"Aku kasihan sama kamu, Mas. Gara-gara nungguin Mas maliq, jadi gagal nikah."
"Ngga usah bilang gitu. Udah gue bilang, itu takdir. Mungkin memang ngga jodoh, dan kalu memang jodoh, hanya memerlukan waktu untuk berpisah sebentar, untuk memperdalam cinta kami." jawab bram, yang mulai bisa menenangkan diri.
"Mas, ngga kecewa?" tnya bayu.
"Kecewa itu pasti, tapi bagaimana lagi. Kita ngga bisa menolak takdir, Mas akan memperjuangkan dia, jika pantas diperjuangkan."
"Ngga menyalahkan keada'an kan? Terutama Mas maliq?"
"Engga, Mas ngga pernah nyalahin mas maliq atas semua kegagalan cinta Mas. Tapi, Mas nyalahin perasa'an mas sendiri, kenapa begitu mudah nya mencintai orang lain, dan mencoba nyalip Mas maliq. Padahal, seluruh hidupnya sa'at ini cuma terisi sama kita2 aja, hingga Ia mengesampingkan urusan pribadinya." jawab bram, yang mencoba mengenang perjuangan maliq untuknya.
"Yaudah, kalau gitu. Mari kita nikmati masa-masa indah ini dengan sebaik-baiknya. Mas maliq juga sudah sering mengorbankan perasa'anya buat kita kan? Inget kan, waktu Mas Bram dihukum sama guru karna berantem, disuruh berdiri dilapangan, tapi malah mimisan. Akhirnya, Mas Maliq yang ganti'in." ujar Bayu, mengenang masa mereja disekolah yang sama.
"Iya, dan kamu... Ketika Mas maliq pasang badan waktu Kmau dimarahin dibully, akhirnya Mas maliq kelepasan sampai diantar kepesantren sama Ayah."
"Iya, Bayu ingat. Mas maliq dihukum, dengan sesuatu yang bener-bener berat waktu itu, berat bagi Mas maliq, berat bagi kita semua." ucap bayu.
"Tapi, dia lakuin demi kita 'kan?" jawab Bram.
Bayu menepuk pundak Bram berkalai-kali, menyabarakan, dan memberinya keikhlasan dalam menghadapi coba'an yang Ia alami.
"Udah, sabarlah. Apalagi? Do'ain aja, Mas maliq cepet dapet jodoh, jadi kita bisa nyusul. Dan satu lagi, kita harus bisa jaga Nana seperti Mas maliq jaga dia. Supaya, Mas maliq bisa lebih santai hidupnya. Bisa mikir yang lain juga."
"Iya... Makasih ya, adik ku tersayang, kaulah, adik terbaik gue yang bisa diandelin kapan aja gue butuh." ujar Bram yang membalas pelukan Bayu.
"Udah, pulang lah. Gue mau bobok siang. Sambil ngerampungin game gue. Materi kuliah juga kosong, jadi free."
"Sekali-kali kek, kekantor. Biar tahu kerja'an."
"Sabar lah, Mas. Nanti ada waktunya, oke, gue pergi dulu. Jangan sedih lagi, ya, muuach." ciumnya pada Bram, yang sontak membuat seisi taman geli dengan tingkah mereka.
Bayu kembali ke motornya, sedang Bram masih duduk disana, menunggu sedikit lagi kedamaian dihatinya, lalu kembali kekantor, setelah benar-benar tenang.
Sementara itu, Maliq yang menyadari ketika hari sudah semakin siang, dan sudah waktunya menjemput Nana, segera menutup laptopnya, dan berlari menuju mobilnya.
"Mana, Mas maliq? Katanya mau cepet jemput. Udah setengah jam lebih nungguin ngga nongol juga." keluah Nana, yang sedang berdiri digerbang sekolah.
"Na... Kok belum pulang?" tanya Frans, teman sekolah Nana dan juga cowok incaranya.
Nana tersenyum manis menyambut Frans, wajahnya merona dan penuh pengharapan.
"Nunggu Mas maliq," jawabnya.
"Masih lama?"
"Ngga tahu, udah setengah jam nunggu."
"Sama aku aja, yuk. Antar sampai rumah," tawar Frans.
"Riana, ngga marah?" tanya Nana.
"Engga, Dia udah pulang duluan tadi, dijemput Ayahnya."
Riana adalah kekasih frans, yang juga sahabat Nana. Ya, mereka terlibat cinta segitiga yang rumit. Nana memilih menutup perasa'anta rapat-rapat, agar tak ada yang tersakiti, demi persahabatan mereka.
Nana mendekati Frans, dan mulai menaiki motornya, namun suata Klakson berkali-kali berbunyi dari mobil Maliq.
"Hah, Mas maliq dateng," lirih Lara yang langsung turun dari motor.
"Mau kemana?" tanya Maliq.
"Mas, tadi nya saya mau antar Nana, kasihan nunggu lama," ucap frans, dengan sopan.
"Iya, terimakasih. Saya udah jemput, jadi Nana bareng saya." ucap Maliq, yang menggandeng tangan Nana, lalu memasukanya dalam mobil.
Nana dengan wajah tak enak, menatap frans dan membisikan ma'af untuknya, dengan kedua tangan yang Ia lambaikan.
Frans menganggukan kepalanya, Ia mengerti benar posisi Nana, karna memang mereka sudah berteman baik sejak lama.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 210 Episodes
Comments
afikamanisih Manisih
pertama kali tahu frans ujungnya sama nana q sneng akhirnya cintanya kesampaian. dan riana jd iparnya. tp setelah ldr an lama malah frans bikin kecewa, pulang2 dr luar negeri bawa bini. lg bunting pula.. serasa kepala ngebul
2022-12-24
0
Maulida Umaya S
persaudaraan yg erat
2022-03-03
0
Yani
Yang liat Bayu ma Bram salah paham 😄😄😄
2021-09-11
1