Ujian mendadak telah usai, Aulia dan kawan-kawan kaget dengan adanya ujian susulan itu, merak tahu jika ujian nasional akan diadakn seminggu lagi. makanya mereka harus bersiap diri dalam menghadapi itu semua.
"ngel, aku ke perpus dulu yah" ucap Aulia bingung,
ia tidak mau ketahuan bahwa dia ingin bertemu dengan Andreas.
"heemm.. gue kekantin duluan yah" ucap Angel berdiri meninggalkan Aulia yang masih memegang buku-bukunya.
Aulia yang sedang mengetik pesan ke Andreas di kejutkan dengan kedatangan Adrian yang tiba-tiba langsung ada dihadapannya.
"lia, mau ke perpus yah, aku ikut yah" pinta Adrian.
"gimana yah, gue, bukannya gue gk bolehin elu ikut nih, cuman gue harus ke ruang guru dulu, mau nyelesain dan bantu ibu Sisi" tolak Aulia.
Adrian yang mendengar respon Aulia langsung memanyunkan bibirnya merasa kecewa dengan penolasan Aulia.
"yah, padahal gue pengen banget diajar ama elu, ya udah, gue kekantin dulu deh" ucap Adrian kecewa. meninggalkan Aulia yang masih duduk memegang ponsel.
Aulia pun memberi kabar ke Andreas, agar Andreas membeli beberpa cemilan untuk mereka diatap dan dia menunggu disana. saat pesan terkirim Aulia bergegas menuju tangga yang mengarah keatap sekolah, sebelum ada yang melihatnya.
Andreas yang membaca SMS itu, hanya bisa tersenyum, tanpa banyak berpikir dia langsung menuju kasir kantin untuk membayar beberapa snacks dan minuman. saat ingin berlalu dari kantin dia berpapasan dengan Adrian, yang tadinya senyum-senyum langsung berubah menegang.
Adrian yang melihat itu hanya memicingkan matanya tanda penasaran, Andreas yang tidak ingin di tanya-tanya langsung bergegas pergi berlalu begitu saja.
Diatap sekolah Aulia yang melihat kedatangan Andreas melambaikan tangan, Andreas pun bergegas menghampiri Aulia.
"maaf yah sayang, kamu nunggu lama yah" khawatir Andreas.
"enggak kok, aku juga belum lama disini" jelas Aulia.
"ndre, kamu uda belajar belum, aku bawa beberapa buku nih" sambil memegang buku-bukunya dikedua tangan.
"nih minum dulu, sini aku lihat" Andreas menyodorkan minuman dan mengambil buku dari tangan Aulia.
"aku uda kerja semua soalnya ini, kamu belum yah, ya uda sini deh dekat, aku kerjain yah" perintah Andreas.
Aulia pun mendekat kearah Andreas, tidak disengaja tatapan mereka bertemu dengan wajah yang sangat dekat, Aulia merasakan hembusan nafas Andreas yang memburu karena sangat dekat. Aulia pun bermaksud untuk memberi ruang kepada mereka langsung dicegat oleh Andreas dengan melingkarkan tangannya kepinggang ramping Aulia.
Aulia sedikit terkejut dengan reaksi Andreas, dan langsung menegang, tatapan mereka bertemu, Andreas yang mendekatkan wajahnya ke Aulia, sontak Aulia menutup matanya rapat, melihat reaksi Aulia, Andreas hanya tersenyum dan mengecup kening Aulia, dia masih mengurungkan niatnya utuk yang lebih jauh, Andreas tahu belum saatnya untuk yang itu.
Aulia yang mendapatkan kecupan di kening langsung membuka mata dengan wajah yang merona.
"andre, kok main cium-cium segala sih, kan ini disekolah, kalau ada yang lihat gimana" ucap Aulia malu-malu.
Andreas yang melihat semua reaksi Aulia hanya tersenyum dan tertawa menggoda.
"habis kamu lucu, aku enggak tahan lihatnya, jangan pasang wajah itu keorang lain yah" goda Andreas mencubit hidung mancung Aulia dengan sayang.
"ya udah, kita ditangga atas itu yuk, supaya kamu dibawah aku diatas" ucap Aulia menunjuk tangga yang kearah gudang atas.
"untuk apa, aku malah senang jika kamu ada disamping ku" goda Andreas lagi.
"tapi janji enggak untuk cium lagi" ancam Aulia.
"ia, aku janji sayangku" mempersilahkan Aulia mendekat lagi.
mereka pun saling tukar pikiran dalam belajar, Aulia mengenal Andreas cukup pintar jadi mereka adalah pasangan yang sangat sempurna, diketahui Aulia pun mempunyai kemampuan yang sama dengan sang pacar, sesekali mereka berdebat denga jawaban-jawaban yang ada.
.....
"angel, adit, sejak kapan kalian akrab" seru Adrian kaget.
Adrian yang membawa nampan makanannya, langsung duduk dihadapan keduanya. Aditya yang merasakan kehadiran sang Kakak langsung, manyun karena diganggu.
"abang, duduk disana gih, gue masih mau bicara serius ama angel" pinta Aditya.
Adrian hanya memakan saja tanpa bergerak sedikit pun, Angel yang melihat memegang tangan Aditya.
"uda, enggak apapa. nanti aja lanjutnya" ucap Angel. ia tidak mau jika hubungannya dengan Aditya jadi bahan disekolahnya.
Aditya hanya makan saja, kali ini ia mengalah dia tahu sedari tadi Angel merasa risih dengan tatapan teman-teman sekolah mereka.
"oh ya ngel, tumben akhir-akhir ini aulia enggak doyan kekantin" seru Adrian
"kalian bertengkar yah bang, ia nih gue uda jarang ketemu sama saudaramu ngel" ucap Aditya bersemangat.
"oh, aulia, dia lagi malas makan akhir-akhir ini, dia bilang lagi diet" celoteh Angel ngasal.
Angel tidak ingin Adrian mengetahui kalau Aulia sudah jadian dengan Andreas, bagaimana pun Angel tahu jika Adrian sangat menyukai Aulia.
"haaahh.. diet" Aditya kaget dengan jawaban Angel, jika dipikir lagi tubuh Aulia sudab sangat bagus dan bisa jadi model terkenal denga tubuhnya.
......
"sayang, kayanya uda mau masuk, kamu duluan gih turunya. biar aku buang sampah-sampah dulu" ucap Andreas menyudahi kebersamaan mereka.
"yah, andre, tapi aku masih pengen" ucap Aulia.
mendapatkan respon penolakan Andreas pun menggoda Aulia.
"hhmm.. kok masih andre sih, coba deh panggil kata sayang" goda Andreas.
melihat dia digoda, Aulia nampak berpikir.
"mmmm.. gimana kalau aku panggil kamu bunny" ucap Aulia.
"dan aku panggil kamu chuby"goda Andreas.
mnedengar dia dipanggil Chuby oleh Andreas tidak terima.
"chuby, kok malah chuby, emang aku gendutan yah" rengek Aulia.
"enggak cuman lucu aja, pasti tambah imut jika pipi kamu ini tembem" goda Andreas sambil memegang kedua pipi Aulia.
Aulia yang mendengar hanya bisa tersenyum, tanpa basa-basi Aulia mendaratkan ciuman ke pipi Andreas.
"oke, chubymu duluan yah, bye bunny" bergegas pergi dari hadapan Andreas. Andreas yang melihat tingkah pacarnya hanya bisa geleng-geleng kepala melihat Aulia yang berlalu dari hadapannya.
Dibawah tangga, Aulia tidak sengaja berpapasan dengan Angel maupun Aditya, karena terciduk Aulia benar-benar kaget, dan terduduk memegang dada yang berdebar hebat.
"astaga, lia, elu kenapa" kwatir Angel
"elu dari atas ngapain" tanya lagi Angel.
Aulia yang mendapatkan pertanyaan bertubi-tubi dari Angel, mengatur nafas dan memikirkan sesuatu untuk bisa dijadikan alasan.
"mmmm.., gue, gue, uda yuk kita masuk, uda mau bel nih" alih Aulia mengecoh, dia tidak bisa memberi alasan yang tepat.
Buru-buru Aulia menarik tangan Angel untuk segera ke kelas, takut Andreas turun disaat mereka masih ada dibawah tangga.
Aulia dan juga Angel baru mau masuk dikelas Andreas barulah turun, tetapi Aditya yang masih dibawah tangga memeriksa ponselnya, heran dengan adanya Andreas yang dari atas atap, sama seperti Aulia.
"kak andre, dari atas juga" seru Aditya yang masih memegang ponselnya.
Andreas nampak curiga dengan pertanyaan dari Aditya, dalam hati ia berkata pasti Aulia dilihat Aditya dari atas juga, batin Andreas berseru.
Dia pun memberikan alasan yang bisa dimenutupi semuanya.
"oh, gue sama aulia tadi disuruh bawa dokumen tak terpakai ke gudang atas, uda yah gue ke kelas dulu" jelas Andreaa. Dia pun buru-buru pergi.
Aditya yang masih heran hanya bisa mengernyitkan keningnya sambil melihat kembali ponselnya menuju kelasnya.
......
Sesampainya Aulia dan Angel dirumah, baru membuka pintu nampak Kak Bunga dan juga Kak Angga sedang berbicara dengan amat serius, Aulia yang tidak memperdulikan permbicaraan itu, langsung buru-buru berhamburan kearah Abangnya yang tidak tau kapan tiba dari perjalanan bisnisnya.
"abang, aulia kangen" peluk Aulia kepada Angga.
terdengar suara Kak Bunga yang sangat khawatir.
"bang, apa enggak salah semua itu, perasaan bibi dan juga paman tidak kenal dengan orang tuanya, siapalah itu, dan..." terpotong nada bicara Kak Bunga, ia ragu untuk melanjutkan karena ada Aulia dan juga Angel.
"nanti kita bahas, gimana sekolahmu de, jadi uda pilih dimana mau kuliah" tanya Kak Angga.
pelukan Aulia melonggar dan membetulkan posisi duduknya, yang diikuti Angel duduk disamping Kak Bunga.
"lia, masih nyari bang, nanti kalau uda ketemu pasti aulia bakal info ke abang" seru Aulia.
"mba, lagi bicara apa, kayanya serius" celoteh Angel sambil mengambil cemilan yang ada diatas meja.
Kak Angga yang belum mau memberi tahu kedua Adiknya, langsung menyuruh Aulia dan juga Angel untuk berganti pakaian sekolah mereka.
"uda, kalian keatas gih, uda ada makanan disiapkan mba bunga tadi, abang aja baru selesai makan" usir Angga.
mereka yang mendapat perintah hanya menurut saja.
saat kedua Adik mereka menghilang dari balik pintu kamar masing-masing, Kak Bunga langsung menyeruhkan ucapannya yang sempat terhenti.
"bang, coba deh abang, cari tahu" seru Bunga bersemangat
Angga yang memang masih belum yakin tentang perjodohan ini, belum memberi respon kepada keluarga Kusuma.
.....
flasback 2 jam sebelumnya
Angga yang baru saja tiba di bandara kedatangan, sudah mendapatkan telepon dari Sekretaris Mike, sebelum ia berangkat memang sudah saling berbicara di telepon tentang janji temu mereka.
"iya mike, saya baru saja tiba, kita ketemu dimana.?" tanya Angga
"maaf tuan angga, janji kita bertemu sepertinya harus batal dulu karena saya sedang menemani istri tuan bimo belanja, maafkan saya" sesal Mike,
"kalau seperti itu tidak masalah, tapi bisakah sesuati yang tertunda beberapa hari kemarin tuan mike bicarakan langsung disini" pinta Angga.
Sekretaris Mike yang terlihat ribet dengan tas-tas belanjaan Ibu Adrian, membetulkan semuanya dan duduk di kursi yang ada ditoko baju tempat Ibu Adrian berbelanja.
"begini tuang angga, maksud saya lalu ingin memberi tahu bahwa ..bla..bla...bla.. maka dari itu adrian dan juga aulia akan dijodohkan, jika tuan angga setuju dapat langsung berhadap dengan tuan besar dikantornya atau dirumah." panjang lebar Sekretaris Mike menjelaskan.
Angga yang mendapatkan penjelasan yang tidak bisa direspong seketika terduduk lemah tak berdaya mendengar semua yang dikatakan Sekretaris Mike barusan.
"mike, bukannya saya menelokan permintaan tuan Kusuma, tapi kau pasti tahu bagaimana kabar ini tersampaikan saat kau diposisi ku, saya akan membicarakan perihal ini, kepada keluargaku dulu dan juga aulia" jelas Angga, dia tidak mau terburu-buru dalam mengambil keputusan untuk kehidupan adik tersayangnya itu.
Diperjalan kerumah Angga sudah menelepon Bunga untuk segera pulang, karena dia ingin memberi tahu perihal dadakan ini. dan berunding dengannya.
.....
"bang, jika semua ini memang benar apa abang rela aulia diumur remejanya yang sedang menginjak dewasa harus nikah" tanya Bunga,
pertanyaan Bunga membuat Angga cemas, sebenarnya Angga tidak ingin mencampuri urusan pribadi Adiknya, jika Adiknya tidak memberi perintah untuk mengurusinya.
"unge, aku juga tidak tahu harus bagaimana, secepat aulia harus mengambil keputusan" seru Angga.
"unge paham bang, semoga keputusan lia, bisa bijak dalam memutuskan" ucap Bunga, memberi semangat Kakak sepupuhnya itu.
........
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 66 Episodes
Comments