Part 15

Pluk ...

Yusha melempar map ke hadapan Sheli. "Kamu benar-benar tidak ingin mengandung anakku?" tanyanya dengan dingin.

"Selalu ini yang kamu bahas. Bikin aku gak betah di rumah," balas Sheli dengan mimik wajah jengah.

"Shel, please ... mari kita jalani dengan damai, coba saling mengerti dan berjalan di jalan yang sama. Jangan hanya aku yang mengerti kamu, tapi kamu gak pernah ngertiin aku. Aku kepala rumah tangga yang harus kamu ikuti. Berhentilah meniti karir, dengan pencapaian mu sekarang kamu sudah banyak di kenal orang di seluruh dunia. Apalagi yang ingin kamu kejar? Kamu tidak ingin membina rumah tangga bahagia, kita memiliki anak. Kamu menjadi istri dan ibu yang baik." cecar Yusha dengan menatap lekat ke arah Sheli.

"Aku ingin menjadi istri dan ibu yang baik, tapi bukan sekarang," ucapan Sheli menggantung di udara.

"Lalu kapan?" Yusha secepatnya memotong.

"Kapan? Aku juga belum tau. Yang pasti bukan dalam waktu dekat."

Tangan Yusha tergenggam. "Aku kira setelah kita menikah akan bahagia, nyatanya jauh seperti yang kubayangkan," ucap Yusha melirih. Ada emosi jiwa yang terpendam.

"Aku ingin memastikan. Apakah perasaanmu masih sama seperti dulu? Apa cintamu masih utuh untukku?"

"Masih, Yusha ... perasaan cintaku masih utuh dan masih sangat besar untukmu," balas Sheli.

"Lalu kenapa kamu menolak mengandung anakku dan sempat menyuruhku menikah lagi?"

Sheli menghembuskan napas panjang, ia beralih mendekati Yusha hingga jarak keduanya saling mendekat. "Semua bukan karna rasa ku memudar. Asal kamu tau, Yusha ... jauh dari lubuk hatiku merasa bersalah padamu, karna aku belum bisa mengabulkan keinginanmu. Maka itu aku mencari alternatif merelakanmu menitipkan benih anak di rahim wanita lain. Jangan kamu pikir ini mudah untukku. Tidak! Ini sama sekali tidak mudah untukku! Aku juga terluka merelakan semuanya. Tapi apa boleh buat, hanya itu jalan satu-satunya bisa mengabulkan keinginanmu dalam waktu dekat juga tanpa menghentikan karirku." jelas Sheli memaparkan kalimat panjang lebar.

"Apa begitu sulit meninggalkan karir mu demi aku?"

"Pertanyaan itu sulit untukku jawab. Yang jelas aku belum siap meninggalkan duniaku. Dunia impianku yang sejak kecil aku idamkan. Sekarang semua ada di genggaman, tidak semudah itu aku melepaskannya." Sheli mengiba di depan Yusha. Membuat Yusha melemah, lelaki itu tidak menggebu seperti tadi.

Yusha bernapas panjang, pada saat itu Sheli lebih mendekat dan tiba-tiba merengkuh tubuh Yusha. "Aku masih mencintaimu, Yusha. Sangat," ucap Sheli dengan meloloskan airmata.

Yusha membalas merengkuh dengan lebih erat, sekeras dan semarah apapun Yusha tetap akan luluh dengan kelembutan wanita itu. Karna Yusha masih mencintai Sheli, hanya saja pemikiran Sheli yang melukai hatinya.

"Kamu mau 'kan mempertimbangkan keinginanku, Yusha?" Kali ini Sheli memanfaatkan keadaan agar Yusha mau melakukannya.

"Tindakan itu pasti melukai dia, aku tidak tega, Shel!"

"Tapi seimbang dengan imbalan yang kita berikan," Sheli belum menyerah.

"Dalam berpoligami harus adil, aku takut tidak bisa melakukannya." Yusha membuang pandangan ke sudut ruangan.

"Hei Yusha ... ini bukan poligami, anggap saja kita menyewa rahimnya untuk mengandung anakmu. Kamu hanya perlu menghabiskan satu malam dengan wanita itu, setelah dia hamil kita urus dia dengan baik dan sesudah dia melahirkan tinggal kamu talak. Udah Selesai," usul Sheli dengan enteng.

"Bukankah itu sangat jahat!"

Sheli mendongak dan mengecup bibir Yusha sekilas. "Tidak. Itu tidak jahat, Yusha. Demi kebahagiaan kita."

"Demi kebahagiaan kita lalu mengorbankan wanita lain?"

"Semua sesuai,"

"Apakah masih tetap dengan wanita itu?"

"Ya. Dia perempuan baik, maka keturunan mu pasti baik,"

"Akan aku coba,"

"Benarkah?" Sheli setengah berteriak karna terkejut.

"Hanya demi kamu," ujar Yusha.

"Terimakasih, sayang. Kamu yang terbaik," Sheli menghujani ciuman di wajah Yusha. Wanita itu tersenyum lebar dan tak renggang memeluk suaminya. Akhirnya rencana itu disetujui. Maka ia tidak perlu susah-payah mengandung benih Yusha. Baginya, wanita hamil adalah makhluk terjelek di muka bumi. Dan ia belum siap menjadi jelek.

Yusha sendiri tidak menyia-nyiakan kesempatan, ia menautkan bibirnya dengan bibir Sheli. Keduanya terlibat ciuman panas, hingga tangan Yusha bereaksi menyusuri punggung Sheli.

"Aku mencintaimu, Sayang," ucap Sheli di sela ciumannya.

"Aku lebih mencintaimu, Sheli," balas Yusha.

"Astagfirullah hal'adzim ...," pekik Niar tertahan. Ia terkejut dan menutup dengan kedua tangannya. Pertama kali melihat pasangan suami istri sedang berciuman panas. Ia yang tadinya ingin ke dapur langsung menghentikan langkahnya karna tak sengaja melihat hal yang belum pernah di lihatnya.

Yusha mendesah berat dan mengumpat kesal karna Niar mengganggu aktifitasnya. Sedangkan Sheli langsung menghadap ke arah Niar. "Sorry, kami berciuman di tempat terbuka," ucapnya.

"Maaf Nona, tadinya saya ingin ke dapur mengambil minum,"

"Minumlah, setelah itu kemari ada yang ingin kami sampaikan."

Karna haus Niar melanjutkan langkah untuk pergi ke dapur dengan degub jantung masih berdebar. Setelah itu memberanikan diri duduk di kursi paling ujung. Pemikirannya tidak bisa menebak apa yang akan di sampaikan kedua majikannya, hanya saja menyimpan ketakutan jika Sheli atau Yusha akan marah karna telah memergoki keduanya berciuman.

"Niar, suami saya sudah setuju ingin menjadikanmu istri kedua,"

"Apa?" Belum usai Sheli menjelaskan Niar terkejut dan berdiri.

Yusha diam saja tanpa memandang Niar, membiarkan Sheli yang berbicara.

"Maaf Nona, Tuan, saya tidak akan pernah mau menerima tawaran anda. Lebih baik saya berhenti bekerja." Lagi-lagi Niar menolak tegas.

"Kamu tidak tergiur dengan tawaran saya?"

"Tidak Nona!"

"Baiklah, anggap saja saya dan suami saya minta tolong padamu. Demi kebahagiaan rumah tangga kami, Niar." Sheli merendahkan diri di depan Niar. Mungkin saja bisa mempengaruhi Niar dan wanita itu akan luluh.

Niar terdiam, sebenarnya ingin sekali menolak kembali, tapi hatinya yang baik tidak tega untuk menolak.

"Tolong kamu pikirkan dulu," ucap Sheli.

"Kenapa saya memilih kamu, karna saya yakin kamu wanita baik. Keturunan Yusha pasti akan baik seperti ibunya," imbuh Sheli.

Pembicaraan itu terhenti. Sheli memberikan waktu untuk Niar berpikir ulang.

Malam usai bertempur dengan keringat, ketika Yusha sudah terpejam Sheli bangun menuju ke kamar mandi. Ia menyalakan ponsel dan mengirim pesan pada seseorang.

*Cari tau tentang keluarga Niar di kampung. Segera hubungi aku setelah kamu mendapat laporan secara rinci!*

Wanita itu tersenyum miring, entah apa yang di pikirkan tentang rencana liciknya. Yang pasti, apapun kehendaknya harus terlaksana. Apapun itu.

Sheli kembali menghidupkan layar ponsel dan menghubungi seseorang. Cukup lama berbincang-bincang hingga ketukan pintu juga suara Yusha menghentikan percakapannya.

"Kamu berbicara dengan siapa tengah malam begini?"

"Oh ... siapa lagi kalau bukan makhluk jadi-jadian si Glory. Dia ngasih tau, lusa ada penghargaan untuk modeling internasional. Do'akan aku menang ya, sayang." Sheli tersenyum manis.

"Aku yakin kamu pemenangnya, kamu handal dalam hal apapun," puji Yusha.

"Termasuk di atas ranjang kah?"

"Ya, kamu yang paling hebat."

Keduanya tertawa bahagia di tengah malam. Yusha menggendong Sheli untuk di rebahkan ke atas ranjang lagi. Lalu keduanya tidur dengan berpelukan.

Terpopuler

Comments

Sumi Sumi

Sumi Sumi

niar ini awal kehidupan yg akan sabgt rumit

2021-10-09

0

Aidafitriyantipepi

Aidafitriyantipepi

awal kehidupan baru Niar....🤔

2021-09-23

0

Yusna Zahra

Yusna Zahra

up yg banyak akak Mey
semangat💪💪💪

2021-08-24

0

lihat semua
Episodes
1 Part 1
2 Part 3
3 Part 4
4 Part 5
5 Part 6
6 Part 7
7 Part 8
8 Part 9
9 Part 10
10 Part 11
11 Part 12
12 Part 13
13 Part 14
14 Part 15
15 Part 16
16 Part 17
17 Part 18
18 Part 19
19 Part 20
20 Part 21
21 Part 22
22 Part 23
23 Part 24
24 Part 25
25 Part 26
26 Part 27
27 Part 28
28 Part 29
29 Part 30
30 Part 31
31 Part 32
32 Part 33
33 Part 34
34 Part 35
35 Part 36
36 Part 37
37 Part 38
38 Part 39
39 Part 40
40 Part 41
41 Part 42
42 Part 43
43 Part 44
44 Part 45
45 Part 46
46 Part 47 (Tuhan, ambil saja nyawaku, hingga aku takkan lagi berteman dengan lara)
47 Part 48 (Terlahir sebagai wanita tanpa keberuntungan)
48 Part 49
49 Part 50 (Memutuskan)
50 Part 51
51 Part 52 (Melepas)
52 Part 53
53 Part 54
54 Part 55 (Tak terduga)
55 Part 56
56 Part 57
57 Part 58
58 Part 59
59 Bukan Up!!! (Permintaan maaf)
60 Bukan Up!!! (Permintaan maaf)
61 Part 60
62 Part 61
63 Part 62 Siap gak siap
64 Part 63
65 Part 64
66 Part 65
67 Part 66
68 Part 67
69 Part 68
70 Part 70
71 Part 71
72 Part 72
73 Part 73
74 Part 74
75 Part 75
76 Part 76
77 Part 77
78 Part 78
79 Part 79
80 Part 80
81 Part 81
82 Part 82
83 Part 83
84 Part 84
85 Part 85
86 Part 86
87 Part 87
88 Part 88
89 Part 89
90 Part 90
91 Part 91
92 Part 92 (Lima Purnama)
93 Part 93
94 Pengumuman
95 Part 94
96 Part 95
97 Part 96
98 Part 97
99 Part 98
100 Part 99
101 Part 100
102 Part 101
103 Part 102 (Ending Story)
104 Part 103 (extra part 1)
105 Part 104 (Extra Part 2)
Episodes

Updated 105 Episodes

1
Part 1
2
Part 3
3
Part 4
4
Part 5
5
Part 6
6
Part 7
7
Part 8
8
Part 9
9
Part 10
10
Part 11
11
Part 12
12
Part 13
13
Part 14
14
Part 15
15
Part 16
16
Part 17
17
Part 18
18
Part 19
19
Part 20
20
Part 21
21
Part 22
22
Part 23
23
Part 24
24
Part 25
25
Part 26
26
Part 27
27
Part 28
28
Part 29
29
Part 30
30
Part 31
31
Part 32
32
Part 33
33
Part 34
34
Part 35
35
Part 36
36
Part 37
37
Part 38
38
Part 39
39
Part 40
40
Part 41
41
Part 42
42
Part 43
43
Part 44
44
Part 45
45
Part 46
46
Part 47 (Tuhan, ambil saja nyawaku, hingga aku takkan lagi berteman dengan lara)
47
Part 48 (Terlahir sebagai wanita tanpa keberuntungan)
48
Part 49
49
Part 50 (Memutuskan)
50
Part 51
51
Part 52 (Melepas)
52
Part 53
53
Part 54
54
Part 55 (Tak terduga)
55
Part 56
56
Part 57
57
Part 58
58
Part 59
59
Bukan Up!!! (Permintaan maaf)
60
Bukan Up!!! (Permintaan maaf)
61
Part 60
62
Part 61
63
Part 62 Siap gak siap
64
Part 63
65
Part 64
66
Part 65
67
Part 66
68
Part 67
69
Part 68
70
Part 70
71
Part 71
72
Part 72
73
Part 73
74
Part 74
75
Part 75
76
Part 76
77
Part 77
78
Part 78
79
Part 79
80
Part 80
81
Part 81
82
Part 82
83
Part 83
84
Part 84
85
Part 85
86
Part 86
87
Part 87
88
Part 88
89
Part 89
90
Part 90
91
Part 91
92
Part 92 (Lima Purnama)
93
Part 93
94
Pengumuman
95
Part 94
96
Part 95
97
Part 96
98
Part 97
99
Part 98
100
Part 99
101
Part 100
102
Part 101
103
Part 102 (Ending Story)
104
Part 103 (extra part 1)
105
Part 104 (Extra Part 2)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!