Riana dengan cepat mengejar Nana yang berlari menuju kelasnya. Ia tahu betul apa yang dirasakan Nana sekarang, bahwa Nana pasti sedang sesak, dan sulit untuk bernafas.
"Frans, tolong belikan minum dikantin, aku kejar Nana." pinta nya pada Frans, dan Frans menurutinya.
Nana dengan duduk dibangku paling belakang, dan membuka keah bajunya paling atas, mencoba menarik dan menstabilkan nafasnya, agar tak terjadi sesuatu yang tak diinginkan.
"Na, sini kubantu kipasin biar lega." ucap Riana, dengan duduk disamping Nana.
"Makasih, Ri. Tolong, jangan laporin ini sama Mas, yang manapun. Gue ngga mau kalau Mas marah lagi. Udah cukup Gue bikin ketegangan beberapa minggu ini, setelah kejadian dikaroke waktu itu." mohon Nana.
"Iya, tenang aja. Lagian, kenapa ngga bilang kalau Loe cuma dikerjain." tanya Riana.
"Ri, ini minumnya. Aku balik kekelas, ya." pamit Frans.
"Ya makasih, ya." balas Riana, diselingi anggukan Nana.
"Biarin, nanti malah ada huru hara lagi. Kemaren aja, Mas maliq abis nonjokin orang yang ganggu aku. Takut aku kalu Mas maliq jadi makin arogan."
"Itu kan demi jagain Loe Na, itu wajar."
"Udahlah, jangan dibahas lagi. Bentar lagi masuk, siap-siap aja lah dibangku masing-masing." ajak Nana dengan kembali kebangkunya, dan bersiap untuk memulai pelajaran.
🥀🥀🥀
"Dini, apa jadwal saya hari ini?" tanya Maliq pada Sang sekretaris.
"Seperti biasa, jadwal pertemuan dengan kolega mengenai Yayasan Ibu Rubby." jawab Dini.
"Adi ikut disana? kenapa tak bilang?"
"Mungkin, Ayu belum memberitahu secara rinci, Pak."
"Oke, nanti biar saya telepon saja Dia."
"Baik, saya permisi dulu untuk memeriksa beberapa berkas untuk rapat nanti." pamit Dini.
Dini adalah sekretaris andalan Maliq sekarang. Sebenarnya Dini menyimpan rasa untuk Maliq, namun Maliq tak terlalu mengindahkannya, meski para adiknya juga sudah menjodohkan mereka, bahkan mendapat dukungan dari Ayah dan Ibunya.
Maliq merenung menghadap jendela, dan tiba-tiba merindukan Sang ibu, lalu menelponya.
"Hallo, sayang. Kenapa?" tanya Rubby.
"Bu, apa kabar? Maliq rindu." ucap Maliq.
"Ibu baik, Ayah dan yang lain juga baik. Dirumah aman kan?"
"Aman, mereka semua baik-baik saja, begitu juga Nana. Tapi Bram, putus dengan Siska." ucap Maliq, seolah menyeselkan keada'an.
"Owh, kasihan anak Ibu. Hibur Dia, jangan sampai drop, karena hubunganya dengan Siska sudah lama. Ibu takut Bram trauma, sayang."
"Iya, Maliq tahu jika Bram kuat. Sudah, ya. Salam sama Ayah dan keluarga disana. Maliq pengen nyusul, tapi nunggu Nana selesai ujian."
"Iya, Ayah sedang di resort sekarang, dan Ibu sedang memgantar Kakek di Rumah Sakit. Nanti Ibu salamkan."
"Iya, Assalamualaikum." ucap Maliq, lalu menutup teleponya.
"Assalamualaikum, Mas." sapa Adi, yang memasuki ruangan Maliq bersama Ayu.
"Wa'alaikum salam. Sudah datang, fikir lupa dengan jadwal." ledek Maliq pada Adi.
"Mana bisa lupa. Ayu kan teliti orangnya, telat sedikit saja sudah uring-uringan." jawab adi, meledek Sang sekretaris.
Ayu yang berada disebelah Adi tersipu malu, dan menundukan wajahnya.
"Udah, lihat Ayu mukanya sampai merah kamu ledekin. Ayo, keruang rapat. Nanti kelama'an, ngga enak saka kolega dan investor yang lain." ajak Maliq pada Adi.
🥀🥀🥀
Bram dikantornya pula, sedang menatap foto-foto manisnya bersama Siska, bersiap sekuat tenaga untuk mulai menghapusnya satu persatu karena begitu banyak. Begitu juga dilaptopnya, yang ketika dibuka dan di percepat mode melihatnya, maka akan terlihat seperti film dokumentar yang menceritakan perjalanan cinta mereka berdua yang begitu manis dan hangat.
"Maaf Siska, bila kita memang berjodoh, kita akan kembali lagi. Tapi, jikapun kembali tapi masih menolak keadaanku, lebih baik tak pernah bersama lagi. Semoga bahagia dengan pilihan orang tuamu." ucap Bram, dengan mengklik tomol delete dilaptopnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 210 Episodes
Comments
yuristian
suka sekali baca cerita keluarga kayak gini
saling jaga , sayang , rukun dan berbakti kpd kedua orang tua nggak bertengkar berebut warisan
2023-03-15
1
Dwi Hartati08
semangat mas Bram... semoga dapat jodoh yang lebih baik....
2022-05-30
0
Maulida Umaya S
sabar mas q
2022-03-03
0