sudah seminggu disekolah membuat Aulia malas untuk melangkahkan kakinya ke gerbang sekolah dengan berat hati ia pun melangkahkan kakinya dengan sedikit memelas..
"hemm.. malas banget ketemu sih 3 saudara itu hhuufftt."
dari kejauhan Angel mendekati sahabatnya tersebut yang sedari tadi ia perhatikan dari kejauhan
"hey.. kenapa lu kok manyun gk semangat gitu" dengan wajah sedikit manyunnya, Aulia yang melihat hanya memasang senyum paksa
"mmmm.. gk kok cuman bete aja, tau kan kemarin gk ad sedikit aja ketenangan dikelas, dikantin, semoga aja sebentar gk kaya kemarin" mimik mukanya pun berubah, Angel yah tau kalau sebentar ada gabungan kelas A dan B untuk pelajaran olahraga yang di kelas B ada taksirannya Aulia yaitu kak Maxim
"huuhh.. ia deh yang ditau kalau suka banget dengan kelas B"
"bukan kelasnya tapi.."
"kak max.. iya kan." mereka pun berlarian dengan tawa ceria kedua sahabat tersebut.
tiba tiba saja Aulia tidak sadar dia menabrak Andreas yang tak dihiraukan
"uuppsss.." sambil mundur dan menengok siapa yang ia tabrak
"elu... sorry gue gk liat" Andreas tak memperdulikan dia naik tangga menuju kelas saat diatas dia menoleh kearah Aulia..
"emang elu banteng selalu aja nabrak, makanya kalau punya mata dipake bukan disimpan, selalu aja yah elu gk pernah bikin gue tenang" Aulia pun memasang wajah masam "yah sorry gue kan gk sengaja, emang siapa juga yang pengen damai ama elu, elu tuh selalu buat gue naik darah tau"
"oh yah.. bagus deh" Andreas hanya mengangkat bahu dan berlalu, sementara itu Aulia yang tadi senang berubah menjadi judes..
Dilapangan sudah banyak teman kelasnya maupun kelas B untuk melakukan pemanasan ada juga yang sudah memainkan bulu tangkis, voli, dan basket, dikejauhan Aulia sedang mengamati teman"nya dan mengabsen, tak ia sadari dari belakang kak Maxim menghampirinya
"hay Aulia.. kok cuman Disini aja sih yuk gabung"
"eh.. ia kak bentar kok lagi ngabsen teman" dulu" dia menjawab dengan sedikit salah tingkah, dan Maxim tersebut hanya memainkan bola basket
"gue kesana dulu yah"
"ia kak silahkan" Maxim pun berlari santai menuju lapangan basket, Angel yang sudah membawa bola voli menghampiri Aulia
"llii.. yuk, uda deh liat liatin kak Maxnya gk ilang kok" Aulia yang sadar pun mengambil bola voli dari tangan Angel..
Bola voli yang sedang dimainkan ditangan Aulia melayang menuju Andreas yang baru saja datang dilapangan dan bbuuukkk...
"iiiiiiissssss.. siapa sih yang lempar bola sembarangan" dia mendapati Aulia yang seperti merasa bersalah
"elu lagi..." dengan wajah yang tak dapat diartikan ia mengambil bola tersebut dan memukul bola itu jauh, Aulia pun mendekat
"kenapa di buang sih bolanya"
"gk kok gue kan cuman mukulin aja, ambil gih" Aulia tau kalau Andreas sengaja
"dasar cowok berhati dingin" Aulia pun berlalu, Andress yang melihat pun tersenyum puas dan hanya duduk di sudut tangga pinggir lapangan, Adrian yang mendapatkan bola voli dia membawa kearah Aulia
"ini bola elu yah.?"
"ia, makasih yah rian, mmm.. elu mau main gk.?"
"ini baru aja mau kelapangan." mereka pun berjalan berampingan menuju lapangan, sekilas Aulia melihat Andreas yang malas malasan di tangga lapangan sedang minum soda
"dia tuh.. emangnya sakit apa.? gk pernah gue liat keringetan" Adrian yang melihat Andreas pun hanya menjawab Aulia dengan ngasal
"dia orangnya gk suka kotor.. jadi kalau pun harus keringetan dia pasti hanya nge-gym"
"hhmm.. pantes aja, orangnya dingin kaya kulkas" mereka pun turun tangga dan menuju lapangan.
"lia.. bentar boleh gabung gk dikantin.?"
"boleh aja sih" Aulia menjawab dengan sedikit heran..
Suasan kantin sedikit lengang, tak banyak siswa maupun siswi yanga ada karena belum waktu bel istrahat, tapi karena kelas A dan B lebih awal selesai mereka pun memenuhi kantin tanpa siswa siswi lainnya..
"lia.. boleh gabung" Aulia yang sedari tadi makan dengan melihat arah luar jendela terkejut dibuat suara tersebut
"ehh.. kak maxim, silahkan kak duduk aja" baru saja Maxim mau duduk langsung diserbu oleh Adrian yang langsung duduk disamping Aulia.
"lia.. gue duduk disini yah" sambil duduk dan menyantap makanannya tanpa memperdulikan Maxim yang dikejutkan olehnya..
"ehh.. kak mau kemana sini aja duduknya" sambil menatap kursi didepan Aulia yang masih kosong, Maxim pun duduk dan menatap Aulia
"boleh nih, gue sebenarnya gk mau ganggu sih" Adrian pun melihat dengan wajah sedikit masam yang terganggu dengan keberadaan Max tersebut..
"lia, bentar gue ke.."
"kak.. tumben tumbenan mau duduk bareng" potong Aulia saat Adrian lagi bicara, Max yang melihat itupun hanya tersenyum dibuat Aulia
"gk kok cuman mau duduk sama kamu aja" Aulia yang merasa baper merasa senang dibuat oleh kak Max, iya sejak duduk di bangku kelas 1 sudah menyukai kak Max, tak ingin kesempatan dibuang Aulia pun berbincang" dengan kak Max layaknya orang yang sudah kenal sejak lama...
"kak, mau nanya nanti kuliah dimana.?"
"maunya sih lanjut sekolah musik,"
"wahh.. makin bagus dong suaranya, inget yah kak gue pendukung nomor satu kakak"
Adrian yang mendengar pembicaraan itu dibuat terkejut oleh Aulia
"lia, gk salah.?" sambil menoleh kearah Aulia dengan sedikit heran
"emang napa, gue dari dulu emang ngefans banget ama kak Max.."
"wah, serius.. makasih banget lia" potong kak Max yang langsung mimik muka Aulia berubah merah jambu
"Ehh. ia kak, lagian suara kakak emang bagus banget" berbicara sambil menundukkan kepala karena merasa malu..
Tanpa mereka sadar makanan mereka sudah habis sedari tadi, Adrian pun tak mau lama lama dia langsung menarik tangan Aulia untuk segera kekelas, Aulia pun yangs sedang berbincang dengan kak Max dibuat kaget dengan reaksi Adrian.
"lia.. yuk"
"eh.. ehh.. apapaan sih rian, gue kan lagi bicara sama kak Max, kalau mau duluan, duluan gih"
Max yang tak merasa enak pun langsung berdiri
"udah lia, gk apapa kok duluan gih"
"itukan, kak Max aja gk keberatan, gue mau nanya dikelas soal soal yang tadi" masih memegang tangan Aulia.
"tapi kak... ya udah gue duluan dulu yah kak" sambil membungkuk dan berlalu mengikuti tangan Adrian yang menggenggam tangannya. Saat dijalan menuju kelas Aulia merasa aneh dengan sikap Adrian terhadapnya, karena merasa penasaran dia pun melepaskan tangannya
"uuhh... rian elu kenapa sih, semenjak gue dekat ama kak Max tadi elu bete dan muka lu gk enak diliat" sambil melingkarkan area wajahnya
"hhemm.. gue, gk kok" sambil menutupi mimik mukanya barusan dengan wajah senyumnya yang menawan.
"masa.. gk mungkin gue salah" karena gk mau menjawab pertanyaan Aulia, Adrian pun pergi berlalu begitu saja dan menemukan Angel
"Angel.., tunggu" sambil merangkul pundak Angel, Angel yang merasa heran pun hanya bisa mengkerutkan dahi, Aulia yang melihat salah tingkah Adrian pun berlari mengejar Angel dan juga Adrian.
"hey.. tunggu, rian gue gk salah kan." karna Aulia berlari tanpa pikir panjang dia menabrak Andreas yang sedang membawa ice thaitea yang dibuat tumpah kewajah Andreas dan ditindih oleh Aulia.
"uupppsss..," sambil membenamkan wajah didada bidang Andreas, sontak para siswa yang melihat dengan adegan itu pun bereaksi menonton adegan gratis tersebut, sontak Angel dan Adrian yang melihat hanya bisa mematung, Andreas pun menyilangkan tangan dibawah kepala dan melihat wajah Aulia yang memerah karena malu dengan tingkahnya saat ini..
" hey.. keenakan yah, gk mau bangun, berat nih" saat Aulia ingin segera bangun sontak tangan Andreas memegang tangan Aulia..
"dasar banteng" Aulia yang mendengar langsung bangun dan merapikan penampilannya dan memicingkan matanya dengan gaya judes ala Aulia..
"elu juga sih, selalu aja kaya tembok gk dimana mana pasti ketemu ama elu yah" seraya Andreas pun bangun
"gue malas yah berdebat ama elu, liat nih jadi kotoran kemeja gue, uda salah gk minta maaf lagi, tindih gue lagi, kenapa elu keenakan yah" rasa marah tapi malu Aulia langsung meninggikan suaranya
"guekan gk sengaja, elu aja yang salah ngalangin jalan gue"
"uda salah malah nyolot lagi"
"apaaa.." mereka pun saling tatap dengan tatapan bertemu hanya mereka yang tau, malas berdebat makin panjang Andreas pun berlalu dengan wajag kesal, Aulia yang melihat hanya memanyunkan bibirnya. Angel yang melihat dari awal mendekat
"lia.. gk bisa yah kalau bicara ama orang ngalah dikit." Aulia yang tak menerima dengan kata kata Angel barusan hanya menengok dengan penuh selidik. "kenapa emangnya, lagian emang dia yang salah"
"oh ya.. coba ingat lagi, siapa yang nabarak dan lari kaya tadi.!"
"emang gue sih, cuman kalau ketemu ama orang itu pasti gue naik tensi"
"siapapun itu, kalau salag yah ngaku lia" Aulia yang merasa bersalah pun hanya tertunduk dan menyadari kesalahnnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 66 Episodes
Comments
Rupink Chiabella
nabrak mulu
2020-10-22
0
Sept September
jempol buat Kakak 😀
2020-07-31
0