"Hay, Masku. Sedang apa galau sekali?" tanya Bayu, yang ternyata mengunjungi Bram dikantornya.
Bram yang terkejut, langsung menutup Laptopnya agar tak terlihat oleh Bayu.
"Ngehapus foto mantan ya?" goda Bayu.
"Sok tahu. Ngapain kesini? Tumben, mau tambahan uang jajan?"
"Ish... Suudzon sama adek sendiri. Hmmmm, Mas... Ada lowongan magang ngga?" tanya Bayu.
"Hmmm? Loe udah mulai magang? Kenapa nanya disini, ngga ke Mas maliq aja?"
"Disini aja, sambil ngawasin Loe biar ngga sedih."
"Alesan... Bilang aja ngga mau repot ngelamar. Oke, nanti Gue bilang ke prsonalia. Tapi, jangan sampai ada yang tahu, kalau Loe adek gue, dan bagian dari kumbara bersaudara."
"Lah.... Gimana? EMang ngga perlu periksa KTP?" tanya Bayu.
"Itu urusan Gue, Loe ngikut aja." ujar Bram.
"Oke, Gue pamit dulu. Bentar lagi jemput Nana karena udah jam pulang. Makasih, Mas." pamit Bayu, lalu kembali memakai topi dan jaketnya lalu pergi.
***
Diruang rapat, Maliq dan Adi kompak membahas tentang kemajuan yaasan dan perusaha'an. Ide mereka digabungkan menjadi satu, dan mbisa mengambil titik tengah yang baik demi berkembangnya usaha masing-masing.
"Bagaimana, Pak Broto. Jika ide kami gabungkan menjadi Satu, maka akan menjadi semakin baik bukan? Anda berinvestasi keperusaha'an saya, tapi nama anda pun dicatat menjadi donatur tetap diyasasan. Jadi, dalam sekali menggelontorkan dana, Bapak juga bisa beramal didalamnya." Maliq, sedang membujuk kolega besarnya itu yang memang sudah lama melalukan kerjasama.
"Baiklah, saya percayakan semua pada perusahaan ini, dengan anda sendiri yang harus mengaturnya. Karena... Saya akan pergi Umrah sebentar lagi." Pak Broto, dengan tubuh pendek dan perut buncitnya, serta kumis tebal yang rata.
Senyum mengembang terpancar dari dua beradik itu, lalu melakukan tos bersama tanda kebahagia'an. Setelah rapat selesai, Maliq kembali kekantornya, diiringi Adi dan Ayu dibelakang mereka.
"Mas, terimakasih ya. Udah bantu kerja kami." ucap Adi.
"Kan bukan kerjamu saja Di, ini semua kerja kita bersama. Jadi kita harus menyelesaikan bersama. Segera susun proposalnya, nanti keburu Pak broto pergi."
"Iya Mas. Segera akan kami rancang. Tapi, bantuin ya?" bujuk Adi pada Masnya itu.
"Ayu kan ada?" goda Maliq.
"Massss... Jangan menggoda. Kan adi cuma minta bantuan kalau dirumah. Kalau dikantor, pasti Adi sama Ayu. Masa iya, mau nyelesaikan ini berduaan terus, kan ngga boleh." ucap Adi, yang sontak membuat Ayu tersipu malu.
"Iya... Nanti Mas bantuin." jawab Maliq.
Mereka bersenda gurau sebentar, menikmati hari-hari mereka selagi bisa berkumpul. Menikmati secangkir teh hangat, dan cemilan yang disediakan oleh Dini, sekretaris Maliq.
🥀🥀🥀
Sementara itu, disisi lain Bayu sedang menunggu Nana dipos satpam dengan bermain game di Hpnya ditemani Sang satpam yang juga bermain game. Kebetulan, mereka adalah teman SMA waktu itu, tapi karena keada'an, temna Bayu harus bekerja, dan diberikan pekerja'an sebagai satpam oleh Bayu.
"Gimana kuliahmu, Bay?"
"Alhamdulillah, sebentar lagi magang, untung bisa dikantor Mas Bram." jawab Bayu.
"Enak, ya. Bisa magang dikantor Mas sendiri."
"Sebenernya mau cari kantor lain. Tapi kata Mas maliq disana aja. Sekalian ngontrol Mas bram yang abis putus cinta. Itu aja, identitas dirahasiakan."
"Owh... Iya, kerenlah itu. Selama ini, aku salut dengan persaudara'an kalian yang begitu solid, mau saling mengingatkan dan melindungi satu sama lain. Semoga seterusnya seperti itu. Eh iya, Aku pamit dulu mau pencet bel pulang."
"Oke, bray." ucap Bayu, sambil bersiap-siap dimotornya menunggu Nana.
Kriiiiiinggg! Suara bel berbunyi.
Para siswa mulai berhamburan pulang, baik berjalan, maupun dengan kendara'an pribadi masing-masing.
Bayu menengok kesana dan kemari mencari Nana, seraya menggoda siswi yang ada disana. Hingga akhirnya, Nana lah yang menepuk bahu Bayu dari belakang.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 210 Episodes
Comments
Yani
Keren rhor 👍👍👍👍👍
2021-09-11
1
🌷💚SITI.R💚🌷
bayu lg cari jari diri kira2 gt..wkwkwk
2021-08-01
3
Mbak Noer
di jemput Abang yg ganteng n keren... 🥰
2021-07-31
4