"Bagaiman bisa Aren menyukai nasi goreng, dia tipe orang susah makan dan hanya roti yang dia bisa makan untuk sarapan pagi. Seumur-umur Aren belum pernah makan nasi goreng dan sekarang dia sangat lahap sekali," batin Sean.
Ia hanya bisa menelan salivanya susah payah dan segera memakan satu sendok. Sean terdiam, rasanya sangat lezat, ia mulai menambah satu sampai dua sendok lainnya. Nara yang melihat segera memalingkan wajahnya. Tuannya itu sangat lahap menyantap makanan yang di sediakan oleh dirinya. Tidak terasa nasi goreng itu habis, Aren tertawa bersama Nara mereka terlihat akrab satu sama lain.
Selama ini Aren sangat merindukan sosok orangtuanya yang sudah meninggal. Semenjak kepergian Angel, Aren belum tahu sosok Ibunya bagaimana. Dia hanya bisa melihat photo juga kuburan yang selalu mereka kunjungi setiap minggunya.
Sejak melihat Nara, Aren merasa dirinya memiliki penuh ketenangan. Nara yang tipe-nya penyayang membuat Aren merindukan sosok Ibu yang selalu dia impikan.
"Apakah Tante cantik mau menjadi Mommy Aren?" Tanya Aren membuat Sean tersedak saat minum.
Nara tercengang mendengar penuturan kata anak majikannya. Sean pun segera memberi pengertian kepada Aren yang sangat ingin memiliki sosok Ibu di sampingnya.
"Sayang, Tante Nara hanya pengasuh, dia bukan Mommy Aren. Sebaiknya Aren lanjutkan sarapan pagi, Daddy mau berangkat kerja dulu. Ingat jangan nakal dan jangan membuat Tante Nara kesulitan saat mengasuhmu," Saran Sean dan segera di angguki oleh Putranya.
"Nara, maaf jangan di ambil hati kemauan Putraku, dia hanya merindukan sosok seorang ibu," ujar Sean dan segera pergi meninggalkan mereka dengan sangat dingin tanpa menoleh ke arahnya.
Sean bergegas keluar rumah, dirinya masuk ke dalam mobil secara tergesa. Ia mengehembuskan nafasnya berat. Sean sedikit terdiam sejenak, mengingat permintaan Aren yang menginginkan sosok Nara untuk menjadi Mommy-nya.
"Aren, maafkan Daddy yang belum bisa menuruti keinginanmu yang satu ini. Ini sangat mustahil, Daddy sangat mencintai Mommy'mu yang sangat ini sudah tidak ada di dunia lagi. Rasanya sangat berat menerima wanita lain di hatiku, cintaku terlalu besar untuknya sehingga aku belum bisa menerima wanita manapun," ujar Sean mengusap wajahnya gesar. Setelah itu dia segera melanjukan mobilnya.
Tiba-tiba saja datang mobil berwarna putih mewah, tidak lain adalah orangtua Sean yang akan datang untuk menjenguk cucu kesayangannya. Dia menuruni mobilnya dengan sangat elegant, sanggulan rambutnya tertata rapih menandakan dirinya sangat berwibawa.
Nara yang sudah merapihkan meja makan dan segera mencuci bekas makan majikannya. Dia segera menggendong Aren untuk mengajaknya bermain di taman belakang. Wanita paruh baya itu melihat Nara menggendong cucu kesayangannya memakai baju pengasuh membuat orangtua Sean itu yang bernama Maria tersenyum mengembang.
"Aren sayang," pekik Maria membuat Aren segera melihat ke arah sumber suara. Maria menghampiri mereka dan segera menggendong cucunya dari pangkuan Nara.
"Aren, sayang kau sangat tampan sekali seperti putraku," seru Maria. Nara yang mendengar hanya bisa tersenyum kaku sambil menyalaminya dan menundukan wajahnya.
"Apa kau pengasuh baru cucuku?" Tanya Maria, segera di angguki Nara.
Aren tertawa senang karena Nenek-nya datang menjenguk. Maria menciuminya berkali-kali membuat aren geli di buatnya.
"Iya Bu, saya Nara baru bekerja hari ini," sahut Nara membungkukkan tubuhnya dengan sopan. Maria pun tersenyum ke arah Nara, melihat Nara, Maria mengingatkan sosok menantunya yang sudah meninggal yaitu Angel.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 149 Episodes
Comments
Yuni MamaRizky
wahhh kyaknya mama sean suka sm. nara dehhhh
2022-04-27
0
🏘⃝AⁿᵘMd Wulan ᵇᵃˢᵉ 🍇
butuh waktu aren..kasih waktu daddy untuk mengobati lukanya
2022-03-26
0
Henda Rina
seru thorr
2022-01-28
0