"Mampus kau Nara, mungkin Nyonya Maria mendengar ocehan'mu yang tidak bermutu tadi," batin Nara tersenyum dan segera berjalan ke arahnya.
"Kau mau ngapain di sini, Aren sama Sean mana?" Tanya Maria pura-pura tidak tahu.
"Mereka pergi Nyonya," jawabnya sambil tersenyum gugup.
"Dasar anak menyebalkan, kau kenapa tidak di ajak sama Sean. Lebih baik kau ikut saya," ajak Maria menarik lengan Nara.
Nara kaget, karena takut di hukum karena salah ngomong. Dalam hatinya berdoa semua tidak di marahi oleh Nyonya Maria, Nara sangat heran karena segera di ajak naik mobil mewah.
"Kita mau ke mana Nyonya?" Tanya Nara sedikit penasaran.
"Begini, kau ikut saya menyusul anak menyebalkan itu ke Mall," ujarnya sambil membuka pintu mobil. Nara hanya bisa mengikutinya dan segera duduk di kursi mobil.
"Nara, apa kau tahu, semua ini sangat kebetulan. Saya sudah mencari tentang sahabatku yang sudah lama menghilang puluh-puluh tahun lamanya. Sekarang saya di pertemukan lagi dengan putrinya yang sangat cantik persis orangtuanya dulu saat masih remaja. Putrinya akan saya jodohkan dengan Sean," seru Maria sambil menyetir dan tersenyum mengembang.
"Syukurlah Nyonya, Tuan Sean akan segera menikah dengan seorang wanita dari teman Nyonya. Aren tidak akan kesepian lagi," sahut Nara. Dalam lubuk hatinya ada kesedihan yang tidak bisa dia ucapkan karena Nara akan kehilangan pekerjaannya sebagai pengasuh Aren.
Setelah Aren mendapatkan ibu pengganti, Nara pasti akan di pecat karena tidak lagi dibutuhkan oleh keluarga Sean.
"Aku harus mencari pekerjaan ke mana lagi untuk membantu pengobatan Ibu di kampung," batin Nara.
"Alhamdulilah, Nyonya semoga rencana perjodohannya berjalan lancar. Wanita itu pasti sangat baik," ujarnya sambil melirik ke arah Maria sekilas.
"Dia sangat cantik, baik pasti dia juga agak bawel seperti ibunya dulu. Walaupun saya belum tahu pasti, tapi dapat di katakan oranganya bawel cantik juga baik. Tapi sepertinya kalau sama orang yang belum dia kenal, wanita itu menjadi pendiam, sangat lucu. Saya sangat gemas Nara," seru Maria tertawa kecil.
Nara yang mendengar ikut bahagia, dia pun memikirkan kata-katanya. Nara sendiri sama anaknya bawel kepada orang yang dia kenal tapi tidak sama orang baru.
Setelah beberapa menit kemudian Mobilnya terparikir di depan mall besar yang menjulang tinggi. Nara melihatnya kagum karena baru pertama kali dia menginjakkan kakinya ke sini.
Mereka turun dari mobil, Maria segera menggandeng tangan Nara masuk ke dalam mall besar itu. Nara sampai bingung bagaimana dia menaiki eskalator sedangkan dia baru pertama kali melihatnya.
"Nyonya, saya berjalan di tangga yang tidak berjalan saja," ucapnya berlalu pergi. Maria ingin mengajarkan Nara menaiki eskalator, tapi Nara sudah berjalan di tangga biasa.
"Dia sangat lucu," ucapnya sambil menginjakan kakinya.
Sesampainya di lantai atas, Nara segera meminta maaf karena telah mempermalukan Nyonya Maria.
"Nyonya, saya minta maaf karena telah mempermalukan Nyonya di sini," ucap Nara menundukan wajahnya.
"Nara, kau tidak boleh minta maaf, lihatlah banyak orang juga memakai tangga biasa. Sekarang kita ke tempat mainan, Aren dan Sean pasti ada di sana karena ini tempat langganan dia," ujarnya sambil menggandeng tangan Nara.
Begitu beruntungnya Nara mendapatkan majikan seperti Maria. Wanita penyayang dan tidak pernah memandang kasta siapapun, baginya semua manusia sama di hadapan sang pencipta. Jadi bagaimana dia harus sombong, sedangkan Tuhan saja yang memilki segalanya tidak sombong.
"Lihatlah itu Sean," seru Maria.
Mereka segera masuk ke dalam toko mainan, Sean melihat Maria menggandeng Nara berdecak kesal.
"Kenapa Mamih ke sini," gerutunya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 149 Episodes
Comments
Eti
lanjuuuuttt
2022-01-01
0
Nisah Tegar
skrg jutek bbng sean sama nara lma2 jg nnti jd bucin
2021-09-20
0
dhapz H
sean yg gak peka taunya mw marah" aja
2021-09-14
0