Adrian nampak gusar, suasana hatinya sedang tak baik, ia terlihat mondar-mandir dikamar, sesekali ia menggigit bibir mengingat dengan ucapan Andreas tadi dikantin sekolah
"kalau sampai andre suka sama aulia, gimana, cukup ayla" batin Adrian bergejolak
tidak berapa lama, Adrian mendengar suara Andreas dibawah, dia memang mendengar Andreas karena pintu kamarnya ia sengaja buka lebar-lebar, ia langsung bergegas turun kebawah menghampiri Andreas, ia belum puas dengan kalimat yang Andreas lontarkan, ia ingin memastikan, sesampainya dibawah Andreas yang sangat kehausan menghampiri kulkas untuk minum tersedak dibuat Adrian yang menepuk bahunya keras
"andre" ucap Adrian menepuk pundak Andreas dengan berusaha membalikkan badan lawan bicaranya.
"uhuk, uhuk, haaiisss, sialan, apa.?" ucap Andreas yang sedang batuk dan sangat marah dengan tingkah laku Adrian barusan
"hhmmm.. please jauhin aulia" ucap Adrian terlihat serius
"cciihh, gk gantleman banget" terlihat wajah Adndreas marah, ia menutup kulkas dengan kasar dan membawa sebotol air yang ia minum tadi, menuju kamarnya, seketika langkahnya terhenti dan membalikkan badan kembali.
"kita sekarang bersaing dapat hatinya aulia, gue gk suka rebut milik orang jadi, gue, elu sama-sama bersaing oke" ucap Andreas dengan wajah kesal dan sedikit garis senyum disudt bibirnya, karena mendengar ucapan Andreas yang terlihat tak main-main Adrian cukup yakin, bahwa sekarang bukan hanya dia yang menyukai Aulia,
Disudut kamar, nampak Aulia memperhatikan pantulannya dicermin, dia memikirkan dua pria yang tiba-tiba masuk dalam dunianya, yang secara halus memaksa masuk dihatinya dia bingung, akan seperti apa kedepannya, dia masih belum tahu siapa diantara keduanya yang ada dihatinya, tiba-tiba saja tanpa Aulia sadari Angel masuk membuyarkan keheningan kamarnya.
"lia, gue istirahat disini sebentar yah.! gue gelisah banget dari tadi" ucap Angel yang langsung membaringkan badannya dikasur
"hhemm.. gue mandi dulu yah" ucap Aulia tanpa memperlihatkan wajahnya ke Angel, 10 menit didalam kamar mandi Aulia sudah tampak segar, ia duduk dimeja riasnya memakai lotion dan lipblam, Angel pun memiringkan badannya kearah Aulia ingin memastikan sesuatu.
"eemmm.. gue mau nanya ke elu, gimana kalau elu ditembak sama cowok yang kerjanya didunia hiburan, apa tanggapan elu, lia" terlihat Aulia tidak memperhatikan Angel yang sedang bertanya, karena merasa dicuekin Angel pun melemparkan boneka yang ada dikasur Aulia, membuat Aulia kaget dan bertanya kembali.
"ia, gimana, sorry gue lagi kacau banget nih." memasang wajah senyum yang terlihat memaksa.
"iihhh.. elu gk asik aahh.. elu kenapa sih lia." kini posisi Angel menyandarkan badan dikepala kasur dengan memainkan bantal untuk posisi yang nyaman
"enggak kok, elu tau nda.."
"belum" potong Angel menggoda
"iisss.. denger dulu" kesal Aulia
"ia, apa" kini Angel fokus dengan Aulia dengan wajah serius
"diantara banyaknya cowok disekolahan kita, siapa yang elu pikir suka ama gue.?" ucap Aulia dengan wajah serius
"haaahh, pede abis sih elu lia, mmm.. kalau jujur yah dari penglihatan gue sih" Angel menggantung, terlihat ia berpikir untuk menjawab
"yang suka ama elu kan" Aulia mengangguk
"Adrian bukan" mendengar jawaban yang diberikan Angel, Aulia hanya menghela nafas dengan wajah yang tidak bisa diartikan.
"hheeemmm.. gue uda menduga" ucap Aulia
"emangnya kenapa" jawaban Angel membuat Aulia berpikir dengan mengingat apa yang ia lihat tadi dikantin.
flasback dikantin :
karena salah tingkah dengan kedapan memandang Andreas, Aulia yang malu buru-buru meninggalkan Andreas yang sedang melihatnya, ia pun melangkahkan kakinya menjauh dari kantin, karena masih terpesona dengan Andreas ia pun membalikan badan lagi dari kejauhan, nampak sosok Adrian menghampiri Andreas, karena pensaran Aulia mendekat dan mendengar ucapan Adrian dan Andreas yang membuatnya kaget.
"sejak kapan elu dekat ama Aulia.?" ucap Adrian denga wajah kesal.
"ada masalah"
"jauhin aulia, gue gk suka elu dekat ama dia, karena.."
"karena elu suka ama dia, sportif dong, kita bersaing aja, siapa pun itu" Andreas pun meninggalkan Adrian yang terpaku dibuat Andreas.
Aulia yang melihat semua itu menyembunyikan dirinya dibalik tembok untuk tak kelihatan dengan keduanya.
............
"lia, hey, its okey.?" Angel yang melihat Aulia yang termenung mencoba menyadarkan lamunannya, terlihat Aulia memasang senyum
"ngel, besok libur nih, gimana, kalau elu temani gue kepemakan, gk lama lagi hari peringatan kematian ayah bunda, yah" Angel pun mengerti dengan kondisi Aukia saat ini ia pun langsung memeluk temanya itu sembari memberi kekuatan.
"pasti dong, gue akan selalu ada buat elu" Angel tak mau lebih bertanya lagi, dia tau jika Aulia mengajaknya bertemu dengan kedua ortunya berarti dia ingin curhat masalahnya sendiri tak ingin berbagi biarpun abangnya sendiri.
Dilantai bawah suara Kak Angga memecahkan keheningan kamar Aulia, sejenak Angel memberi semangat lagi dengan mengusap pundak sahabatnya itu, dan langsung berteriak menjawab suara Kak Angga yang mencari keberadaan kedua Adiknya.
"ia kak, kami disini" teriak Angel, terlihat Aulia berjalan keatas ranjang ingin rebahan, namun Angel menarik untuk turun kebawah, suruh Kak Angga entak kenapa terlihat suara Kak Angga sangat tergesa-gesa memanggik keduanya, mereka pun turun nampak Aulia berjalan sempoyongan yang dipegang Angel, ia capek bergulat dengan perasaannya dia ingin beristirahat sejenak, namun ia melihat Kak Angga yang sedang tergesa-gesa untuk kami bergegas kearahnya, disampingnya ada sebuah koper disana.
"yah, kalian kemari cepat, abang gk lama nih" nampak suara Kak Angga memburu langkah kami turun menghampirinya,
"ada apa kak.?" ucap Angel
"kakak mau kemana" suara kami bergegas duduk dihadapan Kak Angga
"kak, harus keluar kota untuk beberapa hari, mungkin sebulan, karena cabang yang ada disana sedang bermasalah sedikit jadi, abang minya izin untuk meninggalkan kalian, gk apapa kan.?" nampak suara Kak Angga ragu, ia tahu baru kali ini ia akan meninggalkan Adiknya sendiri selama itu, ia pun kembali berucapa, "abang usahain, buat cepat selesaikan supaya cepat pulang yah" kali ini Kak Angga mencoba membujuk Aulia, Aulia pun tidak ingin terus menekan Kakaknya, ia tahu Kak Angga adalah pimpinan restauran dan juga bekerja untuk menghidupinya, ia pun tersenyun menyakinkan Kak Angga kalau ia bisa ditinggal.
"ia kak, aulia gk apapa kok, abang kerja yang fokus, dan jangan tergesa supaya abang bisa sukses, lagian aulia uda gede dan bisa jaga diri, kan banyak orang dirumah ada angel juga" ucap Aulia panjang lebar, ia meyakini Kak Angga untuk bisa pergi dengan tenang,
Angel yang melihat semua itu, hanya bisa melihat bahwa sepasang Kakak Beradik itu saling sayang, ia pu meyakini Kak Angga.
"uda kak, gk usa khawatir kami bisa jaga diri, kalau kakak ragu, biar kak bunga nginap disini aja" ucap Angel memecahkan keraguan Kak Angga, Angga pun mengetik pesn ke Bunga ia baru sadar jika ia punya saudara dari sebelah Ayahnya dan memasukkan kembali kesaku bajunya,
"ya sudah, abang pergi dulu, jaga diri, jangan kelayapan, kak bunga setelah pulang kerja bakal langsung disini okey" ucap Kak Angga berdiri, Aulia dan Angel pun berdiri dan menuntun Kak Angga keluar pintu rumah, dia tidak membawa mobil, karena akan naik pesawat yang memakan waktu 1 jam lebih, Kak Angga pun melambaikan tangan, Aulia dan Angel pun membalas lambaian tangan Kak Angga.
Setelah membaca isi pesan dari sepupuhnya, Bunga memasukkan kembali ponselnya ke saku celana, ia sedikit riweuh dengan keadaan Restauran yang sangat membebaninya, ia tahu jika Kak Angga memberikan tugas untuk memantau semuanya, karena Angga akan mengurus dicabang, karena merasa sibuk ia tidak menyadari bahwa sedari tadi seseorang memanggilnya dari balik meja kerjanya yang tak jauh dari meja kasir, ia melihat tak ada pegawainya disana ia pun segera kemeja kasir dan memasabg senyum menyambut pelanggan.
"ada yang bisa dibantu mas," jawab Bunga
"saya sudah memesan ini, bisa tolong.?" jawab pelanggan itu menunjukan pesanan diponselnya, semuanya dapat dijangkau Bunga karena ia sudah belajar banyak dari Kakak Sepupuhnya (Angga) selama ia bekerja membantu Angga.
(bukannya dia yang pernah saya lihat) bantin sekretaris Mike menerka, ia kenal betul denga orang yang ada didepannya, tanpa ia sadari sosok sepasang mata membuyarkan lamunannya, Bunga menyadarkan pelanggan itu.
"mas, ini pesanannya, terima kasih terus percayakan kami untuk menjadi rumah makan terbaik" ucap Bunga sedikit membungkuk. Sekretaris Mike pun mencoba melihat arah lain dan segera bergegas meninggalkan Restoran A2 langganan keluarga Kusuma.
Sesampainya dirumah para Sepupuh Kusuma, Sekretaris Mike dapat melihat sosok yang sudah menunggu keberadaannya, yah, Adrian ia dapat melihat dan bersemangat saat makanan pesannya datang.
"tuan muda, biar saya ambilkan piring dulu" bergegas Sekretaris Mike meuju pantry dapur mengambil piring dan juga sendok.
"mike, ada aulia nda disana" ucap Adrian dari balik meja makan, Sekertaris Mike yang berjalan kerahanya hanya mengernyitkan dahi, dan mencoba bertanya kembali, masalahnya Sekretaris Mike belum sama sekali melihat sosok yang dibicarakan Tuan Mudanya.
"maaf tuan muda, siapa, saya tidak melihat ada yang nama aulia disana" sambil meletakkan piring dan sendok dihadapan Adrian. bukannya Sekretaris Mike tidak mengetahui siapa Aulia, tapi dihanya curiga bahwa ada maksud lain dari ucapan Tuan Mudanya, bukab Sekretaris Mike namanya jika dia tidak tau semua orang yang bersangkutan dengan keluarga Kusuma. Adrian hanya makan dengan nyaman, terlihat sekretaris Mike pergi berlalu untuk menjawab telepon dari salah satu kolega mereka.
___
maaf yah baru bisa mengupdate cerita 'Aulia' lagi... 😊
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 66 Episodes
Comments
Nenk Shalihat
sedikit kritikan ya thor... ceritanya sudah bagus, hanya cara penulisannya kurang rapi... jd bikin bingung buat si pembaca... coba dikasih spasi atau enter di antara percakapan.. tetap semangat ya... mdh2an jd kritik membangun...
2020-07-31
0