Maria kaget melihat Sean memeluk tubuh Nara. Sean masih memejamkan matanya tidak sadar atas perbuatannya. Nara mencoba melepaskan rangkulan dari tubuh Sean yang saat ini sedang memeluk Nara.
"Kau ini, Sean. Sadarlah dasar pria tidak tahu sopan santun," pekiknya sambil mencoba melepaskan pelukannya. Sean tertidur sehingga pelukan itu lepas dengan sendirinya. Maria juga Nara bernafas lega, mereka segera menyelimutinya dan pergi ke luar kamar.
"Nara, maafkan atas perlakuan Sean padamu, dasar anak itu menyebalkan sekali. Dia hanya tidak sadar memeluk'mu, kalau dia sudah sadar awas saja akan aku jewer dia," kesal Maria.
"Tidak, apa-apa Nyonya, ini hanya salahpaham saja, saya permisi dulu," pamit Nara.
Maria kembali masuk untuk mengelap wajah anaknya karena Bau alhokol. Maria hanya bisa tersenyum, ternyata melihat Nara dengan Sean sangat cocok ini bisa di rencanakan lagi kedepannya.
"Sean, Nara anak baik, Mamih sudah mencari info tentang Nara dari Bu Sukma yang mengantar dia kemari, kalau sudah tahu Nara siapa dari mana asal dan orangtuanya. Mamah pastikan kalian harus menikah, kau ini sangat menyebalkan lupakanlah Angel. Dia sudah tenang di alam sana, Angel juga pasti setuju kau menikah lagi," ucapnya sambil terus memberikan wajah Sean yang terlelap tidur.
Maria akan lebih lama di rumah Sean, mengingat dia akan terus mendekatkan putranya. Setelah mendapat informasi lanjutan Maria akan segera bertindak untuk menjodohkan mereka berdua. Maria yakin Nara wanita baik melihat dari raut wajah juga tutur katanya.
Di kamar Nara.
Nara memejamkan matanya, tapi tetap tidak bisa. Dia mengingat Sean memeluknya dengan sangat erat membuat Nara sedikit takut.
"Dia duda, ya ampun kenapa aku berpikiran macam ini. Nara itu hanyalah sebuah kesalahpahaman, aku takut Tuan Sean marah karena aku telah berani ada di sana," ujar Nara memeluk bantal guling.
Semoga saja besok pagi Nara berhasil melupakan kejadian malam tadi. Untung saja Maria mengerti jadi Nara tidak di marahi habi-habisan olehnya. Beruntung sekali Nara mendapatkan majikan seperti Nyonya Maria.
"Ini semua berkat doa Ibu di kampung, Alhamdulillah Nara di sini bisa mendapatkan majikan yang sangat baik," ujarnya dan terlelap tidur memejamkan matanya karena rasa kantuk sudah mulai menyelimuti matanya.
Jam enam pagi.
Sean masih menggunakan baju kameja kantornya. Kebetulan hari ini Sean libur kerja, jadi tidak masalah dirinya telat bangun pagi. Ia memijit kepalanya karena terasa sangat berat dan pusing. Dia melihat ke sekeliling, Sean tampaknya tidak ingat apa-apa tentang semalam.
Dia berjalan gontay untuk pergi ke kamar mandi, bau alkohol masih menyengat di dalam mulutnya. Setelah beberapa jam Sean berada di dalam kamar, Sean pun mengenakan kaos oblong juga celana pendek. Dia berjalan menuruni anak tangga untuk sarapan pagi, di meja makan sudah ada Nara sedang menyuapi Aren juga Maria sedang asyik dengan sarapan paginya.
Terlihat ada nasi goreng di atas meja makan, Sean menarik kursi dan mengucapkan selamat pagi kepada Mamih Maria juga Aren.
"Putra Papah sudah besar muuaahh." Sean mencium Aren dengan sangat gemas. Maria hanya bisa tersenyum tipis.
"Sean, apa kau semalam tidak sadar, mengingkari janji pada Mamih juga kau mabuk berat sehingga kau di mencium Nara di hadapan Mamih," ujarnya santai sambil melahap nasi goreng buatan Nara. Karena Aren ingin nasi goreng lagi dengan sarapannya, maka dari itu Maria ingin mencoba selezat apa masakan Nara. Dan ternyata masakannya sangat lezat, nasi gorengnya mengingatkan kepada seseorang yang dulu pernah dekat dengannya.
"Apa!" Pekik Sean terkejut.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 149 Episodes
Comments
RossyNara
padahal cuma peluk kenapa mami fitnah jadi cium.
2024-04-02
0
Nurmi Ummi
asyiiik😄😄😄
2023-01-15
0
Yuni MamaRizky
hahaha syokkkkkkk seann
2022-04-27
0