Nasib bungsu

❤️❤️❤️

Nana menaiki taxi online yang Ia pesan, lalu menuju kesebuah cafe, dimana teman-temannya berkumpul disana.

"Hay, Na... Kok tumben lama?"

"Iya, agak susah kalau izin sama Mas Maliq. Agak protektif Dia,"

"Ya, maklumlah, Na. Namanya juga anak bungsu." jawab Diah, sahabat dekat Nana.

"Iya, enak ngga enak jadi anak bungsu. Kadang dimanja, tapi terlalu dimanjanya, jadi protektif. Kesel sendiri, kalau lagi kumat protektifnya." keluh Nana.

"Bersyukur, Nana. Punya Mas banyak itu nyenengin, apalagi ganteng-ganteng."

"Ya Allah, ma'afkan Nana yang kurang bersyukur dengan keada'an Nana." ucap nya, dengan mengadahkan kedua tangan.

Mereka melanjutkan pembicara'an, selayaknya para remaja yang sedang berbincang. Dari mata pelajara, bintang idola, fashion, hingga cowok idola. Bagaimana, jika para Punggawa ku itu mendengarnya. Pasti pada melotot, segede biji jengkol karenanya.

Sedangkan Bayu yang mengikuti Nana, Ia diperintahkan mengawasi, maka dan hanya bisa duduk dipojokan, dengan meminum segelas jus yang Ia pesan diam-diam.

"Itu, si Nana jalanya sama Diah mulu, ngga ada temen lain apa? Kalau begitu 'kan, ngga perlu repot-repot ngawasin." keluh Bayu.

Bayu terus menatap mereka tanpa henti, hingga seseorang menepuk bahunya dari belakang.

"Bay... Ngapain disini sendirian, dasar jomblo." tegur seorang wanita.

"Eh, Renita. Itu, lagi disuruh Mas Maliq ngawasin si Nana."

"Bay, Bay... Anak segede itu, masih aja dikintilin. Beri kebebasan bergaul dikit ngapa? Biar Dia belajar, bergauk dengan yang lain." ujar Renita.

"Re... Gue lebih baik seumur hidup jadi pengawas Adek gue, daripada terjadi sesuatu yang ngga diinginkan nantinya." ucap Bayu dengan lantang.

"Iya, deh... Cuma ngasih tahu," balas Renita.

Bayu yang sedang asyik mengobrol, kehilangan jejak Nana, dan kebingungan.

"Re... Nana mana?" tanya Bayu.

"Lah... Gue ngga tahu, masa gue harus merhati'in Dia, kayak Loe."

"Aish....emang Loe, ngeselin." ucap Bayu, lalu pergi dengan kesal.

Bayu segera pergi menggunakan motornya kembali, dan berjalan lambat menyusuri jalanan.

Karna tak juga ditemukan, akhirnya Bayu menelpon Maliq.

"Hallo, Mas. Nana ilang, Mas.

"Hah! Ilang gimana? Ngawur kamu jagain adek sendiri."

"Ma'af, Mas. Tadi ditegur sama temen, jadi ngelayan ngobrol sebentar."

"Yaudah... Mas kesana,"

"Tahu alamatnya?"

"Itu dimotor udah ada pelacaknya. Jadi kamu ngga usah repot-repot ngasih alamat."

"Oh... Yaudah, ikutin aja arah yang ditunjukan. Aku menunggu mu disini," ucap Bayu.

❤️❤️

Maliq dengan cepat mengambil. Kunci mobilnya, dan menyetir sesuai dengan arah yang ditunjukan.

Setibanya disana, terlihat Bayu yang sedang berjalan pelan berkeliling mencari Nana disemua sudut percafean itu.

"Bay! Belum ketemu?" teriak Maliq.

"Belum, Mas. Hpnya ngga aktif," jawab Bayu.

Mereka bersama berkeliling, sampai seseorang menelpon Maliq.

"Hallo, siapa ini?"

"Hallo, Mas Maliq. Ini dari karoke D'stars. Mau memberitahu, itu sepertinya Adik bungsu anda, sedang bermain kesini. Dan ma'af, Ia sedang digoda oleh beberapa pria."

"D'stars? Tutup sementara karaokenya. Kami akan segera kesana!" jawab Maliq.

Maliq menatap Bayu, dan Bayu mengerti dengan kode yang diberikan, dan mereka pergi bersama menuju karaoke tersebut.

"Bram... Ke karaoke D'stars, Nana diganggu." telponya pada Bram.

"Iya, Mas." jawab Bram.

"Mas mau kemana?" tanya sang kekasih.

"Dipanggil, Mas Maliq. Pergi dulu, ya, nanti kesini lagi" jawab Bram, lalu pergi.

Karna lokasinya dekat, Bram datang tepat ketika Maliq dan Bayu akan memasuki Tempat karaoke itu.

"Mas... Gimana?" tanya Bram.

"Belum masuk, juga." jawab Bayu.

"Oke, kita masuk sama-sama. Biar kayak difilm action gitu." ajak Bram.

Diruangan karaoke, terlihat Nana yang sedang ketakutan, namun tak berani melawan. Begitu juga orang-orang disana, yang begitu takut untuk menolongnya.

Para Pria terus menggoda, dan tak segan mencolek gadis kecil itu. Sehingga membuat Nana dan Diah menangis tersedu disana.

"Nana!" panggil Maliq.

"Mas Maliq," teriak Nana menghampiri. Tapi Maliq menolaknya, sehingga Bayu menariknya.

Tuk....! Bayu menyentil jidat Nana.

"Mas... Sakit," keluh Nana.

"Itu, kenapa nyampe sini sih. Lihat tuh, Mas Maliq marah. Abis kamu dimarahin." bisiknya.

"Ma'af, tadi itu...."

"Udah, ngga usah kebanyakan ngomong. Nanti bakal Mas introgasi kamu dirumah," potong Bram.

Sementara Maliq hanya diam, dengan wajah merah, lalu mengepalkan kedua tanganya.

"Wah... Ternyata gadis ini sudah dibooking, dan mau digilir sama Om-om ini, ya. Dahsyat," ucap ketua gang itu.

"Bukan... Justru Dia yang membokingku seumur hidup untuk menjaganya. Dan kalian, akan menyesal seumur hidup, karna telah berani menganggunya." balas Maliq.

Mereka mencoba menghajar, namun Maliq keburu menghajar salah seorang dari mereka secara membabi buta, hingga berdarah-darah.

"Mas, Mas... Udah, Mas." peluk Bram dari belakang.

Menyelesaikan semuanya, Maliq menghela nafas panjang, lalu menarik kasar Nana keluar dari karaoke itu tanpa sepatah kata pun.

"Ini, buat berobat." ucap Bayu, yang memberi beberapa lembar uang pada orang yang terluka.

Maliq menyetir, dan membawa Nana dalam diam, hingga sampai dirumah.

Mereka berkumpul diruang tengah, minus Adi yang masih dijalan. Dan tak lama kemudian datang.

Suasana hening, tak ada yang berani membuka percakapan, termasuk Bram, sang kakak kedua.

"Mas... Nana minta ma'af," ucap gadis itu. Lalu Adi menggenggam tanganya erat.

"Mau apa, Nana kesana? Kenapa Hp nya mati?"

"Tadi, Diah ngajak ketemu sama pacarnya disana. Terus karaokean, karna Nana ngga nyaman, jadi Nana keluar. Eh, malah digodain sama mereka."

"Jangan berteman lagi dengan Diah, karna seakrab apapun kalian, Dia sudah membawa pengaruh negatif." sahut Bram.

"Tapi....."

"Nana ngga tahu, rasanya mengemban tanggung jawab besar. Menjaga ke empat orang adik, terutama Nana yang menjadi satu-satunya wanita diantara Mas mu.  Coba bayangkan, andai kan Ayah dengar berita ini, bagaimana perasa'anya." jawab Maliq.

"Nana minta ma'af, tapi kan Nana mau keluar dari sana. Kenapa pada ngga percaya sama Nana?"

Adi datang memeluknya.

"Na... Kadang, begitu kuat kita memberi sanggahan, tak akan pernah menjadi keterangan. Yang ada, kita malah makin tersungkur dengan keada'an. Lebih baik, Nana sekarang nurut sama Mas Maliq, jauhi temen Nana itu, dan cari temen lain. Banyak kok,"

"Mas..." sanggah Nana.

Adi hanya merayu dengan menganggukan kepala, lalu Nana berdiri dan naik kekamarnya.

Terpopuler

Comments

nowhere🌱

nowhere🌱

never know that story like this will finally appears in noveltoon

2023-08-05

0

Jasmine

Jasmine

teman yg baik itu tdk akan membawa temannya tsb terjerumus dlm sebuah kasus..
apalagi melawan arah...bisa pasang badan spt dee kpd by..pdhl mrk diawali hubungan antara majikan dan asisten

2022-06-24

0

Muhayati Imuh

Muhayati Imuh

kenapa ibu Ruby ga nyuruh Nana untuk berhijab,

2021-11-25

0

lihat semua
Episodes
1 Perkenalan
2 Nasib bungsu
3 Makin protektif
4 Tanggung jawab
5 Bram patah hati
6 Ikhlas demi persaudara'an
7 Saling jaga
8 Gara-gara Nana
9 Hukuman disekolah
10 Delete foto mantan
11 Mas bayu ganjen
12 Mas Bayu ku
13 Cerita masa kecil
14 Backstreet
15 Kejutan dari Nana
16 Mas Maliq ke toko wanita
17 Kebersama'an
18 Mas maliq ngeselin
19 Nana ngambek
20 Nana yang mirip Bundanya
21 Lelaki dan perempuan
22 Nana dibully
23 Perjodohan Maliq
24 Kejujuran Maliq
25 Fans maliq
26 Rindu ayah
27 Akhirnya Ayah bicara
28 Penyamaran Bayu
29 Adik kecil Mas maliq
30 Bram dan Bayu
31 Penolakan Maliq
32 Tega tak tega
33 Undangan Prom night
34 Persetujuan Maliq
35 Pasangan untuk Nana
36 Lebih baik pulang
37 Pesta untuk Nana
38 Kehebohan pesta
39 Ketegasan Maliq
40 Menjemput Ayah
41 Salah jadwal
42 Sahabat kecil
43 Syifa merayu Adi
44 Firasat Nana
45 Sok berkuasa
46 Ayu cemburu
47 Penolakan Adi
48 Cinta Adi dan Ayu
49 Liburan
50 Teringat masa kecil
51 Adi ngerjain Bayu
52 Kesalnya Bayu
53 Permohonan Siska
54 Harapan Nana
55 Sama-sama nyaman
56 Kerinduan
57 Tamu tak diundang
58 Fitnah
59 Mantan sahabat
60 Menengok Syifa
61 Diskusi permasalahan
62 Berlutut dan memohon
63 Ayaaah.... Banguun!
64 Sakitnya Ayu
65 Mencari jejak bukti
66 Keputusan berat
67 Kecewanya Adi
68 Kesepakatan.
69 Penyamaran Bayu Terbongkar
70 Bebasnya Adi
71 Tamu manis
72 Maafkan Adi..
73 Merasa terkekang
74 Bidadari
75 Perencanaan matang
76 Bram ghosting
77 Om jomblo
78 Istighfar yang selalu terucap
79 Yang tak bisa dihindari
80 Bersikap kuat
81 Dhea
82 Kejutan untuk Maliq
83 Kemarahan Nana
84 Kepanikan Riana
85 Pernikahan Adi
86 Tangis Syifa
87 Bersikap biasa.
88 Kandungan Syifa
89 Siska makin nekat
90 Nana dan Riana
91 Memohon pengakuan
92 Maliq
93 Tak ada yang mengabaikanmu
94 Jnagan Sebut Dia Pelakor
95 Lebih Baik Pergi
96 Kemalangan Syifa
97 Mengantar Syifa Pulang
98 Amukan Laura
99 Syifa
100 Do'a untuk Syifa
101 Laura gila
102 Duka untuk Syifa
103 Adi dan Syifa
104 Peluk Aku Sebentar Saja
105 Rencana untuk Ijah
106 Pasangan klop Maliq Riana
107 Membujuk Maliq
108 Rencana dimulai
109 Salah faham
110 Rasa bersalah Ijah
111 Curahan Hati Bram
112 Saling diam
113 Keras Kepalanya Bram
114 Siasat mempersatukan mereka
115 Memulai misi
116 Akhirnya bicara
117 Teman baru Maliq
118 Galau
119 Meminta maaf.
120 Awal huru hara
121 Bayu diserang
122 Diam-diam, serba tahu
123 Firasat buruk
124 Siapa yang berani menyerang adikku?
125 Mas Maliq makin terkenal
126 Siska yang selalu mengganggu
127 Bayu manja
128 Perasaan terdalam
129 Siska semakin gila
130 Isya ngamuk
131 Adi dan Bayu
132 Jengukan untuk Laura
133 Cerita masa lalu
134 Kagum, bukan cinta
135 Plin plan
136 Izinkan aku...
137 Dhea?
138 Riana
139 Dukungan keluarga
140 140
141 Pernikahan Siska
142 Uwunya Maliq dan Riana
143 Bayu jatuh cinta
144 Uwunya Maliq dan Riana 2
145 Sepi tanpa Mas maliq
146 Isya cemburu
147 Sebuah penemuan
148 Keinginan Rubby
149 Memergoki pencuri
150 Kesalahan fatal
151 151
152 Dilla dan Bayu
153 Firasat Maliq, lagi
154 Peresmian gedung baru
155 Nana kritis
156 Melewati masa kritis
157 Menanti Nana bangun
158 Masih berkeras hati
159 Mengikhlaskan
160 Nikah yuk....?
161 Butuh kepastian
162 Usaha Bayu untuk cintanya
163 Abu-abu
164 Keseriusan
165 Sama-sama mengalah
166 Keyakinan Riana
167 Salah faham Dilla
168 Laura mengamuk
169 Tembakan untuk Dika
170 Dhea dan Nana
171 Tantangan untuk Bram
172 Bayu dan Dilla
173 Traumanya Dilla
174 Permohonan Nana
175 Pertunangan
176 Kkejadian mengejutkan
177 Tangis Bayu
178 Bayu sedih
179 Kepergian Frans
180 Pelukan untuk Frans
181 Kenyataan Dilla
182 Perjuangan demi cinta
183 Begitu pahit
184 Tangis Dilla
185 Ikhlas
186 Wisuda Bayu
187 Janda tapi perawan
188 Mulai menyusun rencana
189 Nana yang manja
190 Didikan untuk Dilla
191 Tunangan, atau mobil mewah
192 Ingin-nya Ayu
193 Omongan tetangga
194 Bram dan Ijahnya
195 Pernikahan Maliq 1
196 Pernikahan Maliq 2.
197 Malam pertama yang tertunda
198 Mengejar malam pertama
199 Unboxing
200 Harapan.
201 Papa muda.
202 202
203 Pengumuman
204 Pernikahan Bram
205 Ijab Qabul yang tertunda
206 Isya dan Bram
207 Pengumuman
208 Penikahan si membar 1
209 Pernikahan Si kembar 2.
210 Pengumuman
Episodes

Updated 210 Episodes

1
Perkenalan
2
Nasib bungsu
3
Makin protektif
4
Tanggung jawab
5
Bram patah hati
6
Ikhlas demi persaudara'an
7
Saling jaga
8
Gara-gara Nana
9
Hukuman disekolah
10
Delete foto mantan
11
Mas bayu ganjen
12
Mas Bayu ku
13
Cerita masa kecil
14
Backstreet
15
Kejutan dari Nana
16
Mas Maliq ke toko wanita
17
Kebersama'an
18
Mas maliq ngeselin
19
Nana ngambek
20
Nana yang mirip Bundanya
21
Lelaki dan perempuan
22
Nana dibully
23
Perjodohan Maliq
24
Kejujuran Maliq
25
Fans maliq
26
Rindu ayah
27
Akhirnya Ayah bicara
28
Penyamaran Bayu
29
Adik kecil Mas maliq
30
Bram dan Bayu
31
Penolakan Maliq
32
Tega tak tega
33
Undangan Prom night
34
Persetujuan Maliq
35
Pasangan untuk Nana
36
Lebih baik pulang
37
Pesta untuk Nana
38
Kehebohan pesta
39
Ketegasan Maliq
40
Menjemput Ayah
41
Salah jadwal
42
Sahabat kecil
43
Syifa merayu Adi
44
Firasat Nana
45
Sok berkuasa
46
Ayu cemburu
47
Penolakan Adi
48
Cinta Adi dan Ayu
49
Liburan
50
Teringat masa kecil
51
Adi ngerjain Bayu
52
Kesalnya Bayu
53
Permohonan Siska
54
Harapan Nana
55
Sama-sama nyaman
56
Kerinduan
57
Tamu tak diundang
58
Fitnah
59
Mantan sahabat
60
Menengok Syifa
61
Diskusi permasalahan
62
Berlutut dan memohon
63
Ayaaah.... Banguun!
64
Sakitnya Ayu
65
Mencari jejak bukti
66
Keputusan berat
67
Kecewanya Adi
68
Kesepakatan.
69
Penyamaran Bayu Terbongkar
70
Bebasnya Adi
71
Tamu manis
72
Maafkan Adi..
73
Merasa terkekang
74
Bidadari
75
Perencanaan matang
76
Bram ghosting
77
Om jomblo
78
Istighfar yang selalu terucap
79
Yang tak bisa dihindari
80
Bersikap kuat
81
Dhea
82
Kejutan untuk Maliq
83
Kemarahan Nana
84
Kepanikan Riana
85
Pernikahan Adi
86
Tangis Syifa
87
Bersikap biasa.
88
Kandungan Syifa
89
Siska makin nekat
90
Nana dan Riana
91
Memohon pengakuan
92
Maliq
93
Tak ada yang mengabaikanmu
94
Jnagan Sebut Dia Pelakor
95
Lebih Baik Pergi
96
Kemalangan Syifa
97
Mengantar Syifa Pulang
98
Amukan Laura
99
Syifa
100
Do'a untuk Syifa
101
Laura gila
102
Duka untuk Syifa
103
Adi dan Syifa
104
Peluk Aku Sebentar Saja
105
Rencana untuk Ijah
106
Pasangan klop Maliq Riana
107
Membujuk Maliq
108
Rencana dimulai
109
Salah faham
110
Rasa bersalah Ijah
111
Curahan Hati Bram
112
Saling diam
113
Keras Kepalanya Bram
114
Siasat mempersatukan mereka
115
Memulai misi
116
Akhirnya bicara
117
Teman baru Maliq
118
Galau
119
Meminta maaf.
120
Awal huru hara
121
Bayu diserang
122
Diam-diam, serba tahu
123
Firasat buruk
124
Siapa yang berani menyerang adikku?
125
Mas Maliq makin terkenal
126
Siska yang selalu mengganggu
127
Bayu manja
128
Perasaan terdalam
129
Siska semakin gila
130
Isya ngamuk
131
Adi dan Bayu
132
Jengukan untuk Laura
133
Cerita masa lalu
134
Kagum, bukan cinta
135
Plin plan
136
Izinkan aku...
137
Dhea?
138
Riana
139
Dukungan keluarga
140
140
141
Pernikahan Siska
142
Uwunya Maliq dan Riana
143
Bayu jatuh cinta
144
Uwunya Maliq dan Riana 2
145
Sepi tanpa Mas maliq
146
Isya cemburu
147
Sebuah penemuan
148
Keinginan Rubby
149
Memergoki pencuri
150
Kesalahan fatal
151
151
152
Dilla dan Bayu
153
Firasat Maliq, lagi
154
Peresmian gedung baru
155
Nana kritis
156
Melewati masa kritis
157
Menanti Nana bangun
158
Masih berkeras hati
159
Mengikhlaskan
160
Nikah yuk....?
161
Butuh kepastian
162
Usaha Bayu untuk cintanya
163
Abu-abu
164
Keseriusan
165
Sama-sama mengalah
166
Keyakinan Riana
167
Salah faham Dilla
168
Laura mengamuk
169
Tembakan untuk Dika
170
Dhea dan Nana
171
Tantangan untuk Bram
172
Bayu dan Dilla
173
Traumanya Dilla
174
Permohonan Nana
175
Pertunangan
176
Kkejadian mengejutkan
177
Tangis Bayu
178
Bayu sedih
179
Kepergian Frans
180
Pelukan untuk Frans
181
Kenyataan Dilla
182
Perjuangan demi cinta
183
Begitu pahit
184
Tangis Dilla
185
Ikhlas
186
Wisuda Bayu
187
Janda tapi perawan
188
Mulai menyusun rencana
189
Nana yang manja
190
Didikan untuk Dilla
191
Tunangan, atau mobil mewah
192
Ingin-nya Ayu
193
Omongan tetangga
194
Bram dan Ijahnya
195
Pernikahan Maliq 1
196
Pernikahan Maliq 2.
197
Malam pertama yang tertunda
198
Mengejar malam pertama
199
Unboxing
200
Harapan.
201
Papa muda.
202
202
203
Pengumuman
204
Pernikahan Bram
205
Ijab Qabul yang tertunda
206
Isya dan Bram
207
Pengumuman
208
Penikahan si membar 1
209
Pernikahan Si kembar 2.
210
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!