Pagi telah tiba, jam lima subuh Nara segera membereskan tempat tidurnya. Habis itu ia segera membersihkan dirinya ke kamar mandi dan segera menunaikan shalat subuh.
Nara pun bergegas keluar menuju dapur, sebelum jam enam pagi. Nara bertanya kepada Bi Karti yang sudah ada di dapur mencatat keperluan bahan sayur juga yang lainnya.
"Bi, apakah Tuan Sean suka nasi goreng atau roti tawar di olesi selai?" tanya Nara duduk di sebelah Bi Karti yang sedang mencatat semua keperluan bahan dapur.
"Ya ampun, stok roti tawar habis. Kenapa aku sampai lupa membelinya, Tuan Sean sarapan dengan apa," gencar Bi Karti. Ia panik takut Sean memarahinya karena tidak menyiapkan bahan makanan. Kemarin Bi Karti sibuk mengasuh Aren sehingga ia lupa stok roti tawarnya habis.
"Aku coba bikin nasi goreng saja," sahut Nara mencoba mencari jalan keluar.
"Tapi, Tuan Sean tidak pernah sarapan pagi dengan nasi goreng," ucapnya sambil terlihat panik.
"Kita coba, kalau belum mencobanya kita tidak boleh putus asa," seru Nara. Ia pun menyiapkan bahan yang diperlukannya. Pagi sekali Bi Karti sudah berangkat ke pasar untuk membeli sayur-mayur di antar ojek langganannya.
Nara pun menyiapkan dengan rasa tekadnya. Dari pada Tuannya tidak sarapan lebih baik Nara membuat nasi goreng andalannya.
"Semoga Tuan bisa menyukai nasi goreng buatanku," ucap Nara dengan tekad pasti. Dia siap kena marah oleh Sean karena berani menyiapkan nasi goreng pagi-pagi. Karena sarapan kali ini berbeda dengan biasanya.
Nara segera menaiki anak tangga untuk melihat Aren. Dengan membuka perlahan pintu kamar Aren, Nara berjalan berhati-hati. Terlihat Aren sudah bangun mengerjap-rejapkan matanya. Melihat sosok Nara sudah ada di samping dirinya tersenyum.
"Tante Nara?" Seru Aren memeluk. Membuat Nara sedikit terkejut perlakuan anak majikannya membuat Nara tercengang.
"Sayang Aren, kita mandi dulu ayo, setelah itu kita sarapan," ucap Nara mengelus kepala Aren. Aren pun dengan cepat mengangguk tanda setuju, Nara segera beranjak menuju kamar mandi untuk menyiapkan air hangat.
Beberapa menit telah berlalu.
Aren sudah wangi, tampan tidak jauh dari Sang Daddy. Nara pun segera menggendong Aren menuju lantai bawah, Sean pun baru selesai memakai baju formal kerjanya dan segera turun ke bawah. Dia melihat Aren begitu akrab dengan pengasuh barunya. Padahal baru pertama mereka kenal, Sean pun ikut senang, kali ini Aren tidak akan menangis lagi.
"Duduk yang rapih, Tante Nara mau mengambilkan Aren sarapan pagi," seru Nara.
Sean telah tiba di ruang makan, ia segera menarik kursi dan duduk dengan tegap. Memperhatikan Nara yang sedang menuangkan nasi goreng untuk Aren.
"Sarapan pagi ini kenapa dengan nasi goreng?" tanya Sean ketus membuat Nara terdiam sejenak mendengar nada dingin yang keluar dari mulut majikannya.
"Kami tidak terbiasa makan nasi goreng pagi-pagi, apalagi Aren masih kecil. Saya tidak mau terjadi apa-apa dengannya," sambung Sean membuat Nara mati kutu dan tidak jadi menuangkan nasi gorengnya.
"Daddy, Aren mau nasi goreng buatan Tante cantik. Daddy tidak suka jangan sarapan," pekik Aren cemberut membuat Sean melihatnya aneh.
"Sayang! Tapi kita tidak pernah sarapan nasi goreng," sahut Sean pelan membujuk.
"Tidak, mau. Aren pengen nasi goreng buatan Tante cantik," seru Aren memalingkan wajahnya. Nara jadi bingung di buatnya, ia hanya bisa tersenyum kaku dan tidak tahu harus bagaimana.
"Nara, tuangkan nasi goreng buatanmu, lain kali kau tidak usah menyiapkan kami nasi goreng lagi, itu hanya membuat perutku sakit saja," ketus Sean menatap tajam.
"Ba-ik Tuan, maafkan saya! Ini karena saya teledor menyiapkan sarapan untuk kalian. Untuk lain waktu tidak akan saya lakukan lagi kesalahan ini," sahut Nara menundukan wajahnya.
"Hmm."
Aren bertepuk tangan penuh kemenangan, akhirnya dia bisa makan nasi goreng yang sangat menggugah slera perutnya. Nara menuangkan nasi ke atas piring Sean dan segera menyodorkannya. Dia juga menuangkan buat Aren, dan segera duduk di sebelahnya untuk menyuapi Aren. Sean hanya terdiam, ia masih ragu untuk makan nasi gorengnya. Melihat Aren memakan nasi goreng itu dengan sangat lahap membuatnya tercengang.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 149 Episodes
Comments
Yuni MamaRizky
horeee arrn suka sm. aunty naraaaaa
2022-04-27
0
🏘⃝AⁿᵘMd Wulan ᵇᵃˢᵉ 🍇
Aku malh tiap pagi sarapan nasi goreng,,alhamdulillah masih hidup smpe skrg sean😌
2022-03-26
0
Henda Rina
baru hari pertama kerja udah kena marah
2022-01-28
0