Hari ini kali pertama Nara mendengar suara yang sangat terdengar dingin di hadapannya. Jantung Nara berdegup kencang dia sangat takut bila nanti bekerja di rumah ini ia tidak bisa meluluhkan hati anaknya untuk dia asuh.
"Kalian sudah lama menunggu saya?" Tanya Sean kepada Bu Sukma.
"Tidak, Tuan. Perkenalkan ini Nara yang akan menjadi pengasuh Aren," sahut Bu Sukma mengenalkan sosok Nara kepadanya.
Kepala Nara masih menunduk kebawah belum bisa melihat majikannya. Aren segera berlari mendekati Nara yang sedang duduk kaku di sofa. Tampaknya Aren tertarik pada Nara sehingga ia sangat senang melihat Nara datang. Tidak seperti biasanya Aren segera mendekati pengasuh barunya.
"Kau sangat cantik," seru Aren berdiri di hadapan Nara. Seketika juga Nara memberanikan dirinya melihat ke arah bocah cilik itu. Ia tersenyum sambil mengusap kepalanya.
"Siapa namamu?" Tanya Nara lembut.
"Aren," sahut Aren.
Dia berlari kembali ke arah Sean yang sedang duduk menumpangkan kakinya di atas sofa sambil terus melihat ke arah Nara dengan tatapan dingin. Dia merasa heran karena Aren langsung tertarik pada Nara yang baru saja datang dari kampung. Wajah Nara segera menunduk lagi setelah tahu Sean terus menatap ke arahnya.
"Ya ampun, tatapannya menusuk relung hati, apa aku melakukan kesalahan kepada anaknya," gerutu Nara.
Setelah perkenalan usai, Sean berinisiatip pergi ke kantornya lagi karena masih banyak pekerjaan yang menunggunya di sana. Nara segera di arahkan menuju kamarnya yang akan dia tempati selama di rumah ini. Aren mengikuti kemana langkah Nara berjalan. Sepertinya anak itu sudah klop pada Nara gadis cantik yang berasal dari kampung ini berhasil memikat hati anak bos besarnya.
"Aren harus tidur siang, besok Nara akan menggantikan bibi menjaga Den Aren," ujar sang asisten rumah. Aren tampak berpikir setelah itu ia mengangguk dan berbalik arah menuju kamarnya. Nara hanya bisa tersenyum, melihat tingkah Aren yang sangat lucu juga sudah mengerti apa yang di katakan pengasuhnya.
"Nara, Ibu rasa sudah saatnya Ibu pulang, jaga kesehatan dan semoga kamu betah di rumah ini," pamit Ibu Sukma.
Nara pun tersenyum dan mengucapkan terima kasih kepada Bu Sukma karena telah memberi pekerjaan untuknya. Setelah itu ia pun mengantar Bu Sukma keluar gerbang. Mulai sekarang dirinya sudah sah menjadi pengasuh Aren. Bocah kecil yang sangat lucu siapa saja akan suka padanya. Mata, bibir hidung wajah tampak persis seperti Daddy-nya yaitu Sean.
"Hati-hati Bu di jalannya, titip salam buat Ibu di rumah bahwa Nara sudah mulai bekerja," seru Nara memeluk Bu Sukma.
"Semoga kamu betah di sini Nara, Ibu Pamit," sahut Bu Sukma melepaskan pelukannya dan segera masuk ke dalam mobilnya.
Nara pun segera masuk untuk kembali ke kamarnya, ia berjalan kaku karena baru pertama kali Nara mendapat pekerjaan di rumah mewah seperti rumah Sean. Rumah majikan sebelumnya hanya rumah biasa, ia sangat takut memecahkan guci yang terlihat mewah besar juga mahal. Nara tetap lurus berjalan ke arah kamar yang kini akan ia tempati selama ia bekerja di rumah Sean. Nara membuka pintunya secara perlahan, ia mengedarkan pandangannya kesetiap penjuru kamar. Kasur empuk walaupun terlihat sangat mahal, Sean sengaja membuat kamar pengasuh anaknya terlihat bagus luas juga nyaman. Agar mereka betah tinggal di sini. Seorang asisten mengetuk pintu, Nara segera membalikan badannya untuk membuka pintu kamar, terlihat asisten rumah dengan tersenyum manis ramah kepada Nara memberitahukan bahwa mulai besok Nara harus sigap mengasuh Aren. Untuk hari ini dia istirahat dulu karena mengingat cukup lama di perjalanannya menuju kota Jakarta.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 149 Episodes
Comments
Yuni MamaRizky
sultannnnn
2022-04-26
0
@ £I£I$ Mυɳҽҽყ☪️
semoga berjodoh Nara sama hot Dady🤭
2022-03-26
0
🍭ͪ ͩ✹⃝⃝⃝s̊S𝕭𝖚𝖓𝕬𝖗𝖘𝕯☀️💞
Syukur lahhh.. Nara udah d sukai anak majikany... ....
CEO mahh gtu ... dingin tp kalau dah bucin mengila🤭🤭🤭
2022-03-26
0