Berusaha Menerima

6 bulan kemudian

"lia, apa hubunganmu baik-baik saja, dan bagaimana apa kamu sudah siap untuk terjun kebisnis..?" tanya Angga disela-sela mereka makan.

Aulia yang sadar akan pertanyaan Angga hanya menghela nafas kasar sambil berhenti mengoles selai di rotinya.

"hhmm., bang, boleh enggak, lia pilih keinginan lia sendiri, enggak perlu harus ke bisnis kan..." ucap Aulia terpotong menawar dengan nada manjanya.

"lia, boleh-boleh saja aulia mau apa, tapi kalau bukan aulia, masa harus abang terus yang tangani ini, kan sudah sepakat" ucap Angga sambil meneguk jus jeruknya.

"iihh., abang mah gitu, mmm., tapi bolehkan lia, belajar desainer" tawar Aulia kembali sambil makan rotinya dengan malas.

"oke, terus bagaimana dengan andreas" ucap Angga

Aulia yang mendengar nama Andreas disebut langsung menyimpan kembali rotinya dan meneguk susu dihadapannya.

"bang, bisa enggak, enggah usa sebut namanya, uda aulia kenyang" ucap Aulia ngambek ingin berlalu dari meja makan.

Angga tahu jika Aulia belum mau diajak bicara tentang Andreas tapi Angga juga ingin supaya Adiknya tidak berlarut-larut dengan perasaannya, dan mengalihkan pembicaraannya

"sebentar, abang dan kak unge akan menyiapkan semuanya untukmu, besok kamu harus bekerja, tidak pake tapi" ucap Angga tidak bisa ditawar lagi.

Aulia yang sekali menengok kearah Angga bermaksud untuk menawar malah langsung beranjak berlalu sambik berjalan ke pintu keluar untuk bekerja. Aulia hanya menghela nafas dan duduk kembali melanjutkan makannya.

dreeett

"halo, ngel, kangen, gimana kabarmu dokter." ucap Aulia bersemangat

"hey, lia, sama aku juga kangen banget, baik, sebentar siang aku enggak ada jadwal, mungkin malam baru lanjut, ketemuan yuk" ucap Angel tak kalah semangat

semenjak Angel bersekolah kedokteran, mereka pisah rumah, Angel lebih memilih tinggal bersama Bunga karena alasan waktu, apa lagi sekarang Angel sementara menjalani trainer disalah satu rumah sakit, makanya mereka sangat bersemangat saat saling telepon.

"oke, ketemuan yah, nanti kamu aja yang tentukan, bair enggak berantakan dengan pekerjaanmu" ucap Aulia, mengerti dengan kondisi Angel sambil menutup telepon.

.....

"lia, gue denger dari kak unge elu bakal lanjut bisnis abang yah, gimana dengan desainermu" ucap Angel,

Aulia yang nampak memakan dessert dihadapannya terhenti dengan pertanyaan Angel.

"ngel, doain aja gue yah, mungkin dengan cara ini gue bisa lupain andre secara perlahan" ucap Aulia dengan wajah murung

Angel yang sedang meneguk minumannya terhenti sesaat dan menatap wajah Aulia dengan wajah bersimpati

"mungkin gue bohong, kalau gue bilang gue enggak kangen dan sangat rindu dengannya, hanya saja kepergianya yang tidak mengabariku membuat..." ucap Aulia terpotong sambil membenamkan wajahnya dengan kedua tangannya

Angel yang menyadari bahwa Aulia terpuruk lagi langsung menenangkan Aulia,

"lia, gue tahu elu belum rela dan belum mau menyadari semuanya, tapi, apa elu enggak kasihan dengan kak angga, kak unge dan aku, kami ingin aulia yang dulu, mungkin permintaan ini sulit, hanya kami ingin aulia tersenyum kembali dan bangkit" ucap Angel menenangkan.

mendengar nasehat dari Angel, Aulia langsung mengusap air matanya kembali dan melihat kearah Angel sambil tersenyum yang masih ada raut kesedihan dihatinya.

"makasih ngel, kalau enggak ada kalian mungkin gue masih bakal sedih dan terus-terusan terpuruk hanya karna dia" ucap Aulia memeluk Angel.

"udah aahh., enggak boleh sedih lagi, kita habis ini jalan-jalan yuk, kasih senang kamu" tawar Angel

mereka pun saling tersenyum dan tertawa kecil, untuk mengubah suasana hati Aulia, dan melanjutkan makan kembali.

......

Diperusahaan Kusuma Group, diruang kerja pimpinan, nampak Adrian sedang sibuk dengan berkas-berkas yang menumpuk di meja kerjanya.

Yah, selama kepergian Andreas, Adrian selalu sibuk, tanggung jawab perusahaan ada ditangannya yang diberikan oleh Kakek Kusuma.

terlihat Sekretaris Mike masuk kedalam ruangan, membawa Map yang diminta oleh Adrian

"tuan muda, ini laporan yang anda minta" ucap Sekretaris Mike seraya memberikan Map tersbut dihadapan Adrian.

Adrian yang sedang melakukan kegiatannya terhenti, dia langsung mengambil map tersebut.

"baik, ini sudah termasuk laporan minggu ini.?" tanya Adrian, selagi menanda tangani laporan itu.

Sekretaris Mike yang tidak jauh berdiri dihadapan Adrian nampak menundukkan badan tanda bahwa hanya itu saja, selepas Adrian mengecek sekali lagi, tidak lupa Sekretaris Mike memberi kabar tentang keadaan Kakek Kusuma.

"tuan muda, nampaknya kabar baik datang dari rumah sakit, tadi saya diberi tahu oleh dokter arya bahwa presdir sudah membaik" ucap Sekretaris Mike memberi kabar.

Adrian yang mendengar langsung terhenti sambil menyandarkan kepala dikursi kebesarannya.

"apa belum ada kabar dari andre mike, semoga saja kakek akan segera pulih" ucap Adrian nampak gelisah.

Adrian terlihat memejamkan mata, mengingat kejadian dimana kakek Kusuma tiba-tiba jatuh sakit karena mendengar kabar buruk tentang Andreas.

flasback on****

Sekretaris Mike terlihat tergesa-gesa memasuki ruangan kerja Presdir, nampak sesekali Sekretaris Mike menyeka dengan kasar keringat dingin yang menjalar di dahinya

Mike pun tak lupa menunduk sebelum berbicara kepada Kakek Kusuma yang terlihat sedang menunggu apa yang akan diucapkan oleh Mike, Adrian yang sedang meneguk minumannya nampak menantikan apa yang membuat Sekretaris Mike terlihat nampak pucat.

"tuan, maaf sebelumnya dengan apa yang akan saya sampaikan, tuan muda andre mengalami kecelakan parah, sekarang dia dibawah lari ke rumah sakit sa..." ucap Sekretaris Mike terpotong karena tiba-tiba saja Presdirnya langsung terduduk dan jatuh pingsan.

Sontak Sekretaris Mike dan juga Adrian yang sedang ditempat masing-masing langsung menuju Kakek yang pingsan dilantai.

"astaga, kaaakkeekk, mike segera hubungi dokter arya kita akan tiba di rumah sakit" ucap Adrian yang terlihat panik sambil memegang erat kakeknya.

Sekretaris Mike pun langsung dengan sigap mengambil kursi roda yang ada diruangan rahasia milik Presdir untuk membantu membawa Kakek Kusuma keluar gedung kantor.

flasback off

Adrian melepas kegundahan dihatinya dengan membuang nafas kasar sambik memijat pelipisnya, dia pun membenarkan posisi duduknya mendekat ke mejanya kembali sambil bertumpu dengan tangannya.

Ia melihat kearah Sekretaris Mike untuk menanyakan keadaan Andreas dengan sedikit ragu dan gengsinya, bagaimana pun dia selama ini belum membaik hubungan antara mereka.

"mike, apa sudah ada perkembangan dari, dari an dre" ucap Adrian ragu

Mike yang masih diposisinya hanya tersenyum sebelum berucap

"keadaan tuan andre, masih belum ada perkembangan, walau sudah sangat baik tapi, masih sama dia terlihat belum mengingat apa pun karena amnesianya, tuan bima masih stay bersama" ucap Mike menjelaskan tentang Andreas

setelah kecelakan, Andreas mengalami amnesia, dengan begitu Bima keluarga satu-satunya Andreas memutuskan membawa pergi Andreas dari Indonesia untuk ketempatnya karena ia tidak ingin anaknya kenapa-napa lagi.

"baik, selepas pekerjaanku, kita akan kerumah sakit melihat kakek, kau bisa kembali keruanganmu" ucap Adrian mempersilahkan Mike untuk keluar.

Mike pun tak lupa menunduk memberi hormat sebelum ia beranjak dari ruangan Presdir Group Kusuma, Adrian berpikir sejenak dia kembali teringat Aulia, selama kejadian itu, ia belum pernah mendengar kabarnya, karena terlalu fokus mengurus Perusahaan.

Akhirnya Adrian mengetik pesan kepada Aulia untuk mendengar kabar wanita yang sempat mengisi hatinya, tidak lama ia menutup ponselnya kembali mengerjakan tumpukan berkas yang ada di mejanya.

.......

"ngel, apa kamu belum ada sift lagi ke rumah sakit.?" tanya Aulia, ia mengingat wanita disampingnya ini sekarang bukan orang biasa lagi.

Angel yang sedang berjalan sambil memegang minumannya menengok kearah Aulia sambik menyelidik

"apa kamu sudah baikan? sekitar 1 jam lagi aku akan kembali" ucap Angel sambil melirik jam ditanganya.

langit sudah mulai sore Aulia dan Angel sudah keluar dari Mall menuju parkiran mobil masing-masing, sesekali Angel melihat kearah Aulia yang sepertinya masih terlihat murung dan menghayal.

Angel pun menepuk pundak Aulia dengan senyum manis dibibirnya, agar Aulia kembali bersemangat.

"lia, it's okay? apa kita perlu ke rumah sakit bersamaku untuk menemui dokter dan menungguku untuk kita pulanh bersama, karena besok waktunya gue off" ucap Angel menggoda.

Aulia hanya terkekeh mendengar ucapan Angel, ia tahu Angel sedang menggodanya.

"oh ya, kalau begitu gue ikut, kita nginap dirumahku yah" ucap Aulia yang sedang menghampiri mobilnya.

Angel yang mengikuti Aulia dari samping berbelok kearah mobil miliknya sambil membuka pintu kendaraannya yang terhenti sambil menyelidik wajah Aulia dari balik pintu mobil masing-masing.

"ya sudah, kita pergi sekarang, tapi apa bisa kau menungguku dikantin rumah sakit" tawar Angel sambil mengangkat ponselnya menunggu keputusan Aulia.

Aulia yang mengernyitkan dahi hanya tersenyum sambil berpikir sejenak sebelum akhirnya masuk kemobilnya.

"bisa, yuk" ucap Aulia.

Angel yang mendengar hanya bisa mengikuti kemaun Aulia, akhirnya dia masuk ke mobil dan menyalakan mesinnya.

Aulia yang baru menyalakan mesinnya tiba-tiba ponselnya berbunyi, dia pun mengambil dan mengecek pesan dari seseorang.

'hay aulia, apa kabar, aku harap kita bisa sesekali bertemu untuk menjalin pertemanan kembali'

Aulia terdiam sejenak, dia pun mengabaikan pesan Adrian, dan melepar ponselnya ke kursi sampingnya dan melaju menyusul Angel.

......

Mobil Adrian nampak memasuki area rumah sakit, Sekretaris Mike yang menghentikan mobil langsung berlari keluar membukakan pintu mobil untuk Adrian keluar, yang disambut anggukan oleh Adrian.

Adrian nampak berjalan kearah pintu masuk rumah sakit dengan mengancing jasnya kembali, Mike yang berjalan dibelakangnya hanya mengawasi sekitar.

tiba diruangan Dokter Arya, Adrian nampak duduk sambil memangku tanganya didagu untuk menunggu Dokter bicata tentang kesehatan Kakek Kusuma, Adrian sengaja lebih dulu keruangan Dokter sebelum menemui Kakeknya.

"jadi dok, bagaimana kondisi kakek apa sudah membaik.?" tanya Adrian tak sabar

sebelum berbicara Dokter Arya memasang senyumnya.

"sejauh ini, perkembangan yang diberikan presdir sudah lebih membaik dari bulan kemarin, tapi kami belum bisa memastikan apakah presdir dapat melakukan kegiatannya seperti sebelumnya.." ucap Dokter Arya

Adrian yang bingung dengan jawaban Dokter hanya mengernyitkan dahinya, Dokter yang mengetahui maksud itu langsung berucap kembali.

"tenang tuan, kakek anda baik-baik saja, hanya kami belum bisa memberikan kebebasan untuk presdir untuk pulang, kami masih harus memantaunya" ucap kemudian Dokter menenangkan Adrian.

Diluar nampak Sekretaris Mike menunggu, dia tidak lupa mengabari Aditya yang sedang melakukan tour konser tunggalnya, saat Adrian keluar dari ruangan Dokter Sekretaris Mike pun menyimpan ponselnya kembali disaku sambil mempersilahkan Adrian menuju Kamar inap Kakek Kusuma.

Saat jalan tiba-tiba saja dari arah berlawanan nampak Ayla berlari dengan memakai jas kedokterannya yang terlihat tergesa-gesa karena baru saja ada pasien yang gawat darurat yang harus ia tangani.

Tiba-tiba saja ia menabrak Adrian yang sedang berjalan sambil menunduk.

"maaf, permisi" ucap Ayla, dia tidak bisa melihat wajah lelaki yang ia tabrak karena sangkinh buru-burunya.

Adrian yang terlihat mengernyitkan dahinya seakan hafal dengan suara yang barusan menabraknya, saat akan menoleh kearah wanita yang sudah berlari menjauh Adrian masih mengingat-ingat siapa gerangan wanita itu.

terlihat Sekretaris Mike membantu Adrian berdiri.

"tuan, anda tidak apa-apa" ucap Mike membantu Adrian.

Karena merasa tidak penting dengan apa yang ia dengar Adrian lantas berdiri sambil menuju ruangan Kakeknya.

Didalam ruangan Kakek Kusuma sedang tertidur Adrian dan Mike yang tidak ingin menganggu hanya bisa duduk di sofa yang tidak jauh dari tempat tidur pasien.

Kakek Kusuma yang menyadari kedatangan seseorang langsung bersuara yang masih menutup matanya.

"mike, apa itu kau" ucap Kakek, sambil berlahan membuka matanya dan menengok kearah mereka.

Adrian yang mendengar langsung beranjak kearah tempat tidur Kakek dan duduk ditepi ranjang sambil menggenggam tangan Kakek yang di balut dengan selan infus.

"kakek, kakek sudah bangun, maaf kalau kami menggangu" ucap Adrian penuh dengan kekhawatiran.

Kakek hanya tersenyum melihat Cucunya, seraya memegang erat tangan Adrian.

"rian cucu kakek, apa adit belum pulang, maaf membuatmu harus repot mengurus semuanya, bagaimana dengan orang tuamu" ucap Kakek kepada Adrian.

Adrian yang mendengar hanya bisa tersenyum getir menahan bulir bening dikedua kelopak matanya.

"ia kek, adit 3 hari lagi diakan pulang, ini sudah kewajiban rian kek, rian tidak merasa repot, mereka akan kembali beberapa hari lagi bersama dengan paman baim dan juga tante alena" ucap Adrian memberi rasa tenang kepada Kakek dengan membalas genggaman Kakek Kusuma yang terlihat lemas.

Seraya Kakek melihat kearah Mike untuk mendekat, Sekretaris itu pun mendekat dengan hormatnya.

"mike, apa ada yang menyusakan rian, bagaimana perkembangan proyek kita bisa dia tangani" ucap Kakek sambil menggoda Adrian.

Adrian yang tahu arah ucapan Kakek hanya terkekeh kecil mendengarnya, Sekretaris Mike bisa merasakan bahwa atasannya itu sudah kembali pulih seutuhnya.

"sepertinya tuan adrian bisa diandalkan, sejauh ini kondisi perusahaan dan yang lainnya aman, dengan campur tangan tuan bimo dan juga tuan baim tentunya" ucap Sekretaris Mike tak kalah menggoda Adrian.

Kakek Kusuma pun senang mendengarnya dan merespon dengan wajah berseri.

......

"dok, pasien mengalami kecelakan, qda sedikit luka dalam dibagian kepalanya, kami sudah memeriksa, ternyata luka itu sudah menyebar kedalam otaknya yang terjadinya pendarahan hebat" ucap salah satu perawat Asst. Dokter Ayla.

Ayla yang mendengar sambil mengecek keadaan pasien langsung memerintah untuk menyiapkan ruang bedah, dia pun segera menuju ruang ganti.

Angel yang terlihat terburu-buru saat mendapatkan telepon dari rumah sakit, langsung berlari kedalam, untung saja dia sudah tiba sejak tadi dan hanya bisa melambaikan tangan kearah Aulia dengan menangkupkan kedua tanganya diudarah meminta maaf ke Aulia.

Aulia yang mengerti dengan keadaan Angel hanya bisa tersenyum dan mengangguk. dia pun menutup pintu mobil sambil berjalan menuju arah kantin rumah sakit.

Dilorong rumah sakit saat Adrian sudah selesai menengok Kakek, dia seperti melihat sosok wanita yang ia kenal, Adrian pun bebalik kearah Sekretaris Mike untuk menunggu dimobil saja.

"mike, bisakah kau menungguku dimobil saja, aku akan kekamar mandi dulu" ucap Adrian.

Sekretaris Mike yang mendengar hanya membungkukkan badan sambil menuju area parkiran mobil diluar.

Adrian yang sudah merasa tidak melihat sosok Aulia langsung pergi sambil mencari-cari kepenjuru rumah sakit itu, terlihat ia mempercepat langkahnya sambil celingak-celinguk mencari Aulia.

Kakinya terhenti saat ia melihat wanita itu duduk disalah satu kursi menghadap keluar jendela, Adrian mengatur nafasnya yang sempat memburu sebelum berjalan kearah Aulia.

"hay, apa aku bisa duduk disini" tawar Adrian sambil menyelidik kearah Aulia.

Aulia yang sempat termenung langsung mendongakkan kepalanya kearah sumber suara, dia sempat kaget dengan sosok yang ada dihadapannya.

"ad ri an" ucap Aulia terbata sambil mengernyitkan keningnya

Adrian yang melihat respon Aulia hanya melebarkan senyumnya dan duduk dihadapan wanita itu, tidak lepas Adrian memandang Aulia dengan hati yang sempat merasakan apa yang sedang dipikirkan wanita itu.

"sepertinya pertemuan kita sudah ditakdirkan, sedang apa disini.?" ucap Adrian sambil melihat wajah Aulia dengan teliti.

Aulia yang sempat tidak suka, hanya bisa tersenyum simpul seakan ia tidak bisa terima dengan perlakuan Adrian yang tiba-tiba muncul.

"atau memang pertemuan ini kau sengaja, apa urusannya denganmu aku ada disini.." perlahan meneguk minumannya

"angel, angel kerja disini, aku sedang menunggunya, kamu sendiri ada urusan apa disini apa jangan-jangan kamu mengikuti ku sedari tadi" ucap Aulia kemudian

Adrian yang tidak percaya dengan ucapan Aulia hanya terkekeh mendengar ucapan Aulia barusan.

"apa aku sangat tidak ada kerjaan apa mengikutimu, kerjaan dikantor sangat menumpuk untuk apa aku harus.., oh ya angelnya adit kan, wah, dia..." ucap Adrian terpotong

Aulia langsung memotong pembicaraan Adrian

"apa kamu bilang, angelnya adit, rian, angel itu sepupuh gue, lagian sampai sekarang belum ada kepastian dari keduanya bahwa mereka menjalin hubungan, angel sekarang berprofesi sebagai dokter disini, kamu sendiri apa kabar" ucap Aulia dengan senyum diwajahnya.

Adrian yang melihat senyum Aulia hanya membalas senyuman itu dengan penuh arti, Adrian pun tersadar dan berbicara sambil melihat jam yang melingkar ditanganya.

"oh yah, salam untuk angel kalau begitu, aku sekarang menggantikan kakek sementara, oh ya lia, sorry gue harus tinggal dulu, aku harus kembali lagi kekantor, permisi yah" ucap Adrian beranjak dari duduknya.

sebelum melangkah Adrian berbalik kembali kearah Aulia

"lia, kita bisa ketemu lagi kan" tanya Adrian

Aulia yang mendengar hanya mengangguk sambil tersenyum kearah Adrian. Walau sebenarnya Aulia ogah untuk berurusan lagi dengan yang namanya Keluarga Kusuma, tapi karena dia merasa tidak enak, maka hanya mengangguk saja.

......

Selesai melakukan operasi yang melelahkan, Ayla yang terlihat sedang berjalan kearah mobilnya bermaksud untuk mengambil pakaian ganti, tidak sadar bahwa ada sosok yang memperhatikan dia.

Ayla merogoh ponselnya didalam jas putihnya, tertera nama Angga dipanggilan.

"ia ngga" ucap Ayla dengan sedikit meregangkan otot-ototnya yang melelahkan.

"sedang apa, sepertinya suaramu terdengat melelahkan" ucap Angga disebrang telepon.

"yah, begitulah, namanya juga dokter bedah, tidak jauh-jauh dari ruang operasi, sepertinya aku ada sift untuk malam ini, mungkin besok kita ketemu, maaf" ucap Ayla dengan nada menyesal

Angga yang mendengar diujung telepon hanya bisa mengerti bahwa orang yang sedang ia dekati adalah seorang dokter yang dibutuhkan oleh pasiennya.

"tidak masalah, aku pun sedang lembur, karena lagi kejar date line" ucap Angga yang sedang sibuk dengan pekerjaannya.

"oh yah, kalau begitu aku tutup dulu yah, bye" ucap Ayla yang tiba-tiba saja ada seseorang dihadapannya.

telepon pun terputus.

"ternyata benar dugaanku, itu kau, ayla" ucap Adrian yang sedang mengamati wanita dihadapannya.

Ayla yang kaget dengan adanya Adrian yang secata tiba-tiba dihadapannya, hanya bisa membulatkan matanya dan terpaku.

"apa lagi yang sedang kau rencanakan, haaahhh" ucap Adrian meninggi,

Adrian sadar, orang yang terakhir bertemu sebelum kecelakannya Andreas adalah wanita dihadapannya, yang tiba-tiba datang entah dari mana.

Ayla yang mendengar, hanya bisa mengernyitkan dahi dan menyipitkan matanya, tanda tidak mengerti dengan ucapan Adrian barusan, Ayla pun berjalan melewati Adrian begitu saja.

tidak ingin ucapannya diabaikan, Adrian pun menahan lengan Ayla, yang langsung ditepis oleh Ayla.

"maaf rian, saya sedang tidak mood untuk bertengkar denganmu" Ayla pun berjalan membuka pintu mobilnya,

Adrian yang terkekeh dengan tindakan Ayla langsung menutup pintu mobil wanita itu dengan kasar.

"kenapa, kenapa kau menghindar, jelaskan padaku, apa kau yang sengaja mau membunuh Andre..." ucap Adrian meninggi dengan menunjuk kearah Ayla.

Ayla yang tidak terima, belum sempat Adrian menyelesaikan penjelasannya, langsung ditampar oleh Ayla.

"rian, kami sudah keterlaluan, terserah kau mau ngomong apa, tapi jangan menuduhku yang bukan-bukan.." ucap Ayla mengatur napasnya yang memburu.

"memang malam itu dia ingin menemuiku, tapi kami tidak bertemu, aku juga kaget, dengan kabar yang tiba-tiba, bahwa andre mengalami kecelakan, tapi karena jadwal sift masa tranierku yang sangat padat saat itu, membuatku, tidak bisa menengoknya, tapi setelah aku ingin menengoknya yang ada andre sudah tidak ada disini" ucap Ayla berkaca-kaca dengan napas yang sedikit memburu karena menahan sedih dan amarah yang dituduhkan olehnya.

"asal kau tau saja, andre bilang saat itu, ia ingin bercerita banyak tentangnya, dia terlihat senang saat tau aku datang kembali, tapi sayangnya sampai saat ini kami tidak pernah ketemu" ucap Ayla menghirup udara masuk keronggah hidungnya yang berair.

Mendengar ucapan Ayla yang sama sekali tidak dibuat-buat, membuat Adrian merasa bersalah, tapi karena Adrian orangnya sama seperti Andreas (gengsian) membuat Ayla hanya bisa menghela nafas.

"sudahlah, aku harus masuk kembali, silahkan anda pergi tuan Adrian yang terhormat" ucap Ayla sambil mengambil paper bag didalam mobilnya.

ingin beranjak dari tempatnya, Adrian terlihat menunduk dan menahan lengan Ayla.

"maaf, aku bukan bermaksud, hanya saja.." ucap Adrian tidak ingin melihat wajah Ayla karena merasa bersalah.

Ayla hanya bisa melihat raut wajah Adrian dengan sedikit menunduk untuk mempermudah dirinya melihat ekspresi Adrian saat ini.

Ayla pun membalas genggaman tangan Adrian.

"sudahlah, apa kabarmu, ternyata selama aku tinggal kuliah, kamu tidak berubah yah, masih saja sikap dan kelakuanmu yang keras kepala dan angkuh" ucap Ayla menggoda.

Adrian yang mendengar, langsung medongakkan kepalanya kearah Ayla, dan tersenyum.

"seperti yang kamu lihat, sekarang semua tanggung jawab, aku yang pegang, aku tidak pernah jauh dari kantor" ucap Adrian menyelipkan kedua tangannya didadanya.

"sedang apa.?" ucap Ayla melanjutkan

"oh, kakek dirawat disini, kamu lupa yah.." ucap Adrian terpotong

"oh iya aku lupa, ini kan rumah sakit kalian, hhmmm., mungkin jiwa kedokteranku yang membuat lupa, aku masuk dulu yah, masih ada pasien yang harus ditangani" ucap Ayla sedang melihat ponselnya yang bergetar.

Adrian yang sedari tadi melihat kearah Ayla hanya mengangguk dan mempersilahkan. Ayla pun berlalu, nampak Adrian sedang mengamati Ayla dari kejauhan.

Adrian mengingat masa dimana dulu, saat Ayla dan dia dijodohkan, dan Ayla menolak karena ia ingin mengejar impiannya menjadi seorang dokter, yang membuat Andreas harus terlibat dengan permainannya hanya untuk Adrian menolak, yang membuat Andreas dan juga Adrian harus bermusuhan dalam waktu yang lama sampai detik dimana Andreas kecelakaan, dan sekarang terwujud.

Adrian yang menyudahi lamunannya pun, kembali kearah mobil yang sedang ditunggu oleh Sekretaris Mike sedari tadi.

.......

readers, maaf author baru bisa rilis lagi, dikarenakan author ingin mengembangkan cerita ini, agar tidak bosan. jangan lupa like dan vote yah, supaya author semangat buatnya. 😉

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!