Waktunya (2)

Keesokan harinya, nampak Aulia membawa dua buket bunga mawar putih yang didampingi oleh Angel menuju pemakaman Ayah Bundanya, Aulia nampak cantik dibalut dengan selendang yang dibiarkan berada diatas rambutnya yang dibiarkan tergerai, ditiup angin sepoi-sepoi.

Saat sampai dihadapan makam, Aulia duduk dipinggir makam dan bercekrama selayaknya mereka sedang bertemu, Angel yang melihat hanya bisa melihat dengan teduh sosok Aulia yang saat rindu dengan Bibi dan Pamannya, dia tidak mau mengganggu kebersamaan Aulia dan juga ortunya, dia pun hanya diam dibelakang Aulia.

"bun, ayah, maaf yah, aulia baru bisa datang lagi, oh ya kak angga kali ini gk bisa datang, dia lagi keluar kota, urus bisnis yang sekarang makin sibuk karena kak angga pintar sama kaya ayah, oh yah bun.." terlihat ucapan Aulia menggantung terlihat bulir bening disudut matanya jatuh, ia pun mengusap cepat dan tersenyum lagi.

"bunda, aulia kangen banget, oh yah bunda seminggu lagi ujian kelulusan aulia bakal dimulai, aulia uda gede loh, nda lama lagi aulia bakal lulus" Aulia hanya tersenyum kecut dia tidak bisa membendung air mata yang ingin keluar, dia pun menoleh ke Angel, Angel pun mengerti dan mencoba mendekap Aulia dengan sayang.

"om tante, jangan khawatir yah, angel akan selalu menjadi tumpuan aulia dalam suka maupun duka, kalau begitu, kami pamit dulu yah, om dan tante pasti gk suka kalau liat aulia nangiskan, kami pamit yah" Angel pun menuntun Aulia untuk meninggalkan pemakaman dengan tangis yang diasembunyikan, Aulia masih belum merelakan kepergian kedua orang tuanya.

Saat itu, kedua orang tuanya hendak bertolak keluar negeri untuk berkunjung dengan salah satu sahabat mereka, karena ada badai diatas awan, itu yang membuat pesawat yang ditumpangi keduanya terbakar karena samberan petir dan jatuh diatas laut, yang menyebabkan semua orang yang ada didalam pesawat tidak bisa terselamatkan.

Kini Aulia sudah didalam mobil dia masih melamun dengan wajah yang masih digenangi bukir bening, ia tidak bersuara, Angel tau jika mengenai ortunya pasti Aulia menunjukkan sisi melow dan cengengnya. Tidak mau terus berada disituasi ini, Angel pun mencoba menghibur Aulia.

"pak tarjo, singgah di mall yah, angel sama aulia mau turun sebentar okey" ucap Angel.

"siap non, pak tarjo tunggu atau tidak" ucap pak Tarjo supir pribadi Kelurga Wijaya dengan suara khas jowonya

"mmmm.. gk usa nunggu pak, nanti gue ama aulia balik pake taksi aja" kali ini Angel mencoba melirik Aulia yang belum ada respon.

"okey non"

Tidak berapa lama mobil berhenti disalah satu mall terbesar dinegara itu, tanpa mereka sadari mall itu adalah salah satu mall milik keluarga Kusuma, Angel pun mencoba memberikab enet positif ke Aulia dengan cara menggandeng dan terua mengoceh.

"lia, yuk turun, kita pergi belanja, atau makan, atau kita bermain pasti seru lagian kan kak Angga gk ada tuh, kak bunga juga lagi kerja jadi dari pada kita bosan dirumah kita sehariab disini aja yuk, let's go girl" celoteh Angel bersemangat. Aulia pun mencoba menghibur diri dengan ucapab Angel dia tau bahwa Angel kali ini mencoba menghiburnya.

"kita makan aja dulu yuk" seru Aulia, mereka pun nampak bersemangat memasuki mall tersebut,

mereka terlihat duduk disalah satu tempat menunggu santapan mereka datang, tak berapa lama beberapa makanan dn minuman terlihat dibawa salah satu pelayan foodtruck tersebut.

"permisi mba, maaf menunggu, ini makanannya dan ini minumnya silahkan dinikmati" ucap pelayan tersebut ramah.

"terima kasih mas, iya" ucap Aulia, Angel pun sudah lebih dulu melahap santapannya. Usai makan, mereka berkeliling menyegarkan mata dengan koleksi-koleksi yang disuguhkan toko-toko yang berjajar rapi dimall itu.

"ngel, kita ketoko buku yuk, gue pengen banget beli beberapa buku nih" rengek Aulia terhadap Angel yang lagi asik memperhatikan sekelilingnya.

"elu aja deh, gue pengen masuk kesini, nanti kalau gue udahan baru gue nyusul elu yah" pinta Angel menunjuk salah satu toko pakaian dan beberapa aksesoris disana.

"ya udah deh, gue duluan yah, nyusul loh" ucap Aulia pergi perlahan.

"sip" Angel hanya mengacungkan jempolnya tanda setuju. Mereka pun berpisah dengan tujuan masing-masing.

Didalam toko buku, Aulia sangat fokus dengan bacaannya, terlihat dia duduk dilorong rak-rak buku yang menjulang keatas, saat Andreas sedang asik memilih-milih buku, dia melihat disela-sela antara buku ada seorang gadis yang ia kenali, ia pun mendekat memastikan, yah itu Aulia batin Andreas berkata, ia pun bergegas mendekat dengan mengitari rak buku yang memisahkan mereka.

"asik banget baca bukunya" suara Andreas mengagetkan Aulia yang tengah asik membaca.

"ehh.. ia ndre, sini deh, duduk, gue lagi pengen aja, kamu sendiri" ucap Aulia sedikit terkejut dengan sosok tampan itu. Andreas pun mengikuti perintah Aulia ia memilih duduk berhadapan dengan gadis itu.

"gue juga, oh buku itu, gue uda habis baca, gimana gue pinjamin aja buku gue, uda lengkap loh seriesnya dirumah" ucap Andreas melihat sampul buku yang sedang dibaca Aulia.

"hemm.. yang bener nih, mau banget, trus kapan gue dikasih" seru Aulia tidak menyangka bahwa lelaki itu ternyata menyukai buku yang sama dengannya.

"mmm.. kami maunya kapan" ucap Andreas kali ini membolak-balikkan buku dihadapnnya.

"sekarang, gk, bercanda, maunya sih secepatnya, gue uda lama nyarinya loh, jadi pas denger elu juga suka gue seneng banget" ucap Aulia sedikit bersemangat.

"seneng banget yah" hanya dibalas dengan anggukan. "gue emang suka baca, kamu juga lia" ucap Andreas kali ini memandang Aulia dengan senyumnya yang khas.

"ia ndre, gue senang banget dengan buku, kalau baca buku semua masalah gue, seketika hilang dan gk kenal waktu sangking suka banget, malahan biasanya seharian gue bakal dikamar hanya dengan membaca" celoteh Aulia bersemangat.

"wah, sama dong, oh ya kamu uda pilih-pilih buku gk, kita jalan-jalan yuk" ajak Andreas dengan berdiri, seketika Aulia pun ikut berdiri dan mengangguk mengikuti Andreas ke kasir untuk membeli beberapa buku untuk mereka.

Saat diluar mereka dengan pikiran masing-masing, Andreas pun memecahkan kecanggungan diantara mereka dengan sedikit basa-basi.

"kamu uda makan" ucap Andreas

"udah kok, sama Angel, dia lagi di toko baju" ucap Aulia dengan senyumnya.

"gimana kalau kita ketempat bermain" ucap Andreas mengajak.

"mmm.. boleh juga yuk" kali ini Aulia menggandeng lengan Andreas bersemangat, dengan sedikit reaski Aulia terhadapnya, Andreas senang dibuat dengan tingkah Aulia, dia tak ingin momen ini rusak, ia pun hanya mengikuti kemana kaki Aulia melangkah.

Ditempat bermain, mereka tidak menyadari kedekatan mereka sudah seperti orang yang sangat dekat, dan orang yang melihat diantara mereka pasti menganggap mereka sedang pacaran. kadang Aulia memegang tangan Andreas karena takut dengan permainan, kadang Andreas memeluk atau mengajari Aulia dengan permainan basket dengan memegang tangan Aulia. pokoknya keirian diantara orang sekeliling mereka terwujud.

mungkin ini waktunya, aku harus makin dekat denganmu, sebelum orang mengambil kamu Aulia, tidak dirasa hatiku sudah takluk olehmu, batin Andreas berkata, ia menikmati permainan diantara mereka yang tidak ada sama sekali rasa kecanggungan.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!