Sean datang dengan selamat dari kantor, pikirannya sangat mumet mengingat banyak sekali yang harus dia tanda tangani berkas yang sangat penting. Ia memasukan mobilnya ke dalam garasi, ia segera turun dengan melonggarkan dasinya karena terasa sangat gerah. Ia membuka pintu utama, sebelum menaiki anak tangga untuk masuk ke dalam kamar. Sean duduk terlebih dahulu melepas lelah yang ada di benaknya, ia menyimpan tas kerja dan segera melilitkan baju kameja yang dia pake sampe siku. Ia menaruh juga jas yang dia pake di atas sofa. Sean menghembuskan nafasnya berat. Memejamkan matanya, setelah itu rasa haus ada di tenggorokannya. Akhirnya Sean beranjak pergi menuju dapur, ia juga memikirkan Mamahnya yang terus-menerus menyuruhnya untuk segera menikah, tapi Sean tidak mau terlalu cepat untuk menikah dan melupakan Angel mantan istrinya yang sudah meninggal.
Nara duduk terdiam fokus sama makanannya, Bi Karti telah pergi ke kamarnya untuk mengambil sesuatu. Kini hanya ada Nara yang berada di dapur, bau minyak wangi maskulin dari tubuh Sean tercium menyengat sangat wangi oleh Nara. Sean datang, ia mengerutkan keningnya melihat Nara sedang makan sendirian. Sean hanya melirik sekilas, setelah itu ia berjalan lurus tanpa menegurnya. Nara menjadi kaku juga sangat malu karena ia cuma sendirian di dapur, Nara tidak tahu apakah dia harus menyambutnya atau bagaimana. Akhirnya Nara memberanikan diri untuk menyambut Sean.
Sean membuka pintu kulkas dan mengambil satu botol air putih yang sudah tersedia di dalam sana. Nara berdiri dan memberi hormat sambil mengatur dadanya yang berdegup kencang karena takut.
"Malam Tuan," ucapnya sambil berdiri membungkukkan badannya.
"Hmm ... teruskan makanmu," ucap Sean dingin dan berlalu pergi tanpa melihat ke arah Nara.
"Piuuhhh .... untung saja, Bi Karti kenapa lama sekali dia. Rasanya jantung mau copot, dia sangat dingin membuatku takut saja," gerutu Nara sambil duduk diam.
Sean menghembuskan nafasnya berat, ia lupa bahwa Nara sudah ada di rumahnya untuk mengasuh anaknya Aren. Ia mengusap wajahnya gesar, setelah itu, ia segera meminum air dalam botol. Ia beranjak dari tempat duduknya dan langsung menuju kamarnya yang ada di atas. Sebelumnya Sean melirik ke arah dapur yang tadi bertemu Nara di sana.
"Pengasuh itu sangat ramah, semoga saja Aren menyukainya. Sudah berapa puluh pengasuh yang aku panggil ke sini. Namun, tidak ada yang cocok dengannya, Aren kau selalu merepotkan'ku saja," gerutu Sean berjalan menaiki anak tangga.
Di dapur.
"Bi, Tuan Sean sudah datang, apa Bibi mau masak, biar saya bantu. Kebetulan saya tidak ada kegiatan," ucapnya senang.
"Tidak usah, nanti Tuan Sean marah, ini bukan dari tugasmu," sahut Bi Karti.
Terdengar Sean memanggil namanya dari atas sana. Bi Karti segera berjalan untuk menemui Sean.
"Iya, Tuan. Ada apa?" Tanya Bi Karti.
"Begini, Aren menangis, dia tidak mau aku yang menggendongnya. Kalau bisa pengasuh itu suruh menidurkan Aren, panggil dia," titah Sean yang segera di angguki oleh Bu karti.
"Baik Tuan," sahut Bi Karti memberi hormat dan segera menuju dapur untuk memanggil Nara.
"Nara, kau di panggil untuk menidurkan Aren. Mungkin dia terbangun sehingga susah lagi untuk tidur, kamarnya ada berwarna biru juga banyak tempelan di pintunya," titah Bu Karti. Nara pun segera beranjak dari dapur setelah ia membersihkan bekas makannya.
"Nara dia sangat baik, dulu saja pengasuh lain boro-boro mau membersihkan bekas makannya yang ada bikin aku cape tiap hari. Beruntung Tuan Sean mendapatkan Nara yang mandiri," gerutu Bi Karti. Ia pun segera menyiapkan makanan untuk Sean makan malam.
Nara berjalan menuju tangga, ia celingukan melihat betapa megahnya rumah yang kini ia tempati. Setelah tiba di depan kamar Aren, dengan perlahan Nara membuka pintunya yang sudah sedikit terbuka. Terlihat Sean sedang membujuk Aren untuk tidur kembali. Nara menghembuskan nafasnya panjang menghilangkan rasa gugup yang ada di benaknya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 149 Episodes
Comments
Yuni MamaRizky
ikut deg degan kk thorrrr
2022-04-27
0
@ £I£I$ Mυɳҽҽყ☪️
Nara gugup yah....
aku juga gugup🤭🤭
2022-03-26
0
🍭ͪ ͩ✹⃝⃝⃝s̊S𝕭𝖚𝖓𝕬𝖗𝖘𝕯☀️💞
Semogga nara bisa mengambil hati aren... dan mau dekat dg dia...🤗
2022-03-26
0