Braaaaakkkkk! Nana membanting pintu kamarnya. Sontak suarankeras itu membuat Bayu dan Adi terkejut dan bangun.
"Mas, ada apa?" tanya Bayu.
"Nana ngambek."
"Kenapa?" tanya Adi, sembari mengucek matanya.
"Tanya sendiri ajalah nanti. Sensitif banget dia hari ini."
"Mas bram mana?" tanya Bayu.
"Lagi masak dibelakang. Bantuin sana." pinta Maliq.
"Okelah, bangun dalam keada'an terkejut itu pusing. Ngga bisa tidur lagi." keluh Bayu.
"Adi, mau kekamar dulu. Ada sesuatu soalnya." pamit Adi, dengan berjalan kearah kamarnya.
Maliq tetap diposisinya dengan Hp yang terhubung kelayar Laptopnya.
❤️❤️
"Mas.... Masak apa?" tanya Bayu ke Bram.
"Eh, masak sayur aja nih. Kenapa, mau bantuin?" tanya Bram.
"Kayaknya udah mau selesai. Apa yang mau dibantu? Bantu makan aja nanti lah." jawab Bayu.
Bayu duduk, dan
"Tadi ada keributan apa didepan?"
"Apa? Bayu aja baru mau nanya sama Mas Bram. Bayu sama Adi daritadi kan tidur."
"Heeeh, tidur mulu. Udah, mandi sana udah siang ini. Pliket semua badanya." omel.
"Nunggu makan dulu lah, ya? Please!!" rengek Bayu.
"Ngga mandi, ngga boleh makan. Titik!" tukas Bram, dengan menyingkirkan makanan dimeja.
Bayu pun langsung berdiri, dan berjalan dengan malas lalu bersenandung.
"Betapa, malang nasibku... Semenjak ditinggal Ibu...." dengan sesekali melirik Bram, lalu berlari ketika Bram melotot padanya dengan begitu menakutkan.
"Gue ketok lu!!!!"
"Aampuuuuun, jangaaaaan!" teriak Bayu.
Mereka kembali asyik dengan kesibukan masing-masing sekarang. Maliq dan Adi dengan pekerja'anya, Bram dengan masakanya, Bayu yang sedang asyik mee membersihkan diri, lalu Nana yang sedang menikmati masa Haid pertamanya. Nana mulai merasakan nyeri diperutnya, tapi berusaha tetap tenang, karena Riana bilang itu normal.
"Mas, Makan siang dulu." ajak Bram pada Maliq.
"Ya, bentar. Panggil yang lain juga, termasuk Nana." jawab Maliq, dengan menutup Laptopnya.
Bram hanya mengangguk, lalu pergi kekamar Adi dan Bayu, lalu kekamar Nana.
"Dek, makan yuk?" ajak Bram.
"Ya, duluan aja Mas, Nana masih males. Nanti... Nana nyusul." jawab Nana yang sedang meringkuk ditempat tidurnya.
Bram yang faham dengan kondisi Nana, lalu beranjak pergi dengan menutup kembali pintu kamarnya, lalu menghampiri yang lain dimeja makan.
"Mana Nana?" tanya Maliq.
"Nanti nyusul katanya."
"Ngambek?"
"Engga, kayaknya udah mulai sakit perut. Biasa kalau cewek lagi haid." jawab Bram.
"Kamu yang lebih faham, kenapa ngga mau, waktu diajak beli perlengkapan?" omel maliq.
"Mas bram takut keinget mantan." celetuk Bayu, yang sontak mendapat lirikan dari Adi.
"Udah.... Nyeletuk mulu."
"Iya... Ma'af. Makan ajalah, males ngomong." jawab Bayu.
"Abis makan, kekamar Nana, suapin. Dia lagi ngambek sama Mas." jawab maliq dengan santai, dan dibalas bayu dengan berdehem.
Suasana berubah hening, tak ada lagi tanya jawab diantara mereka. Setengah jam berlalu, Bayu dengan cepat menyelesaikan makan siangnya, lalu mengambil makanan untuk Nana. Kemudian membawanya kekamar untuk menuapinya.
"Assalamualaikum cantik...." ucap Bayu.
"Wa'alaikum salam, Mas. Kenapa?"
"Mas bawain makanan, kan Nana belum makan. Ayo, sini Mas suapin." bujuk Bayu.
"Ngga selera makanm perut begah, ngga enak, rasanya mual, lemes. pengen Boba...." rengek Nana.
"Aneh-aneh aja sih dek? Makan dulu tapi. Dikit ngga papa, yang penting perutnya keisi."
"Iya, tapi nanti beli'in?"
Bayu hanya diam dan mendengus pasrah lalu menganggukan kepalanya. Ia lalu menyuapi Nana sedikit demi sedikit, hingga dirasa kenyang, dan Nana menolak suapan terakhirnya.
"Udah?" tanya Bayu, yang dibalas anggukan Nana.
"Boba?" tagihnya.
"Ya... Nanti Mas belikan, diujung gang sana ada yang jualan." jawab Bayu.
Ia membereskan makanan Nana, lalu keluar dari kamar dan bergegas keluar membeli pesanan Adiknya itu.
Hanya Lima belas menit berselang, Bayu kembali membawa Bobanya dan menuju keatas.
"Eh, apa itu?" tanya Maliq.
"Boba, buat Nana."
"Nana ngga boleh minum es. Kalaupun mau, belikan yang tanpa es." ujar Maliq.
"Lah, Mas. Mana bayu tau, ini udah dikasih es loh."
Ssssstttt! Bram merebut Boba itu.
"Ini... Buat saya, Kamu, beli lagi. Sekalian belikan Adi, sama Mas maliq. Jangan lupa, yang Nana tanpa es." ledek Bram, dengan tampang puasnya. Sedangkan Bayu, hanya terdiam seribu bahasa. Pasrah dengan hidupnya yang seolah-olah sedang kembali dibully oleh Kakaknya sendiri.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 210 Episodes
Comments
Samudra Rohul
para punggawa suruh nikah masal ajja thour😝
2022-08-04
0
Hera
lah malah jadi kepengen semua sama bobanya
2022-02-06
0
Yani
Sabar Nana ma Ke empat kakaki juga
2021-09-12
0