Dilorong sekolah, Aulia melewati Adrian begitu saja, padahal sedari tadi Adrian melambaikan tangan dari kejauhan, Aulia hanya asik dalam lamunannya dengan berjalan membawa buku-buku dari ruang guru, Adrian yang melihat gelagat Aulia, ia pun mengurungi niatnya untuk mengagetkan Aulia, sesekali Aulia hanya menghela nafas tak mau terus meras penasaran Adrian pun yang mengekor dibelakqng Aulia hanya tersenyum melihat gelagatnya sedari tadi, karena sangking tidak sadarnya Aulia, Angel dari kejauhan yang baru keluar dari pintu kelas melihat Aulia dan juga Adrian langsung memicingkan mata dengan agak heran..
"lia, kenapa lu.?" Aulia yang dari tadi manyun gk jelas tersentak dan hamoir menjatuhkan buku-buku ditangannya sedikit oleng, Adrian pun dengan sigap membetulkan posisi Aulia dengan tangan kiri membantu Aulia dengan tumpukan buku tangan satunya memegang pundak Aulia dengan tatapan penuh kasih, Aulia yang menyadari kehadiran Andrian membuatnya sedikit gugup dan menghindar dengan tatapan aneh menurut Aulia karena selama ini tatapan itu belum pernah ia lihat..
"eh..eh.. hati-hati dong lia, kamu selalu ceroboh yah" Adrian yang menatap Aulia dengan penuh kasih, "eemmm.. makasih.. ri an" Aulia pun segera menatap Angel dan menyuruhnya menghampiri Aulia dengan rasa canggungnya "ngel, bantuin" Angel pun segera menghampiri Aulia dia tau sahabatnya butuh diselamatkan..
"sini gue bawain aja" Angel pun mengambil sebagian buku dari tangan Aulia dan menarik tangan Aulia yang sedari tadi tidak nyaman dengan tatapan Adrian, berlalunya Aulia membuat Adrian menggigit pinggir bibirnya karena dia hampir saja menyatakan perasaannya terhadap Aulia karena kecerobohannya, yah, namanya saja hati gk bisa ditutupin kan,
Didalam kelas Angel dan juga Aulia menyimpan tumpukan buku dimeja guru, Andreas hanya menatap luar jendela sesekali ia melihat meja Aulia, tanpa ia sadari Aulia langsung duduk di meja tersebut membuat tatapan Andreas sedikit terkejut dan memalingkan mukanya, Adrian yang menyukai Aulia sedikit janggung untuk duduk diseberang Aulia..
guru sudah keluar karena bel, sebelum itu wali kelas mereka masuk memberitahukan bahwa ujian tinggal beberapa Minggu lagi mereka harus bersiap untuk pertempuran otak, Aulia nampak stres dengan pemikirannya dia pun mengandahkan kepalanya keatas dan menghembuskan nafas sedikit kasar, dia membetulkan lagi posisinya dan mengernyitkan dahi, dia ulang-ulang tingkahnya membuat Angel yang menulis terganggu dan memicingkan matanya, untung orang dikelas tak ada tinggal Andreas yang baru saja mau pergi entah kemana..
"Aulia, elu kenapa sih, gk enak banget gue liatnya.?" Aulia sekali lagi menghela nafasnya dengan kasar dengan manyun
"gue gk tau ngel" Angel yang mendengar nampak bingung dengan jawaban Aulia
"maksud lu, gue gk paham lia, coba beritahu" dengan wajah bingung, Aulia pun tiba-tiba berdiri membuat kaget Angel dan mengatakan pada dirinya sendiri "fokus Aulia, fokus, okey semangat" Angel pu menggelengkan kepala "lia, lia" Adrian yang sudah diambang pintu menghentikan langkahnya karena percakapan dua sahabat itu, dan sedikit tersenyum dengan wajah dinginnya kakinya kembali melangkah meninggalkan Aulia yang masih nampak gusar..
Tiba-tiba Aditya datang kekelas Angel yang sedang fokus dengan tulisannya sedangkan Aulia terlihat mondar-mandir membuat kaget mereka..
"astaga.. membuat orang kaget saja" Angel yang fokus sangat jengkel dengan kedatangan Aditya "kenapa sih lu, gue uda bilang gue gk suka diganggu ama elu" Aditya yang datang tiba-tiba dan mengedor-ngedor pintu kasar memang sedang iseng, dia suka membuat Angel kesal, baginya wajah Angel kalau marah terlihat lucu "gk kok, cuman iseng aja" sambil mengangkat bahu dan mengernyitkan dahi ada senyum nakal disana, Angel pun kembali fokus dengan tulisannya, karena sudah tidak fokus akhirnya ia menutup bukunya kasar dan berjalan kearah Aditya, Aditya yang melihat itu hanya tersenyum puas..
"hheemmm.. dit, elu ada masalah apa sih ama gue.?" pertanyaan itu terlihat serius dengan helaan nafas, Aditya langsung menarik tangan Angel membawa kabur Angel dari Aulia, Aulia pun bingung dan hanya melihat dari balik jendela membuat kepalanya nongol dilorong sekolah..
"ehhh.. eehhh.. adit lepas." nampak Angel berusaha melepaskan diri dari Aditya tapi Aditya cuek dan terus berjalan memegang tangannya,
"adit, mau dibawa kemana Angel sih, hey," Aulia hanya berteriak ditempat tanpa bertindak, ia pun kaget dengan kedatangan Andreas "gk pecah apa itu pita suara.?" dengan menyedot minumannya, sangking terkejut Aulia langsung gelagapan dan kepalanya membentur pinggiran jendela agak keras, dan memegang kepalanya Andreas pun kaget dan mencoba mengampiri Aulia didalan kelas yang terduduk..
"andre, aauuuww"
"astaga, lia kamu gk kenapa-napa"
"iiisss.. sakit tau ndre, elu sih pake nongol, gue kan kaget"
"maaf, habis elu kaya gk ada kerjaan aja teriak-teriak", sakit yah"
"gk, ya iyalah ndre"
tanpa Andreas sadari tangannya membelai lembut kepala Aulia, Aulia yang menyadari sedikit terkejut dengan tindakan Andreas yang membuat jantungnya selalu saja mau lompat dibuat Andreas, karena sudah terasa canggung Andreas pun mencoba menarik kembali tangannya dan duduk diseberang Aulia saling berhadapan.. Aulia sedikit menyembunyikan aura mukanya saat ini yang sangat senang, "andre, uda makan belum.?"
"uda, kamu sendiri" terlihat Andreas menggaruk belakang kepalanya yang tak gatal, "belum sih, ya uda gue kekantin dulu, mau nitip.?" Andreas pun sontak berdiri dengan sedikit salah tingkah yang membuat Aulia kaget.
"gk usa, eehhh, ki ta sama an aja, ada sesuatu yang tertinggal dikantin" sedikit terbata-bata ia mencoba menetralkan kembali tingkahnya dengan helaan nafas, "yuukk" ajak Andreas dan Aulia pun berdiri dengan girangnya, "yuukk"
sesampainya dikantin, Adrian yang sedang makan kaget dengab kedatangan Aulia dan juga Andreas karena kagetnya membuat dia batuk-batuk tak jelas dengan tatapan tertuju pada dua mahluk tersebut, Andreas pun bertanya pada Mba kantin..
"Mba, liat dompet saya tadi nda, warna coklat" Mba kantin menyadari dan menyodorkan dompet ketangan Andreas "ini mas, lain kali hati-hati yah", Andreas berterima kasih, ia tak sadari tatapan Aulia sedari tadi melihatnya, tak mau berlama-lama ia menuju ke Mba kantin yang sedang bersama Andreas, menyodorkan snack dan juga minuman ditangannya, "Mba, ini semuanya" terlihat Aulia sesekali melirik arah Andreas, "Mba lia, mba, semuanya 25 ribu, mba" Aulia malu kedapatan bengong dihadapan Andreas karena tadi sempat saling bertatapan dengan rasa malu ia menyodorkan uang ditanganya dan berusaha menghindar dari Andreas, "ini mba uangnya" ia pun dengan cepat melangkahkan kakinya menjauh karena Andreas melihatnya dengan wajah bingung dan tersenyum, dilain sisi Adrian dibuat kesal dengan adegan barusan dia langsung meninggalkan makanannya dan mendekat kehadapan Andreas yang sedang tersenyum, melihat Adrian dihadapannya Andreas langsung berubah muka menjadi dingin kembali..
"ada apa.?" seru Andreas
"sejak kapan kau dekat dengan Aulia, seperti barusan" menunjukan wajah tidak sukanya kepada Andreas
"kenapa kau harus kepo, ada apa memangnya" ingin beranjak dari hadapan Adrian tapi dicegat dengan tangan Adrian.
"gue belum selesai, lu jangan deketin Aulia..." nampak Adrian gusar dengan gelagat Andreas yang dingin tanpa ekspresi itu.
"kalau nyatanya Aulia lebih nyaman ke gue, kenapa, keberatan, bersaing secara sehat gih" potong Andreas tak lupa sebelum pergi ia menepuk pundak Adrian dengan sedikit kesal..
Diatap sekolah, Angel dan juga Aditya sedang berhadapan.
"ngel, gimana kalau ada orang yang suka sama elu" suara Aditya sedikit berat dengan ucapannya barusan
"suka gue, gue, eehh gue harus tau dulu siapa dia" sambil mengikuti gaya Aditya yang menopang kedua tanganya kepembatasan atap ia melihat kebawah nampak teman-temannya berlalu lalang dihalaman sekolah..
"kalau itu gue, gimana.?" Aditya langsung menghadap kearah wajah Angel, Angel pun terkesiap dan bingung, dia hanya menelan ludah tak percaya
"mmmm.. kok bisa" Angel menjauhkan wajahnya yang sangat dekat dengan wajah Aditya
"gue, gue juga gk tau ngel, tapi perasaan ini baru gue sadari semalam" dia pun mencoba memegang kedua pundak Angel meyakinkan Angel bahwa ia sedang bersungguh-sungguh saat ini
"kamu, gk lagi buat bercandaankan Adit.?" seketika Angel terbuai dengan kata-kata Aditya tapi ia mencoba menelusuri siapa tau ada maksud lain dari tindakan Aditya sekarang
"apa di wajahku sedang bercanda" Aditya mencoba sekali lagi bahwa ia jujur saat ini dari hatinya
"eemm.. sejujurnya gue juga gk tau, dan gk nyadar" Angel makin bingung dengan jawaban ambigu Aditya, karena merasa jawabannya masih seperti menggantung akhirnya Aditya melontarkan kata-kata yang akan menjadi pertimbangan mereka berdua "okey, begini aja, untuk menelusurinya kita coba untuk pendekatan dulu, bagaimana.?" Angel pun sedikit ragu dengan pertanyaan Aditya "apa mungkin.?" ucap Angel "iya, kita coba aja dulu, gue gk nekan elu untuk suka gue, gue hanya penasaran dengan apa sebenarnya isi hati gue ke elu" ucap Aditya, karena merasa jawabannya sudah cukup ia pun menarik Angel untuk turun dari atap sekolah menuju kelas karena sebentar lagi masuk
"yuk, gk usa dianggap serius ucapan gue barusan, anggap aja gue hanya mengutaran isi hati gue ke elu, sebentar lagi kayanya bel" Aditya mencoba melirik jam tangannya dan memegang tangan Angel,
"tapi.., gimana gue bisa tenang" jawab Angel dengan sedikit sedikit bingung, sedih dan panik.
"uda yuk" Aditya pun membawa Angel turun
Sesampainya dibawah tangga Angel dan Aditya berpisah, Angel masih bingung dengan ucapan Aditya diatap tapi, disisi lain dia tidak menyadari bahwa hatinya sempat tidak karuan dan sedikit bersemu kedua pipinya saat mengingat ucapan Aditya, ia pun kembali kekelas dengan wajah santainya.
Disatu pilihan, Adrian duduk termenung sesampainya dikelas dia masih kesal dengan jawaban Andreas yang ternyata memiliki rasa juga terhadap Aulia, ia mendapati Aulia sedang mengarah kemejanya, Adrian pun mendekatkan diri ke Aulia, niatnya mau bertanya tapi ia melontarkan maksud yang tak dimengerti Aulia
"lia, boleh gue tanya gk" ucap Adrian
"ia, kenapa rian.?" melepaskan haedset dikedua telinganya
"gue, gue, hhmmm.. gue pinjam catatan elu dong" sedikit bingung dengan ucapannya sendiri
"catatan, maksudnya, bukannya selama ini elu rajin dikelas ya" ucap Aulia bingung
"emmm.. eemm.. gk jadi deh, gue baru ingat, gue uda nyatat kok" bermaksud mau kembali ketempat langsung dicegat Aulia
"rian, elu kenapa, elu kaya orang bingung"
"gk kok, gue ke toilet sebentar yah" Adrian pun bergegas keluar kelas untuk menghindari Aulia yang mukanya sudah terlalu bingung.
Andreas diluar bertabrakan dengan Adrian yang berusaha menghindar, Andreas hanya mengernyitkan dahinya
"eeiittss, elu kenapa rian" Adrian pun hanya pergi tanpa melihat Andreas, Andreas pun masuk kedalam kelas, Angel pun berusaha menghalau Andreas yang menghalangi jalan yang terlihay gugup
"permisi" ucap Angel yang sedikit tergesa-gesa
"ini lagi, kenapa sih, pada nabrak gue semua" Andreas kesal dengan kelakuan keduanya tidak Adrian, Angel pun.
Dikelas lainnya, Aditya berpikir dan menimbang-nimbang sesekali ia tersenyum mengingat sikap Angel yang tak menolak tak juga mengiyakan maksudnya, entah sejak kapan hati itu tumbuh ia hanya baru menyadarinya beberapa hari ini, saat pelajaran baru saja dimulai, ia kembali fokus ke pelajarannya,
tampak diluar mobil keartisan Aditya menunggu kepulangan Aditya dari rutinitas sekolah, Aditya yang baru saja keluar, melihat sosok Angel yang sedang bersama Aulia menuju ke mobil mereka, Aditya ingin menghampiri tapi ditahan oleh Assisten managernya dengan sedikit terburu-buru dan masuk kedalam mobil,
"adit, gawat, gue mau kasih kabar bahwa, manager pengen elu solo karier" ucap Dewo Asst, managernya dengan wajah tegang
"haahh, harus seperti itu" kaget Aditya
"ia, karena kali ini, kalian harus bersaing lebih ketat lagi, elu tau sendiri saingan kalian, gimana" Dewo terlihat frustasi dengan kekacauan dari sang manager
"lantas maksud lu, gue harua keluar gitu dari aktifitas gue yang sekarang, nggak aahh"
"elu tetap sama mereka, tapi elu solo karier dengan nama boyband kalian, gimana" usul Dewo
"okey, kalau gitu, gue juga uda banyak lagu ciptaan sendiri" ucap Aditya menyetujui permintaan manager mereka. Mereka pun meninggalkan sekolahan Aditya menuju kantor naungan keratisan Aditya untuk menanda tangani kontrak solonya.
Didalam mobil yang berbeda Aulia mencoba berbicara ketemannya, karena sehabis istirahat sampai pulang terlihat Angel memikirkan sesuatu"ngel, are you oke.?" ucap Aulia terlihat cemas denga Angel
"its oke, sedikit pusing aja" ucap Angel kali ini dengan senyum paksaan
"perlu singgah ke apotek." usul Aulia
"no, gue cuman lagi mikir aja" ucap Angel menolak
"mikir, mikir apaan, siapa tau gue bisa bantu" ucap Aulia mengusulkan
"jujur yah lia, gue sebenarnya, tadi istirahat pertama, gue, gue.." Angel sedikit bingung mau bicara apa ke Aulia
"kok bicaranya bingung gitu, oh iya tadi elu menghilang sama adit, kemana, ngapain aj" potong Aulia bersemangat ingin mendengarkan Angel
"ya uda denger dulu, gue, gue tadi keatap diajak adit, dia bicara serius lia, gue juga gak tau itu serius atau gimana" ucap Angel kali ini jujur
"maksudnya, coba lebih detail lagi" ucap Aulia bingung
"tadi dia bicara diatap kecgue, dia nunjukin perasaannya ke gue," bisik Angel
"apaaaaa" seraya Aulia kaget dengan bisikan Angel
"ssstt.. berisik lia, ia gue bingung apa bener.?" ucap Angel kali ini dengan wajah tak dimengerti Aulia
"kenapa, kaliankan terlihat cocok kok, emang gimana maksud dari ucapanya" Aulia mencoba menenangkan Angel
"dia bilang, dia emang suka ama gue, tapi itu belum pasti, dan dia juga ajak gue buat lebih dekat lagi buat memastikan perasaannya, tanpa tau apa perasaan gue" curhat Angel dengan wajah emosional
"emang, perasaan elu gimana" ucap Aulia
"gue, gue, juga bingung, disisi lain gue gk suka dengan tindakannya selama ini, sisi lainnya gue juga suka" ucap Angel bingung
"elu, jalani aja dulu, lama kelamaan pastu elu bisa tau apa maksud dari persaanmu, hhmm, oke" ucap Aulia meyakinkan pendirian Angel
"makasih yah lia, gue gk tau harus bilang kesiapa lagi, emang elu saudara dan sahabat gue selamanya" mereka pun berpelukan, mobil pun kembali sunyi, mereka dipikiran masing-masing memandangi kaca mobil.
Aulia juga sama, dia sedang memikirkan perasaannya dia memang suka sam Andreas tapi dia baru sadar bahwa Adrian juga menyukainya, disuatu pilihan yang sulit, keduanya hanya menhela nafas bersamaan.
maaf author, baru bisa mengupdate cerita 'Aulia' maklumi yah 😊
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 66 Episodes
Comments
Tika
semangat!!
2020-08-13
1