Dibandara orang tua Adrian nampak sedang menunggu sopir pribadi keluarga Kusuma, tak lama menunggu mobil sudah sampai dihadapan mereka, Bianca dan juga Bimo langsung menaiki kursi penumpang, terlihat sang sopir memasukkan koper bawaan majikannya. tak lama mobil pun melaju membelah keramaian jalan raya.
disela-sela keheningan mobil Bianca pun bertanya akan tinggal dimana mereka, tidak mungkin mereka ti ggal dirumah anaknya dan juga tidak akan mungkin juga mereka tinggal dengan Kakek Kusuma, karena semenjak kepergian Bimo dan Juga Bianca kenegara tetangga mereka belum bisa memastikan kalau mereka akan akur lagi dengan Ayah Kusuma.
"honey, kita akan pergi kemana" ucap Bianca kepada sang suami.
terlihat Bimo memberi ruang untuk sang istri berada dipelukannya.
"pak, kami akan ke apartement kami" ucap Bimo ke sang sopir, sopir hanya melajukan mobil ke arah Apartement keluarga Bimo Haryo Kusuma.
Bianca pun tidak bertanya lagi, mobil terus melaju untuk sampai tujuan, tibalah orang tua Adrian didalam apartement.
"sayang, bisakah kita istirahat dulu sejenak, aku cape sekali selama perjalanan" ucap Bianca kepada suami sedikit manja yang dibarengi badannya jatuh kekasur, Bimo yang melihat hanya tersenyum.
"baik sayang, aku beritahu Sekretaris mike dulu, kalau sebentar malam kita akan kerumah utama" jelas Bimo dengan menekan nomor Mike untuk dipanggil.
........
Dirumah Wijaya, Aulia yang baru selesai mandi bergegas menuju meja belajarnya untuk mengerjakan tugas yang akan dikumpul besok, saat sedang belajar tiba-tiba saja Angel masuk dengan wajah penuh tanya.
"misi, dek lia, bisa nda jangan buat gue penasaran" celoteh Angel
"apaan sih ngel, enggak lihat gue lagi belajar, emang apaan yang buat elu penasaran, haaahh" ucap Aulia
"tentang yang tadi diresto, gue liat kok eku turun dari mobil andre, dan gue juga liat kok di mall elu sama andre juga" seru Angel perjelas.
"heemmm.. mau tau yah" Aulia pun berhenti dengan kegiatan belajarnya dan menuju ditepi ranjangnya.
"ngel, emang bener sih tadi gue di mall deket banget ama andre, dan pas jalan mau pulang elu tau enggak dia nyatain perasaannya ke gue" ucap Aulia dengan wajah berseri-seri dan senyum bahagia sedikit malu sih.
"masaaa.. yang bener loh, enggak bohongkan, terus-terus, gimana gimana" kaget Angel
"eemmm..ya gue, te ri ma" ucap Aulia malu-malu
"cciiieeee.. yang baru aja jadian, gue juga lagi menuju sih" ledek Angel, dan sedikit ragu.
"waahhh, sama adit yah" cetus Aulia
mereka pun saling bertukar perasaan.
......
"bang, gue baru aja denger dari Mas Dewo kalau ayah ibu abang ada disini". ucap Aditya yang tiba-tiba saja sudah ad dipintu kamar Adrian yang tidak terkunci.
melihat Aditya yang sedang ngos-ngosan habis lari, sontak saja Adrian langsung berdiri dan menegang.
"apaaa.. a yah gue ada disini, kok bisa" kaget Adrian,
Mendengar ayah dan juga ibunya ada dinegara ini, ia sama sekali berpikir pasti ayahnya sudah dengar tentang perjodohan ini. Adrian pun bergegas meninggalkan Aditya, Adrian mengambil kunci mobil di nakas samping kasurnya dan memakai jaket hoddie nya langsung turun menuju parkiran mobil.
Didalam perjalanan Adrian menelpon ayah dan juga ibunua bergantian tapi tak ada satu pun yang dijawab, Adrian pun menelpon Manager Apartement mereka yang dihuni sementara ayah dan ibunya, tapi nihil mereka baru saja pergi, Adrian pun membelokkan mobilnya dengan laju penuh, ia pergi kearah rumah Kakek Kusuma, ia tahu pasti orang tuanya akan menghentikan pertunangan ini.
Sampailah Adrian dirumah Utama Keluarga Kusuma yang sangat terkenal dengan kekayaan mereka yang tidak akan habis sampai tujuh turunan. Adrian sedikit terburu-buru, saat di pintu masuk rumah, Sekretaris Mike menghalangi Adrian untuk masuk.
"mike, please, gue lagi mendesak" ucap Adrian malas meladeni Mike.
"maaf tuan muda, ini perintah tuan bimo" ucap Sekretaris Mike masih dengan menghalangi Adrian untuk masuk.
"kalau begitu oke" ucap Adrian, dan langsung menerobos paksa untuk masuk.
Saat didalam dengan jelas Adrian melihat Ayah Bimo dan juga Ibunya Bianca sedang bercekrama dengan Kakek Kusuma. Adrian pun berjalan menghadap Ayahnya tanpa memperdulikan Mike yang menghalangi langkahnya.
"Ayah, tolong jangan ikut campur lagi dengan urusan rian kali ini" ucap Adrian tidak memperdulikan semua orang yang ada disitu.
"rian, ibu kangen sama baby kecil ibu" terlihat Bianca berdiri dan memeluk Adrian, ia tida mau ada lagi permusuhan antara anak dan juga suaminya.
Adrian yang melihat Ibunya sedang memeluknya, sedikit mereda dan duduk dihadapan Ayah dan juga Kakeknya yang diikuti Ibunya.
"lihat ayah, orang tuanya baru datang saja, tidak disapa, malah membicarakan hal yang tidak ada gunanya" singgung Bimo kepada Adrian.
Kakek yang mendengar langsung menjelaskan kepada Adrian.
"rian, cucu kakek, begini mungkin kau sudah mengetahui maksud dan tujuan ayahmu kemari, tapi sebagai anak kau harus tunduk dan hormat kepada yang lebih tua" ucap Kakek penuh kasih.
Adrian yang mendengar, tidak menggubris ucapan Kakek maupun Ayahnya, dia sangat takut kalau sampe tujuannya ingin bersama Aulia akan lenyap, dia tidak memperdulikan bisnis dan juga kekayaan keluarganya saat ini.
"kek, kakek tau bagaimana degan sebelumnya, ayah merusak semuanya, dan sekarang rian enggak terima kek" pinta Adrian.
Bimo yang mendengar langsung menentang keinginan putra satu-satunya itu.
"rian, jaga ucapanmu, ayah seperti ini untuk masa depanmu, kenapa tidak pernah kau mengerti sedikit saja haah" teriak Bimo kepada sang anak.
Bianca yang ada disamping Anaknya, langsunh memegang tangan Adrian erat ia tidak ingin ada pertengkaran lagi, Adrian yang mendapat respon dari Ibunya itu langsung membalas belaian lembut dan berbicara dengan menguasai dirinya untuk tidak emosi.
"yah, please, dukung rian, kali ini saja, rian janji kalau ayah dukung dengan keputusan rian, rian akan tekuni semua bisnis ayah dan menjadi pemimpin untuk perusahaan ayah" pinta Adrian denga menegosiasikan itu semua kepada sang ayah.
Bimo yang mendengar negosiasi dari Adrian, nampak berpkir, Bimo pun setuju dengan satu syarat.
"baik, kalau seperti itu, tapi jika nantinya tidak berjalan dengan lancar ayah harap janjimu untuk meneruskan semua bisnis ayah, kau tepati dan mau dijodohkan dengan pilihan ayah" tawar Bimo.
Adrian yang mendengar tersenyum tapi sedikit terancam.
"baik, rian setuju, kalau begitu rian balik dulu mau kerja tugas sekolah, ibu, kalau masih lama disini main kerumah yah, rian rindu dengan masakan ibu" rengek Adrian kepada sang ibu.
Bianca senang jika anaknya masih merindukan sentuhanya, walau ia terpisah jauh dari Adrian tapi, itu semua karena ia ingin menjadi istri yang baik, walau belum tentu ia menjadi ibu yang baik.
"baik, besok ibu kerumahmu, ajak adit dan juga andre yah" ucap Bianca.
Adrian yang mendengar hanya mengangguk dengan senyum khasnya. Adrian pun berpamitan didalam mobil dia masih cemas denga kata-kata ayahnya, jika semuanya gagal, Adrian tidak ingin mengeluti sesuatu yang membosankan, baginya kebebasan adalah hal yang indah.
.......
Andreas dengar jelas, ucapan Aditya kepada Adrian bahwa orang tuanya ada disini, karena merasa penasaran, Andreas pun menghampiri kamar Aditya untuk bertanya.
"kak andre, ada apa" ucap Aditya kaget berhadapan langsung dengan Andreas.
"emm.. enggak cuman mau tanya elu ada" nampak berpikir Andreas.
Andreas masih menyusun kata-katanya supaya tidak dicurigai.
karena terkejut Aditya memergoki dia ada dihadapannya. Aditya yang sedikit terburu-buru ingin kebawah mengambil pesanan dari san Asst. Managernya langsung memerintahkan abangnya itu untuk melanjutkan lagi.
"hemm... ia kak ada apa" ucap Aditya
"sih rian, ke ma..." ragu Andreas
"*oh kak rian, lagi ke apartemen ayahnya, tau enggak bang, orang tuanya uda 1 hari disini loh, ada apa yah, pasti ada sesuatu lagi deh" potong Aditya.
Andreas yang mendengar itu semua menjadi penasaran ada maksud apa kedatangan orang tuanya Adrian kemari, Andreas pun nampak berpikir*
"bang, gue kebawah dulu yah" ucap Aditya tergesa-gesa.
Andreas pun mempersilakan Aditya, dia pun menuju kamarnya kembali mermaksud menelepon Aulia. tapi urung ia niatkan dan berakhir dia mensms Aulia. karena waktu sudah menunjukkan pukul 10.00 malam.
aulia sayang, semoga mimpi indah, aku senang bisa mendapatkanmu, semoga apapun halangan kedepannya kita bisa lewati semuanya bersama. dari yang terkasih untukmu princess kesayangan ku. i love you
pesan terkirim,
Andreas yang melihat pesannya merasakan akan ada sesuatu untuk dia dan juga Aulia, makanya dia mengirim SMS itu kepada Aulia agar Aulia percaya jika dirinya sangat percaya pada cinta mereka.
.......
pesan baru masuk diponsel Aulia, Aulia yang belum tidur masih memainkan ponsel, membuka pesan dari Andreas dengan wajah bahagia, dia mendapatkan pesan romantis itu, Aulia pun tertawa kecil dengan menutup mulutnya dengan tangan kirinya, agar orang rumah tidak bangun dari tidur mereka, mendapatkan Aulia yang sedang berbunga-bunga.
Aulia pun membalas pesan itu denga membetulkan posisi tidurnya.
andre sayang, itu semua akan kita lalui bersama, asal kita berdua saling percaya. sampai jumpa besok disekolah, kita ketemu diatap sekolah yah sehabis istirahat. miss you so much
pesan terkirim.
Aulia pun menyimpan ponselnya di nakas samping tempat tidurnya, dia pun membetulkan sekali lagi selimutnya dan memecamkan mata, dia berharap akan bermimpi pujaannya itu.
semoga terhibur yah readers..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 66 Episodes
Comments