masuk, Aku langsung terkejut saat melihat isi ruanganya, ini benar-benar kamar yang luas dan sangat mewah mirip kamar seorang raja, wajar sih dia itu Pangeran.
"Alden apa aku boleh tiduran diranjangmu?"
"Tentu saja, kenapa tidak hehehe," Pangeran Alden tersenyum.
"Brukkkk,"
Aku langsung tengkurap diranjang pangeran Alden.
"Huaaaa, ini empuk sekali,"
Kasurnya terasa sangat empuk, ini bahkan lebih empuk dari kasur yang pernah aku tiduri di penginapan pangeran leon.
"Lembutnya!"
Pangeran Alden melihat Avrora yang tengkurap dikasur, dia memandangi bokong dan paha Avrora yang memakai rok hitam, wajah pangeran terlihat memerah, dia memegang kepalanya.
"Kenapa Yuu, harus berubah menjadi seorang gadis sihh,"
"Ada apa, Alden? kenapa kamu terlihat malu begitu,"
"Tidak kok, Aku tidak malu kok!"
Aku mendengar Alden yang bicaranya tiba-tiba menjadi gugup, apa mungkin dia malu denganku karena Aku sekarang adalah seorang gadis, xixi, sebaiknya aku kerjain saja dia.
"Nee Alden, apa kamu malu kepadaku, karena aku ini cewek sekarang, Ayo sini duduklah,"
Aku sengaja menarik Alden duduk disebelahku.
"Tunggu! Aku tidak malu kok!" Kata Alden gugup, dan menurunkan pandanganya.
"Heee, benarkah begitu, kamu ini Pangeran loh, kenapa Aku tidak pernah melihatmu bersama seorang cewek, tidak seperti Zen yang mempunyai banyak cewek!"
Pangeran Alden langsung menatapku dengan serius.
"Aku bukan orang yang seperti itu!"
Aku kembali meledeknya, "Jangan-jangan kamu sama sekali belum menyentuh dada seorang cewek ya Alden,"
"Kenapa kamu bilang begitu bodoh!"
Wajah pangeran Alden langsung memerah, xixi dia terlihat sangat malu, benar-benar lucu, Aku jadi tidak bisa berhenti meledeknya.
"Kalu begitu apa kamu ingin menyentuh dadaku Pangeran?"
Pangeran Alden langsung memasang wajah serius.
"Benarkah? apa boleh Aku menyentuhnya Avrora?"
"Are!" Aku langsung terkejut mendengar jawaban Pangeran Alden, Aku pikir Alden tidak Akan berani mengatakan itu, sialan, kalau begini namanya senjata makan tuan dong.
"Ba~bagaimana ini,"
Wajahku langsung menjadi panas, keringat dinginku langsung keluar, Aku jadi sangat gugup.
"Si~silakan saja, tapi jangan terlalu keras,"
Aku berkata dengan gugup, Aku sudah termakan omonganku sendiri, jatungku juga berdebar-debar, dia mulai menggerakan tanganya dia benar-benar ingin menyentuh dadaku, Aku tidak mau melihat ini, ini memalukan, Aku langsung memejamkan mataku.
"Pfttttttt, Hahaha, hahhah, Wajahmu sangat lucu Avrora! Hahaha, Sampai aku tidak bisa berhenti tertawa,"
Pangeran Alden tiba-tiba berhenti dia tidak jadi menyentuhnya, malah tertawa begitu.
"Ehh, apa-apaan itu?"
Kenapa Alden tiba-tiba tertawa begitu, mungkinkah? Dia juga sedang mengerjaiku? sialan, Aku malah yang dikerjain, malu banget.
"Berisik!! Dasar bodohhhhh!!!!! Hemph," Aku langsung mengembungkan pipiku.
Pangeran Alden mengelap Air matanya dengan tanganya, karena kebayakan tertawa, dia melihat Avrora yang sedang cemberut imut.
"Maaf deh! salah sendiri kamu ngerjainku dulu, malah kena sendiri Pfttt," Pangeran Alden terlihat menahan tawa sembari menutup mulutnya dengan tanganya, dia terlihat sangat menikmatinya.
"Apaan itu! Sudah cukup tertawanya kan?"
"Dasar! Thoru sialan lain kali akan aku balas."
Setelah itu kami mulai mengobrol bayak hal, dan tak terasa hari sudah larut malam.
"Fuaaaaaa," Aku ngantuk.
"Nee apa kamu sudah ngatuk Avrora?"
"Kayaknya si begitu, ini sudah malam, dimana kamarku?"
"Ehh, tinggal tidur saja disini,"
Aku terkejut mendengar pangeran Alden menyuruhku untuk tidur dikamarnya, Aku juga tidak keberatan sihh, tapi entah kenapa Aku jadi merasa malu kalau tidur bersamanya lagian aku ini sekarang cewek.
"Iee, aku tidur dikamar yang lain saja, lagian tidak enak juga kalau dilihat orang,"
Pangeran Alden tersenyum, "Baiklah, ayo ku antar kekamarmu,"
Aku langsung diatar pangeran Alden kekamar yang lain, Aku pun langsung tidur Aku sudah sangat ngantuk, besok juga harus sekolah.
"Selamat tidur,"
"ZzZzz. .ZZzzz. .zzZzz.."
Keeseokan harinya.
Avrora terbangun dari tidurnya, dia langsung keluar kamar dan memasuki kamar pangeran Alden.
Pangeran Alden terlihat masih tertidur pulas, Avrora langsung membuka selimut Pangeran Alden dan ikut tidur bersamanya, saat pangeran Alden terbagun, dia langsung kaget melihat Avrora yang sedang tidur bersamanya.
"Avrora, apa yang sedang kamu lakukan? kenapa kamu ada disini?" Pangeran Alden terlihat bingung.
"Hihihi, Kenapa bingung begitu pangeran, bukanya kemarin kamu ingin menyentuhku, hihihi,"
Avrora langsung mendorong pangeran Alden, dan langsung duduk di Atasnya.
"Hihihi, saaa ayo sentuhlah Aku pangeran," Avrora langsung membuka lengan bajunya.
Wajah pangeran Alden langsung memerah, dia terlihat sangat gugup.
"A~apa yang kau lakukan Avrora,"
"Apa ini? kenapa Avrora tiba-tiba jadi begitu Agresif, apa gara-gara Aku meledeknya,"
"Saa, kalau begitu, Aku akan menciumu pangeran," Avrora langsung bergerak mendekatkan bibirnya.
"Tu~tunggu dulu, Avrora!"
"Gelap, dimana ini, kenapa gelap sekali,"
Begitu Aku sadar Aku berada ditempat gelap, Aku melihat cahaya yang menyilaukan Aku langsung mendekatinya.
"Waaaaaaaa," kenapa Aku bisa melihat diriku sendiri, sedang bersama Alden, didalam kamar.
"Hihi,hihi, kamu sudah bangun ya, apa kamu kaget, Aku pinjam dulu tubuhmu, habisnya Aku bosan, hihihi."
"Kamu! Apa yang kau lakukan seenaknya saja mengambil alih tubuhku, cepat kembalikan bodoh! Kenapa kamu malah melakukan itu dengan Alden, itu memalukan tau,"
Sial, dasar kenapa kekuatanku! tiba-tiba mengambil alih tubuhku, dia seenaknya saja,melalukan itu dengan Alden, itu sangat memalukan.
"Hai, hai, dasar pelit, tapi sebelumya Aku akan berciuman dulu dengan pangeran, hihihi,"
"Jangan. .!!!!!!
"Ehmmmmmpp,"
"Are! Aku kembali,"
"Hihihi..hihihi . .jaa nee!!"
"Ehhhh posisi macam apa ini, dia sengaja mengembalikanku dalam keadaan ciuman begini,apa dia sengaja melakukan ini, Dasarrr!!!! Sialaaaan!!!!!!!"
"Kyaaaaaaaaa," Aku langsung melepas ciumanku dengan Alden.
"Ma~maafkan Aku Alden, maaf, mungkin tadi aku sedang ngelindur, Aku juga tidak sadar sudah melakukan ini, maafffff!!!!" Aku langsung berlari keluar kamar karena malu.
Pangeran Alden terlihat bingung.
"Are! Apa yang sebebarnya terjadi, tadi aku berciuman dengan Avrora? sungguh tidak terduga, tapi tidak kusangka bibir Avrora begitu lembut,"
Pangeran Alden berbicara sembari menggaruk-garuk kepalanya, "Sialan! Apa sih yang Aku pikirkan?"
Setelah kejadian itu mereka jadi saling cangung, Avrora dan Alden terlihat berangkat sekolah bersama, mereka jalan bareng tapi saling berjauhan, dan memalingkan wajahnya, sesekali mereka melihat, mereka kembali memalingkan pandanganya lagi.
"Sialan, kenapa aku jadi canggung begini, ini gara-gara kekuatanku sudah seenaknya mengambil alih tubuhku, dasar bodoh!!!"
Entah kenapa aku tidak bisa menatap wajah Alden setelah kejadian itu, apa Alden juga merasa malu mungkin saja.
Akhirnya aku sanpai dikelas, Liza langsung menyapaku, "Pagi Avrora,"
"Pagi!" Aku menjawabnya dengan senyum kaku.
Liza terus memperhatikanku dan pangeran Alden, dia sepertinya merasa aneh dengan sikapku dan Alden.
"Ehhhh, apa yang terjadi pada kalian berdua, kenapa saling canggung begitu? Aneh sekali," tanya Liza.
"Ahahha,hahaha, tidak ada apa-apa kok," Aku menjawanya dengan gugup.
Liza memelototi kami berdua, dengan wajah curiga, "Mencurigakan,"
"Ahahah,ahahhah,ahahah," Aku cuma bisa tersenyum kaku dan salah tingkah.
"Merepotkan," (눈‸눈),"
Bersambung. .
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 102 Episodes
Comments
Dance Seaweed
akan bagus bila avrora di tulis dengan wajah senyum gelap dan licik, kayak gini
2023-01-29
1
p
bukannya Avrora dulunya cowo ya, kalo di pikir pikir ko merinding🗿
2023-01-21
1
mabar
╔══╗....<3
╚╗╔╝..('\../')
╔╝╚╗..( •.• )
╚══╝..(,,)(,,)
╔╗╔═╦╦╦═╗ ╔╗╔╗
║╚╣║║║║╩╣ ║╚╝║
╚═╩═╩═╩═╝ ╚══╝
kerja bagus
2022-12-27
0