Bayu mengerucutkan bibir sexinya itu, lalu kembali kegang depan dengan kesal dan berlari kencang.
"Ada motor, kenapa ngga naik motor?" tanya Ady, yang baru turun.
"Ngga tahu... Tahu sendiri lah, Adekmu gimana. Gagal jadi bungsu, kelakuanya jadi begitu." jawab Bram, dengan menyedot bobanya kuat-kuat. "Aaaaah, syegeeeerrrr..."
"Apa aja yang ngga dibolehin, ketika cewek sedang haid?" kayaknya, Loe tahu banget." tanya Maliq.
"Ngga juga sih... Cuma ya, emosi suka labil, perut nya suka sakit, terus pengen yang seger-seger, padahal ngga boleh, bolehnya itu yang anget jangan dikasih es." jawab Bram.
"Ya yang namanya anget ya ngga dikasih es lah Mas. Aneh...." sanggah Ady.
"Kali aja, ada yang mau mesen minum es teh anget." jawab Bram, lalu duduk menonton Moto Gp.
Braaaakkk! Bayu datang dengan nafas ngos-ngosan dan wajah pucat pasih.
"Kenapa Bay?" tanya Maliq, yang tengan duduk santai bersama Bram.
"Dikejar anjing. Takut banget sampai. Lari terbirit-birit." jawab Bayu, lalu merebut Boba yang sedang diminum Bram.
"Kenapa ngga pakai motor?" tanya Adi.
"Kenapa ngga ngingetin? Bayu lagi kesel suruh bolak balik mulu. Jadinya ngga inget kalau ada motor. Udah ah, mau kasih ini ke Nana. Jangan aja diomelin lagi nanti gara-gara bobanya hambar tanpa es." ujar Bayu dengan kesal.
Bayu pun kembali berlari menjumpai Nana dikamarnya. Memberikan boba itu dengan cemas. Dan sesuai ekspetasinya, jika Nana akan mengomel.
"Bobanya ngga dingin?"
"Mas Bram ngga ngebolehin Nana minum boba dingin. Ngga bagus katanya buat cewek lagi Haid. Udah, jangan ngomel, nikmatin aja. Perjuangan Mas berat untuk ngedapetin itu. Mas mau istirahat sebentar." ucap Bayu, lalu merebahkan diri ditempat tidur Nana.
❤️❤️❤️
"Bram... Bagaimana proyek barumu? Lancar?" tanya Maliq.
"Alhamdulillah Mas. Ngga ada kendala. Oh iya, Mas sama Adi mau ada proyek bareng kan? Gimana, bukanya itu klien nya ribet?"
"Alhamdulillah juga, Mas maliq bisa meyakinkan kalau proyek kita menguntungkan. Jadi, mereka setuju. Karena memang mereka hoby dan suka berdonasi. Sekalin cari pahala katanya." jawab Adi.
"Owh... Baguslah. Semoga dengan ini semakin berkembang. Jadi bisa buat ayah bangga sama kita, secara kita cuma penerus kan. Kalau disuruh buat perusaha'an sendiri juga belum tentu bisa. Nikmati aja...." ujar Bram pada yang lain.
"Bersyukur intinya. Mas sempat dengar perjuangan Ayah dan bunda untuk membuat dan memperjuangkan perusaha'an itu, dan Yayasan yang dikelola Adi, itu buatan Ibu yang dipersembahkan buat Bunda, Karena sayangnya." sahut Maliq.
Mereka malnjutkan ngobrol mereka dengan serius. Maliq sebagai anak tertua, menjelaskan pada mereka tantang apa yang Ia tahu mengenai Sang bunda. Meskipun Ia tak pernah melihat dan mengenal secara langsung, tapi Maliq lah yang selalu memimpikanya, dan hingga sekarang pun itu masih berlanjut.
"Mas ngga serem dimimpi'in begitu?" tanya Bram.
"Engga.... Bunda ngga nyeremin, malah cantik banget. Lagian, ngga ada apa-apa, kayak Mas lagi digendong terus diajak main aja. Kenapa harus takut." jawab Maliq.
"Adi pengen dimimpi'in juga. Pengen tahu aja, sosoknya gimana. Lihat difoto, tapi fotonya udah agak usang gitu." jawab Adi.
"Mau tahu? Tatap Nana lama dan dalam. Matanya, bibirnya, itu mirip sama Bunda. Cuma sifatnya aja, yang kata Ibu beda. Bunda orangnya mandiri, tegas. Ngga kayak Nana, manja, mungkin karena memang kita manjain sih." balas Maliq.
"Iya? Nanti ah, Bram lihatin. Tapi... Nana lagi sensitif, besok ajalah." jawab Bram..
"Hahaha...takut ditabok ya?" ledek Adi.
"Ho'oh...." Balas Maliq, dengan tawanya yang membahana.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 210 Episodes
Comments
Hera
jadi rame udah klo pada ngumpul bareng nih
2022-02-06
0
Ainun Syafitra
Senangx 4 pundawa akur... jadi anak rumajan.. yg gak suka ngeluyur
2021-12-05
1
Yani
Makin seru 4 penggawa ma 1 Sri kandi
2021-09-12
0