Hari minggu yang cerah. Para punggawa lari pagi bersama, namun tanpa Nana. Ia mengeluh jika perutnya sakit dan keram pagi ini, hingga Ia memutuskan untuk kembali tidur.
Sepulang mereka lari pagi, Maliq menghampiri Nana dan memberinya obat sakit perut.
"Nana... Gimana sakitnya?"
"Nyeri banget, Mas. Nana ngga ada salah makan padahal. Kenapalah, ya?" tanya Nana, meringis.
"Mas panggilin dokter, mau?"
"Engga... Nana ngga mau disuntik. Nanti abis minum obat juga sembuh."
"Yaudah... Sarapan dulu, Mas tunggu dibawah. Nana juga belum mandi kan?"
"Iya... Nana mandi dulu." ucap Nana, beranjak dari tempat tidur, dan mengambil handuk kekamar mandi. Sedang Maliq kembali kebawah menemui yang kain untuk sarapan.
Nana masuk kekamar mandi, dan membuka pakaianya satu persatu. Ia kaget ketika melihat bercak darah di celananya, lumayan banyak hingga membuatnya takut. Nana menahan untuk menjerit, akhirnya Ia menelpon Ibunya untuk bertanya.
"Hallo, Assalamu'alaikum, Bu. Sibuk ngga?" tanya Nana.
"Wa'alaikum salam. engga, kenapa sayang?" tanya Rubby.
"Bu... Nana sakit perut pagi ini, terus Nana berdarah. Apa ngga papa?" tanya Nana.
Rubby dan Edra yang mendengarnya tertawa terbahak-bahak, hingga membuat Nana mengerucutkan bibirnya.
"Ibu, Ayah.... Nana serius. Ini kenapa?" omelnya.
"Nana... Selamat ya, Nana udah beranjak dewasa sekarang. Itu namanya menstruasi. Setelah ini, Nana akan mengalaminya sebulan sekali." jawab Rubby.
"Owh... Jadi ini yang namanya menstruasi. Kenapa baru sekarang Nana mens? Riana dan yang lain dari dulu."
"Beda anak, beda tingkat kesuburan sayang. Nana udah punya pembalut? Pakai pembalut habis ini. Mita Mas nganterin belinya. Ma'af ya, Ibu ngga bisa ngerawat Nana ketika Haid pertama. Pahal Nana butuh banyak bimbingan." Sesal Rubby.
"Ngga papa, Bu. Ada Mas dirumah kok. Biar minta tolong mereka aja. Udah dulu ya, Nana ,mau sarapan, dadah Ibu, Ayah... Nana rindu semuanya, Muuuuach." ucap Nana dengan begitu bahagia.
"Nana udah dewasa, Nana udah Menstruasi. Kasih tahu sama Mas ah." Nana berlari kebawah dengan begitu semangat, menghampiri para punggawa yang sedang sarapan.
"Pagi Masku yang ganteng, dan tamvan." sapa Nana.
"Pagi sayang, ayo sarapan. Kata Mas maliq, Nana sakit?" ujar Bayu, sedangkan Bram sedang asyik dengan makananya.
"Nana sakit apa? Mas Adi bawa ke dokter yuk,"
"Engga, Nana ngga sakit. Tapiiii....." ucapnya sambil senyum berseri-seri, memunculkan tanda tanya dibenak mereka semua.
"Tapi apa, Na?" potong Maliq.
"Nana hari ini Menstruasi, hari pertama...!" ucap Nana denga begitu bahagia dan bangganya, Maliq, Bayu dan Adi melongo, sementara Bram tersedak hingga batuk mendengar kabar itu.
Uhhhhukkk! Uhhhukk!
"Mas Bram, ini Mas, minum dulu biar ngga perih tenggorokanya."ucap Bayu, lalu Bram meminumnya.
"Nana seneng banget, Mestruasi." ucap Bram.
"Iya dong... Kata Ibu, itu tandanya Nana udah dewasa, dan menjadi seorang wanita." balas Nana.
"Yaudah, selamat ya sayang. Akhirnya Satu-satunya adik perempua kami beranjak dewasa. Ayo, makan dulu. Nana akan kehilangan banyak darah setelah ini. Jadi harus banyak makan makanan bergizi." ajak Maliq, dengan penuh senyum.
"Mas... Jangan dipertegas lah ngomongin itu. Tau Adi phobia darah, lihat tuh merinding. Lagian, Mas Bram juga lagi makan, langsung berhenti deh."tegur Bayu.
"Ahhhh, iya... Ma'af, Ma'af. Mas hanya memberi semangat pada putri kita ini." ucap Maliq, dengan tawa terbahak-bahak.
Mereka melanjutkan sarapan hingga selesai. Lalu, Nana mendekati Bram dan mulai berbisik manja.
"Masss."
"Apa sayang?" tanya Bram, yang menikmati teh hangat nya.
"Mas temenin Nana beli stok pembalut dong, mau ya?" Nana merayu, dengan mengedip-ngedipkan mata lentiknya. Namun dibales gelengan kepala Bram seraya memijatnya dengan kasar.
"Kenapa harus sama Mas? Ajak Mas maliq ajalah, Mas banyak kerjaan, dek." jawab Bram.
"Main boneka sama Mas, belanja ini itu sama Mas. Masa beli pembalut sama Mas maliq, gengsi lah. Ayo Massss!" rengek Nana.
"Engga... Biarin Mas maliq sesekali ketoko barang cewek. Biar agak hidup jiwa lelakinya." ujar Bram, dengan sedikit omelan.
Nana berdiri dengan sebal, lalu meninggalkan Bram ditempat itu dengan kesal.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 210 Episodes
Comments
Dwi Hartati08
mas Bram modus
2022-05-30
0
Hera
udah jadi gadis dewasa ya nana
2022-02-06
0
Yani
Lucu Nana senengnya banget untung punya kakak lelaki yang pengertian
2021-09-12
0