Gelisah

Semenjak mengantar Aulia kerumahnya, Andreas baru tiba dirumah karena selepas ia mengantar Aulia dia berkesempatan singgah ditoko buku untuk mencari keperluannya, Aditya yang melihat Andreas dimeja makan nampak heran setelaj Andreas melangkahkan kakinya kekamarnya yang ada diatas..

"sepertinya suasana hatinya lagi bagus" gumam Aditya yang sedang menunggu makanannya dimeja, tak lama keluar Bi Tini pembantu kepercayaan keluarga Kusuma yang diperintahkan Pak Kusuma untuk bertanggung jawab didalam rumah itu yang dibantu dengan Bi Sumi..

"tuan muda ini makanannya, kalau tuan muda butuh sesuatu lagi silahkan panggil bibi didapur yah tuan" Bi Tina segera mengundurkan diri dari ruang makan yang ada Adit sedang menyantap makanannya, Aditya hanya mengangguk tapi sebelum pergi dia memberikan pertanyaan kepada Bi Tina. "Bi... kalau orang jatuh cinta itu gimana sih.?" Bi Tina yang terkejut dengan pertanyaan Tuan mudanya dengan mengernyitkan dahinya..

"yang Bibi tau, jatuh cinta itu indah dan apa saja yang kita lakukan pasti hanya memikirkan dia, dan orang yang melihatnya pasti heran karena banyak senyum dibibirnya mengingat wajah yang dikasihi" jawab Bi Tina asal, Aditya yang mendengar hanya mengamati dan mengagguk tanda mengerti..

sementara itu, dikamar Aulia selepas mandi karena hari sudah mulai malam, dia kemeja riasnya dan menyisir rambut dan menggunakan serum diwajahnya dan memakai lipblam saja untuk bergegas turun kelantai bawah untuk makan, saat keluar Angel yang baru saja keluar bersamaan dengan Aulia langsung memburu disampingnya dan menanyakan hal yang sama semenjak turun dari mobil Andreas, Aulia yang merasa bosan dengan pertanyaan Angel langsung menghindar, buru- buru ia segera turun dan menuju meja makan yang disediakan Bi Tini, nampak kak Angga baru tiba dan memarkirkan mobil digarasi sejajajr dengan mobil Aulia, sebelum masuk ia mendengar keributan didalam, ia pun asal masuk dan mendengar percakapan kedua Adiknya, yah, Kak Angga sudah menganggap Angel sebagai adiknya juga yah karena Angel tak lain adalah adik sepupunya sama seperti Bunga, dengan melipat kedua tangannya dan menyilangkan kaki Kak Angga bersandar ditembok mengamati kedua Adiknya yang sedang berbicara banyak yang didominasi dengan pertanyaan Angel ke Aulia tentang Andreas..

"lia, please, supaya gue gk penasaran jawab dong" seru Angel, tak mau makin ribet dibuat Angel, akhirnya Aulia mengakui semuanya..

"ia ngel, emang saat itu Andreas yang membantu gue kerumah setelah kecelakaan sepeda itu, dia juga yang memberi obat diluka gue, dari situ gue, gue merasa beda banget dekat dengannya" seru Aulia dengan sedikit malu dan menggenggam lengannya, Kak Angga yang mendengar semua percakapannya langsung mengangetkan keduanya..

"ehm.. ehm.. lagi asik ngapain nih.?" pertanyaan Kak Angga membuat keduanya fokus menyendok makanan didalam piring masing-masing, yang membuat Kak Angga tersenyum dengan tingkah keduanya, Kak Angga pun menginterupsi Bi Tini untuk menyiapakan air hangat untuk mandinya dikamar karena lagi malas untuk banyak gerak karena lelalh seharian mondar-mandir dikantor dan restauran, dan duduk menghadap Aulia dan juga Angel dan membuyarkan makan keduanya..

"kenapa gk lanjut lagi ceritanya," sambil menyuap makanan kemulutnya

"emangnya kak Angga dengar apa yang dari tadi kami bicarakan" seru Aulia disela-sela makannnya ingin memastikan bahwa abangnya tak mendengar isi hatinya ke Angel barusan, Kak Angga hanya tersenyum membuat Aulia meras malu,

"abang tau, kalau Aulia lagi bergejolak hatinya" seru Angel ditengah-tengah keduanya, Kak Angga hanya mengernyitkan dahi dan tersenyum dan berbicara serius ke keduanya..

"Aulia, Angel, kalian adik-adik abang dan dalam pengawasan kakak sekarang, kak Angga mengerti sekarang usia kalian 18 tahun sudah tahun terakhir bersekolah, artinya kalian segera lulus sekolah" sedikit berjeda sambil minum disela makannya "kakak tidak ingin mencampuri urusan kalian, tapi kak Angga harap kalian bisa menata masa depan dengan baik, soal biaya kak Angga sanggup untuk mengurus kalian, untuk soal pacaran lain lagi" lanjut Kak Angga disela menghambiskan makanannya, "maksud abang untuk soal pacaran kenapa bang" seru Angel penasaran yang sudah habis sedari tadi, "abang tidak melarang kalian, tapi ingat kalau mau pacaran harus minta persetujuan Abang, dan pacarannya harus sehat, kalau tidak abang akan menihkahkan kalian, mengerti" lanjut Kak Angga lagi menyuap makanan terakhirnya.. Aulia yabg sedari hanya mematung dengan pembicaraan keduanya hanya bisa mengaduk- aduk makanannya tak bernafsu dan menhembuskan nafas perlahan..

"baru juga naksir, abang uda bilang nika-nikah segala" gumam Aulia dan hati gelisah dengan wajah tak bersemangat, kak Angga yang mengetahui Aulia dengan respon kakaknya barusan kak Angga pun membuyarkan lamunan Aulia..

"lia, kak Angga gk sedang menakutimu, itu peringatan jika salah bertindak saat pacaran saja" Aulia yang mendengar langsung tak suka mendengar abangnya menjawab begitu..

"kak, please.., uda dong godain Aulia terus" Angga tak memperdulikan Aulia dan segera menuju lantai atas ingin segera mandi dan istirahat, Angel yang melihat tingkah Aulia hanya bisa tertawa, Aulia yang menyadari sedari tadi Angel mentertawakannya langsung meninggalkan Angel kekamarnya dan mengunci pintu takut ada yang masuk..

Dilain kamar, Andreas nampak sudah segar, sekarang ia hanya membaca buku yang ia beli tadi, yah, Andreas salah satu hobinya membaca sangking tidak bosannya membaca dia bisa lupa waktu dengab membaca, yang sekarang ingin beranjak turun mencari makan, makannya dia suka betaj mengurung diri dikamar..

diluar kamar Adrian baru selesai makan dan sedang memainkan ponselnya yang sedang ia simpan disamping telinganya..

"Bi.., bikinin Andre susu coklat yah" dari balik pintu dapur ia menyadarkan Bi Sumi yang lagi menghangatkan makanan, "eehh.. ia tuan muda" segera Bi Sumi mengambil cangkir, dari kejauhan dimeja makan terdengar suara Adrian memanggil nama Aulia dari balik ponselnya, Andreas hanya mengabaikannya tapi ia sedang tak senang mendengar percakapan Adrian ke Aulia ia pun melewati Adrian dimeja makan dan menuju belakang rumah yang terdapat kolam berenag ukuran besar, dia pun duduk di kursi santai dengan memandangi langit yang dipenuhi bintang bertaburan, jujur Andreas tak senang Adrian dekat dengan Aulia (cemburu) ia sudah merasa tak lapar lagi, sudah merasa membaik Andreas masuk kedalam, sudah tak ada Adrian disana ia mendapatkan susu coklatnya dimeja dia mengambil dan membawa kedalam kamar dengan mengambil roti yang ia taburi diselai nanas diatasnya,

hari sudah pagi, dimeja makan sudah duluan Andreas sarapan, disusul dengan Aditya, Aditya sedikit tergesa-gesa dari biasanya, Andreas pun menegur Aditya yang menjatuhkan dasinya kelantai yang sudah ingin keluar rumah, Andreas pun mengejarnya digarasi..

"adit.., nih dasi lu, elu kenapa kok buru-buru banget sih" dengan memberi dari ditangannya kepada Aditya, yang diterima dengan Adit disela-sela ia ingin memasuki mobilnya sendiri..

"gue duluan yah kak, soalnya mau mampir kestudio dulu ada hal yang mendesak, maklumi aja gue sekarang jadi apa" Andreas yang mengerti hanya mengernyitkan dahi tanda setuju, Aditya berlalu meninggalkan kediam para 3 sepupuh salah satunya..

Andreas pun masuk mengambil tasnya ia mendapati Adrian duduk larut dalam makannya, Andreas yang malas melihat Adrian langsung bergegas menuju sekolah..

Didalam mobil, Aulia melamun menghadap luar jendela, sedari tadi pagi sampai sekarang Angel melihat gelagat Aulia merasa ada yang tak beres, dan langsung bertanya kepada sahabat sekaligus sepupunya itu..

"Aulia zahra Wijaya, ada apa kok sedari tadi diam terus gk biasanya.?" sambil memegang pundak Aulia, Aulia hanya merespon dengan senyuman mendengar Angel memanggil namanya lengkap..

"gk kok ngel, cuman gelisah aja" mendengar jawaban Aulia, Angel mengernyitkan dahi penasaran, Aulia yanh melihat melanjutkan pembicaraannya dengan helaan nafas diawal "heemmm.. ngel gue baru aja naksir ama Andreas abang uda nyebut nikah segala, guekan jadi takut untuk pacaran"

"kok takut., lagian kalau emang kamunya pacaran serius dan yakin kalau Andreas bukan lelaki yang macem-macem pasti gk akan terjadi yang gk mungkin" sambil memegang pundak Aulia menenangkannya, Aulia yang mendengar perkataan Angel sedikit merasa lebih tenang, ia percaya bahwa Andreas orang yang baik dari keluarga terhormat dan terpandang dinegaranya tak mungkin Andreas seperti itu.. sesampainya didepan gerbang sekolah Aulia turun bersama Angel, bersamaan denga mobil Andreas yang sudah terparkir diparkiran sekolah, ingin sekali ia menyapa Aulia urung ia lakukan karena tak ingin orang sekolahan bergosip, Andreas memang selalu hati-hati dengan tingaknya didepan umum karena ia tahu siapa keluarganya, apalagi semenjak ibunya meninggal ia sadar betul bagaimana harus bersikap karena tak ingin ayahnya meresa terganggu dengan perbuataanya lain denga Adrian yang selalu tebar pesona didepan para gadis..

Aulia melihat dari kejauhan punggung Andreas yang berlalu begitu saja,

😇maaf para pembaca beberapa hari ini, saya pembuat novel "Aulia" tidak mengupload episode terbaru dimohon mengerti.. sekali lagi selamat membaca

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!