Adrian yang mendengar namanya disebut Sekretaris Mike tidak ingin menyahut tidak juga bergerak dari tidurnya, Adrian galau memikirkan Aulia, ia masih membayangkan wajah Aulia saat dikantin yang menatap Andreas dengan tatapan yang bisa ditangkap oleh Adrian, bahwa Aulia menyimpan rasa terhadap Andreas, ia sadar betul bahwa ia saat ini tidak tau harus berbuat apa untuk bisa menaklukan hati Aulia.
Terdengat suara langkah berhenti di depan pintu Adrian, memanggil namanya, ia hafal betul itu suara Mike, hari ini dia tidak ingin diganggu tapi karena itu Mike dia pun memutuskan bersuara untuk Sekretaris Mike masuk.
"mmmm.. masuk saja tidak dikunci" ucap Adrian malas.
Sekretaris Mike pun masuk dan mendekat dipinggir kasur Tuan Mudanya, membuka email masuk yang disuruhnya untuk melihat kearah Adrian.
"maaf tuan muda, menggangu anda disiang ini, saya hanya ingin memberi ini, sekiranya tuqn muda membaca" Mike memberikan Tab tersebut kearah Adrian yang di respon malas dengan Adrian, Adrian membetulkan posisi Baringnya di sandaran kasurnya, membaca perlahan. Disana tertulis bahwa namanya dan juga keluarga Wijaya bersepakat untuk menjodohkan dia dengan Aulia Wijaya saat Ayah Aulia masih ada.
Adrian terlalu senang membaca itu, ia tidak menyangka akan ada berita bahagia tersebut dia hanya bisa mengatupkan tanganya dibibirnya dengan wajah bahagia. karena penasaran denga semua ini ia melihat wajah Sekretaris Mike.
"mike, apa maksudnya ini apa benar, aulia, aulia yang aku suka" ucap Adrian terlalu bahagia
"jika tuan muda merasa belum percaya bisa menanyakan kepada taun besar, ternyata sebelum ini ada ortunya Aulia berteman baik dengan ayah dari tuan muda dan bersepakat menjodohkan kalian untuk melancarkan bisnis keluarga Wijaya dan juga Kusuma" panjangn lebar penjelasan Sekretaris Mike, karena sangking bahagianya Adrian berdiri seraya memeluk Sekretaris Mike dan mengambik ponsel di nakas samping kasurnya bermaksud untuk menelpon Kakek Kusuma, dia masih belum percaya apa ini mimpi atau tidak dia juga bermaksud menghubingi ayahnya tapi ia ingin mendengar langsung dari Kakeknya.
terdengar diseberang mengangkat telepon darinya.
"hallo, rian kau sudah membacanya" ucap Kakek tanpa basa-basi
"sudah kek, apa ini semua benar" seru Adrian
"jika tidak ingin, kakek bisa saja kasih ke Andreas atau Aditya" ucap Kakek mengancam
"jangan kek, adrian terlalu senang, adrian mau, jadi kapan acara pertunangannya" seru Adrian bersemangat.
"sehabis ujian kelulusan kalian, karenan kakek harus memberi tahukan abangnya dulu"
"baik kek, dengan senang hati"
Kakek pun memutuskan sambungan telepon Adrian, ia bisa merasakan bagaimana reaski Adrian saat ini. Adrian yang mendapatkan kabar ini, seperti menerima undian hadiah berharga, yang pastinya tidak akan ia lepaskan. Sekretaris Mike pun bisa melihat itu semua, Mike pun undur diri dari kamar salah satu Tuan Mudanya.
"tuan muda, kalau begitu saya permisi dulu" pamit Mike yang mengawali langkah dengan memberi hormat terlebih dahulu dan Adrian dapat melihat hilangnya Sekretaris Mike dari balik pintu kamarnya.
" aulia zahra wijaya, kali ini harus aku yang bisa dapatkan kamu, tidak lagi dengan andreas" ucap Adrian, kali ini adrian memegang kepercayaan yang sangat kuat yang tidak akan bisa Andreas jangkau, dia sadar tidak akan lagi kecolongan dari Andreas itu tekat yang Adrian pegang saat ini.
Adrian dengan wajah yang masih sangat bahagia, langsung mengambil ponsel dikasurnya dan mulai mencari nama 'My Aulia' Adrian pun menjatuhkan badannya dikasur empuk itu dan menunggu jawaban dari teleponnya.
"iya rian, ada apa" seru Aulia dari balik ponselnya.
"lia, enggak kok cuman iseng lagi apa" ucap Adrian dengan suara lembutnya.
"eh.. aku lagi dijalan, entar lagi yah nelponnya" Aulia langsung menutup telpon dari Adrian. karena wajahnya sedan ditatap Andreas tidak suka dari balik setir mobilnya.
"hhmm.. mati, mungkin dia lagi sibuk" seru Adrian malas, yang hanya bisa mengernyitkan dahinya dengan bibir manyunnya. Adrian masih terlalu senang jadi dia belum tahu ada apa Aulia respon dengan sedikit tidak nyaman dibalik teleponnya.
Dinegara lain, Daddy Adrian (Bimo Haryo Kusuma) tampak gusar dengan ucapan Sekretaris Mike lewat telepon, dia baru saja mendengar Bahwa Anaknya Adrian akan dijodohkan lagi beraama salah satu sahabat keluarga, tetapi ayah Adrian belum tau keluarga siapa itu, Daddy Bimo pun segera menelepon Ayahnya untuk mendapatkan kejelasan tersebut.
Diruangan kerja, Daddy Bimo hanya bisa tertunduk dan sesekali mengernyitkan dahi dengan tumpuan tangannya, dia langsung mengambil ponsel di atas meja kerjanya dan menekan telepon untuk menelpon Ayahnhya.
terdengar dari seberang mengakat telepin Daddy Bimo, yang suaranya khas ia hafal.
"ia, hallo sayang, ada apa" ucap Kakek Kusuma sembari basa-basi.
"ayah, ini bimo, kenapa ayah, tidak ngomong dulu, tentang masalah adrian yang harus bertungangan lagi" terdengar suara putus asa Daddy Bimo ditelepon.
Kakek Kusuma tau anaknya tidak akan suka kalau sampai harus disegerakan untuk menikah, Kakek Kusuma tau betul sifat anaknya yang satu ini, Bimo ingin Adrian menjadi penerus semua bisnis Kusuma, tetapi Kakek Kusuma sudah membagi-bagi tiap Cucunya, dan dia sama sekali ingin Andreas yang memegang kontrol untuk bisnis Kusuma.
"bukannya ayah tidak memberitahu, pasalnya adrian terlihat tidak berniat untuk semuanya, dia lebih memilih mengagumi wanita itu" jelas Kakek Kusuma.
"hanya saja ayah, ayah tau sendiri bagaimana wanita yang sebelumnya mempermainkan usaha kita, lagian adrian masih sekolah yah, please, kalau seperti ini aku dan juga Bianca akan segera kesana" ancam Bimo. dengan mematikan telepon
Bimo masih belum habis pikir, kalau Ayahnya masih belum gentar untuk menghentikan langkahnya, Bimo pun bergegs keluar ruangannya dan menuju kemeja Sekretarisnya.
"ana, control dan monitoring semua kerja sama kita, saya akan berangkat ke negara saya untuk mengurus hal pribadi" ucap Bimo dengan sedikit terburu-buru. Sekretarisnya hanya mengangguk tanda setuju. Bimo pun bergegas menaiki lift untuk sampai ditempat parkir.
Dalam perjalan keapartement, Bimo segera menghubungi Bianca untuk bersiap-siap kembali kenegara mereka.
"hallo honey, sepertinya adrian akan bertunangan lagi, bisakah kita kembali" ucap Bimo.
"ia sayang, apa, kenapa bisa" ucap Bianca kaget, ia tidak mengetahui bahwa anak semata wayangnya akan berani mengambil keputusan sendiri.
"sepertinya kali ini, ayah lagi yang campur tangan" ucap Bimo.
"ya sudah, aku akan segera bersiap-siap, see yah" ucap Bianca untuk menyudahi telepon mereka.
Bimo sengaja tidak memberi kabar kedatangan mereka kepada Adrian, karena bagi Bimo Adrian sudah sangat tidak memperdulikan mereka. Didalam pesawat Bianca terlihat gusar, Bimo selalu menenangkan Istri tersayangnya itu, untuk tidak khawatir dengan anak satu-satunya itu.
Adrian belum mengetahui akan ada kejutan yang tidak terduga, dia menuruni tangga dengan hati yang riang, sesekali ia bersiul layaknya orang yang di mabuk cinta. dia melihat Aditya yang sedang duduk dikursi santai memainkan note demi note untuk nada lagu ciptaannya.
"hey brother, ngapain, bi adrian minta orange jus yah." ucap Adrian denga menyapa terlebih dahulu Adik sepupuhnya.
Aditya yang sedang konsen hanya bisa melambaikan tangan tak menanggapi panggilan Adrian. Adrian pun duduk dihadapan Aditya, dia sangat senang dan karena senangnya itu dia menjahili Aditya yang sedang serius.
"bang, jangan ganggu dong, gue lagi serius nih" ucap Aditya yang sangat frustasi denga tingkah Adrian.
"jangan serius banget kali" ucap Adrian menyandarkan kepalanya di sofa.
"heemm.. gue lagi ada pengerjaan pembuatan lagu, dan lusa sudah harus rekaman, jadi please" rengek Aditya.
"oke, gue gk ganggu" ucap Adrian.
"oh yah bang, lagi kenapa, kayanya senag banget" penasaran Aditya.
"kelihatan yah, ada deh, nanti juga bakal elu tau" seru Adrian.
"tuan muda, ini orange jusnya dan beberapa cemilan" suara pelayan menghentikan pembicaraan Adrian kepada Aditya.
"makasib bi" ucap Adrian, dan langsung ditanggapi pelayan denga membungkukkan badan dan berlalu kedapur.
nanti juga semua orang tau, gue enggak boleh dulu beritahu siapa-siapa, gue sangat senang akan bisa bersama Aulia, batin Adrian berseru dengan meminum orange jusnya. Aditya yang penasaran hanya bisa memanyunkan bibirnya dan kembali fokus ke lirik lagu-lagunya..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 66 Episodes
Comments