...Petualanganku Baru Akan Dimulai...
...------------------------------------------...
Setelah menangis rasanya perasaanku jadi lebih baik, beban di pikiranku pun hilang seketika, Aku tidak mau memikirkan hal itu lagi, hari ini aku ingin belajar sihir.
"Avrora-chan, apa kamu sudah siap untuk belajar sihir,"
"Ya! Aku sudah siap, Bu!"
"Baiklah perhatikan Ibu!"
Aku memperhatikan Ibuku yang membuka telapak tanganya dan tiba-tiba mengeluarkan Air.
"Huaaaaa Hebat!"
Aku sangat kagum melihat Ibuku, ini adalah pertamakalinya di dalam hidupku Aku melihat manusia menggunakan sihir, teryata di Dunia ini memang benar-benar ada sihir.
"Bagaimana? Apa kamu melihatnya Avrora-chan!"
"Aku melihatnya, bagaimana cara ibu melakukannya?"
Ibu melihat ke arahku dengan serius.
"Dengar dan pahami dengan baik! dasar sihir adalah kemapuan untuk mengedalikan Alam, termasuk kejadian, objek, orang dan fenomena fisik, sihir terbagi menjadi tujuh Elemen, Air, Api, Angin, Pertir, Es, Tanah dan kegelapan. Kamu harus mengumpulkan Energimu pada satu titik di tanganmu dan bayangkan lah, karena Ibu hanya mempunyai Elemen Air, jadi ibu hanya tau cara menyusun Air, Air adalah Hidrogen dan Oksigen yang menjadi satu, setelah disusun akan menjadi Air, dan setelah selesai menyusunya, cukup bayangakan kamu ingin membentuk Air itu seperti apa, contoh perhatikan Ibu! Watter Ball!"
Aku melihat Ibu menggunakan Watter ball, Airnya membetuk bola dan melesat kecang mengenai pohon.
"Apakah kamu melihatnya Avrora-chan, Ibu membentuk Air menjdi bola dan memberikan tekanan yang kuat pada Air, apa kamu paham?"
Begitu ya, Aku mengerti sekarang, ini sama saja mempelajari pelajaran fisika di Sekolah, baiklah untung saja Aku pandai dalam pelajaran, ini akan mudah.
"Aku paham Bu, Aku akan mencobanya!"
"Baikalah Avrora-chan, Ibu akan melihatmu."
Aku mulai memejamkan mataku, Aku ingin menggunakan sihir Api, kalau tidak salah Api adalah reaksi kimia, berati yang dibutuhkan adalah Oksigen, Energi Panas dan bahan yang mudah terbakar, Bensin? tidak, tidak, tidak, disini mana mungkin ada Bensin? Emmm kalau begitu mungkin Gas, Aku cukup menyusunya ya, baikalah mulai menyusun, sudah jadi.
"Huaahaaaa, liahatlah ini Bu! Aku berhasil, tanganku mengelurkan Api!"
Ibuku sangat terkejut.
"Apa ini Avrora-chan? Ibu baru melihat Api yang berwarna Biru, ini indah sekali."
Aku bingung melihat Ibuku terkejut, apa di Dunia ini memang tidak ada Api Biru, Aku juga terkejut sih kenapa bisa menjadi Biru? oh Aku tau, mungkin karena Aku memikirkan Gas, Apa yang terjadi kalau Aku memikirkan bahan yang lain misal Karbon Disulfida, Asetonitril, Magnesium dan Belerang, ini menarik.
"Ahaha, Aku juga tidak tau bisa berwarna biru begini Bu!"
"Begitu yaa, baiklah ayo kita lanjutkan ketahap berikutnya, sekarang pikirkan bentuk apinya coba buatlah menjadi bulat!"
"Baiklah!"
Aku pun mulai memikirkan bentuk Apinya, baiklah buat menjadi Bola, Aku akan membuat Fire Ball, sudah jadi.
Tiba-tiba Api itu membentuk Bola sangat besar. Aku pun terkejut.
"Ehhhhh, Apa ini? Kenapa Apinya menjdi sangat besar, ba-bagaimana ini Bu!"
Ibuku pun panik.
"Hentikan apinya Avrora-chan, itu sangat berbahaya, cepat padamkan apinya, cepatlah, cepatlah!"
"Ehhhhh, bagaimana caranya!"
"Fokuskan pada Energimu dan hilangkanlah Energimu, cepat lakukan Avrora!"
Aku segera memfokuskan pada Energiku dan menghilangkan Energinya, Api pun menghilang.
"Ahhh syukurlah untung saja bisa padam." Ibuku langsung duduk lemas di tanah.
Aku menghampiri ibuku.
"Bu? apakah Ibu baik-baik saja,"
Tiba-tiba pandanganku menjadi kabur, tubuhku terasa lemas sekali, Aku ingin pingsan. Ada apa denganku? Begitu yaa, Energi ku habis pantas saja.
"Avrora-chan, Avrora-chan, apakah kamu baik-baik saja, Avrora-chan!"
Livy terlihat sangat panik.
Aku mendengar Ibuku memanggil-manggil namaku dan tak terdengar lagi karena kesadaranku mulai menghilang.
Tiga menit kemudian kesadaranku mulai kembali.
"Aduhhduhh pusing sekali!"
Saat aku bagun, Ibuku langsung memeluku dengan erat.
"Syukurlah, akhirnya kamu bagun juga, Avrora-chan, Ibu sangat khawatir!"
"Bu! sudah berapa lama aku pingsan?"
"Cuma beberapa menit sih, tapi Ibu sangat khawatir, apakah kamu baik-baik saja Avrora-chan?"
Entah kenapa aku sangat senang Ibuku sangat menghawatirkanku, Aku pun tersenyum.
"Begitu ya, Ahh aku baik-baik saya kok Bu!"
Ibuku melepas pelukanya, wajahnya terlihat sangat serius, dia memegang tanganku.
"Avrora-chan, kamu mempunyai Enegi yang besar, berjanjilah pada Ibu, untuk tidak mengeluarkan sihirmu sembarangan, kamu harus bisa mengendalikan sihirmu mulai sekarang."
Ahh rasanaya ini akan merepotkan, Aku harus segera belajar cara mengendalikan sihir
"Baiklah Bu! Aku berjanji padamu!"
Hari sudah malam, sekarang Aku sedang makan malam bersama Ayah dan Ibuku. Ibuku menceritakan kejadian hari ini pada Ayahku, tentang sihirku yang kekuatanya diluar nalar.
Ayah mengangukan kepalanya, "Jadi begitu, baik Aku sudah mengerti situasinya!"
Ayah menatapku dengan serius.
"Dengarkan Aku Avrora-chan, berjanjilah pada Ayah untuk tidak menceritakan kekuatanmu pada orang lain!"
"Baiklah Aku mengerti, Ayah! Emmmm Enakknyaaaa!"
Aku menjawab dengan santai sembari memakan makananku.
"Dasar! Kamu ini sante sekali ya, apa makananya enak, Avrora-chan?"
"Tentu saja, masakan Ibu memang yang terbaik."
Hap. . .hap. . .hap. . !" Aku memakan makanan dengan lahapnya.
Ibu dan ayahku pun cuma tersenyum melihatku.
Time Skip
Sebelas tahun telah berlalu, sekarang usiaku sudah Enam belas tahun, Aku sudah remaja loh! Aku sangat imut, dan cantik jangan naksir loh.
Aku juga sudah mempunyai Adik perempuan berumur Sepuluh tahun, dia sangat lucu dan menggemaskan namanya adalah Alice.
Banyak hal yang terjadi selama sebelas tahun ini, dalam sebelas tahun ini, Aku sering diam-diam pergi ke Hutan untuk melawan Monster dan berlatih, sekarang Level ku sudah mencapai Lv40, Aku Sudah bisa mengendalikan sihir dan menguasai semua Elemen sihir, termasuk sihir kegelapan, Aku merahasiakan ini dari Ibu dan Ayahku.
Dalam sebelas tahun ini Aku sama sekali belum pernah pergi ke labirin karena ayahku belum mengijinkanya, Aku harus bisa mengalahkan Ayahku, itu adalah syarat untuku kalau Aku ingin pergi ke labirin, merepotkan!
Sekarang mungkin saatnya Aku harus bisa mengalahkan Ayahku untuk bisa pergi ke labirin. Dalam sebelas tahun ini Aku sudah berlatih keras dan merasa cukup kuat untuk mengalahkan Ayahku.
Hari ini Ayahku sedang di Rumah, ini kesempatanku untuk menatangnya.
"Ayah! apa Ayah tidak lupa dengan janji Ayah, kalau aku bisa mengalahkan Ayah, Aku boleh masuk ke labirin?"
Ayahku langsung menatapku dengan serius.
"Ayah tidak lupa dengan jaji ayah kok! tenang saja, Ada apa? Avrora-chan?"
Aku pun merasa sangat gugup dan berdebar-debar.
"Itu? Ayah Aku ingin menantangmu sekarang!"
Ayahku pun terkejut.
"Apa kamu serius dengan ucapanmu barusan, Avrora-chan?"
Aku memasang wajah serius.
"Aku serius Ayah!"
Ayahku pun berdiri.
"Baiklah Ayah mengerti, ayo kita ke Hutan, ini adah ujian terakhirmu, Avrora-chan!"
"Baiklah Ayah!"
Aku merasa sangat senang, akhirnya hari yang ku tunggu-tunggu datang juga.
Sesampainya di Hutan Aku dan ayahku segera bersiap-siap.
"Baiklah Avrora-chan, kerahkan seluruh kemampuanmu, bertarunglah dengan serius, walaupun kamu Anaku, Ayah tidak akan menahan diri, Ayah akan mengerahkan seluruh kemapuan Ayah, cepat serang Ayah dari mana saja yang kau bisa!"
"Baiklah," Aku pun langsung membasang kuda-kuda.
"Wushhhhhhhh!"
Aku segera menyerang dengan cepat menggunakan pedangku.
"Slashhh!"
"Teng!"
Ayah menahan seranganku dengan pedangnya.
"Seranganmu masih lemah Avrora-chan,"
Ayah pun melalukan gerakan tendangan memutar sembari menahan pedang milik ku.
"Wushhh,"
Dengan cepat Aku meghindar.
"Itu lumayan Avrora-chan, sekarang Ayah yang akan menyerangmu!"
"Wushhh!"
Dengan cepat Ayah menyerangku.
Gawattt cepat sekali.
"Plakkkk,"
Aku terkena tendangan dan terlempar.
"Kyaaaaaaa!"
Ayahku memang kuat, Aku segera bangun dan menyerangnya lagi.
Setelah beberapa menit bertarung, Aku benar-benar tidak bisa menyentuh Ayahku, beberapa kali Aku terjatuh terkena serangan ayahku, Aku mulai putus asa.
"Ada apa Avrora-chan, apa kemampuanmu hanya segitu? kalau begitu, hentikan saja keinginanmu untuk pergi kelabirin!"
Entah kenapa Aku sangat merasa kesal dengan perkataan Ayahku, Aku pun mulai berfikir, mungkin Aku tidak akan bisa mengalahkan Ayahku, kalau cuma mengandalkan pedang saja, Aku pun memutuskan untuk menggunakan sihirku.
"Baiklah! Ayah kali ini Aku pasti akan menang melawanmu!"
Ayahku pun tersenyum melihatku kembali bersemangat.
"Bagus! Anaku memang harus begitu, kerahkan seluruh kemapuanmu Avrora majulah!
"Yosh! Terima ini Ayah, Flame shot!"
Aku menggunakan sihir Api untuk menyerang Ayahku, dengan mudah Ayahku menagkis sihir Apiku dengan pedangnya.
Ayah pun tersenyum.
"Ternyata dia mengeluarkan sihir juga itu bagus Avrora chan!"
"Bammmm!" terjadi ledakan.
Tiba-tiba Ayah keluar dari kepulan asap Hitam dan segera menyerangku.
"Slahhhhh!"
Untung saja Aku sudah memprediksinya, Aku menaruh tubuh bayanganku disana dengan sihir kegelapan.
"Begitu yaa! jadi itu sihir kegelapan, teryata kamu memang sudah berkembang sejauh ini Avrora chan!" pikir Ayah.
Aku segera pidah kebelakang Ayahku dan segera menyerangnya dengan pedang, tapi dengan cepat Ayahku menagkisnya dengan pedangnya, Aku pun melompat mudur menjaga jarak dengan Ayahku.
Ayahku memang kuat, Aku harus segera mengalahkanya, atau keinginanku untuk pergi ke labirin akan sia-sia.
Aku segera menyerang kembali dengan sihir Air dan petir bersama-sama, Aku sengaja mengalirkan listrik pada Air supaya Ayahku tidak bisa menagkis dengan pedangnya karena pedang terbuat dari logam, pedang bisa langsung menghantarkan Arus listrik, dan Air yang mengalir, kalau ayahku sampai terkena Airnya, Ayah pasti akan tersengat listrik, karena saat Air dan Listrik bertemu Akan memicu reaksi Electro charge.
Ayahku bersiap untuk menghindar.
Sudah Aku duga Ayahku akan menghindar, tapi itu sudah terlambat.
Aku mengunakan sihir tanah untuk menjerat kaki Ayahku, Ayahku sudah tidak mungkin bisa pergi kemana-mana.
"Kali ini sihir tanah ya, kamu memang selalu membuatku terkejut Avrora-chan!"
"Avrora chan kamu memang hebat!" Ayahku berteriak sembari tersenyum kepadaku.
Ayahku sudah tidak bisa bergerak, Air yang bercampur listrik itu sudah hampir mengenai tubuh Ayahku, dengan cepat Aku membuat dinding tanah untuk menghalangi laju Air agar tidak mengenai Ayahku, setah itu Aku segera menodongkan mata pedangku dihadapan Ayahku.
"Kau sudah kalah Ayah!"
"Aku kalah ya, kamu memang hebat Avrora!"
"Baikalh, baiklah, Aku kalah Avrora-chan!"
Aku segera membebaskan kaki Ayahku yang terkena jeratan tanah.
"Bagaimana Ayah, apakah Aku lulus?"
"Kamu lulus, kamu memang hebat Avrora, walalopun itu curang sih, kamu memakai sihir!"
"Eehehe mau bagimana lagi, kalau tidak menggunakanya Aku tidak bisa mengalahkanmu Ayah!"
Ayahku mengusap-usap rambutku.
"Kamu ini memang, tapi Ayah sangat terkejut, kamu sudah bisa menguasai semua Elemen sihir dengan baik, kenapa kamu tidak menceritakan pada Ayah?"
"Eheheh maaf-maaf, kalau Aku cerita nanti Ayah pasti akan mewaspadaiku, Aku pasti akan kesulitan!"
Ayahku langsung memcubit pipi ku.
"Kamu ini memang anak nakal!"
"Itaaaaa! Jahatnya, sakit tau!"
Ayahku tertawa lepas dia kelihatan sangat senang, huh dasar Ayah, pipiku jadi merah begini.
"Avrora-chan, karena kamu sudah bisa menggunakan semua Elemen sihir, kamu harus bisa menyembunyikan kekuatanmu itu, jangan gunakan kalau tidak dalam keadaan terdesak!"
"Baiklah, Aku mengerti Ayah! kalau begitu apa Aku sudah boleh masuk ke labirin?"
Ayahku terlihat berfikir.
"Baiklah, tapi dengan satu syarat, Ayah akan mendapingimu!"
"Baiklah terimakasih Ayah!"
Aku sangat senang dan memeluk Ayahku, akhirnya penantianku untuk pergi ke labirin sudah didepan mata dan petualanganku baru saja akan dimulai.
****Next Chapter 4****
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 102 Episodes
Comments
SweetiePancake
mana ada, kehidupan sebelumnya aje lu lakik!
2024-03-15
2
Iga Bakar
alice the abyyss
2024-02-14
0
Iga Bakar
ini LN? kok ga ada ilustrasi nya
2024-02-14
0