Beli mainan

Maria segera menghampiri Sean yang sedang asyik memilih mainan untuk Aren. Nara hanya bisa diam berdiri, Aren yang melihat segera menghampirinya dan memeluk hangat Nara. Maria yang melihat interaksi mereka berdua hanya bisa tersenyum karena Aren sangat menyukai Nara.

"Mih, kok ke sini sih? Sean sengaja tidak mengajak Nara Karena hari minggu waktunya Nara istirahat dan libur untuk mengasuh Aren," ucapnya panjang lebar. Maria hanya menggelengkan kepalanya.

"Lihatlah, putramu sangat menyukai Nara, dia tidak bisa jauh darinya. Kau harusnya mengerti anakmu suka pada Nara, dia lebih nyaman ada di sampingnya di banding dekat denganmu," acuh Maria berlenggang pergi meninggalkan Sean yang berdecak kesal atas kelakuan Maria.

Nara pun menggendong Aren pergi memilih mainan untuknya dia tidak menghiraukan Sean yang sejak tadi dingin dan cuek padanya. Maria sibuk sendiri ia menghubungi seseorang untuk mengirimkan sejumlah uang untuk pengobatan Ibu Nara di kampung.

Dua hari ini Ibu Nara kumat, Bu Sukma menghubungi Maria bahwa kondisi sahabatnya itu tidak kondusif. Maria melarangnya untuk memberitahukan kondisi yang sebenarnya pada Nara.

Ibu Nara akan segera berobat untuk kondisinya yang semakin buruk. Maria tidak mau Nara cemas dan memikirkan Ibunya, setelah sembuh baru Maria menyuruh Bu Sukma untuk memberitahukan pada Nara.

Sean berdiri di belakang Nara yang lagi sibuk bersama Aren. Ia menatap kesal pada Nara, bagi Sean, putranya tidak harus berlebihan memperlakukan Nara seenaknya. Baginya dia hanya pengasuh tidak lebih, Sean takut permintaan Aren di ungkit kembali, itu akan membuatnya kesal.

"Nara, sebaiknya kamu jangan ikut campur urusanku dengan Aren," celetuknya dari arah belakang. Nara terkejut mendengar suara dingin itu dan segera membalikan tubuhnya.

"Hmm ... maaf Tuan, maksudnya apa?" Tanya Nara dengan senyum manisnya.

"Kau jangan terlalu dekat dengan anakku juga Mamih'ku. Bagiku kau hanya pelayan dan jangan ikut campur urusanku," ketusnya menatap tajam.

Nara pun menghembuskan nafasnya kesal, karena perkataan Sean membuat mood-nya kurang baik.

"Dengar Tuan, aku pengasuh putramu, jadi kenapa Anda melarang saya untuk dekat dengannya. Bagaimana aku harus menjaga putra Anda dengan baik kalau aku harus jaga jarak dengannya," jawab Nara memutar bola matanya malas.

"Kau ini, sangat menyebalkan. Maksudku bukan begitu kau hanya pengasuh tidak lebih," ucap Sean dengan nada mulai meninggi tapi Nara tidak menghiraukannya.

"Kau itu aneh Tuan, saya tahu, saya hanya pengasuh tidak lebih. Dan lebihnya bagaimana Tuan, apa saya kelebihan mengasuh Putra Anda?" Tanya Nara sedikit kesal.

Sean hanya menghembuskan nafasnya jengah, dia segera pergi dari hadapan Nara dan memilih duduk di sofa sambil memainkan ponselnya.

"Dasar majikan menyebalkan, bagaimana mungkin aku mengasuh putranya dari jarak jauh dia itu aneh udah dingin ucapannya bikin aku kesal saja," gerutu Nara dan kembali fokus pada Aren yang sedang sibuk memilih mainannya.

Maria melihat interaski mereka berdua membuatnya menggelengkan kepalanya. Sean sudah sangat keterlaluan membuat Maria kesal karena telah berani memarahi Nara.

"Kau ngapain di sini, pergilah putramu membutuhkanmu di sana," titah Maria.

Namun, Sean hanya bisa diam dan hanya memainkan ponselnya tidak menghiraukan Maria hang mengoceh di sisinya.

"Dia sudah bersama pengasuh tidak tahu diri itu," sahutnya kesal matanya masih fokus ke arah ponsel yang dia mainkan.

Maria hanya hanya menghembuskan nafasnya berat dan beranjak meninggalkan Sean yang tidak bisa di ajak kompromi, ini akan lebih sulit untuk mendekatkan Nara juga Sean.

Terpopuler

Comments

🍌༄༅⃟𝐐Henny🍁❣️🕊️⃝ᥴͨᏼᷛ𝐀⃝🥀

🍌༄༅⃟𝐐Henny🍁❣️🕊️⃝ᥴͨᏼᷛ𝐀⃝🥀

biarkan saja bu. nti lama" jg jd bucin

2022-10-11

0

Yuni MamaRizky

Yuni MamaRizky

kerass kepalaaa..mg ada cowok yg ngedeketin naraa

2022-04-27

0

Eti

Eti

lanjuuttt

2022-01-01

0

lihat semua
Episodes
1 Awal
2 Ke Jakarta
3 Tiba
4 Cerita Tuan Sean
5 Gugup
6 Melihat
7 Hari pertama kerja
8 Nasi goreng
9 Maria
10 Rencana
11 Permintaan Aren
12 Sean
13 Mengajak Nara pergi
14 Menyusul Sean
15 Beli mainan
16 Restoran
17 Rachel
18 Tidak suka
19 Pelukan
20 Axsel
21 Brownies
22 Sikap Sean
23 Salah Paham
24 Kenyataan untuk menolak
25 Batal
26 Mengenang
27 Pergi ke kantor
28 Aren
29 Tuduhan Sean
30 Kepo
31 Permintaan Aren
32 Tekejut
33 Cemburu
34 Akal-akalan Sean
35 Mules
36 Sean yang licik
37 Ada apa!
38 Perkara kancing
39 Kesempatan Sean
40 Kepergok
41 Modus Sean
42 Siapa wanita itu!
43 Kena lagi
44 Bertemu Max kembali
45 Gaun indah
46 Kejutan dari Sean
47 Pesta dansa
48 Ponsel iPhone
49 Minyak wangi
50 Kemarahan Sean.
51 Awwwhh kepergok
52 Ibu Nara meninggal.
53 Pernikahan Sean dan Nara
54 Gangguan
55 Hadiah
56 Akhirnya
57 Malam panjang
58 Kebusukan Angel
59 Kemarahan
60 Ketahuan
61 Meyakinkan Maria
62 Terbuka sudah semuanya.
63 Sudah sah menjadi janda
64 Kedatangan Polisi
65 Bisikan Sean
66 Untuk kedua kali
67 Kemarahan
68 Surat
69 Pengen Adik online
70 Bersiteru
71 Goda Sean
72 Posesif
73 Sean dan Jordi
74 Kebenaran
75 Terluka
76 Salah paham part 1
77 Siuman
78 Salah paham part 2
79 Kesepakatan konyol
80 Seperti Tom anda Jerry saja!
81 Garis dua
82 Perjanjian itu batal!
83 Ketuk palu tiga kali Sah!
84 Kesempatan Sean
85 Sebuah rahasia!
86 Kedipan mata genit
87 Bukti sudah terkumpul.
88 Sembuh
89 Rencana
90 Rencana Sean berhasil
91 Di dalam pesawat
92 Luar biasa
93 Tiba di hotel
94 Permainan di tepi pantai
95 Kejutan dari Sean
96 Dokter Ziko
97 Rencana pulang
98 Maria dan Akos
99 Tiba di indonesia
100 Sean
101 Selamat
102 Selamat jalan Aditama.
103 Pengumuman
104 Mual melanda Sean
105 Terkena Morning Sickness
106 Kedatangan Ziko
107 Gigitan kecil
108 Sean dan Max
109 Hampir saja.
110 Terlihat cantik
111 Gagal
112 Selamat tinggal Angel
113 Kembalinya Jordi.
114 Jangan pergi!
115 Jangan mengulangi-nya lagi Sean
116 Sesi lamaran dan melahirkan
117 Season 1 selesai.
118 Pernikahan Maria dan Akos (Season2)
119 Rihana dan Max (Season2)
120 Gagal deh! (Season2)
121 Permainan di alam terbuka (Season2)
122 Gara-gara kepiting ( Season2 )
123 Kenyal seperti Jelly (Season2)
124 Di Pulau cinta (Season2)
125 Mengungkap kan perasaan (Season2)
126 Salah beli permen (Season2)
127 Lemot akibat jatuh cinta (Season2)
128 Curiga (Season2)
129 Penyamaran Eve (Season2)
130 Tertangkap (Season2)
131 Sentuhan (Season2)
132 Berangkat (Season2)
133 Lamaran mendadak (Season2)
134 Kepercayaan ayah Rihana (Season2)
135 Tespek (Season2)
136 Habis riwayatmu Stela (Season2)
137 Rihana dan Max
138 Perjodohan sejak dini (Season2)
139 Wasiat Ibu Rihana (Season2)
140 Satu hari sebelum pesta pernikahan (Season2)
141 Pernikahan Max dan Rihana (Season2)
142 Pesta telah usai (Season2)
143 Siap untukmu (Season2)
144 Menerobos masuk (Season2)
145 Merasa Puas (Season2)
146 Kecelakaan Akos dan Maria (Season2)
147 Cuma Mimpi (Season2)
148 TAMAT
149 Novel Baru
Episodes

Updated 149 Episodes

1
Awal
2
Ke Jakarta
3
Tiba
4
Cerita Tuan Sean
5
Gugup
6
Melihat
7
Hari pertama kerja
8
Nasi goreng
9
Maria
10
Rencana
11
Permintaan Aren
12
Sean
13
Mengajak Nara pergi
14
Menyusul Sean
15
Beli mainan
16
Restoran
17
Rachel
18
Tidak suka
19
Pelukan
20
Axsel
21
Brownies
22
Sikap Sean
23
Salah Paham
24
Kenyataan untuk menolak
25
Batal
26
Mengenang
27
Pergi ke kantor
28
Aren
29
Tuduhan Sean
30
Kepo
31
Permintaan Aren
32
Tekejut
33
Cemburu
34
Akal-akalan Sean
35
Mules
36
Sean yang licik
37
Ada apa!
38
Perkara kancing
39
Kesempatan Sean
40
Kepergok
41
Modus Sean
42
Siapa wanita itu!
43
Kena lagi
44
Bertemu Max kembali
45
Gaun indah
46
Kejutan dari Sean
47
Pesta dansa
48
Ponsel iPhone
49
Minyak wangi
50
Kemarahan Sean.
51
Awwwhh kepergok
52
Ibu Nara meninggal.
53
Pernikahan Sean dan Nara
54
Gangguan
55
Hadiah
56
Akhirnya
57
Malam panjang
58
Kebusukan Angel
59
Kemarahan
60
Ketahuan
61
Meyakinkan Maria
62
Terbuka sudah semuanya.
63
Sudah sah menjadi janda
64
Kedatangan Polisi
65
Bisikan Sean
66
Untuk kedua kali
67
Kemarahan
68
Surat
69
Pengen Adik online
70
Bersiteru
71
Goda Sean
72
Posesif
73
Sean dan Jordi
74
Kebenaran
75
Terluka
76
Salah paham part 1
77
Siuman
78
Salah paham part 2
79
Kesepakatan konyol
80
Seperti Tom anda Jerry saja!
81
Garis dua
82
Perjanjian itu batal!
83
Ketuk palu tiga kali Sah!
84
Kesempatan Sean
85
Sebuah rahasia!
86
Kedipan mata genit
87
Bukti sudah terkumpul.
88
Sembuh
89
Rencana
90
Rencana Sean berhasil
91
Di dalam pesawat
92
Luar biasa
93
Tiba di hotel
94
Permainan di tepi pantai
95
Kejutan dari Sean
96
Dokter Ziko
97
Rencana pulang
98
Maria dan Akos
99
Tiba di indonesia
100
Sean
101
Selamat
102
Selamat jalan Aditama.
103
Pengumuman
104
Mual melanda Sean
105
Terkena Morning Sickness
106
Kedatangan Ziko
107
Gigitan kecil
108
Sean dan Max
109
Hampir saja.
110
Terlihat cantik
111
Gagal
112
Selamat tinggal Angel
113
Kembalinya Jordi.
114
Jangan pergi!
115
Jangan mengulangi-nya lagi Sean
116
Sesi lamaran dan melahirkan
117
Season 1 selesai.
118
Pernikahan Maria dan Akos (Season2)
119
Rihana dan Max (Season2)
120
Gagal deh! (Season2)
121
Permainan di alam terbuka (Season2)
122
Gara-gara kepiting ( Season2 )
123
Kenyal seperti Jelly (Season2)
124
Di Pulau cinta (Season2)
125
Mengungkap kan perasaan (Season2)
126
Salah beli permen (Season2)
127
Lemot akibat jatuh cinta (Season2)
128
Curiga (Season2)
129
Penyamaran Eve (Season2)
130
Tertangkap (Season2)
131
Sentuhan (Season2)
132
Berangkat (Season2)
133
Lamaran mendadak (Season2)
134
Kepercayaan ayah Rihana (Season2)
135
Tespek (Season2)
136
Habis riwayatmu Stela (Season2)
137
Rihana dan Max
138
Perjodohan sejak dini (Season2)
139
Wasiat Ibu Rihana (Season2)
140
Satu hari sebelum pesta pernikahan (Season2)
141
Pernikahan Max dan Rihana (Season2)
142
Pesta telah usai (Season2)
143
Siap untukmu (Season2)
144
Menerobos masuk (Season2)
145
Merasa Puas (Season2)
146
Kecelakaan Akos dan Maria (Season2)
147
Cuma Mimpi (Season2)
148
TAMAT
149
Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!