Hati Andreas

Memikirkan Aulia membuat hati Andreas bercampur aduk, selepas dari sekolah Andreas tidak keluar kamar ia lebih banyak berdiam diri dikamarnya memandangi luar jendela, dia memikirkan dengan akal yang sehat, karena selama ini iya belum pernah merasakan perasaan seperti ini selama ini ia hanya fokus dengan pemikirannya sendiri dengan menutup diri terhadap apapun entah mengapa Aulia hadir ditengah kehidupannnya yang membuat dia sejauh ini berubah menjadi pribadi yang cukup perhatian dan terbuka, memikirkan Aulia yang membuatnya stres akhirnya Andreas masuk kekamar mandi, selepas mandi Andreas pun sudah rapi dengan hoddie hitam dan celana jeans puntungnya sedang menuruni tangga dengan sedikit bergegas sekretaris Mike yang baru tiba dilewatinya begitu saja seperti tak dianggap yang membuat sekretaris Mike heran dan mengangkat bahunya..

nampak dari kejauhan Adrian yang baru selesai joging mendapati Andreas yang sudah melaju kearah gerbang..

"Mike, andre kenapa lagi" dengan sedikit membersihkan keringat didahi dan lehernya.

"kurang tau, sepertinya tuan muda nampak seperti frustasi" mengangkat bahu dan menerka-nerka, sekretaris Mike baru menyadari kedatangnnya kerumah para sepupuh itu tak lain tak bukan adalah ingin menemui Aditya..

"aaa.. tuan muda saya kemari ingin menemui tuan Aditya, apa tuan melihatnya" nampak mencari-cari sosok Aditya, "mana gue tau, emangnya elu liat gue darimana sekretaris Mike., cari aja diruangan privatnya pasti lagi latihan" menunjuk kearah ruangan diseberang rumah utama yang tak jauh dari pandangan mereka, sekretaris Mike pun berlalu dengan membungkukkan badan, Adrian pun mengambil segelas jus dari dalam kulkas nampak ia memainkan ponselnya tertera nama Aulia disana tak lama berselang orang yang dihubungi pun mengangkat ponselnya..

"rian, tumben nelpon ada apa.?"

"oh gk kok, cuman mau nanya soal kelompok aja kamu dimana lia"

"oh iya, gue lupa rian, gue lagi gk dirumah nih"

"emangnya lu dimana sekarang gue kesana yah"

"mmm.. gimana yah, masalahnya posisi gue lagi gk memungkinkan buat terima tamu nih" Aulia yang melihat abangnya dari arah kejauhan, yah, Aulia lagi di restauran bersama Angel sedang membantu pekerjaan abangnya dan juga kak Bunga..

"yah, gimna dong lia" nampak diseberang sudah merasa kecewa, Aulia pun memikirkan ide sejenak..

"mmm.. gimana kalau sebentar malam gue kirim lewat e-mail lu aja gimana" karena tidak mau mengecewakan Aulia Adrian pun mengiyakan idenya..

"ya uda, gue tunggu yah, bye"

"bye" sambugan pun putus...

"dek.. kamu bisa gk ke minimarket sekarang, soalnya saus-saus uda pada kosong belum sempat belanja bisa.?" kak Bunga menginterupsi Aulia dengan menunjukan botol saus yang habis, dengan senang hati ia menerima dan segera pergi dengan berjalan kaki, karena abang Angga melarangnya menaiki sepeda untuk sementara waktu..

Didalam mobil Andreas yang tak punya tujuan membuka atap mobilnya maka dari kejauhan orang bisa melihat pemilik mobil tersebut, tak jauh dari pandangannya ia mendapati sosok Aulia yang sedang berjalan membawa tas belanja, Andreas pun menghampiri Aulia dengan membunyikan klakson mobil..

tut..tut..tut

Aulia pun menoleh kearah pemilik mobil yang ia dapati adalah Andreas..

"andre, ngapain.?"

"elu yang ngapain" masih dengan mobil berjalan mengikuti langkah kaki Aulia dengan menunjuk tas belanja tak lama mobil pun berhenti..

"gue, lagi habis dari mini market beli keperluan restauran" sambil mengangkat belanjaannya

"ya uda gue antar gih, lagian tuh luka belum terlalu sembuhkan"

"kalau dipaksa yah uda" Aulia pun masuk, Andreas pun melaju dengan arahan Aulia dipertigaan ia harus belok kiri terdapat restauran bertuliskan A2 Andreas pun mengingat kembali bahwa ia pernah kesini bersama para saudaranya..

"lia, gk salah ini restauran yang pernah kamu kasih tau ke gue"

"mmm.. oh, iya ndre yuk masuk gue kenalin ama abang gue" Andreas masih menerka-nerka, jangan-jangan kakak Aulia sih pemilik yang pernah memperkenalkan diri dihadapnya itu (isi hati Andreas berfirasat)

didalam restauran Aulia menghampiri abangnya dan memperkenalkan Andreas, nampak wajah Andreas membenarkan dan wajah kakak Aulia mengingat wajah yang ingin dikenalkan Aulia..

"kak, Aulia mau kenalin seseorang"

"siapa sih dek, pacar kamu"

"kakak" sambil berjalan kearah Andreas dengan tatapan mengancam Aulia ke kakaknya, Andreas sedikit ciut dan agak panik dengan tatapan abangnya Aulia,

"eemmm.. sepertinya kakak kenal dek.!"

Aulia mulai memperkenalkan abangnya ke Andreas begitupun dengan Andreas ke abangnya..

"kak, kenalin ini Andreas, Andreas ini abangku kak Angga" Andreas dan juga Angga saling berjabat tangan saling menatap Angga dengan ingatannya sedangkan Andreas dengan wajah ciutnya, tak mau diselidiki dengan tatapan Angga, Andreas pun segera mengingatkan kak Angga

"eemmm.. kak waktu itu dengan kakek Kusuma" terlihat Angga seperti mengingat kejadian beberapa hari yang lalu "aahh.. iya, cucunya kakek Kusuma yah, wah temannya Aulia.?"

"lebih tepatnya teman sekelas kak" terlihat Andreas menggaruk kepala yang tak gatal. Aulia yang melihat tingkah laku kakaknya yang membuat Andreas agak ciut langsung buru-buru memotong pembicaran tersebut

"ndre.. mau makan apa nih.?" terlihat Andreas yang sedikit terselamatkan dengan suara Aulia..

"eehh.. ia, eehh.., kalau bisa sih"

"hehehe.. yah bisalah ndre, ini kan tempat makan, kamu tuh lucu yah" terlihat Aulia mengambik menu dimeja dan mempersilahkan Andreas untuk duduk, sebelum Andreas pergi kak Angga menahan lengannya Andreas yang sedari tadi melihat salah tingkah Andreas terhadap Aulia dia mengerti kalau lelaki ini menyukai adiknya..

"Andre., kakak tau kamu suka Aulia, semoga sukses taklukin hatinya, soalnya dia itu agak tomboy dan sedikit keras kepal" Andreas yang mendengar hanya makin kikuk dibuat kak Angga dan ingin membantah tapi Aulia langsung menarik tangannya..

"kak.. jangan ditahan dong pelanggannya, Andre kan mau makan"

"oh yah udah, silahkan ndre, selamat bertarung, eehh.. salah selamat makan"

nampak dikejauhan Bunga dan juga Angel melihat Aulia yang membawa lelaki dan Angel mengenalinya..

"Andreas..?"

"siapa dek, kamu kenal" mereka sedari tadi melihat kedekatan Aulia bersama lelaki itu..

"ia kak, dia teman sekelas kam, tapi sejak kapan yah, mereka terlihat akrab" Angel yang tak ingin makin penasar langsung menghampiri Aulia dan juga Andreas yabg sedang membalik buku menu dihadapnya..

"lia, kak Bunga nanya dimana nota-nota belanjaan tadi"

"ia ngel, oh iya ada sama gue, eemm.. ndre gue tinggal sebentar yah" nampak Andreas hanya menganggukkan kepala sambil menatap Angel yang sedang menyelidik, "Andre sejak kapan dekat banget sama Aulia, biasanya kan kalian suka banget berantem gk jelas, gue penasaran"

"ehh.. gue, eemm.. sejak, gimana yah jelasinnya, gue cuman lewat aja tadi ketemu dijalan ama Aulia pas banget gue mau ketempat ini dia juga kesini eehh, gak taunya dia yang punya, padahal gue sama keluarga gue uda pernah kemari"

"oh ya, bener hanya karena itu" terlihat Angel yang sedikit menggoda ingib tau lebih lanjut, sengaja Andreas tak memberi tau ke Angel karena tak mau ketahuan orang banyak, yah, begitulah Andreas dia orangnya masih sedikit menutup diri dengan perasaannya..

Aulia pun menghampiri dengan membawa menu makan siangnya Andreas..

"ndre sorry nunggu lama, nih makananya semoga suka yah, yuk ngel kita kesana, dikit lagi kita pulangkan mau kerjain tugas kelompok" terlihat Aulia menarik temannya, Aulia tau kalau Angel sedang mengintrogasi Andreas sedari dia pergi kemeja kasir, Andreas pun makan dengan nyaman terlihat sesekali tatapannya beradu dengan kak Angga yang sedikit tersenyum dengan dibalasnya senyum kikuknya, selesai makan ia ke kasir yang saat itu kak Bunga lakukan..

"kamu temannya Aulia yah.?"

"eehh.. ia kak" Andreas bingung sedari tadi dia ditanya dengan pertanyaan yang sedikit mengintrogasinya

"heemm.. kalau dia sedikit keras kepala dan tukang manja maklum yah, emang orangnya begitu" lanjut kak Bunga terlihat Andreas hanya mengangguk dengan heran..

dipintu luar nampak Aulia beserta Angel dan juga kak Angga sedang terlihat berpikir..

"ada apa lia.?" Andreas bertanya

"eh.. ndre, gk kok" terlihat wajah abangnya Aulia berpikir

"ndre., gue bisa gk minta tolong antarin anak dua ini kerumah" kak Angga bertanya pada Andreas

"gini ndre, mobil Aulia mogok dipertengahan jalan tapi pak Tarjo supir pribadi kami uda hubungi tukang service mendadak baru kasig kabar jadi kami, baru aja mau pesan Grab, bisa gk ndre" panjang lebar pembicaraan Angel ke Andreas, Andreaa pun dengan senag hati mau mengantar Aulia dan juga Angel pulang tapi ia tutupi karena kalau ketahuan pasti ia di ledekin..

"oh.. ya udah, gue antar aja yuk, lia, ngel" nampak wajah kak Angga sedikit mengapresiasi tanggapan Andreas terhadap mereka, "bener nih, gk apapa.?" terlihat Aulia sedikit tak enak terhadap Andreas walau hatinya sangat senang..

mereka pun berlalu mengahmpiri jalan besar, laju mobil Andreas tak terlalu melaju, disampingnya terlihat Aulia yang memperhatikan jalanan raya, Angel yang sibuk dengan ponselnya, sebenarnya perasaan Andreas kali ini sangat senang dengan jantung yang hampir mau loncat dihadapannya karena keberadaan Aulia kali ini duduk disampingnya dengan hati yang harus ia kontrol dia pun melontarkan pertanyaan yang tak masuk akal yang membuat Angel tertawa..

"eemmm.. lia, kok abang dan juga kasir tadi bilang kalau kamu itu keras kepala, katanya gue harus hati-hati ama elu gitu" denga menyetir sekilas melihat ekspresi Aulia yang malu, nampak Angel yang berseru "hahahah.. ndre, elu belum tau aja sifatnya Aulia, kalau elunkenal lebih jauh hheemm... pasti elu membatin deh di buatnya" terlihat Aulia kesal dengan jawabanya Angel dan mencoba membela diri, "angel.. gue bukannya keras kepala tapi gue gk suka aja mengalah" Andreas yang sesekali melihat kearanya nampak lucu dengan tingkah Aulia sekarang..

"lia, sama aja emang dasar aja elu gk pernah mau mengalah kalau dibilangin ngeyel pas kejadian malah gk may nerima kalau yang elu lakuin itu salah" seru Angel lagi..

"ngel, gue cuman mau nyoba aja dan mau ngerasain, karena kalau gue dilarang pasti penasaran deh" Andreas hanya tersenyum dengan jawaban Aulia terlihat barisan gigi rapi Andreas yang terlihat tampan jika diperhatikan, Aulia yang tak mengira akan membuat Andreas tersenyum langsung menengok kearah Andreas dengan seksama..

"andre, jangan ketawa dong"

"hehehe.. gk gue cuman lucu aja dengan kelakuan elu yang diceritain Angel"

"tuh kan, Andre aja setuju ama gue.."

"gk, bukan gue setuju cuman lucu aja ada yah wanita keras kepala kaya elu" Angel pun tertawa yang diikuti dengan Andreas nampak Aulia langsung tersenyum dengan wajah kikuknya, yah, cuman orang berdua itu gk tau aja kalau hati Aulia sekarang lagi menari-nari gk jelas karena melihat senyum dan wajah Andreas...

sampailah di gerbang rumah Aulia, Angel baru menyadari sedari mereka di restauran sampai sini dia mengingat lagi bahwa Andreas tak diberi tau alamat rumah mereka tetapi sudah sampai aja mereka didepan rumah..

"eehhh.. tunggu sepertinya tadi kita gk beri tau alamat deh" seru Angel dengan wajah bingung yang disusul Aulia yang turun, nampak Andreas mencari keselamatan dair Aulia, Aulia yang mengetahui langsung menarik tangan Angel turun..

"ngel, ayo turun, makasih yah ndre, sampai ketemu besok"

"iihh lia, gue lagi bingung nih, ntar besok kan libur" nampak Angel gk suka dengan tingkah Aulia yang masih penasaran, tak mau makin panjang pemikiran Angel , Aulia langsung berseru dengan sedikit tergesa

"oh iya lupa, sampai jumpa hari senin yah ndre, bye" sambil mengkode Andreas untuk segera pergi, Andreas pun menancap gas, Angel yang sedikit penasaran langsung menghadang Aulia, Aulia sedikit menghindar dan buru-buru masuk kerumah yabg dikejar dengan Angel..

"lia, gue tau, elu nyembunyiin sesuati dari gue"

"bye ngel"

"lia, tungguin dong, liaaaa"

mereka pun berkejaran masuk kerumah menuju kamar Aulia yang masih membuat penasaran Angel..

"lia, please gue kepo nih,"

"kan gue uda cerita ke elu"

"yang mana.., perasaan elu gk pernah cerita kalau andre tau alamat rumah kita.." sedikit berjeda dan menyelidik

"aahhh.. jangan-jangan, waktu elu terluka Andre yah yang antar elu ke rumah, karena dengan keadaan luka dilututmu gk mungkin elu bisa pulang kerumah" Angel meras senang dengan ia mengingat kembail kejadian itu, Aulia sedikit bersemu dan menutupi malunya..

#**dasar Aulia dan Andreas saling suka tapi belum mengakui..

penasaran bagaimana kelanjutannya 😉**

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!