Satu jam telah berlalu.
Nara membawa tiga bungkus mainan yang telah Aren beli. Mereka pun berniat untuk makan siang di sebuah restoran, kebetulan lokasinya tidak jauh dari mall yang mereka kunjungi. Maria membuat alasan bahwa mobilnya kempes dan lagi di perbaiki oleh bengkel.
"Sean, mobil Mamih lagi di bengkel, kebetulan tadi ban mobilnya mendadak kempes apa bocor yah. Dan sekarang belum datang, sebaiknya kita satu mobil saja, Nara kau duduk di depan sambil menggendong Aren," titah Maria.
Nara sedikit bingung karena mobil Nyonya besarnya tidak kenapa-napa dan masih ada di parkiran. Nara ingin menjawab bahwa Mobilnya ada dan baik-baik saja tapi dia tidak berani mengatakannya. Nara hanya menuruti perintah Maria, Sean jengah karena harus satu mobil dengan Nara.
"Kau duduklah di sampingku, jaga Aren," ketus Sean berlalu pergi meninggalkan Nara.
Maria hanya bisa tersenyum, apapun akan Maria lakukan untuk mendekatkan Nara dengan Sean. Nara pun segera membuka pintu, Maria duduk di belakang membawa mainan cucunya.
Sean tidak berkutik, ia sangat kesal karena Nara ada di sampingnya. Ia tidak mau melihat ke arah samping, baginya Nara itu pengasuh dari kampung dan bukan tipenya.
Mereka sampai di restoran.
Aren sangat senang karena Nara seharian ini ada bersamanya. Sean segera turun dan langsung masuk tanpa menghiraukan Nara yang masih ada di dalam mobil.
"Anak itu bikin emosi saja, Nara apa kau baik-baik saja. Maafkan Sean dia memang begitu, jutek dan dingin," ujar Maria. Nara hanya bisa mengangguk dan tersenyum.
Aren masih dalam dekapan Nara, dia tidak mau jalan kaki. Karena sangat nyaman di peluk oleh Nara, Sean melihatnya semakin kesal karena Aren lebih dekat dengan Nara di banding dengannya.
"Daddy, hari ini Aren sangat senang," ucapnya.
"Hmm ... apa yang membuatmu senang? Daddy sudah membelikan mainan untukmu bukan? Semua mainan itu sangat mahal juga bagus. Minggu depan kita beli lagi yang lebih banyak," seru Sean sambil mencubit lembut kedua pipi putranya.
"Bukan, Daddy. Aren sangat senang Tante Nara bersama Aren hari ini," seru Aren membuat Sean tercengang.
Nara dan Maria hanya bisa menahan tawa melihat wajah kesal Sean. Aren tertawa kecil karena melihat wajah Daddy-nya cemberut.
"Nara kau sudah membuatku kesal awas saja apa yang akan aku lakukan padamu supaya kau pergi dari rumah," batin Sean melihat kesal pada Nara yang saat ini sedang becanda ria dengan putranya.
Sean hanya bisa melihat Nara dengan tatapan dingin dan tajam. Bagi Sean Nara sudah membuat putranya berubah dan jauh dengannya. Sebelumnya Aren tidak pernah selengket ini dengan pengasuhnya.
"Nara, besok kau libur kalau bisa kau libur selamanya dan pulang ke kampung asalmu," ujar Sean dingin membuat Nara tercengang juga Maria.
"Apa maksudmu?" Tanya Maria sedikit kesal.
"Daddy kenapa Tante Nara di suruh pulang," raut wajah Aren menciut dan sedikit kecewa atas apa yang di ucapan Daddy-nya.
"Maksudku, dia besok libur karena hari ini dia tidak libur," jawab Sean tanpa memperdulikan delikan kesal dari Maria.
Nara sedih karena baru saja Sean mengusirnya, entah kesalahan apa sehingga membuat Sean begitu marah padanya.
Sean tidak mau Nara dekat dengan Aren, karena ia takut putra kesayangannya meminta Nara menjadi Ibunya. Itu hal yang sangat mengerikan baginya, Sean tidak mau menerima wanita lain di hatinya dan menyingkirkan cinta Angel. Ia hanya mencintai Angel dan hanya Angel wanita satu-satunya yang sangat dia cintai.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 149 Episodes
Comments
Yuni MamaRizky
ada2 sj
2022-04-27
0
Made Sulasti
lupakan engel Sean .bukalah lembaran baru bersama Nara dia sudah tenang disana engel pasti senang kau menikah sama nara
2022-01-10
0
Eti
lanjuuuuttt
2022-01-01
0