Penjelasan (3)

Hari ini Angga akan menemui Presdir Utama Keluarga Kusuma, Angga ingin meluruskan semuanya agar tidak ada yang salah paham, jujur saja Angga masih tidak mau jika Adik satu-satunya harus menanggung semuanya.

Aulia yang bisa melihat penampilan Abangnya sangat rapi langsung menyapa

"selamat pagi bang, uda rapi aja mau kemana" sapa Aulia

"hey sayang, abang ada meeting dulu, oh ya kamu tidak apakan kalau ditinggal sebentar." seru Kak Angga

"enggak kok, lagian nanti siang angel pulang" ucap Aulia

"oh ya, gimana keadaan aunty dan paman" ucap Kak Angga merapikan dasinya

Sontak Aulia pun mendekat dan membetulkan letak dasi Abangnya.

"mereka baik bang, abang yang harusnya sadar, jika abang selalu jaga aulia pasti kaya gini deh, jadi aulia minta cari kakak ipar untuk aulia supaya ada yang urus abang dan urus rumah besar ini" ucap Aulia membuat Angga hanya terdiam sejenak memandangi adik tunggalnya.

"lia, abang bukannya hanya fokus ke kamu, perusahaan, resto dan bisnis diluar kota, semua abang yang tanggung jawab, jadi tidak ada pikiran abang untuk kesitu dulu..." ucap Angga terputus

Aulia sudah selesai membetulkan letak dasi Angga sekarang Aulia menatap gemas Kakak pria satu-satunya.

"abang, itu semua bisa abang lakukan saat sudah nikah juga, dan abang bisa dibantu dengan mba unge dan karyawan abang, itu semua hanya alasan abang, uda abang berangkat aja nanti telat, yang jelas aulia bakal cari calon buat abang kalau abang tidak cari sendiri" ucap Aulia kesal dengan alasan Abangnya.

Angga pun menuruni tangga dengan membawa tas jinjingnya di tangan. Aulia hanya menggelengkan kepala, jika menyangkut pasangan Abangnya tidak pernah ngeh untuk soal itu, Abangnya selalu punya cara tersendiri untuk tidak membahas itu, Aulia tahu jika Abangnya sangat trauma dengan yang namanya wanita lebih tepatnya Kak Angga tidak ingin pikirannya terkuras lagi untuk soal wanita yang pergi meninggalkan dia disaat dia sangat mencintainya.

Aulia yang sedang menghayal mengingat kenangan masa lalu bersama Abangnya tersentak ketika ponselnya berbunyi didalam kamar, Aulia pun bergegas menuju ponselnya yang ia letakkan diatas nakas yang berada tepat diatas buku bacaannya.

Aulia pun melihat si pemanggil 'Angel'

"halo ngel, ada apa.?" seru Aulia

"iya lia, gini bisa enggak elu jemput sebentar dibandara" pinta Angel

"ia, jam berapa kamu take off " tanya Aulia

"sekitar 30 menit lagi, uda yah" seru Angel menyudahi tanpa basa-basi.

Aulia hanya mengiyakan dan bergegas menuju changing room nya (ruang gantinya), saat sudah selesai mengepas pakaian dan memoles wajah Aulia nampak cantik dengan celana jeans pendeknya diatas lutut, baju kasual dan topi kupluknya yang menutupi rambut panjangnya yang tergerai, dan tak lupa memakai tas selempang rotannya, dengan sendal sepatu bertali.

saat sudah mantap dengan penampilannya, Aulia pun bergegas menuju ruang bawah untuk memerintah Pak Tarjo untuk membawanya ke bandara.

"bi, tolong bilang ke pak tarjo buat antar lia ke bandara buat jemput angel yah" pinta Aulia

"baik non, tapi non aulia mau dibuatkan sesuatu" jawab bibi pembantu rumah Wijaya.

"tidak perlu bi, aulia bisa sendiri" ucap Aulia, yang sedang mengoles selai strawberry diatas roti tawarnya, pelayan pun menuangkan susu kegelas Aulia dan bergegas meminta sopir mereka untuk bersiap-siap.

......

Annga Pratama Wijaya, sudah sampai memarkirkan mobilnya di baseman parkiran perusahaan Kusuma, Angga tidak lupa merapikan berkasnya dan sedikit memeriksa penampilannya.

Angga terlihat tenang dalam langkahnya menuju lobby utama itu, terlihat Sekretaris Mike sedang menunggu dimeja resepsionis.

"tuan angga, mari saya antarkan keruangan presdir" ucap Sekretaris Mike sopan.

"ia, silahkan" ucap Angga sopan.

mereka berdua meninggalkan lobby menuju lift, sesampainya di ruangan Presdir Kusuma, Angga terlihat harap-harap cemas dengan tindakannya nanti tapi urung ia jauhkan dia ingin Adiknya bebas dari masalah perjodohan yang tak beralasan bagi Angga.

"silahkan tuan tunggu sebentar, saya akan memanggil prsedir dulu, karna tuan besar sedang meeting" ucap Sekretaris Mike mempersilahkan Angga duduk menunggu diruangan besar tersebut.

tidak lama kemudian, Presdir Kusuma yaitu Kakek Kusuma tiba dari balik pintu menyambut dengan ramah orang yang sedang menunggunya.

"selamat pagi tuan angga, maaf menunggu, silahkan duduk, mike bawakan hidangan diatas meja" ucap Kakek Kusuma memerintah Mike untuk menyajikan minuman ditempatnya.

Angga yang baru pertama kali datang kekantor Keluarga Kusuma yang salah satu perusahaan ternama dinegara mereka terlihat agak sedikit grogi.

"jadi bagaimana tuan angga" ucap Kakek Kusuma tanpa basa-basi.

"oh iya, begini tuan, maksud kedatangan saya kemari untuk meluruskan dan memberi tahu perihal perjodohan yang dilakukan untuk adik saya dan juga cucu tuan.." ucap Angga terjeda, karena kedatangan Sekretaris Mike.

saat Mike kembali permisi, Angga pun menyesap minumannya yang disilahkan oleh Kakek Kusuma.

"saya tahu niat baik tuan dalam perjodohan ini, tetapi jika dari pihak adik saya dia tidak ingin ada perjodohan ini, dan juga saya ingin bertanya dari mana kiranya tuan dapat wasiat terakhir orang tua kami, dan bagaimana bisa saya sendiri tidak mengetahui ini semua" ucap Angga percaya diri.

terlihat Kakek Kusuma berpikir dan membetulkan posisi duduknya dengan meremas kedua tangannya.

"begini tuan angga, mungkin aulia tidak menyukai cucu saya, tetapi wasiat itu saya dapatkan dari ayah anda sendiri dengan kesepakatan anak mantu saya, memang betul bukan bianca menantu saya, tetapi clara ibu dari andreas, maaf sebelumnya saya menyembunyikan semua ini, saya melakukan ini demi anak kedua saya ayah adrian yang sangat ingin anaknya menjadi penerus keluarga, tetapi saya ingin cucu tertualah yang akan memegang kendali, mungkin saya terlihat egois melibatkan semua sandiwara wasiat itu.." ucap Kakek kusuam menjelaskan, denga wajah sedih karna tindakan gegabahnya.

"maaf tuan jika saya lancang, tapi tidak seharusnya seperti ini, saya ingin semua ini dibatalkan, jika ini semua karena faktor internal dalam keluarga tuan tolong jangan libatkan keluarga kami, saya tidak ingin adik saya maupun orang tua saya, sedih dengan penyalahgunaan atas tindakan tuan, permisi" ucap Angga menyudahi pembicaraannya denga Presdir Kusuma tersebut,

Angga merasa ini semua konyol, dia pun bergegas pergi tanpa memperdulikan Sekretaris Mike yang memberi hormat, Angga merasa dibodohi dengan semua ini, dia tidak terima jika Tuan Besar Kusuma menyalahgunakan kekuasaannya hanya untuk menghentikan kegilaan anaknya untuk menjadikan cucunya penerus.

Angga yang sedang berpikir didalam mobil langsung menelpon orangnya untuk menelusuri kesepakatan apa yang sebenarnya ada diantara orang tuanya dan juga orang tua Andreas.

.....

Aulia sudah menunggu Angel ditemani Pak Tarjo disamping mobil, Aulia sengaja tidak menunggu didalam, karena tidak ingin disorot oleh lelaki.

tidak lama setelah itu Angel sudah terlihat sedang membawa kopernya yang ia tarik, Angel melambaikan tangan kearah Aulia, Aulia pun turun menghampiri Angel disusul Pak Tarjo mengambik koper milik Angel untuk disimpan di bagasi mobil.

"lia, gue kangen banget, gimana dengan hubungan elu" seru Angel sambil memeluk Aulia dan diselingi dengan pertanyaan keponya.

"angel, gue kangen juga, elu aahh.., masa bahas kaya gitu, yuk kita pulang" ucap Aulia tidak mengubris pertanyaan Angel.

mereka pun menaiki mobil, Pak Tarjo pun menghidupkan mesin mobilnya dan melaju membelah jalanan ibu kota.

......

Adrian sedang bersiap-siap untuk pergi ke kantor, disana Ayahnya sudah menunggu, ia ingin menepati janjinya, karena mereka diberi tahu sejak kecil jika lelaki harus memegang teguh omongannya.

jika Adrian ingin menikah dia harus bisa menyenagkan Ayahnya terlebih dahulu, Adrian sudah siap denga setelan jasnya yang nampak kasual tidak resmi dan juga tidak semi formal, dia sangat santai tampan dengan gayanya, Adrian pun turun melewati kamar Aditya sambil menuruni tangga.

Aditya yang baru saja keluar dari kamar, bisa melihat dengan jelas sosok yang baru saja lewat dihadapannya.

"wiiiddiihh.., rapi bener mau kemana bang" seru Aditya yang juga sudah rapi.

Adrian yang melihat reaski Aditya hanya bisa tersenyum simpul dan memasukkan tangan kesaku celana sambil berjalan lagi menuju pintu keluar, tak lupa melambaikan tangan tanpa menengok kearah Aditya.

Aditya yang melihat tingkah sang Kakak hanya melanjutkan langkah sambil melihat jadwal yang diberi Mas Dewo Asst. Managernya itu, tak lupa Aditya menelpon Angel untuk mengabari apa Angel sudah sampai apa belum.

"hay ngel, uda sampe, maaf yah aku enggak bisa jemput.." Seru Aditya sambil masuk kedalam mobilnya, jadwal hari ini agak padat untuknya, makanya dia tidak bisa menepati janjinya pada Angel.

"adit, iya enggap apapa kok lagian uda dijemput sama aulia, uda yah aku lagi didalam mobil bentar nelpon lagi." ucap Angel sedikit memelankan suaranya, takut di dengar Aulia.

"syukurlah, aku cuman mau kasih tau hari ini jadwal ku sibuk sekali, nanti kalau sudah tiba dirumah aku telpon lagi yah, bye love" ucap Aditya sembari mengucapkan kata cinta untuk Angel.

Angel hanya tersenyum dan menjawab iya, Aditya pun menutup panggilan tersebut dan melanjukan mobilnya menuju gerbang utama rumah mereka.

......

Adrian baru saja sampai, terlihat dirinya sangat tidak nyaman dan juga ogah untuk melangkahkan kakinya, tetapi ucapan dan perjanjian yang dia dan Ayahnya layangkan membuat dirinya mau tidak mau masuk dengan hati yang terpaksa.

Adrian memasuki lift yang terbuka dan menekan salah satu nomor lantai yang menuju keruangan pimpinan perusahaan tersebut yang tida lain adalah Ayahnya Bimo Haryo Kusuma anak kedua dari Keluarga Kusuma yang menjalankan salah satu bisnis besar keluarga Kusuma yang diperuntukan untuk Bimo dan keluarga, Kakek Kusuma memang sudah membagi-bagi perusahaannya untuk dikelola oleh ketiga Anak Prianya, yang semakin sukses ditangan mereka.

Tetapi Bimo serakah, dia menginginkan agar Adrian yang bisa mendapatkan Hak dalam pemegang terbesar dari Kakej Kusuma. Adrian sudah masuk diruangan besar pimpinan perusahaan, terlihat Ayahnya sedang berbicara dengan salah satu karyawannya, saat melihat anaknya yang sudah tiba, Bimo oun menyudahi pembicaraannya bersama karyawannya.

"rian, ayo duduk sayang" seru Bimo terhadap Adrian yang masih terpaku dipintu.

"iya, ayah" ucap Adrian sambil duduk disofa yang terdapat diruangan itu,

"mmmm.. ayah kira, kamu masih akan bersikeras untuk tidak datang, apa semuanya lancar" ucap Bimo sekali lagi.

"enggak yah, apa, mmm.., lancar yang mana yah" ucap bingung Adrian terhadap Ayahnya.

"hubunganmu bersama calon tunanganmu, siapa lagi" jawab Bimo

"oh, sepertinya kakek belum memberi tahu kapan akan berlangsung" ucap Adrian

"apa ayah saja yang urus, ayah akan mendukung sepenuhnya sekarang karena ayah lihat kamu bisa memegang janjimu dalam urusan pekerjaan ini" tawar Bimo pada Adrian.

"ayah mau urus pertunangannku, betulkah, kalau seperti itu adrian ingin segera yah" seru Adrian bersemangat.

"baiklah, apa besok bisa.?" ucap Bimo

"ayah, kita harus memberi kabar dulu pada kakek, setelah itu pada keluarganya" ucap Adrian, ia tidak mau semuanya hanya dengan desakan terburu-buru Ayahnya.

Bimo tau, hanya saja dia tidak ingin kehilangan kesempatan dalam perjodohan ini, ia ingin menguasai Adrian untuk bisa berada dibawah tangannya, selama ini ia sudah sangat tidak akrab karena masalah yang sama juga.

"baiklah, kalau begitu biar ayah yang urus, sekarang kamu pelajari dulu dengan sekretaris ayah, ayah akan pergi duli okey." ucap Bimo menyudahi pembicaraannya, dengan berdiri dan melangkahkan kakinya menuju mejanya,

Bimo mengambil jas yang ia gantung di sudut ruangannya dan menyuruh Adrian untuk duduk dikursi pimpinan, tak lama kemudian Sekretaris Ayahnya masuk dengan membawa beberapa map untuk dipelajarinya. Bimo pun berlalu dengan meninggalkan Adrian beraama Sekretarisnya.

Bimo tahu, jika Adrian tidak sepenuh hati menjalankan perjanjian ini, maka Bimo sudah menyiapkan semuanya agar Adrian tidak mundur, Bimo terlihat senang dengan perjanjian yang ia buat, maka otomatis Adrian akan selalu menurut, walau Bimo tidak sepenuh hati ingin anaknua berjodoh dengan orang yang sama sekali dia tidak tahu bagaimana status keluarganya.

....

Angga baru saja tiba dikantor, nampak sudah berdiri Leon Sekretaris Angga yang juga sudah sangat akrab dengan keluarga Wijaya, sedang menenteng sebuah map transparan ditangannya.

"angga, ini semua yang kau cari" memperlihatkan map tersebut diatas meja Angga,

Angga pun membuka dan menunggu penjelasan Leon lagi.

"saya sudah mengecek, memang betuk jika ibu dan juga ibu clara menjalin hubungan persahabatan sejak lama, dan hubungan itu berjalan sampai mereka masing-masing menikah, kehamilan ibu dan juga ibu Andreas bersamaan, mereka bersepakat akan menjodohkan mereka berdua secara otomatis, tetapi saat mereka ingin berkunjung keluar negeri.." jelas Leon tidak meneruskan kalimatnya, dia tidak ingin Angga mengingat lagi kejadian itu.

Angga yang sedari tadi mendengar dan membaca semua berkas-berkas itu, terlihat mengerti, dia pun mencoba mencari tahu lagi dari komputernya, dia mencari keluarga Andreas, saat Leon melihat sebuah layar komputer yang ditampilkan ia menjelaskan kembali.

"dia adalah anak tertua keluarga kusuma, bernama Bima harya Kusuma suami dari Clara Lee ibu dari Andreas Kusuma, sekarang dia menetap di negara x untuk mengurus perusahaannya yang ia bangun sendiri, tanpa campur tangan keluarga Kusuma, dia menetap disana karena ingin menjauh dari keluarganya dan ingin mengenang masa bersama istrinya." ucap Leon sekali lagi.

Angga baru mengerti, setelah apa yang diucapkan oleh Leon, jika semua tindakan yang diambil oleh Kakek Kusuma adalah untuk mengingikan keluarganya utuh kembali. Tetapi Angga tidak terima jika tindakan Kakek Kusuma melibatkan masalah asmara para cucunya dan juga Adiknya, Angga pun menghela nafas, Leon yang sedari tadi berdiri disamping Angga dapat dengan jelas melihat tingkah Bosnya itu.

tidak lama suara ponsel Angga berdiring Nama 'unge' dilayar ponselnya, Angga pun mengangkat.

"ia ada apa.." seru Angga

Leon yang melihat semua itu, langsung memberi ruang untuk Angga berbicara dengan dia undur diri dari ruangan Bosnya.

"bang, bisa ke resto enggak, ada masalah sedikit nih, unge lagi ada meeting diluar sama klien" ucap Bunga sedikit cemas.

"memangnya enggak ada yang hendel pekerjaan kamu, maaf.. abang sedikit emosional.." ucap Angga yang sempat meninggi suaranya dengan cepat meminta maaf dengan menekan batang hidungnya.

"ia memangnya ada masalah apa lagi" ucap Angga meredahkan emosinya.

Bunga yang sadar dengan padatnya aktivitas Abangnya hanya bisa mengerti, dia tidak tahu harus bagaimana lagi, dan dengan terpaksa memberi tahu kondisi di Resto mereka.

"ada masalah dengan distribusi digudang dalam pemesanan bahan makanan kemarin bang, unge janji sehabis ini unge akan kembali" ucap Bunga hati-hati dia tidak ingin dianggap tidak becus,

Bunga menyesal, jika saja pertemuan Klien mereka diwakilkan oleh Suci tangan kanannya pasti tidak akan jadi seperti ini. Angga yang menyadari jika suarana meningginya akan membuat Bunga merasa bersalah, Angga pun meminta maaf dan menutup telpon mereka.

Angga yang tidak bisa meninggalkan pekerjaannya, memanggil kembali Leon untuk masuk.

"leon, kamu bisa mengurus masalah diresto dulu, ada masalah kecil dibagian gudang makanan" ucap Angga memberi perintah.

Leon pun mengiyakan maksud Bosnya dan berlalu meninggalkan Kantor.

.....

Bimo, yang masuk tanpa izin diruangan Ayahnya, terkejut dengan beberapa orang yang sedang mengadakan meeting diruang kerja Kusuma, Sekretaris Mike yang baru tiba dari toilet, melihat sosok Bimo kaget dan menghentikan langkahnya.

Sekretaris Mike buru-buru menutup kembali pintu ruangan Kusuma.

"maaf mike, aku enggak tahu" ucap Bimo menyesal.

Sekretaris Mike hanya menganggukkan kepala mengerti, Bimo duduk menunggu disofa luar, Setelah semua orang sudah keluar, Bimo masuk dan duduk dengan nyaman.

"ada apa bimo, kamu terlihat sangat tergesa-gesa, sampai tidak melihat ayah sedang meeting" ucap Kakek Kusuma membetulkan kacamatanya sambil melihat kearah Bimo.

"gini yah, maaf soal tadi, bimo mau acara adrian disegerakan" ucap Bimo tanpa basa-basi.

Kakek Kusuma yang mendengar, langsung menegang, dan sekali lagi membetulkan posisi duduknya, dengan berat hati, ia berbicara pelan agar anaknya mengerti dengan desahan diawal.

"mmmm.., begini bimo, maaf jika akan membuatmu tidak terima, tapi ayah akan berusaha untuk tetap menjodohkan adrian kembali" ucap Kusuma berbelit-belit.

Bimo yang belum tanggap dengan ucapan Ayahnya, lantas memicingkan matanya, dia sudaj merasa tidak enak dengan kata-kata Ayahnya.

"mak sud ayah apa, bimo tidak paham" ucap Bimo

"sebelum kamu kemari, kakak tertua keluarga wijaya datang, dan membatalkan perjodohan aulia dan juga adrian, dia tidak setuju jika adiknya dijodoh-jodohkan" ucap Kakek Kusuma, dia tidak ingin jika Bimo tahu tentang wasiat yang dibuat keluarga wijaya bersama Clara iparnya.

Bimo yang mendengar penjelasan dari Ayahnya, langsung tidak terima dengan merubah mimik mukanya mengeras,

"apapaan ini ayah, kenapa mereka memutuskan semuanya tanpa pertemuan sebelumnya, kenapa selama ini ayah belum beri tahu bimo jika ayah belum semoat bicara bersama keluarga wijaya itu" ucap Bimo dengan wajah tidak terima, Bimo tidak terima jika keluarganya harus dibuang begitu saja, dia menganggap jika orang tidak memberi alasan yang tepat dengan penolakan maka itu adalah Keluarganya dipermalukan dan Bimo tidak terima dengan itu.

Kusuma tahu betul karakter anaknya ini, kehormatan Keluarganya lah yang paling dia junjung tinggi.

"bimo akan bertemu dengan penerus wijaya itu beserta adiknya, mereka tidak boleh memandang rendah keluarga bimo" ucao bimo dengan keyakinan,

Kusuma yang takut akan hal itu, langsung mencegat Bimo untuk masuksud dan niatnya.

"bimo, kenapa harus sepeti itu, toh adrian sudah mau terjun keduniamu, jangan kau rusak hubunganmu bersama anakmu lagi, ayah mohon" ucap Kusuma,

Bimo yang mendengar itu, menurunkan emosinya kembali dan berpikir kembali.

"tapi ayah, jika rian tahu semuanya, apa dia mau, untuk meneruskan itu semua, Bimo tidak ingin rian melepas semuanya." ucap Bimo khawatir.

Kusuma hanya bisa mengedahkan kepalanya disandaran sofa dia bingung harus berbuat apa, semua anak dan cucunya sangat keras kepala, Bimo yang melihat itu pun bergegas keluar meninggalkan Kusuma diruanganya.

Bimo menjalankan rencananya, untuk dapat berbicara pada Angga, ia ingin tahu atas dasar apa mereka menolak pertunangan ini.

Kakek Kusuma menyesal dengan semua tindakan cerobohnya dan gegabahnya, dia tidak tahu harus bagaimana lagi menyatukan keluarganya, Kusuma terlihat frustasi.

Sekretaris Mike yang barusan masuk melihat Presdirnya pucat, dengan perasaan khawatir langsung mengambil beberapa pil obat yang ada di laci meja kerja Tuan Besarnya itu.

"tuan, ini minum dulu obatnya" ucap Mike dengan memberi obat dan air putih dihadapan Kusuma.

"terima kasih mike, jika tak ada kau, aku tidak tahu harus bergantung dengan siapa lagi, anak beserta cucuku semuanya penting denga ego mereka masing-masing, tanpa memperdulikan kondisiku" ucap Kusuma sambil meminum obatnya.

Sekretaris Mike yang mendengar paham betul dengan kondisi Presdirnya ini, setelah keretakan hubungan keluarganya dimulai dari Clara menantunya meninggal sampai pada perselisihan Bimo dan Adrian semuanya menjadi renggang dan meninggalkannya sendirian, niat untuk menyatukan cucunya pun penuh dengan lika-liku, makanya kondisi kesehatan Kusuma semakin hari memburuk.

Sekretaris Mike paham, penjelasan demi penjelasan yang Kusuma ucapkan kepada anak dan cucunya tidak akan berjalan lancar dalam menyatukan mereka. Kusuma pun berjalan perlahan dengan tongkatnya, dia ingin pulang menenangkan dirinya sebelum itu ia meminta Sekretarisnya untuk cek up ke dokter kepercayaan Keluarganya.

.....

Adrian diruangannya nampak pusing dengan semua pekerjaan yang diberikan oleh orang Ayahnya, dia pun memutuskan ingin mendengar suara yang ia sangat sukai, tidak lain adalah Aulia, dia pun membuka kontak dan menemukan nama 'Auliaku' dan langsung menghubunginya.

Aulia yang barusan sampai dirumah, mencari ponselnya didalam tas selempang rotannya yang berbunyi, dia menemukan nama Adrian dilayar ponselnya.

"halo, rian, tumben nelpon" ucap Aulia

"hey lia, enggak cuman lagi iseng aja, kanu sedang apa" ucap Adrian, langsung berubah wajah menjadi sangat senang jika mendengar suara Aulia.

"mmm.., gue habis jemput angel dibandara baru aja sampai, oh yah, kamu lanjut dimana nih rian" ucap Aulia, dia tidak mau bertanya tentang perjodohan itu.

"gue, mungkin akan meneruskan bisnis ayah, kamu lanjut kuliah apa nih" balik tanya pada Aulia.

"aahh.., gue masuk kedokteran, eehh., rian, uda duku yah, angel manggil terus nih" ucap Aulia ingin mengakhiri, dia memberi alasan jika Angel yang memanggilnya padahal Andreas, sedang menelpon dia juga dengan panggilan tunggu.

Adrian pun menyudahi pembicaraan itu, dan kembali dengan berkas-berkas yang ada diatas meja kerjanya, walau malas, taoi dia sudah kembali segar dengan mendengar suara Aulia, baginya Aulia adalah vitamin baginya.

.....

Aulia yang menekan panggilan Andreas dengan sedikit takut, baru berucap 'hai' Andreas sudah memberikan pertanyaan bertubi-tubi untuknya.

"hai sayang..." ucap Aulia

"telpon sama siapa, dari tadi aku telepon malah dialihkan jadi tunggu, mana lama, sama siapa" tanya Andreas penasaran.

"iihh.., kok malah marah-marah sih, itu tadi yang telepon..." sambil berpikir

"kak unge, dia minta aku cari sesuatu dikamarnya, makanya agak lama, jangan marah dong" ucap Aulia mencari alasan.

Andreas tidak curiga dan bisa menerima alasan Aulia,

"oh ya, ada apa sayang" ucap Aulia sekali lagi.

"enggak, tadi pagi kamu nelepon yah"

"iya, aku tadi pagi mau pamit sama bunny, buat jemput angel, sekarang baru aja tiba" ucap Aulia.

"oohh gitu, tadi aku lagi olahraga, mandi dan makan pas aku cek ponsel uda jam segini jadinya nelpon chuby deh" ucap Andreas memberi tahu alasannya tidak mengangkat telepon Aulia tadi pagi.

....

Selamat membaca readers 😉

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!