Andreas yang suntuk dengan panggilan telepon Adrian kepada Aulia hanya bisa menggerutu dalam batinnya, dia hanya berdiam diri dibalik kemudinya. Aulia yang bisa menangkap perubahan sikap Andreas memecah keheningan itu.
"andre, gue sama adrian enggak ada hubungan apa-apa kok" seru Aulia ragu-ragu.
Andreas yang mendengar langsung menepika mobilnya.
"memangnya kenapa, kok bicara begitu" ucap Andreas lembut, dia ingin menguasai dirinya dihadapan Aulia. supaya tidak kelihatan bahwa dia tak suka.
"eemmm..., habis andre semenjak aku nelpon sama rian, mukanya beda" ucap Aulia menerangkan.
"liaa.., oke kalau seperti itu, sekarang aku mau tanya boleh" tatap Andreas ke Aulia, dan langsung memegang tangan Aulia, Aulia yang mendapatkan respon itu hanya menerima saja.
"lia, mungkin kita sekarang ini sudah snagat dekat, apa boleh aku terus ada disampingmu, sudah sejak lama aku memikirkan ini jadi aku, aku sebenarnya suka sama kamu lia" ucap Andreas gugup ke Aulia.
Aulia yang terkejut mendengar itu semua dari mulut Andreas, langsung tersenyum dan berbinar-binar.
"andre, sebenarnya aku juga selama ini" ucapan Aulia berhenti karena tubuhnya dibawah kedalam pelukan Andreas.
"makasih lia, jadi kita sekarang jadian" ucap Andreas membelai rambut Aulia dengan sayang yang langsung direspon dengan Aulia dalam pelukan Andreas. tiba-tiba Aulia pun melonggarkan pelukannya ke Andreas dia pu belum terima karena Andreas belum mendengarkan semua kata-katanya.
"andre, aku kan belum selesai ngomongnya" ucap Aulia berkacak pinggang.
"memangnya kamu mau ngomong apa tuan putri, aku uda tau jawabannya" ucap Andreas dengan mendaratkan tangannya kepipi mulus Aulia.
"iihhh... sok tahu" ucap Aulia belum terima tapi dia bahagia sesekali tersenyum dihadapan Andreas.
"ia aku tau, kamu juga suka sama aku" ucap Andreas memberikan pelukannya kembali kepada orang yang dia sayangi. Aulia pun berhambur kedalam pelukan Andreas dan menjawab dalam pelukannya.
"ia ndre, maaf kalau kamu nunggu lama untuk ini**" ucap Aulia.
Andreas pun melajukan kembali mobilnya, dia senang perasaannya direspon terhadao Aulia, dia berpikir kalau bukan sekarang tidak ada kesempatan kembali yang ada Aulia akan pergi darinya, dia tahu bukan hanya dia yang suka sama Aulia, makanya dia bergegas mengungkapkan perasaannya kepada Aulia.
........
Tiba didepan Resto Aulia, Andreas sekali lagi tersenyum bahagia kepada Aulia, spontan Andreas mendaratkan kecupan didahi Aulia. Aulia hanya tersipu malu yang dihiasi senyum diwajahnya, dia pun turun dari Mobil Andreas.
"andre, hati-hati yah, nanti beri kabar kalau uda sampai" ucap Aulia menongolkan kepalanya diluar kaca mobil.
"pastinya sayang, bye" ucap Andreas lembut kepada Aulia.
Andreas pun melaju kejalan, Aulia yang masih kaget dengan ucapan Andreas dia langsung tertawa kecil dan menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
Angel yang baru saja keluar untuk membuang sampah diluar melihat sosok Aulia yang sepertinya sangat senang, berbanding terbalik saat bersamanya.
"ssttt.. hey, lia, come here" perintah Angel, Aulia yang masih tertawa, menahannya dengan sejuta senyuman bahagianya.
"what happened" selidik Angel
"gue, bahagiaa banget ngel" seru Aulia
"ia gue tau, apa yang buat elu bahagia" penasaran Angel.
"ada deh, kepo iihhh" Aulia pun bergegas menuju kedalam Resto dan menyapa Kak Bunga yang sedang melayani Tamu.
"mba, aulia bantu di dapur yah" seru Aulia bersemangat, dengan langkah kegirangannya Aulia melantunkan nada-nada tak jelas. Kak Bunga yang nampak heran dengan kelakuan Aulia mendongakkan kepalanya ke Angel untuk bertanya.
"ngel, napa tuh bocah.?" tanya Kak Bunga
"enggak tau juga mba, tapi tadi sempat angel liat habis diantar Andreas sih" jawab Angel, sedikit berjeda dan mengingat kembali
"aahhhh.. angel tau mba, pantesan, tadikan kami jalan ke mall, tapi angel pulang sendiri karena aulia jalan sama andre, iya mba" seru Angel semangat dalam membagi infonya kepada Kak Bunga.
"mmmm.. mba tau, berarti dia lagi jatuh cinta tuh" seraya Kak Angel melanjutkan kegiatannya karena dipanggil oleh salah satu karyawannya.
Aulia nampak bahagia, sama seperti Andreas, dia bergidik geli membayangkan momen ungkapan mereka berdua, setidaknya semua ini karena aku dan andre memang saling suka, bagaimana kedepannya kami akan jalani aja, batin Aulia bersuara.
............
Andreas yang baru sampai dihalaman rumah, dapat melihat dengan jelas wajah bahagia Adrian yang sedang menggoda Aditya, karena tak mau ambil pusing Andreas pun melangkahkan kakinya keruangan atas (kamarnya), tapi sebelum itu ia membelokkan badan kedapur untuk menyuruh salah satu pelayan rumah menyimpan makanannya, karena terlalu bahagia bersama Aulia dia tidak sempat makan.
"mmm.. bi, bikinin makanan yah, langsung bawah kekamar aja." perintah Andreas dari balik pantry sambil membawa minuman kearah kamar.
Adrian yang tadinya senyum-senyum mengoda Aditya langsung terhenti saat dia melihat Andreas berjalan melewati mereka.
"ndre, darimana elu.?" tanya Adrian
"emang kita saling kepo yah" jawab Andreas.
Aditya yang melihat itu semua langsung melerai debatan abang-abangnya.
"cease please brother, what happened, kalian kenapa sih selalu saja ribut" seru Aditya menghentikan debatan para abangnya.
Andreas pun tidak melanjutkan kembali langkahnya keatas, ia terlalu malas meladeni Adrian, ia tidak ingin suasana hatinya yang sedang bahagia akan rusak karena ocehannya ke Adrian.
Andreas ingat bahwa dia belum mengabari Kekasihnya, dia pun mengambil ponselnya di saku celana sambil berjalan menaiki tangga, dia mencari nama Aulia dan menekan panggilan suara.
"hay, aku cuman mau bilang aku uda sampai dirumah, kamu balik dari resto jam berapa, apa aku jemput.?" ucap Andreas sambil menghilang dari balik pintu kamar, dan menghempaskan diri keatas kasur dengan wajah bahagia.
"ia, kenapa, oh mungkin barengan ama mba Bunga, enggak usa, lagian aku belum bilang ke mereka, nanti yang ada kamu diintrogasi, kapan-kapan yah" jawab Aulia sedikit ragu takut menyinggung Andreas.
"oh, ya uda, aku cuman belum puas aja dekat sama kamu, sampai nanti, boleh nda aku panggil kamu sayang" seru Andreas malu-malu.
"hheeh.. maaf yah, boleh kok, tapi hanya kita berdua aja yah, jangan dulu di umbar-umbar" pinta Aulia.
"baik bos, dengan senang hati, nanti aku telepin lagi yah, bye sayang" ucap Andreas dengan lembut.
Sontak Aulia merasa malu mendengar ucapan Andreas dengan menutup telepon dia tidak bisa menutupi senyumannya, mereka berdua terlihat sangat bahagia dan sedang dimabuk cinta.
.......
Dikota berbeda, Kak Angga menerima telepon dari Sekretaris Mike.
"halo, ia Mike ada apa" ucap Kak Angga sedikit sibuk tangannya dengan berkas-berkas diatas meja kerjanya.
"eehh.. maaf Pak angga, apa bisa kita bertemu.?" ucap Sekretaris Mike
Kak Angga nampak menghentikan aktifitasnya dan berjalan kearah jendela besar dalam percakapannya dengan Sekretaris Mike.
"maaf Mike, saya sedang diluar kota mengurus Bisnis mungkin 2 hari lagi saya akan kembali, yang pasti kalau sudah sampai pasti saya beri tahu" ucap Kak Angga perjelas.
"baik, kalau begitu" ucap Sekretaris Mike menyudahi teleponannya ke Abangnya Aulia, dia diperintah oleh Kakek Kusuma untuk menjelaskan maksud dan tujuan mereka dalam menyatukan Aulia dan juga Adrian, hanya saja mereka tidak tahu bahwa sebenarnya bukan Adrianlah yang ada d iwasiat Ayah dan juga Ibunya Angga.
Kak Angga pun berbalik lagi ke meja kerja untuk melanjutkan kerjaannya, tapi sebelum itu dia menekan nama 'Bunga' untuk dipanggil.
"iya kak ada apa, baik-baik sajakan disana" ucap Bunga sedikit khawatir.
"ia, abanh baik dan bisnis sudah pulih kembali, abang hanya mau tanya keadaan dua adik kakak lagi" ucap Kak Angga.
mendengar hanya nama Angel dan Aulia yang disebut Bunga pun memanyunkan bibirnya.
"cuman mereka aja nih, masa Bunga enggak" rengek Bunga
"hhmm.. unge, kan kamu uda gede pasti bisa saja diri, ia deh, gimana kabarmu dan resto gimana ada hambatan" ucap Kak Angga pasrah
"biar unge uda gede tetap ajakan adiknya abang, Alhamdulillah baik bang, resto lancar, malah makin laris" seru Bunga berjeda.
"oh yah, mereka berdua juga baik tadi pagi angel temenin aulia kemakam, dan siang ini mereka lagi ad diresto bantu-bantu, mungkin dikit lagi unge suruh balik karena unge harus monitoring sampe malam, soalnya mba ledys gantian ama unge" jelas Bunga, dia belum mau memberi tahu kalau kedua adik sepupuhnya itu sedang kasmaran.
"ya sudah, abang lanjut kerja dulu 2 hari lagi abanh balik, bye" ucap Angga mengakhiri teleponnya.
Maaf yah author, penulis baru bisa update lagi. 😉 selamat membaca
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 66 Episodes
Comments